;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Penutupan JD.ID Tak Berdampak Material ke Goto

KT1 01 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan, penutupan JD.ID tidak berdampak material terhadap arus kas, margin kontribusi, atau EBITDA yang disesuaikan perseroan. Goto saat ini memegang 12,2% saham JD.ID, perusahaan e-commerce yang bakal berhenti beroperasi pada 31 Maret 2023. Berdasarkan catatan harian BCA Sekuritas, nilai wajar investasi Goto di JD.ID mencapai Rp 886 miliar per September 2022. Goto kini berdiskusi dengan auditor untuk menerapkan penuh penurunan nilai (impairment) investasi di JD.ID. Chief of Corporate Affair GoTo Nila Marita menyebutkan, pihaknya secara berkala melakukan tinjauan atas investasi dan kepemilikan saham di berbagai perusahaan ventura bersama dan asosiasi maupun investasi lainnya. “Per April 2021, investasi GoTo di JD.com E-Commerce Singapore Pte. Ltd. (JD) telah direklasi kasikan sebagai komponen dari investasi lain-lain pada laporan posisi keuangan perseroan, serta Goto tidak lagi memiliki pengaruh signifikan di JD,” ujar Nila melalui pesan singkat kepada Investor Daily, Selasa (31/1/2023). (Yetede)

Tantangan Perbaikan Izin Berusaha

KT3 30 Jan 2023 Kompas

Sudah dua tahun UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diterapkan. Namun, regulasi sapu jagat yang digadang- gadang menjadi game changer atau pengubah arah permainan untuk menyederhanakan prosedur perizinan berusaha itu masih jauh panggang dari api. Kehadiran Perppu No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja tak akan banyak berdampak pada peningkatan investasi, selama problem klasik kusutnya koordinasi lintas kementerian/lembaga serta relasi pemerintah pusat dan daerah tak kunjung dibenahi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani, implementasi sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) sejauh ini baru efektif untuk mengurus izin bagi usaha berskala kecil yang model bisnisnya sederhana serta dampak risikonya terhadap lingkungan dan masyarakat rendah, seperti usaha toko kelontong.

Namun, sistem itu belum memudahkan pengurusan izin usaha skala menengah-besar yang memiliki risiko dampak lingkungan lebih tinggi serta membutuhkan beragam perizinan sektoral lain, seperti persetujuan bangunan gedung (PBG) hingga analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Menurut dia, masih banyak data yang tidak sinkron antarkementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan sistem OSS-RBA. Hal itu membuat pengusaha tetap perlu mondar-mandir ke berbagai instansi untuk mengurus perizinan sehingga menghabiskan waktu dan tenaga. Ada pula kasus pengusaha sudah mengirim seluruh berkas secara daring, tetapi perizinan tak kunjung keluar, ujar Hariyadi, Kamis (26/1). Ia menilai, salah satu masalah implementasi OSS-RBA adalah masih adanya ego sektoral antar-kementerian/lembaga, serta antara pemerintah pusat dan daerah, yang mengakibatkan banyak data belum terintegrasi ke dalam satu sistem sehingga pengurusan izin usaha tetap harus secara tatap muka. (Yoga)


Semester II Antam Serahkan Saham Anak Usaha ke LG dan CATL

KT1 30 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan penyerahan saham dua anak usaha, PT Sumber Daya Arindo (SDA) dan Nusa Karya Arindo (NKA), kepada dua mitra strategis, yakni Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dan LG Energy Solution (LGES), rampung semester II-2023. Ini merupakan salah satu langkah perseroan untuk menggarap proyek baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan estimasi total investasi US$ 6 miliar. Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie mengungkapkan, kepemilikan saham minoritas SDA akan diserahkan anak usaha CATL, PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co, Ltd (CBL). Adapun sebagian saham NKA akan digenggam perusahaan baterai asal Korea Selatan LGES. Antam akan mempertahankan kepemilikan mayoritas di dua perusahaan itu maksimal 51%. “Tetapi, yang jelas, sampai saat ini, perseroan masih memegang 100% kepemilikan SDA dan NKA. Pengalihan sebagian saham ke mitra strategis rencananya dilaksanakan semester II tahun ini,” ujar Faisal kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)

