Perusahaan
( 1080 )Kuartal II, GoTo Targetkan Pendapatan 5,6 Triliun
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menargetkan pendapatan bruto (gross renevue) pada kuartal II-2022 sekitar Rp 5,3 triliun hingga Rp5,6 triliun dengan gross transaction value (GTV) sekitar Rp142 triliun hingga Rp150 trilun. Pengembangan bisnis yang cukup kuat dikuartal II-2022 menjadi bekal perseroan untuk melanjutkan tren kinerja positif. "Untuk itu, dikuartal II-2022 guidance kami untuk GTV akan berada diantara Rp142 trilun sampai Rp150 triliun. Jad range-nya disekitar itu. Dan grass renevue akan berada dikisaran Rp5,3 triliun sampai Rp 5,56 triliun," ucap Direktur Utama PT Go To Gojek Tokopedia Andre Soelistyo dalam konferensi pers, Senin (30/5). DItambah lagi, jika berkaca pada performa GoTo pada kuartal I-2022 yang membukukan kinerja solid diketiga bisnis utamanya yaitu bisnis segmen on demand, e-commerce, dan financial technology. Secara keseluruhan, Andre menyebut, nilai GTV perseroan tumbuh 46% secara yoy menjadi Rp 140 triliun. (Yetede)
PPRE Mengantongi Kontrak Baru Rp 1,7 Triliun
PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 1,7 triliun dalam lima bulan pertama tahun ini. Direktur Perencanaan Bisnis & HCM PPRE Rebimun mengatakan, realisasi tersebut masih sesuai dengan target perusahaan.
"Kami proyeksikan sampai Juni 2022 kontrak baru kami sebesar Rp 1,98 triliun, jadi ini masih on track," ujarnya dalam konferensi pers penawaran umum obligasi PPRE tahun 2022, Senin (30/5).
WIKA Incar Proyek Rp 21 Triliun
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) meraih fasilitas kredit modal kerja Rp 340 miliar dari Bank Tabungan Negara (BBTN). Pinjaman itu untuk menyokong proyek Smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur.
WIKA meraih pinjaman itu untuk keperluan pembiayaan modal kerja dalam rangka penyelesaian proyek. "Terutama pembiayaan atas pekerjaan pemancangan dan sipil area CE proyek Smelter Manyar yang berlokasi di Gresik," kata Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, dalam keterbukaan informasi, Kamis (25/5). Di sisi lain, WIKA terus berupaya mengejar target kontrak baru sebesar Rp 42,57 triliun pada tahun 2022. Terkait target kontrak baru pada kuartal-kuartal ke depan, Mahendra bilang, WIKA menyasar proyek pemerintah dan BUMN yang akan ditenderkan sampai akhir tahun ini. Di saat yang sama mereka mengincar proyek di luar negeri seperti di Asia dan Timur Tengah. "Total nilai tender yang kami ikuti sampai saat ini mencapai Rp 21 triliun dan masih akan ada lagi tender yang diikuti hingga akhir tahun 2022," ujar dia, Jumat (27/5).
