Perusahaan
( 1080 )Perusahaan Teknologi Hadapi Krisis
Setelah booming bertahun-tahun, perusahaan teknologi terkena krisis. Terjadi penurunan pendapatan dan PHK. ”Setiap orang telah mengingatkan dalam dua dekade terakhir bahwa ini pasti berakhir. Akhirya pertumbuhan tahun demi tahun berakhir juga,” kata Marc Weil (35), Manajer Teknisi Stripe, yang juga kehilangan pekerjaan (The Washington Post, 14 September). Mendadak berubah kejayaan perusahaan teknologi yang pernah meraih kinerja akbar. Microsoft dan Google adalah dua perusahaan teknologi dengan valuasi tertinggi ke-3 dan ke-4 di dunia setelah Apple dan Saudi Aramco. Pada tahun 2020, industri teknologi menyumbang 10,2 % PDB AS. Kenaikan harga-harga saham Amazon, Google, Microsoft, Facebook, Netflix, Tesla, Salesforce, dan lainnya telah mengisi rekening dana pensiun jutaan orang AS. Perusahaan teknologi berkontribusi 30 % total kapitalisasi S&P 500 pada Maret 2022. Situasi kini berbalik. Indeks Nasdaq, berisikan perusahaan teknologi, anjlok 30 % sejak Januari 2022. Rentetan PHK melanda Meta (Facebook), Twitter, Stripe, Coinbase, Shopify, Netflix, Microsoft, Snap, Robinhood, Lyft, Chime, WATCH.
Lebih dari 35.000 karyawan di-PHK sejauh ini di AS. Hal itu juga melanda perusahaan serupa di dunia walau belum separah AS. ”Situasinya mirip krisis dotcom di era 2000,” kata Lise Buyer, seorang analis. Era perekrutan dengan gaji tinggi, minimal 200.000 USD per tahun, untuk lulusan terbaru universitas telah berakhir. Masalah bagi perusahaan teknologi tergolong bukan gambaran umum perekonomian AS. Perusahaan teknologi terpukul setelah pandemi Covid-19 mulai mereda. Saat pandemi perusahaan-perusahaan tergiur berekspansi karena mendadak warga beralih ke dunia daring. Pejabat keuangan (CFO) Zoom Video Communications Inc, Kelly Steckelberg, menuturkan, warga mengurangi pertemuan daring. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan telanjur menghabiskan uang untuk investasi termasuk Metaverse. ”Saya salah perkiraan,” kata Mark Zuckerberg (Associated Press, 10 November). Lalu ada kenaikan suku bunga AS. Pada era suku bunga rendah, sangat mudah mendapat uang, kini berubah. Bayangan resesi membuat penerimaan iklan menurun. ”Banyak Perusahaan akan lenyap,” kata pemimpin Credit Suisse, Axel Lehmann. (Yoga)
Musim PHK Perusahaan Digital
JAKARTA-Satu per satu kabar pemutusan hubungan pekerjaan (PHK) datang dari perusahan rintisan (startup) teknologi Tanah Air. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo mengumumkan PHK 1.300 karyawannya, disusul PT Ruang Raya Indonesia atau Ruangguru pada Jumat kemarin, 18 November 2022. Seorang pegawai Tokopedia bercerita kepada Tempo bahwa Chief Executive Officer (CEO) GoTo Andre Soelistyo, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dan Chief Operating Officer (COO) Tokopedia Melissa Siska Juminto menyampaikan keputusan PHK dalam rapat virtual perseroan yang digelar secara online bersama seluruh karyawan. Pada paruh pertama GoTo masih tercatat rugi bersih Rp13,64 triliun atau meningkat 117% dari rugi bersih Rp 6,28 triliun pada semester pertama 2021. PHK perusahaan teknologi tidak hanya terjadi di Indonesia. Sebelumnya Twitter, Meta, Amazon, hingga Tencent juga dilaporkan telah menempuh langkah serupa. (Yetede)
Pemecatan Hingga Tahun Depan
JAKARTA-Gelombang pemutusan hubungan pekerjaan (PHK) oleh perusahaan teknologi tidak hanya terjadi didalam negeri, Di Amerika Serikat, Meta Platforn Inc, Twitter Inc, serta terakhir Amazone.com Inc memutuskan memangkas sejumlah pekerja. Bahkan pengurangan karyawan bakal berlangsung hingga tahun depan. Kabar pengurangan jumlah karyawan di Amazon muncul setelah Meta Platform Inc mengumumkan pemecatan 11 ribu atau sekitar 13% karyawannya pada 9 November lalu. PHK di induk perusahaan Facebook tersebut dilakukan lantaran meroketnya biaya pengoperasian, inflasi tinggi, suku bunga yang meningkat pesat, dan pasar periklanan yang lemah.
