;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Nyaman Bekerja dari Mana Saja

KT3 15 Jan 2023 Kompas

Karina Claudia Syukur (24), pegawai agensi penjualan daring untuk perusahaan yang ingin mempromosikan jenamanya ditemui Selasa (10/1) pada sebuah café di Bekasi. Ia bekerja dengan lancer karena Internet nirkabel kencang. Sudah empat bulan ia bekerja di agensi itu. Jika di rumah saja, Karina penat juga. Apalagi, pekerjaan bidang e-commerce atau perdagangan elektronik bisa digarap di mana saja. ”Ke kantor hanya seminggu sekali, untuk rapat dan memantapkan koordinasi,” ucapnya. Karina bisa memilih lokasi yang dianggap paling kondusif dengan work from anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja, tetapi ia tak memungkiri pula kendala-kendalanya. ”Waktu, misalnya, kayak enggak dibatasi. Godaannya banyak banget,” ujarnyaTantangannya, mengatur waktu,” ujar warga Jatimulya, Bekasi, tersebut. Ia harus menyiapkan biaya untuk dua hingga tiga kali makan dan minum per minggu. Setiap ke kafe, ia menghabiskan Rp 50.000-Rp 100.000. Ia bosan jika terus dikungkungi tembok. Karina yang ekstrover itu lebih produktif dengan sesekali pergi. Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unas Jakarta Arni Karina mengingatkan generasi muda yang mengimplementasikan WFA untuk tidak kebablasan karena lapar mata ketika bekerja di luar. Dia menarik benang merah terkait pekerja muda yang tidak memikirkan investasi. ” Kemampuan pegawai pemula membeli kebutuhan urgen, rumah, misalnya, semakin lemah,” ucapnya. Banyak karyawan memilih menghabiskan uangnya dengan liburan

Intan Aprilia (28) sengaja mencari kantor yang memperbolehkannya WFA, setelah ia bekerja dari rumah di kantor lama akibat pandemi. Sejak Mei 2022, Intan bekerja sebagai content strategist perusahaan teknologi bidang kesehatan yang menerapkan WFA. Ia bekerja dari rumah selama Senin-Jumat. ”Ke kantor buat ketemu doing atau ada acara. Aku bisa dua bulan sekali ke kantor,” ucap warga Sudimara Pinang, Tangerang, Banten, itu. Ia bisa mengatur waktu lebih baik, berolahraga di pusat kebugaran tiga kali seminggu. Selain itu, pengeluaran makan, jajan, kosmetik, dan transportasi lebih hemat. Intan mengakui sejumlah tantangan, ia harus janjian untuk rapat virtual dengan rekan kerja di berbagai lokasi di Indonesia dan Eropa. Tantangan lain, pentingnya menjaga interaksi langsung dengan rekan kantor untuk sekadar mengingatkan bahwa ia memiliki tim, melepas unek-unek, atau mengobrol. Selain mengerjakan tugasnya, Intan rata-rata mengikuti rapat virtual 12 kali seminggu. Lama rapat 15 menit sampai satu jam. Bila suntuk, ia memilih untuk bekerja di kafe bersama teman-teman dari kantor lamanya. Intan pergi ke kafe tiga  kali sebulan. Intan mematok maksimal pengeluaran sekitar Rp 150.000 sekali ke kafe. Berkat kesadaran finansialnya, Intan bisa menabung 50 % dari gaji. (Yoga)


DKI Evaluasi BUMD Penataan Kabel Utilitas

KT3 14 Jan 2023 Kompas

Dua badan usaha milik daerah (BUMD) menjadi pelaksana pekerjaan perapian dan penataan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT). Namun, kinerja kedua BUMD tersebut dinilai belum maksimal sehingga akan dievaluasi. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menegaskan hal tersebut, Jumat (13/1). Untuk pekerjaan merapikan dan penataan SJUT itu, DKI menunjuk dan menugaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PD Sarana Jaya. (Yoga)