PENGELOLAAN AIR BERSIH : PAM Jaya Siap Beroperasi Penuh

HR1 28 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya bersiap melaksanakan operasional pelayanan air secara penuh pascaberakhirnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PAM Jaya dengan mitra swasta. Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan bahwa instansinya telah mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk menyaksikan secara langsung inspeksi final kesiapan operasional secara penuh PAM Jaya mulai 2 Februari 2023. Kegiatan inspeksi final ini merupakan puncak rangkaian persiapan operasional PAM Jaya. Persiapan tersebut telah dimulai dari kick-off yang diisi rangkaian kegiatan pemaparan tugas dan tanggung jawab, finalisasi teknis gladi bersih hari H (alur kerja, jadwal, lokasi), finalisasi checklist kesiapan hari H. ”PAM Jaya sudah siap dari berbagai aspek untuk melakukan operasional penuh air minum perpipaan di DKI Jakarta,” ujarnya. Tim Bersama Gladi Bersih juga telah memastikan tersedianya proses bisnis pengelolaan SPAM yang akan dijalankan, termasuk sistem dan aplikasi yang siap digunakan untuk peng operasian penuh dan tersedianya alat serta material penunjang operasional dan pelayanan. Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyatakan berakhirnya kontrak PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan Aetra tidak akan berdampak terhadap karyawan. “Kontrak dari Palyja dan Aetra ini akan berakhir 1 Februari 2023, dan kontrak sudah berlangsung dari 2022. Kami melihat tidak ada masalah khususnya untuk karyawan dengan berakhirnya kontrak Palyja dan Aetra,” ujar Heru, Rabu (11/1).

Gen Z Mencintai Perusahaan Mapan

KT3 28 Jan 2023 Kompas

Pergolakan di dalam ekonomi global belakangan ini dan masa depan yang tidak menentu mulai mengubah orientasi generasi Z dalam memilih tempat bekerja. Sekian tahun lalu usaha rintisan (start up) menjadi idola anak muda, kini mereka mulai berubah. Perusahaan mapan kembali menjadi pilihan. Perusahaan yang terkesan kuno dan tak berubah biasanya akan sulit mendapatkan talenta baru. Generasi Z yang lahir pada 1997-2010 (di Indonesia kerap disebut lahir pada 2000-2010) memiliki ciri dan keinginan yang berbeda. Sebuah laporan tentang mereka dari Adobe yang berjudul ”Future Workforce Study” dikeluarkan pecan ini. Adobe menyurvei lebih dari 1.000 mahasiswa dan lulusan baru untuk mendapatkan wawasan dan pemikiran mereka tentang pasar kerja dan prospek ekonomi.

Temuan paling mencolok dari penelitian ini adalah, hanya 16 % responden gen Z mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk bekerja di perusahaan rintisan atau perusahaan kecil, sementara 52 % responden mengatakan mereka akan mengejar karier dengan perusahaan besar dan mapan, karena Gen Z percaya perusahaan besar dan mapan memiliki peluang lebih baik untuk mengatasi badai ekonomi yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. ”Mereka yang baru dan akan lulus dari perguruan tinggi telah melewati ketidakpastian yang signifikan beberapa tahun ini, termasuk tantangan yang ditimbulkan pandemi dan kekhawatiran tentang resesi yang akan datang. Sebagian besar pekerja gen Z sedang mencari peluang karier dengan perusahaan  mapan, perusahaan yang dapat menawarkan lebih banyak stabilitas dan peluang untuk tumbuh,” kata Direktur Senior Akuisisi Talenta AdobeTricia Guyer, seperti dikutip Fast Company. (Yoga)


Saratoga Investasi US$ 150 Juta Tahun Ini

KT1 27 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana investasi US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,24 triliun tahun ini. Investasi ini akan menyasar ke perusahaan baru maupun perusahaan yang sudah dimiliki, dengan target tingkat pengembalian investasi (return) 20% per tahun. Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menegaskan, sektor energi baru dan terbarukan (EBT) masih akan menjadi fokus investasi perseroan pada 2023. Di samping itu, perseroan akan fokus pada sektor bisnis teknologi finansial (tekfin), kesehatan, logistik, dan konsumer. “Saratoga saat ini memiliki portofolio di PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang bergerak di sektor pertambangan. Tetapi, kami sudah melakukan beberapa inisiatif untuk mentransformasi bisnis mereka guna mendukung kendaraan listrik (electric vehicle/EV),” ujar Devin usai Saratoga Investment Summit 2023 di Fairmont, Jakarta, Kamis (26/1/2023). (Yetede)

