Perusahaan
( 1080 )Melonjak 98%, Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp 9,9 Triliun
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp 9,9 triliun pada Januari-Mei 2022, melonjak 98% dibanding periode sama tahun lalu Rp 5,0 triliun. "Beberapa kontrak baru yang didapatkan ADHI, diantaranya adalah Pekerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen seksi 6, dan pembangunan Lambaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPKS) Cibitung," kata Sekretaris Perusahaan Farid Budiyanto dalam keterangan resminya. berdasarkan segmentasi sumber dana, sambung Farid, realisasi kontrak baru yang bersumber dari Pemerintah sebesar 18% dan sumber BUMN dan BUMND sebesar 6%. Sedangkan proyek kepemilikan swasta/lainnya termasuk proyek investasi sebesar 76%. Terbaru, kata farid, perseroan bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan China CAMC Engineering Co Ltd telah meneken kontrak paket pekerjaan pembangaunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, senilai Rp4,15 triliun. "Kontrak ini merupakan salah satu jejak yang dibuat ADHI di Juni 2022," tegas dia. (Yetede)
Tahan Banting Kargo Bandara
Para pengelola bandara domestik terus berinovasi dengan segmen bisnis kargo yang nyaris tidak terganggu oleh pandemi Covid-19. Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero), Rahardian G Yogisworo, mengatakan entitasnya justru sedang membagi klarifikasi bandara sesuai dengan karakter di setiap lokasi. "Dengan skema hub estabilishment, beberapa bandara di proyeksikan menjadi hub kargo domestik dan internasional," ucap dia kepada Tempo, kemarin. Dari 15 bandara perseroan, terdapat tujuh lokasi yang akan menjadi hub spesialis. Bandara Juanda di Surabaya, Rahardian mencontohkan, bakal dijadikan hub untuk ekspor-impor produk industrial. Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali akan menjadi hub transhipment atau pemindahan muatan penerbangan internasional. Sedangkan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar akan menjadi hub distribusi produk laut dan farmasi di wilayah Indonesia Timur. (Yetede)
DLTA Incar Pertumbuhan di Area Wisata
Produsen Bir Anker, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) optimistis dapat mencetak pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2022 ini. Hal ini seiring dengan pertumbuhan kinerja sepanjang kuartal I-2022. Sepanjang kuartal I-2022, DLTA membukukan penjualan bersih sebesar Rp 198,82 miliar atau naik 13,49% secara year on year (yoy) dari Rp 175,18 miliar yang dicetak pada periode yang sama tahun lalu. Direktur Pemasaran Ronny Titiheruw menjelaskan, pertumbuhan penjualan tersebut disebabkan karena meredanya kasus Covid-19, yang akhirnya berimbas pada pembukaan daerah-daerah turis. Dia mencontohnya pembukaan Bali untuk wisatawan. Lebih lanjut dia bilang, untuk akhir 2022, DLTA optimistis kinerja dapat tumbuh secara maksimal. Perusahaan berharap dapat mencetak pertumbuhan baik dari sisi pendapatan atau laba bersih di atas pencapaian tahun lalu, tapi dia enggan menyebutkan target besaran pertumbuhannya.
Sebagai gambaran, DLTA berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 24,68% yoy menjadi Rp 546,33 miliar di akhir 31 Desember 2021. Sementara, laba bersih laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 51,60% yoy Rp 188,04 miliar sepanjang tahun lalu. "Banyak daerah-daerah turis seperti Labuan Bajo dan lainnya, tapi tentu tergantung pandemi Covid-19 juga. Mudah-mudahan pandemi cepat selesai sehingga situasi pasar kembali normal," kata Ronny kepada Kontan, Rabu (22/6)
Adaro Energy Perpanjang Buyback Saham Rp 4 T
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) memperpanjang masa pembelian kembali (buyback) saham perseroan selama tiga bulan pada 20 Juni-19 September 2022. Untuk mendukung program buyback tersebut, emiten pertambangan batu bara papan atas ini menganggarkan dana hingga Rp 4triliun. "Perseroan bermaksud melakukan perpanjangan kembali buyback selama tiga bulan sejak tanggal keterbukaan informasi ini sejalan dengan berakhirnya periode perpanjangan kedua pembelian kembali saham perseroan pada 21 Juni 2022," kata Corporate Secretary Adaro Energy Indonesia, Mahardika Putranto dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/6). Selain itu, Mahardika menambahkan, masih terdapat sejumlah saham yang dapat dibeli kembali oleh perseroan dari ketentuan jumlah maksimal pembelian kembali saham sebagaimana digariskan Peraturan OJK Nomor 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Kembali Oleh Emiten atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuatif Secara Signifikan. (Yetede)
KINO Meminta Restu Penambahan 25 Kegiatan Usaha
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) berencana menambah kegiatan usaha yang belum terdapat di Anggaran Dasar. Total, ada 25 kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan oleh KINO, mulai dari menjalankan usaha industri pengasinan/pemanisan buah-buahan dan sayuran hingga industri alat kesehatan.
"Kami tentunya mengharapkan bahwa kegiatan usaha baru tersebut akan membantu meningkatkan kinerja penjualan dan laba perseroan," jelas manajemen KINO seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, Senin (13/6). Pihak KINO juga melihat peluang-peluang usaha dan potensi yang menarik dari kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan tersebut.
