;
Tags

Perusahaan

( 1082 )

2023 Tahun Profitabilitas

KT1 06 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID — Merespons aspirasi para investor publik, manajemen PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mencanangkan 2023 sebagai tahun profitabilitas, tidak perlu menundanya hingga dua tahun ke depan. GoTo akan meningkatkan efisiensi, meningkatkan inovasi layanan, dan memaksimalkan penjualan agar pada kuartal pertama 2023 margin kontribusi grup positif dan pada akhir 2023, EBITDA disesuaikan grup positif. Pada tahun 2022, gross transaction value (GTV) atau nilai transaksi bruto GoTO mencapai Rp 613 triliun, naik 33%. Peningkatan ini cukup fantastis karena kenaikan transaksi sudah terjadi tahun 2021. “Dengan capaian 2022 tersebut, manajemen GoTo yakin, tahun ini, EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) grup akan positif,” kata Dirut PT GoTo Andre Soelistyo dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Kamis (02/03/2023). Hadir pada acara perkenalan para direktur baru perusahaaan dengan ekosistem digital berbasis teknologi terbesar di Asean itu, antara lain, adalah Komisaris GoTo Agus DW Martowardojo. Selain itu, Co Chairman GoTo William Tanuwijaya. (Yetede)

Jarang ”Ngantor”, tapi Tetap Cuan

KT3 05 Mar 2023 Kompas

Ranitya ”Lita” Nurlita (31) bekerja dari jarak jauh (remote) dan tidak perlu setiap hari datang ke kantor sejak 2017. Ketika itu kantornya berada di Bandung, sementara Lita di Jakarta. ”Sebagian pekerjaan aku kerjakan di kantor dan sebagian di rumah. Belum 100 % remote,” ujar lulusan Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini dari Bali, Rabu (1/3). Lita sempat pindah kerja beberapa kali. Perusahaan tempatnya bekerja yang bergerak dibidang lingkungan hidup kebanyakan di luar negeri, seperti di Thailand dan AS. Perusahaan-perusahaan ini memberlakukan jam kerja fleksibel dan tidak mewajibkan karyawan ke kantor. Sejak itulah, Lita sepenuhnya mulai bekerja dari jauh.

Lita dan beberapa pekerja model begini sering disebut pengembara digital (digital nomad). Bekerja dengan sistem remote, menurut Lita, sangat menguntungkan karena ada keleluasaan mengatur waktu. Lita bisa bekerja sambil kuliah, jalan-jalan, atau mengambil beberapa pekerjaan sekaligus. Sepanjang 2019-2021, ia sempat merasakan bekerja sambil jalan-jalan keliling Indonesia. Ia hidup berpindah dari satu kota ke kota lainnya dan menjelajah daerah dari Provinsi Aceh sampai Papua. Setelah puas jalan-jalan, pekerja yang juga sedang kuliah di School of Government and Public Policy Indonesia ini menetap di Bali, “surga” pengembara digital, karena punya akses dan jaringan infrastruktur komunikasi dan transportasi yang baik.

Meski kelihatannya enak, bekerja secara remote punya banyak tantangan. Tantangan teknis seperti sinyal internet ngadat, listrik mati, atau tiba-tiba perangkat komputer rusak. Tantangan nonteknis umumnya berkaitan dengan cara kerja dan cara pandang orang lain. ”Banyak orang mengira sebagai digital nomad pekerjaan saya jalan-jalan atau liburan terus setiap hari. Padahal, ya enggak. Saatnya harus bekerja, ya bekerja,” kata Lita. Lita pernah mencoba bekerja dari rumah di kampung halamannya di Bojonegoro. orangtua mengira ia sedang liburan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa ia memutuskan tinggal dan bekerja di kota lain. (Yoga)


Pekerja Rentan Terganggu

KT3 01 Mar 2023 Kompas

Ketidakpastian kondisi makro ekonomi diyakini bisa memengaruhi penurunan produktivitas dan performa pekerja. Apalagi jika hal itu diikuti dengan banyaknya pengeluaran keuangan tidak terduga yang membebani kondisi finansial pekerja. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Komunikasi dan  Informatika Firlie H Ganinduto menyampaikan hal itu saat menghadiri rilis Laporan Pasar: ”Akses Gaji Instan di Indonesia” di Jakarta, Selasa (28/2). Ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi, perasaan khawatir dan stres tinggi akan muncul di kalangan pekerja, termasuk ketakutan menghadapi potensi PHK. Mengutip salah satu pene litian lembaga konsultan internasional PwC, Firlie menyebut bahwa keuangan selalu menjadi hal yang paling menonjol bagi karyawan.