Ketidakpastian Pasar Kerja Menekan Kaum Muda

KT3 24 Jan 2023 Kompas

Sribu, lokapasar bagi para pekerja lepas atau freelancer, mencatat, jumlah angkatan kerja yang mendaftar sebagai pekerja lepas di platform cenderung bertambah. Tahun lalu, total pendaftar 500.000 orang, sementara yang lolos kurasi hanya 28.000 orang. Dibandingkan dengan tahun awal berdiri Sribu pada 2011 dan sekarang, latar belakang pendaftar semakin ke sini 70 % berasal dari pekerja yang sebenarnya sudah punya pekerjaan tetap. Hanya 30 % yang sehari-hari adalah pekerja lepas. Sribu mengakomodasi pekerja lepas terampil di bidang pemrograman laman, copy writing, video dan fotografi, pemasaran digital, penerjemah, dan data entry. Mereka yang mendaftar dan lolos kurasi umumnya berusia 28-35 tahun. Salah satu persyaratan lolos kurasi adalah berpengalaman mengerjakan bidang keterampilan yang diajukan. Meski pendaftar cenderung naik, permintaan kerja diakui oleh Sribu justru lesu karena kondisi ketidakpastian ekonomi yang membuat perusahaan cenderung mengurangi jumlah pekerja, termasuk pemakaian jasa pekerja lepas.

Staffinc Jobs, penyedia aplikasi  yang menghubungkan pencari kerja kerah biru dengan perusahaan, mencatat kenaikan jumlah pekerja tiga kali lipat menjadi lebih dari 1 juta orang sejak pandemi. Sektor logistik, ritel, serta makanan dan minuman menjadi sektor yang paling banyak diincar di aplikasi ini. Dua temuan di atas muncul bersamaan dengan fenomena PHK masif di sektor industri padat karya, disusul perusahaan rintisan bidang teknologi digital. Adapun sektor industri pariwisata mulai booming kembali merekrut karyawan, tetapi belum sepenuhnya tinggi seperti sebelum pandemi Covid-19. Banyak yang menilai, fenomena kenaikan jumlah karyawan tetap menambah pekerjaan sampingan sebagai pekerja lepas adalah fenomena gaji pokok yang diperoleh tidak bisa diandalkan. Organisasi Buruh Internasional (ILO) melalui laporan berjudul ”Work Employment and Social Outlook Trends 2023” menyebutkan, prospek global untuk pasar tenaga kerja memburuk secara signifikan selama 2022. Ketegangan geopolitik yang muncul, konflik Rusia-Ukraina, pemulihan yang tidak merata dari pandemi, dan hambatan yang terus berlanjut dalam rantai pasokan telah menciptakan kondisi untuk episode stagflasi. Kesenjangan pekerjaan global mencapai 473 juta orang pada 2022, atau 12,3 $. Kesenjangan pekerjaan global adalah ukuran baru dari kebutuhan yang belum terpenuhi akan pekerjaan di dunia. Ini terdiri dari 205 juta pengangguran dan 268 juta orang yang memiliki kebutuhan pekerjaan yang tidak terpenuhi, tetapi berada di luar angkatan kerja karena tidak memenuhi kriteria untuk dianggap menganggur. (Yoga)


Dampak Perilaku CEO ke Merek

KT3 21 Jan 2023 Kompas

Dunia terus menyoroti Elon Musk. Dari soal disrupsi yang dilakukan, aksi korporasi, hingga perilakunya. Selama ini dia mendapat puja-puji, tetapi belakangan public ”menghukumnya”. Citra perusahaan jadi bermasalah. Perilaku CEO memang tak bisa dilepaskan dari citra perusahaan. Publik memiliki penilaian sendiri kendati CEO berusaha memoles diri. Bisnis perusahaan bisa terdampak. Survei terbaru yang dilakukan oleh Morning Consult Brand Intelligence dan dikutip Forbes menyebutkan, saat ini hanya 13,4 % orang dewasa AS yang suka Tesla, perusahaan Elon Musk. Angka ini turun dibandingkan bulan lalu 16 % dan 28,4 % pada Januari 2022. Turun 15 % selama setahun. Masalah bisnis dan keterbelahan politik jadi penyebab penurunan itu. Problem Musk yang tak menentu di Twitter dan investor Tesla frustrasi karena Musk terlalu fokus pada platform media sosial. Di sisi lain, popularitas Tesla buruk di kalangan orang yang mengidentifikasi diri sebagai pendukung Partai Demokrat. hasil survei itu makin menarik ketika kita melihat lebih detail. Hanya 3 % orang dewasa itu yang memiliki penilaian baik terhadap merek kendaraan listrik itu. Angka ini turun dari 10,3 % pada Desember 2022. Kelompok orang dewasa ini penting karena memiliki daya beli.