INOVASI BISNIS, Berkah Ketidaknyamanan

KT3 12 Jan 2023 Kompas

Morela Hernandez dan kawan-kawan membuat riset tentang situasi yang kadang membuat tidak nyaman, tetapi penting dalam pengambilan keputusan. Riset yang dimuat dalam MIT Sloan Management Review, Desember 2022, menyarankan para eksekutif untuk mempertimbangkan  ketidaknyaman dalam pengambilan keputusan. Pembuat keputusan sering kali ingin melepaskan diri dari ketidaknyamanan psikologis. Mereka ingin melepaskan salah satu bentuk ketidaknyamanan, yaitu ambivalensi, dengan membuat pilihan secepat mungkin. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengalami ambivalensi tidak selalu bisa mengidentifikasi dengan benar apa yang menyebabkan konflik, semisal antara emosi positif dan negatif. Menyadari keadaan ini, ambivalensi yang teridentifikasi dapat mengarahkan kita pada pengambilan keputusan yang lebih efektif.

Naomi B Rothman dan kawan-kawan dalam tulisan berjudul ”Embracing the Power of Ambivalence” di Harvard Business Review beberapa waktu yang lalu menyebutkan, dalam menghadapi ketidakpastian tentang masa depan, banyak karyawan mungkin telah memupuk ambivalensi emosional, berupa perasaan campur aduk. Situasi seperti itu muncul saat menghadapi masalah seperti kemunduran prestasi kerja dan rintangan dalam pekerjaan yang dialami. Akan tetapi, penelitian mereka menunjukkan bahwa ambivalensi emosional juga dapat membuat orang lebih mudah beradaptasi karena membantu  mereka memikirkan berbagai hal dengan cara yang lebih fleksibel. Situasi itu juga memungkinkan mereka menemukan cara alternatif untuk mendekati sebuah masalah. Menurut Rothman, pemimpin dapat menggunakan pendekatan yang diilhami oleh wawancara motivasi untuk membantu karyawan mengeksplorasi sisi positif dan negative dari suatu masalah sehingga ketidaknyamanan emosi malah memberi dampak baik. Ketidaknyamanan tak perlu dihindari, tetapi dicari manfaatnya dan kemudian diselesaikan ketika berpotensi merusak dan merugikan semua pihak. (Yoga

Kebijakan untuk Cegah PHK Dinilai Mendesak

KT3 11 Jan 2023 Kompas (H)

PHK masih merebak, terutama di sektor industri padat karya berorientasi ekspor. Pencegahan gelombang PHK dinilai mendesak. Solusi preventif itu perlu menyasar aspek ketenagakerjaan dan kelangsungan industri. ”Melihat fenomena PHK harus dari dua sisi, yaitu mencegah agar tidak merebak dan saat PHK telanjur terjadi. Pemerintah tetap perlu mengeluarkan insentif bagi pekerja dan pengusaha. Namun, hal yang lebih penting sekarang adalah mengeluarkan upaya preventif agar jangan sampai gelombang PHK merebak tahun 2023,” ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Selasa (10/1) di Jakarta. Insentif pencegahan bisa menyasar ongkos produksi dan diberikan kepada pengusaha saat memulai tahap produksi. Dengan demikian, insentif pemerintah bukan melulu berupa pengurangan pajak pada pascaproduksi. Syarat mengakses insentif juga dipermudah agar banyak pengusaha bisa memanfaatkan. Adapun insentif bagi pekerja, seperti program Kartu Prakerja, seharusnya tetap digencarkan.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek Kemenaker Indah Anggoro Putri mengatakan, tidak semua industri padat karya berorientasi ekspor. Di tengah tekanan ekonomi global, ada sejumlah industry padat karya berorientasi ekspor yang bertahan. Ada pula yang sebaliknya. Kemenaker sedang mengkaji peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan yang tepat untuk mengatasi fenomena itu. Senior Program Officer Organisasi Buruh Internasional (ILO) Lusiani Julia menyampaikan, konvensi internasional tidak mengenal prinsip no work no pay (upah tidak dibayar apabila pekerja tidak masuk bekerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan). Akan tetapi, praktik atas prinsip itu sudah terjadi di beberapa negara. Dia berpendapat, langkah terbaik menghadapi isu resesi ekonomi global yang berdampak ke industri padat karya orientasi ekspor masih berupa dialog sosial untuk mencari cara mencegah PHK, baik dari sisi ketenagakerjaan maupun industri. (Yoga)