Tekanan terkait kondisi keuangan secara tidak langsung juga mengganggu produktivitas pekerjaan hingga menimbulkan kerugian secara langsung bagi pekerja. Dari karyawany ang melaporkan stres keuangan, PwC menyebutkan, 12 % kehilangan pekerjaan terjadi karena masalah tersebut. Sebanyak 31 % di antaranya merasa produktivitas mereka terpengaruh. Country Head GajiGesa Indonesia Ade Yuanda Saragih mengatakan, 50 juta orang bekerja di sektor formal di Indonesia dan 60 % di antaranya masih ada yang berpenghasilan di bawah Rp 4 juta per bulan. Mereka ini kerap diklasifikasikan sebagai pekerja kerah biru yang cukup rentan karena kebanyakan hidup dari tanggal gajian ke tanggal gajian berikutnya. (Yoga)


PERUSAHAAN JEPANG, Ramai-ramai Naikkan Gaji Pekerja

KT3 28 Feb 2023 Kompas

Perusahaan-perusahaan besar di Jepang beramai-ramai menaikkan gaji pekerjanya. Bahkan, kenaikan tahun ini adalah yang terbesar dalam 20 tahun terakhir. Per Senin (27/2) setidaknya ada lima perusahaan transnasional Jepang yang telah mengakomodasi permintaan kenaikan upah dari serikat pekerja mereka.  Perusahaan-perusahaan ini adalah Fast Retailing yang merupakan induk dari jenama Uniqlo, perusahaan gim Nintendo, perusahaan gim Sega, perusahaan minuman Suntory, serta dua raksasa otomotif Toyota dan Honda. ”Kami berusaha menjadi yang terdepan dalam peningkatan kesejahteraan  pekerja. Jika pekerja sejahtera, perusahaan juga yang diuntungkan dengan produktivitas baik,” kata Koji Sato yang per April 2023 resmi menjadi Direktur Utama Toyota. Ia dikutip oleh surat kabar Financial Times.

Honda dalam keterangan pers mereka mengatakan hendak menaikkan gaji karyawan mereka sebesar 5 %. Ini adalah kenaikan gaji terbesar yang terjadi di Jepang sepanjang dua dekade belakangan. Tingkat kenaikan ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi. Selama 30 tahun belakangan, gaji pekerja di  Jepang relatif stagnan. Artinya, nominal gaji naik. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan tingkat inflasi, nilai riil gaji cenderung stagnan. Jepang saat ini mengalami inflasi 4,2 % yang merupakan angka tertinggi selama 41 tahun terakhir. PM Fumio Kishida menjadikan kenaikan upah pekerja ini sebagai salah satu misi pemerintahan nya. Ia berharap kenaikan gaji karyawan pada perusahaan-perusahaan besar bisa memicu Bank Jepang untuk menormalkan suku bunga. Ia juga menjanjikan penurunan harga bahan pokok, terutama pangan dan energi. (Yoga)


Emiten Big Caps Agresif Ekspansi

KT1 28 Feb 2023 Investor Daily (H)

Mayoritas emiten berkapitalisasi besar (big caps) tetap ekspansif di tengah kekhawatiran terhadap ketidakpastian global karena kenaikan suku bunga yang berlangsung lebih lama dari perkiraan. Hal itu tercermin pada pertumbuhan signifikan belanja modal (capital expenditure/capex) yang mereka gelontorkan tahun ini dibanding 2022. Kebijakan emiten besar yang cukup agresif berekspansi tersebut menunjukkan bahwa bisnis makin menggeliat dan pemulihan ekonomi nasional berada di jalur yang tepat. Tingginya pertumbuhan capex bukan hanya membuka potensi kenaikan profitabilitas emiten, namun juga kenaikan harga saham yang bersangkutan. Tingginya pertumbuhan capex terlihat pada emiten kelompok LQ45.

Berdasarkan wawancara dan data yang dihimpun Investor Daily, Senin (27/2/2023), PT Semen Indonesia Tbk tercatat mengalokasikan kenaikan capex 77% dibanding tahun lalu, PT Harum Energy Tbk melonjak 95%, PT Adaro Energy Tbk tumbuh 43%, PT United Tractor Tbk naik 47,6%, dan PT Bank BCA Tbk tumbuh 50%. Kemudian capex PT AKR Cor[1]porindo Tbk dan PT Ace Hard[1]ware Indonesia Tbk sama-sama meningkat 50%, PT Medco Energy Tbk naik 33%, PT Bank Mandiri Tbk tumbuh 25%, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 20%, serta PT Bank BTN Tbk meningkat 25%. Dua anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT United Tractors Tbk (UT/ UNTR), menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 19,7 triliun tahun ini.