Dengan dijalankannya penambahan kegiatan usaha tersebut, KINO memprediksi bisa meningkatkan laba perusahaan antara 0,25% hingga 2,11%.
Untuk memperlancar rencananya, KINO akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan digelar Rabu ini (15/6).
Ikhtiar Membayar Utang Krakatau Steel
Sejumlah BUMN direncanakan menambah modal melalui aksi memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias right issue pada semester II 2022. Salah satu yang akan melaksanakan aksi korporasi tersebut adalah perusahaan asal pelat merah, PT Krakatau Steel, Tbk. Right Issue menjadi salah satu yang direncanakan Krakatau Steel guna mendapatkan dana segar untuk membayar utang. Tahun ini perseroan ditargetkan melunasi utang sebesar US$524 juta. Dana segar dari right issue direncanakan dipakai Krakatau Steel untuk pelunasan utang Tranche B dan pengembangan usaha. "Harapannya, publik akan yang men-subscribe, tanpa partisipasi pemerintah, " ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat bersama DPR, 8 Juni lalu. "Di tahun 2022 kami berencana melakukan pengurangan jumlah utang hingga 50% dari total utang pada MRA (Master Restructuring Agreement) di tahun 2020," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim.
Lagi, Developer Meminta Pelonggaran Syarat Pengajuan KPR
Developer meminta agar kalangan perbankan melonggarkan persyaratan pengajuan persyaratan kredit kepemilikan rumah (KPR). Di sisi lain pemanfaatan KPR diprediksi kembali mencapai di atas 70%. Menurut Arvin F Iskandar, Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima Tbk (Gapuraprima), di tengah pandemi Covid-19, ada kebijakan perusahaan yang membuat status karyawan dari tetap menjadi tidak tetap. Padahal karyawan yang bersangkutan masih memiliki daya beli yang cukup. "Semestinya, aturan karyawan itu mempertimbangkan juga situasi perusahaan di tengah pandemi Covid-19," kata Arvin. Syarat yang memudahkan konsumen untuk membeli hunian dinilai bakal memberi angin segar penjualan di tengah pandemi Covid-19. "Kami harapkan pengurangan filter dari perbankan agar konsumen kembali ke bank yang karena pandemi Covid-19 presentase pemanfaatan KPR menurun, (Yetede)
Kevin B Aluwi Perkuat Jajaran Komisaris GoTo
Co-Founder CEO Gojek Kevin B Aluwi yang saat ini menjabat sebagai direktur PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan bertransisi dari jabatan eksekutifnya di Gojek untuk memperkuat jajaran Komisaris di GoTo. Kevin akan mendukung manajemen di GoTo dalam pencapaian misi dan visinya untuk mendorong kemajuan bagi para pengguna dan mitra di dalam ekosistem perusahaan, serta masyarakat di mana GoTo beroperasi. Dalam perannya sebagai Dewan Komisaris GoTo nanti, Kevin akan fokus mendukung pengembangan kendaraan listrik di Gojek sebagai bagian dari komitmen perusahaan menuju 'nol emisi' pada 2030. Setelah mendapat persetujuan pemegang saham, peran dan tanggung jawab Kevin sebagai CEO Gojek akan dipegang oleh Andre Soelistyo yang juga menjabat sebagai CEO GoTo. Andre akan bekerja secara erat bersama tim manajemen Gojek untuk menjalankan strategi bisnis on-demand GoTo. (Yetede)
Astra International Tinggalkan Batubara
Sejalan dengan strategi keberlanjutan, dengan kian peduli pada lingkungan yang bersih dan hijau, Grup Astra Internasional terus mengembangkan sumber energi baru terbarukan. ”Kami mulai meninggalkan batubara, termasuk tak lagi menambah investasi di bidang ini,” kata Dirut PT Astra International Tbk. Djony Bunarto Tjondro dalam pertemuan dengan pimpinan redaksi media yang tergabung dalam Kompas Gramedia (KG), Senin (6/6), secara daring di Jakarta. (Yoga)
Pisah dari MIND ID, Inalum Fokus Garap Smelter
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bakal berpisah atau split-off dari entitas Holding Industri Pertambangan atau Mineral Industry Indonesia (MIND ID) pada kuartal III atau IV tahun ini. Selanjutnya, Inalum akan beroperasi secara mandiri menjadi perusahaan pengoperasian smelter aluminium. Dengan pemisahan ini maka MIND ID akan berperan sebagai investment holding. Sementara Inalum akan fokus menjalankan kegiatan operasional. Pemisahan Inalum operating dari MIND ID sendiri merupakan bagian dari rencana Initial Public Offering (IPO). Seperti diketahui, holding pertambangan BUMN sendiri telah terbentuk sejak tahun 2019 yang lalu. Inalum ditunjuk menjadi induk holding yang bernama MIND ID tersebut. Setelah berpisah dengan operasional Inalum, MIND ID bakal bertindak sebagai strategic holding company. Kepemilikan sahamnya masih akan dikuasai pemerintah 100%. (Yetede)