PHK Global Masih Berlanjut

KT3 07 Jan 2023 Kompas

Pada 2023 PHK terjadi karena ekonomi makro dan harus menjadi dominan di pasar. Salah satu raksasa digital, Amazon, mengumumkan hendak memecat lagi setidaknya 18.000 pekerjanya. Inflasi dan perlambatan ekonomi menjadi alasan pengambilan keputusan tersebut. Dirut Amazon Andy Jassy menyampaikan kebijakan tersebut di markas utama Amazon di Seattle, Negara Bagian Washington, Rabu (4/1) malam waktu setempat atau Kamis (5/1) WIB. ”Keputusan ini berlaku sejak 18 Januari. Divisi e-dagang dan sumber daya manusia akan terdampak,” kata Jassy (Kompas.id, 5/1). Sebelum  pengumuman itu, perusahaan teknologi di bidang pengelolaan relasi dengan konsumen Salesforce sudah mengumumkan PHK sehari sebelumnya. Mereka hendak memecat 8.000 karyawan. Perusahaan teknologi lain yang diperkirakan akan kembali memangkas karyawannya, antara lain, Twitter, Tesla, Shopify, Microsoft, dan Netflix.

Sepanjang 2022, perusahaan teknologi di AS telah memecat total 150.000 pekerja. Pada umumnya mereka menyatakan, perekrutan dalam jumlah besar saat pandemi menyebabkan beban bagi mereka karena ternyata permintaan ketika pandemi mereda, sudah tidak sebesar saat pandemi. Kondisi ekonomi makro berupa inflasi dan ancaman resesi menyebabkan dana segar sulit didapat sehingga mereka harus memotong biaya tenaga kerja. Akibat situasi yang mengimpit, mereka akan terus melakukan konsolidasi dengan mengefisienkan berbagai biaya. Salah satu alasan konsolidasi, mereka harus dominan di pasar. Dominasi di pasar ini akan menyelamatkan mereka dari masalah bisnis. Perusahaan teknologi akan kembali sehat ketika mereka bisa mengendalikan pasar lebih baik lagi. (Yoga)


Telkom Jaga Kontribusi Rp 20 Triliun dari Indihome

KT1 06 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan menjaga kontribusi anak usahanya di sektor penyedia layanan internet rumah, Indihome, terhadap pendapatan perseroan pada 2023 di level Rp 20 triliun. Kontributor lain datang dari investasi perseroan di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang berpotensi menghasilkan nilai sinergi US$ 58 juta atau sekitar Rp 900 miliar (kurs Rp 15.600 per dolar AS). Vice President Investor Relations Telkom, Edwin Julianus Sebayang mengungkapkan, perseroan menargetkan kontribusi Indihome terhadap pendapatan tetap stabil sebagaimana kontribusi sebelumnya. “Kami memang maintain stabil. Bahkan, kalau bisa meningkat. Itu yang kami tuju,” kata Edwin dalam program acara Kamu Beli Saham Apa (KBSA) yang disiarkan langsung PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Kamis (5/1). Edwin Sebayang menjelaskan, stabilitas kontribusi tersebut mengacu pada sumbangsih Indihome sampai periode September 2022 sebesar Rp 20 triliun terhadap pendapatan (revenue). Karena itu, kinerja Telkom tahun ini diharapkan tidak jauh berbeda dengan 2022, atau ditargetkan tumbuh sekitar 10%. (Yetede)

PIHC Targetkan Produksi Pupuk Meningkat 4,59%,

KT1 06 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Pupuk Indonesia (Persero) atau Pupuk Indonesia Holding Company (PI Group/PIHC) menargetkan produksi pupuk sebesar 12,3 juta ton tahun ini, atau meningkat 4,59% dari realisasi 2022 yang mencapai 11,76 juta ton. Dari total produksi 12,3 juta ton tersebut, sekitar 9,01 juta ton akan dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan pupuk bersubsidi. Direktur Utama PIHC Bakir Pasaman mengatakan, rencana produksi PIHC pada 2023 diestimasikan sebesar 19,44 juta ton, terdiri atas pupuk 12,3 juta ton dan nonpupuk 7,14 juta ton. “Jika dilihat, angka itu (produksi pupuk) mampu memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi pada 2023,” ungkap Bakir dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (05/01/2023). Berdasarkan Kepmentan No 734 Tahun 2022, total alokasi pupuk subsidi 2023 ditetapkan 9.013.706 ton, terdiri atas pupuk urea 5.570.330 ton, NPK 3.232.373 ton, serta NPK formula khusus (kakao) 211.003 ton. Dari sisi harga, ditetapkan harga eceran tertinggi (HET) senilai Rp 2.250 per kilogram (kg) untuk pupuk urea, Rp 2.300 per kg untuk pupuk NPK, serta Rp 3.300 untuk NPK formula khusus. (Yetede)