"Bukan hanya perdagangan online kembali ke tren sebelumnya. Penurunan ekonomi makro, meningkatkan persiangan, dan hilangnya sinyal iklan juga telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan," kata CEO Mark Zuckerberg. Sebelumnya, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus, mengatakan situasi dan kondisi perusahaan teknologi global tengah menghadapi ketidakpastian. Penyebabnya adalah tren inflasi serta kenaikan tingkat suku bunga yang memicu krisis di berbagai negara.(Yetede)
Mendadak Kinclong Saham GoTo
JAKARTA-Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap karyawan tampak tak menggoyahkan kinerja saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo. Kemarin, 13 November 2022, managemen GoTo mengumumkan PHK terhadap 1.300 karyawan atau 12% dari total tenaga di Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. Lingkup pemutusan kerja itu meliputi empat negara area bisnis GoTo, yakni Indonesia, Vietnam, India, dan Singapura. Meski pengumuman itu meluas, kinerja saham GoTo tetap menguat pada akhir perdagangan bursa pekan ini. Nilainya ditutup di Rp 222 per lembar, naik 8 poin dari 214 per lembar pada hari sebelumnya. Pada akhir perdagangan sepakan sebelumnya, persisnya 11 November 2022, saham GoTo pun tecatat menghijau di level Rp210 per lembar. Direktur PT TREX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan kebijakan perampingan sejumlah karyawan sudah lama diperkirakan para investor saham. Peleburan atau merger dua perusahaan aplikasi itu membuat struktur kepegawaian membengkak dan bisa menghambat keuntungan. (Yetede)
Pendapatan Turun, Meta PHK 11.000 Karyawan
Meta, induk perusahaan Facebook, akan memutus hubungan kerja dengan 11.000 karyawan atau 13 % dari sumber daya manusianya. Langkah efisiensi itu dilakukan menyusul pendapatan perusahaan yang anjlok. Pengumuman PHK disampaikan CEO Meta Mark Zuckerberg, Rabu (9/11). Zuckerberg dengan mata merah mengumumkannya kepada karyawan dengan membaca naskah. (Yoga)
PT PP Cetak Laba Bersih Rp 141 Miliar
PT PP (Persero) Tbk atau PTPP mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 141,02 miliar hingga sembilan bulan 2022, naik 8,96% dibanding periode sama tahun lalu Rp 129,41 miliar. Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut turut ditopang kenaikan pendapatan perseroan 20% menjadi Rp 13,45 triliun per 30 September 2022 dari periode sama tahun lalu Rp 11,21 triliun. Kenaikan pemasukan ini, diikuti membengkaknya beban pokok pendapatan 18,92% menjadi Rp 11,64 triliun sepanjang Januari-September 2022. Lebih rinci, pendapatan emiten pelat merah ini berasal dari lini bisnis jasa konstruksi Rp 10,8 triliun, properti dan realty Rp 1,5 triliun, dan engineering, procurement, construction (EPC) Rp 799,52 miliar. “Tidak terdapat penjualan dari pihak pembeli yang nilainya melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha pada 2022 dan 2021,” jelas manajemen PTPP dalam laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (8/11). Sementara itu, sumber pendapatan PTPP dari pihak berelasi sepanjang Januari-September 2022 totalnya mencapai Rp 4,3 triliun, antara lain dari PT Hutama Karya Persero (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Sisanya, berasal dari pihak ketiga, antara lain yang terbesar adalah PT Traslingkar Kita Jaya Rp 1,29 triliun, PT Weda Bay Nickel Rp 1,01 triliun, dan BPJ-PT PP Semarang Demak Rp 2,49 triliun.
