;

Ketidakpastian Pasar Kerja Menekan Kaum Muda

Ekonomi Yoga 24 Jan 2023 Kompas
Ketidakpastian Pasar Kerja
Menekan Kaum Muda

Sribu, lokapasar bagi para pekerja lepas atau freelancer, mencatat, jumlah angkatan kerja yang mendaftar sebagai pekerja lepas di platform cenderung bertambah. Tahun lalu, total pendaftar 500.000 orang, sementara yang lolos kurasi hanya 28.000 orang. Dibandingkan dengan tahun awal berdiri Sribu pada 2011 dan sekarang, latar belakang pendaftar semakin ke sini 70 % berasal dari pekerja yang sebenarnya sudah punya pekerjaan tetap. Hanya 30 % yang sehari-hari adalah pekerja lepas. Sribu mengakomodasi pekerja lepas terampil di bidang pemrograman laman, copy writing, video dan fotografi, pemasaran digital, penerjemah, dan data entry. Mereka yang mendaftar dan lolos kurasi umumnya berusia 28-35 tahun. Salah satu persyaratan lolos kurasi adalah berpengalaman mengerjakan bidang keterampilan yang diajukan. Meski pendaftar cenderung naik, permintaan kerja diakui oleh Sribu justru lesu karena kondisi ketidakpastian ekonomi yang membuat perusahaan cenderung mengurangi jumlah pekerja, termasuk pemakaian jasa pekerja lepas.

Staffinc Jobs, penyedia aplikasi  yang menghubungkan pencari kerja kerah biru dengan perusahaan, mencatat kenaikan jumlah pekerja tiga kali lipat menjadi lebih dari 1 juta orang sejak pandemi. Sektor logistik, ritel, serta makanan dan minuman menjadi sektor yang paling banyak diincar di aplikasi ini. Dua temuan di atas muncul bersamaan dengan fenomena PHK masif di sektor industri padat karya, disusul perusahaan rintisan bidang teknologi digital. Adapun sektor industri pariwisata mulai booming kembali merekrut karyawan, tetapi belum sepenuhnya tinggi seperti sebelum pandemi Covid-19. Banyak yang menilai, fenomena kenaikan jumlah karyawan tetap menambah pekerjaan sampingan sebagai pekerja lepas adalah fenomena gaji pokok yang diperoleh tidak bisa diandalkan. Organisasi Buruh Internasional (ILO) melalui laporan berjudul ”Work Employment and Social Outlook Trends 2023” menyebutkan, prospek global untuk pasar tenaga kerja memburuk secara signifikan selama 2022. Ketegangan geopolitik yang muncul, konflik Rusia-Ukraina, pemulihan yang tidak merata dari pandemi, dan hambatan yang terus berlanjut dalam rantai pasokan telah menciptakan kondisi untuk episode stagflasi. Kesenjangan pekerjaan global mencapai 473 juta orang pada 2022, atau 12,3 $. Kesenjangan pekerjaan global adalah ukuran baru dari kebutuhan yang belum terpenuhi akan pekerjaan di dunia. Ini terdiri dari 205 juta pengangguran dan 268 juta orang yang memiliki kebutuhan pekerjaan yang tidak terpenuhi, tetapi berada di luar angkatan kerja karena tidak memenuhi kriteria untuk dianggap menganggur. (Yoga)


Tags :
#Perusahaan
Download Aplikasi Labirin :