Kesimpulan umum menyebutkan bahwa perilaku CEO berpengaruh terhadap citra perusahaan dan merek. Riset di Lituania dengan 186 responden yang merupakan konsumen potensial dari perusahaan Lituania yang sukses menunjukkan, ciri-ciri psikologis dan perilaku verbal dan nonverbal CEO memiliki dampak tertinggi bagi merek. Sebaliknya, kepemimpinan CEO memiliki dampak terendah pada kepercayaan konsumen terhadap organisasi. Di Malaysia, riset terhadap 102 responden di peritel dengan spesialis produk  kecantikan di Kuala Lumpur menunjukkan persepsi merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Di sisi lain, persepsi terhadap CEO tak berpengaruh signifikan terhadap konsumen saat membeli produk kosmetik. Riset di Korsel untuk produk fashion menunjukkan, citra CEO dalam hal kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan daya tarik pribadi berdampak pada citra perusahaan. Dampak citra itu berwujud dalam citra produk, citra tanggung jawab social perusahaan, dan citra kultur perusahaan. CEO Net Reputation Adam Petrilli dalam sebuah tulisannya di Ceoworld Magazine menyebutkan, citra CEO bernilai 50 % dari reputasi merek. Reputasi CEO buruk, otomatis berpengaruh pada nilai reputasi merek. (Yoga)


Microsoft Bersiap Pangkas Karyawan Lagi

KT3 19 Jan 2023 Kompas

Perusahaan teknologi Microsoft bersiap memangkas lebih banyak karyawan secara global sebagai bagian mengatasi situasi ekonomi yang sulit. Bloomberg melaporkan, pemutusan hubungan kerja diumumkan di divisi teknik Microsoft, Rabu (18/1). Sky News menyebutkan, sekitar 5 % dari 220.000 pekerja Microsoft akan terkena pemangkasan atau 10.000-12.000 orang. (Yoga)

Perbaiki Permintaan Lapangan Kerja

KT3 19 Jan 2023 Kompas

Fokus pelaksanaan program Kartu Prakerja tahun 2023 adalah meningkatkan kemampuan hingga memberikan keterampilan baru yang dibutuhkan oleh angkatan kerja usia produktif. Oleh karena itu, penerima manfaat program bisa berasal dari warga yang sedang mencari kerja, sudah bekerja, dan terkena dampak PHK. Program seperti ini perlu diimbangi dengan upaya pemerintah memperbaiki permintaan lapangan kerja. ”Kami tidak menjanjikan jaminan, seperti jaminan peserta bisa langsung terserap industri (pasar kerja) ataupun berwirausaha. Program ini menyiapkan suplai angkatan kerja,” ujar Direktur Kemitraan, Komunikasi, dan Pengembangan Ekosistem Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Kurniasih Suditomo, Rabu (18/1) di Jakarta. Program Kartu Prakerja perlu dilihat sebagai upaya pemerintah memberikan ”beasiswa” pelatihan keterampilan dan keahlian kerja bagi angkatan kerja usia produktif 18-64 tahun.

Bagi siswa/mahasiswa tidak diperbolehkan ikut serta. Begitu pula dengan ASN, TNI, dan Polri juga dilarang. Lantaran pendekatannya adalah ”beasiswa” pelatihan, Kurniasih menjelaskan bahwa satu nomor induk kependudukan angkatan kerja usia produktif hanya boleh sekali berkesempatan menjadi penerima manfaat. Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies Yose Rizal Damuri berpendapat, isu ketenagakerjaan semestinya dilihat dari sisi permintaan dan suplai tenaga kerja. Kedua hal ini perlu berjalan seimbang. Sayangnya, pemerintah sering kali cenderung focus memperbaiki dari sisi suplai tenaga kerja. Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Hempri Suyatna, mengatakan, pelaksanaan program Kartu Prakerja perlu bersinergi dengan perusahaan/industri untuk memastikan agar program berjalan efektif, terutama untuk membantu mengatasi pengangguran. Harapannya adalah agar penerima manfaat Kartu Prakerja dapat mudah terserap ke pasar kerja. (Yoga)