Dalam laporan posisi keuangan konsolida[1]sian sampai 30 September 2022, PTPP juga mencatatkan kenaikan tipis aset lancar yang menjadi Rp 33,77 triliun dari Rp 33,73 triliun pada akhir 2021. Hal sama terjadi pada jumlah aset tidak lancar yang naik menjadi Rp 24,35 triliun dari Rp 21,84 triliun. Dengan begitu, jumlah aset PTPP naik menjadi 58,13 triliun pada akhir kuartal III-2022 dibandingkan akhir 2021 sebesar Rp 55,57 triliun. Sebagai gambaran pertumbuhan kinerja BUMN konstruksi tersebut, PTPP baru saja mengumumkan raihan dua kontrak baru dari proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Kedua proyek dimaksud, terdiri atas proyek pembangunan Gedung Kantor Presiden Kawasan Istana Kepresidenan senilai Rp 1,56 triliun dan pem[1]bangunan Bangunan Gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan senilai Rp 1,34 triliun. Dengan begitu, perseroan bertindak sebagai pemimpin konsorsium dengan porsi 55% dari total kontrak senilai Rp 2,9 triliun tersebut. “Dengan bertambahnya dua. (Yoga)
Dunia Kerja Membaik, tetapi Belum Pulih 100 Persen
Kondisi ketenagakerjaan Indonesia semakin membaik, seperti kenaikan jumlah penduduk bekerja, penduduk bekerja penuh waktu, bekerja di sektor formal, dan penurunan tingkat pengangguran terbuka. Hal ini diyakini berjalan seiring dengan menguatnya perekonomian. Meski demikian, kondisi tersebut belum 100 % menyamai masa sebelum pandemi Covid-19. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2022, jumlah angkatan kerja 143,72 juta orang atau naik 3,57 juta orang dibanding Agustus 2021. Adapun jumlah penduduk bekerja tercatat 135,3 juta orang atau meningkat 4,25 juta orang dibanding Agustus 2021.
”Perekonomian mulai pulih dan menguat. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 4,25 juta orang. Pada saat yang sama terjadi penambahan angkatan kerja 3,57 juta orang. Namun, karena tidak semua tambahan angkatan kerja bisa diserap pasar sehingga sebagian akan menjadi pengangguran,” ujar Margo dalam konferensi pers, Senin (7/11) di Jakarta. Margo menyampaikan, membaiknya kondisi ketenagakerjaan Indonesia juga tecermin pada peningkatan proporsi pekerja formal. Pada hasil Sakernas Agustus 2022, proporsi pekerja formal 40,69 %, naik tipis dibandingkan Agustus 2021 sebesar 40,55 % dan Agustus 2020 sebesar 39,53 %. Meski demikian, pencapaian Agustus 2022 masih lebih rendah dibandingkan Agustus 2019 sebesar 44,12 %. (Yoga)
Mendag; Sinergi BUMN Dengan Sektor Lain Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global
Keikutsertaan BUMN sangat dibutuhkan untuk mewujudkan sinergi bidang perdagangan, investasi, dan industri. BUMN, sebagai salah satu pemangku kepentingan di tiga sektor tersebut, akan memberikan kontribusi penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah berbagai krisis. Hal tersebut disampaikan Mendag Zulkifli Hasan dalam pidato penutup secara virtual pada Road to G20: State Owned Enterprises (SOEs) International Conference, Senin (17/10). Dia menerangkan, sinergi BUMN dengan sektor perdagangan, investasi, dan industri akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perekonomian dunia seperti ancaman krisis pangan dan krisis energi, serta inflasi yang dapat berimbas pada resesi ekonomi. “Saya melihat bahwa forum G20 tetap menjadi sarana terbaik untuk menemukan solusi bersama dalam menjawab tantangan-tantangan global tersebut,” imbuh Mendag dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/10).