Pecah Gelembung Bisnis Digital
Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menerpa ratusan pegawai perusahaan rintisan atau startup digital di Tanah Air. Perusahaan rintisan yang baru saja mengumumkan PHK terhadap para pekerjanya, antara lain, platform Zenius mengakui lebih dari 200 karyawan harus meninggalkan perseroan. Menurut Zenius, upaya ini ditempuh untuk beradaptasi dengan dinamisnya kondisi makro-ekonomi yang mempengaruhi kinerja industri. "Kami perlu melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan," termaktub dalam keterangan manajemen yang dikirim oleh Senior Public Relations Specialist Zenius, Wynne Whardani, kemarin, 25 Mei. Implikasi dari konsolidasi tersebut adalah perubahan peran di beberapa fungsi bisnis seiring dengan optimalisasi dan efisiensi proses bisnis. (Yetede)
GoTo Kenalkan Mitra Usaha dengan Pasar Internasional
GoTo, ekosistem digital terbesar di Indonesia yang memberdayakan ekosistemnya, kembali mendorong mitra usaha untuk terus berkembang dengan berpartisipasi pada Paviliun Indonesia dan lebih mengenal pasar Internasional melalui gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Dua perwakilan mitra usaha kuliner dari ekosistem GoFood yang diboyong ke Davos, yakni Keripik Balado Shirley dan Dua Codffe untuk memperkenalkan produk lokal kebanggaan Nusantara di kancah internasional. Pemilik Dua Cafee Rinaldi Nurpratama bersama Head of PR& Marketing Keripik Balado Shirley, Valencia Melvinsy, pun bersemangat memperkenalkan produk-produk lokal unggulan usahanya di stan khusus makanan dan minuman kepada para pengunjung Paviliun Indonesia. "Partisipasi dalam Paviliun Indonesia merupakan aksi nyata GoTo untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis digital yang menjadi salah satu agenda utama dalam Presidensi G20 Indonesia 2022," ungkap GoTo dalam pernyataannya. (Yetede)
RENCANA ENTITAS KHUSUS BATU BARA : Kadin Beri Dukungan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mendukung upaya pembentukan lembaga atau entitas khusus batu bara yang bakal diimplementasikan pada Juni 2022. Entitas khusus itu rencananya bakal menarik iuran batu bara dari setiap penjualan bahan baku energi itu setelah harga dilepas pada mekanisme pasar. Iuran itu dialihkan untuk menambal harga yang dibayarkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menggunakan patokan terkini US$70 per ton. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan organisasinya mendukung pembentukan entitas khusus batu bara untuk menjamin pasokan bahan baku energi di dalam negeri. “Kami mendukung adanya entitas khusus batu bara untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,” kata Arsjad melalui pesan singkat, Senin (23/5). Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan kementeriannya masih melakukan sejumlah pembahasan tentang rencana penetapan entitas khusus. Kendati demikian, Ridwan memastikan, entitas khusus batu bara itu bakal berlaku sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan bersama dengan DPR.
Go To Bakal Private Placement 118 Miliar Saham
PT Go To Gojek Tokopedia Tbk (GOTO akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 118,43 miliar saham seri A. Dana yang bisa dihimpun dari aksi korporasi ini ditaksir mencapai Rp 29,6 triliun, jauh lebih besar dari perolehan dana IPO yang sebesar Rp 15,8 triliun. Manajemen GoTo menegaskan, PMTHMETD hanya dapat dilakukan perseroan setelah memperolah persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang rencananya digelar pada 28 Juni 2022. PMTHMETD harus diselesaikan dalam waktu satu tahun sejak tanggal RUSTP yang menyetujui PMTHMETD. Jumlah saham baru yang dikeluarkan lewat PMTHMETD sekitar 10% dari modal ditempatkan dan disetor dalam perseroan pada tanggal keterbukaan informasi diterbitkan. Kendati demikian, dalam keterbukaan informasinya, GOTO belum menyebutkan siapa investor baru yang bakal menyerap saham melalui private placement. (Yetede)
Volume Pengiriman Lion Parcel Meningkat 30%