Perinciannya, capex Astra Agro berkisar Rp 1,5-1,7 triliun, sedangkan UT sebesar US$ 1-1,2 miliar (Rp 15-18 triliun). Pertumbuhan Kinerja Sejumlah emiten papan atas pada umumnya mengalokasikan belanja modal sesuai target kinerja yang akan diraih. Rata-rata, tahun ini mereka mematok pertumbuhan kinerja konservatif, antara 5-20%. Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Santosa menjelaskan, sebagian besar capex 2023 akan dimanfaatkan perseroan untuk mendanai penanaman kembali tanaman sawit (replanting) dan perawatan tanaman yang belum menghasilkan (TBM). Sisanya digunakan untuk memperbaiki infrastruktur dan perawatan pabrik, seperti pergantian dan peremajaan alat. Tahun ini, kata Santosa, Astra Agro mengestimasikan kinerja tumbuh berkisar 5-10%. (Yetede)


FIFGroup Bukukan Laba Rp 3,17 Triliun

KT1 25 Feb 2023 Investor Daily (H)

PT Federal International Finance (FIFGroup) membukukan laba bersih mencapai Rp 3,17 triliun atau tumbuh 28,62% secara year on year (yoy) pada 2022. Peningkatan skala bisnis diikuti kualitas pembiayaan baik mendukung perolehan laba tersebut. Mengacu laporan keuangan perseroan, piutang pembiayaan konsumen dicatatkan mencapai Rp 31,27 triliun atau tumbuh 3,36% (yoy). Pening[1]katan tersebut mendorong total aset FIF Group naik 5,79% (yoy) menjadi Rp 34,54 triliun di akhir 2022. Peningkatan skala bisnis tersebut mendongkrak tipis jumlah pendapatan 1,38% (yoy) menjadi Rp 8,96 triliun. Namun total beban turun sampai dengan 13,75% (yoy), dari Rp 5,66 triliun pada 2021 menjadi Rp 4,88 triliun pada 2022.

Semua pos biaya FIFGroup dicatatkan menurun, mulai dari beban usaha, beban bunga dan keuangan, sampai penurunan pada penyisihan kerugian pembukuan nilai pembiayaan konsumen. Salah satu faktornya adalah keberhasilan perusahaan dalam mengelola pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross yang terjaga di level 0,90%. CEO FIFGroup Margono Tanuwijaya menyampaikan, pihaknya menyambut tahun ini dengan lebih optimistis. Pembiayaan baru ditutup sekitar Rp 36 triliun pada 2022 dan akan meningkat menjadi Rp 44 triliun pada tahun ini. Proyeksi tersebut didasarkan dari asumsi pertumbuhan penjualan kendaraan baru motor bisa lebih baik di tahun ini. Hal tersebut akan didukung dengan supply pasokan chips semikonduktor yang mulai berjalan normal. (Yetede)


Melesat 51,5% Laba Bersih Matahari Tembus Rp 1,4 Triliun

KT1 25 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) membukukan penjualan sebesar Rp 12,4 triliun pada 2022, tumbuh 20,7% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut turut mengerek laba bersih 2022 menjadi Rp 1,4 triliun, naik 51,5% dibanding 2021 dan melampaui era sebelum pandemi di 2019. JAKARTA, ID – PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) membukukan penjualan sebesar Rp 12,4 triliun pada 2022, tumbuh 20,7% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut turut mengerek laba bersih 2022 menjadi Rp 1,4 triliun, naik 51,5% dibanding 2021 dan melampaui era sebelum pandemi di 2019. Dalam keterangan resmi manajemen Matahari menjelaskan, penjualan yang tinggi pada 2022 didorong oleh permintaan yang tertahan di awal tahun lalu, serta kuatnya penjualan Lebaran, kampanye kembali-ke-sekolah, dan Natal. “Margin kotor sepanjang 2022 berada di level 35,7% dibanding 35,0% pada 2021, didukung oleh merchandise yang baru dan lebih sedikit aktivitas obral. Sedangkan EBITDA 202 mencapai Rp 2,0 triliun, naik 50,9% dari 2021,” ungkap manajemen Matahari. (Yetede)