Pada 21–23 September 2022 lalu, Mendag memimpin Pertemuan Tingkat Menteri G20 bidang Perdagangan, Investasi, dan Industri (Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting/TIIMM). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah capaian konkret yang juga sejalan dengan tujuan Road to G20: SOEs International Conference. Dalam TIIMM, para Menteri G20 mendukung seluruh agenda prioritas Indonesia dalam mendorong reformasi WTO, memperkuat sistem perdagangan multilateral untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, serta menjamin akses produk kesehatan yang aman dan terjangkau. Para menteri juga sepakat mendorong kerja sama dalam menjaga ketahanan rantai pasok global, meningkatkan kapasitas UMKM, mendorong investasi berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas sektor industry. (Yoga)
BUMN Harus Adaptif di Tengah Perubahan
Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (12/10) di Jakarta, mengatakan, bisnis apa pun, termasuk milik BUMN, akan sulit berjalan dan berkelanjutan tanpa ada loyalitas pelanggan. BUMN harus adaptif di tengah perubahan dan tantangan global. ”Jadikan pelanggan sebagai inspirasi dan pengalaman berinovasi sehingga bisnis yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada kepuasan pelanggan,” kata Erick. (Yoga)
Nielsen Indonesia: Belanja Iklan Sebaiknya Tak Dikurangi
Perlambatan ekonomi membuat pelaku usaha harus pintar-pintar mengatur bujet operasional perusahaannya. Efisiensi menjadi pilihan logis, entah melalui penghematan biaya, pengurangan produksi, dan lain sebagainya. Salah satu anggaran perusahaan yang lazim terkena dampak efisiensi adalah biaya promosi, baik melalui iklan maupun program pemasaran. Namun, menurut perusahaan riset media dan periklanan Nielsen Audience Measurement Indonesia, pemangkasan bujet iklan sebaiknya tak dilakukan. Sebab, promosi dapat membantu perusahaan atau jenama pulih lebih cepat ketika perekonomian kembali membaik. Pasalnya, menurut Direktur Eksekutif Nielsen Audience Measurement, Hellen Katherina, iklan akan membuat perusahaan dapat terus menjangkau konsumen baru. “Kalau itu disetop, perusahaan hanya akan bergantung pada pembeli existing, yang sudah pernah beli. Terus jadinya hanya beli ulang, karena dirayu dengan promosi, tapi Anda tidak menjangkau konsumen baru,” ujarnya kepada Tempo saat ditemui di kantornya, Rabu, 31 Agustus 2022.
Dari pengamatan yang kami lakukan, ketika dua tahun pandemi, semua bilang belanja iklan akan turun. Tapi dari pengamatan kami malah, walaupun mungkin secara overall, pertumbuhannya tidak fantastis, tidak turun. Banyak juga yang mengatakan bahwa pasti pengiklan akan cut budget gila-gilaan sehingga semua akan kena dampak. Tapi ternyata ada juga pengiklan yang percaya bahwa itu justru kesempatan baik untuk beriklan, karena semua orang atau konsumen lebih gampang ditangkapnya, karena semua anggota keluarga ada di rumah kok. Lalu, semua pasti haus informasi dan haus entertainment, yang mana itu didapatkan dari media. Media dengan jangkauan tertinggi masih televisi. Sehingga, di dua tahun pandemi itu, kami melihat TV masih sangat survive. Jadi, tidak terlihat penurunan yang signifikan, setidaknya dalam data kami. Karena pengamatan yang kami lakukan itu berdasarkan as simple as jumlah spot, kemudian dikalikan rate card-nya. Jadi, kami tidak mendeteksi ada penurunan yang signifikan. Tapi mungkin saja kalau terjadi, mungkin dalam link one-on-one di antara stasiun televisi-nya dengan pengiklannya terjadi diskon yang lebih tinggi. (Yoga)