PT Lion Express atau Lion Parcel mencatatkan peningkatan volume pengiriman pada Ramadan ini dan Lebaran 2022 sekitar 30% dibandingkan rata-rata per bulan sebelumnya. Permintaan layanan pengiriman tetap tumbuh meski tahun ini diperbolehkan mudik. CEO Lion Parcel Farian Kirana mengatakan, realisasi volume pengiriman tersebut telah melampaui target yang dibidik perusahaan sebesar 10%. "Demi mengantisipasi lonjakan ini, kami telah melakukan beberapa persiapan matang untuk menjaga kualitas layanan," ujar Farian di Jakarta. Ia memaparkan,kunci keberhasilan Lion Parcel menghadirkan layanan prima ditengah lonjakan permintaan pelanggan adalah kesiapsiagaan infrastruktur dan jaringan yang menjangkau 98% area di Indonesia. Lebih dari 15.000 kurir antar dan 3.000 armada turut mendukung kelancaran pengantaran yang mereka jalani. Lion parcel juga diperkuat oleh lebih dari 7.000 agen yang tersebar di penjuru Indonesia untuk mempermudah akses pelanggan pada layanan ekspedisi mereka. (Yetede)
Permintaan Sewa Kawasan Industri Naik
Penyewaan lahan di kawasan industri semakin bertumbuh dalam kurun enam bulan terakhir. Permintaan sewa lahan kawasan industri initerutama berasal dari sektor logistik. Colliers Indonesia merilis, berkembangnya penyewaan lahan kawasan industri mulai terlihat sejak triwulan IV (Oktober-Desember) 2021. Permintaan lahan sewa umumnya untuk ekspansi dan pabrikasi. Industri yang berkaitan dengan logistik dan distribusi barang cenderung cukup aktif melakukan transaksi sewa lahan saat ini. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia Sanny Iskandar (5/5) mengemukakan, tren permintaan sewa di kawasan industri memang terus berkembang, tetapi umumnya berupa sewa pabrik atau gudang. Permintaan sewa pabrik atau pergudangan itu dinilai sejalan dengan pertumbuhan bisnis e-dagang di Tanah Air. Ia menilai, ketidakpastian kondisi perekonomian global dan dampak pandemi Covid-19 membuat perusahaan yang masih ragu berinvestasi untuk membangun pabrik cenderung memilih menyewa terlebih dahulu pabrik ataupun pergudangan di kawasan industri. Beberapa perusahaan yang masih menjajaki pembangunan pabrik juga bisa memilih untuk menyewa lahan pabrik terlebih dulu untuk kurun 2-3 tahun. Luas bangunan pabrik yang disewakan rata-rata di kisaran 2.000-5.000 meter persegi. Bisnis penyewaan itu dinilai menarik di era e-dagang karena sebagian barang yang masuk dari luar negeri untuk diperdagangkan memerlukan pergudangan modern dengan sistem otomatisasi. Selain itu, pabrik yang disewakan juga sudah dilengkapi dengan ruang produksi, kantor, dan pergudangan. Bagi pengelola kawasan industri, lanjut Sanny, penyewaan pabrik dan pergudangan itu mendatangkan pendapatan rutin (recurring income).
Menurut Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto, tren penyewaan lahan industri menjadi lebih aktif dalam enam bulan terakhir. Di Serang, Banten, misalnya, sewa lahan industri dilakukan temporer selama 2-3 tahun sambil membangun pabrik di lahan milik. Beberapa kawasan industri yang sudah mulai minim lahan juga mulai fokus menggarap penyewaan lahan. Dicontohkan, ada dua kawasan industri yang kini mulai fokus pada penyewaan lahan, yakni Cibinong Center Industrial Estate (CCIE) di Bogor dan Kota Bukit Indah di Purwakarta. Ferry menambahkan, CCIE yang sebelumnya menyewakan lahan tidak lebih dari 6 hektar saat ini sudah melebihi 6 hektar. Sebagian besar sewa lahan itu untuk penyimpanan barang dan distribusi. (Yoga)
ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Asia
Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan 2022 untuk negara-negara berkembang di Asia. Hal itu dilakukan ADB menyusul tekanan harga yang meningkat pasca Rusia meluncurkan serangan ke Ukraina, yang mengancam proses pemulihan lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Catatan prediksi itu sedikit rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Desember 2021 yakni sebesar 5,3% dengan laju pertumbuhan 6,9% yang dicapai tahun lalu. Dalam laporan Asian Development Outlook yang dirilis, Rabu (6/4) ADB menyatakan inflasi yang menyebar mulai dari kepulauan Cook di Pasifik hingga Kazakhstan di Asia Tengah diprediksi meningkat seiring kebangkitan kembali negara-negara dari pandemi, serta kenaikan biaya energi dan makanan. "Yang pasti dampak dari perang merupakan rintangan tambahan bagi ekonomi dinegara-negara Asia berkembang yang masih berjuang melawan pandemi." ujar Park yang dilansir AFP. (Yetede)