BUMN Karya Banjir Proyek Baru Rp 87 Triliun

KT1 05 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID– Sebanyak empat BUMN, yakni PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (Wika/WIKA), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT), kebanjiran proyek baru, yang bakal menopang kinerja keuangan tahun 2022 dan 2023. Per November 2022, mereka meraup kontrak baru Rp 87,7 triliun. Perinciannya, kontrak baru Adhi Karya melonjak 63% menjadi Rp22,4 triliun, Wika melesat 67% menjadi Rp 27,7 triliun, PP melejit 44,6% menjadi Rp 23,9 triliun, dan Waskita tumbuh 3,4% menjadi Rp 13,7 triliun. Kontrak Adhi Karya per November 2022 mencapai 97% dari target perseroan, Wika 65%, PP 77%, dan Waskita 54,8%. Berdasarkan laporan riset BRI Danareksa Sekuritas, Rabu (4/1/2023), beberapa proyek jumbo garapa Adhi Karya antara lain jalan tol Jogja-Bawen senilai Rp 4,5 triliun, MRT Fase II-CP 202 Rp 2,3 triliun, jalan tol 3A Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai Rp 1,1 triliun, Bendungan Jenelata, Gowa, Rp 849 miliar, dan jalan tol Semarang-Demak Rp 761 miliar. (Yetede)

Pupuk Kaltim Berencana IPO Saham US$ 1 Miliar

KT1 05 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Anak usaha PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun ini. Nilai raihan dana diperkirakan sekitar US$ 1 miliar atau Rp 15,5 triliun. Berdasarkan laporan IFR Asia, PKT berencana melepas 10-20% saham melalui IPO. Hasil IPO bakal digunakan untuk mendanai pembangunan pabrik pupuk urea baru berkapasitas produksi 1,15 juta ton dan metanol sebesar 1 juta ton per tahun, di wilayah Papua Barat. Proyek ini menelan investasi US$ 2 miliar. Saat dihubungi, SVP Corporate Communications Pupuk Indonesia Wijaya Laksana enggan berkomentar mengenai kabar tersebut. “Soal IPO, saya belum bisa berkomentar sampai ada kepastian. Sejauh ini, rencana IPO masih dibahas Wamen BUMN. Rapat soal ini masih berlangsung,” ujarnya ketika dikonfirmasi Investor Daily, Rabu (4/1/2023). Sementara itu, pengamat BUMN Herry Gunawan memprediksi IPO saham PKT ramai peminat. Fundamental perusahaan bagus. (Yetede)

Risiko Gagal Bayar Surat Utang Korporasi Diprediksi Lebih Mini

HR1 04 Jan 2023 Kontan

Risiko gagal bayar surat utang masih membayangi. Di 2022, ada empat perusahaan yang peringkatnya diturunkan oleh Pefindo. Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Hendro Utomo mengungkapkan, satu emiten yang diperingkat Pefindo tidak mampu memenuhi kewajibannya selama tahun 2022 adalah PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Obligasi berkelanjutan I Tahap II Tahun 2019 milik WSBP ini seharusnya jatuh tempo pada 31 Januari 2022. Selain WSBP, ada satu lagi perusahaan sektor manufaktur yang namanya tak disebut Pefindo. Hendro bilang, perusahaan tersebut mengalami downgrade karena kinerja arus kas yang menurun akibat kenaikan harga bahan baku dan kurang fleksibel dalam menaikkan harga jual. Selain itu, ada perusahaan asuransi yang di downgrade akibat kenaikan klaim dari produk asuransi kredit sehingga menyebabkan pelemahan hasil underwriting, laba bersih dan indikator permodalan. Terakhir kontraktor pertambangan PT Ricobana Abadi, anak usaha PT SMR Utama Tbk (SMRU).