Melonjak 152% Laba Bersih Indo Tambangraya US$ 1,2 Miliar

KT1 24 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih US$ 1,2 miliar sepanjang 2022, melonjak 152,34% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 475,57 juta. Laba bersih per saham dasar dan dilusian perseroan pada 2022 mencapai US$ 1,07 dari US$ 0,43. Berdasarkan laporan keuangan Indo Tambangraya, dikutip Kamis (23/2/2023), pendapatan 2022 mencapai US$ 3,63 miliar, meningkat 75% dari 2021 yang sebesar US$ 2,07 miliar. Adapun beban pokok pendapatan perseroan mencapai US$ 1,74 miliar, naik dari US$ 1,16 miliar pada 2021. Selanjutnya, laba kotor perseroan terdongkrak menjadi US$ 1,89 miliar dari US$ 916,53 juta. Adapun laba sebelum pajak penghasilan mencapai US$ 1,54 miliar tahun lalu, melesat dibandingkan 2021 senilai US$ 621,08 juta. Di sisi lain, analis Ciptadana Sekuritas Asia Thomas Radityo mencatat, perseroan membukukan penurunan laba bersih sebesar 46,6% secara kuartalan (quarter to quarter/qoq) menjadi US$ 231,4 juta kuartal IV tahun lalu. (Yetede)

Asing Semakin Mencengkeram Bisnis Broker Saham

HR1 24 Feb 2023 Kontan (H)

Perusahaan jasa broker saham atau sekuritas  asing terus merangsek pasar  bisnis sekuritas dalam negeri. Mereka berbondong-bondong  masuk Indonesia dan meramaikan peta persaingan bisnis broker saham  di Tanah Air yang kian bergairah seirama tumbuh suburnya masyarakat investor di dalam negeri. Kabar terbaru, Webull Securities Limited (Webull Securities) asal Hong Kong masuk ke Indonesia dengan mencaplok PT Mahastra Andalan Sekuritas (Mahastra). Kini, Mahastra berganti nama menjadi PT Webull Sekuritas Indonesia (Webull Sekuritas). Webull Sekuritas memiliki modal kerja besih disesuaikan sebesar Rp 31,21 miliar dengan izin usaha perantara perdagangan efek. Sejauh ini tidak banyak informasi mengenai Webull Securities. Masuknya Webull ini semakin menambah dominasi asing di industri sekuritas, terutama bisnis broker saham Tanah Air. Dari sisi nilai transaksi, volume transaksi dan frekuensi dikuasai asing. Berdasarkan daftar 10 pemain broker terbesar dari sisi nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) misalnya, tujuh  perusahaan sekuritas merupakan entitas asing. Toh, pemain lokal tak gentar, Mereka masih mencatatkan pertumbuhan di tahun lalu. Tengok saja PT BRI Danareksa Sekuritas, anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk itu mencatatkan pertumbuhan agresif di lini bisnis brokerage di tahun 2022, melampaui pertumbuhan transaksi brokerage di pasar modal di tahun yang sama. Sepanjang tahun lalu, kinerja equity brokerage BRI Danareksa Sekuritas melesat 55%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan equity brokerage secara industri. Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Laksono Widodo mengatakan, kenaikan kinerja bisnis perusahaan tersebut didukung oleh peningkatan kinerja bisnis institusional.

Investasi UMK dan Alarm Kerja Layak

KT3 23 Feb 2023 Kompas

Pada konferensi pers pemaparan realisasi investasi triwulan IV-2022 yang digelar akhir Januari 2023 lalu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membuka data nilai investasi dan tingkat penyerapan tenaga kerja di usaha mikro kecil atau UMK. Tahun lalu, UMK yang mendapat nomor induk berusaha (NIB) mencapai 1,8 juta pelaku usaha dengan total nilai investasi Rp 318,6 triliun. Meskipun dari segi nilai masih jauh di bawah capaian investasi jumbo yang Rp 1.207,2 triliun, dampak penciptaan lapangan kerja yang dibawa oleh investasi UMK jauh lebih besar, yakni sampai enam kali lipat melebihi investasi menengah-besar. Kementerian Investasi mencatat, sepanjang 2022, investasi UMK mampu menyerap tenaga kerja 7,6 juta orang, jauh di atas jumlah penyerapan tenaga kerja investasi menengah-besar, yaitu 1,3 juta orang. Dampak investasi terhadap penciptaan lapangan kerja akhir-akhir ini memang semakin memprihatinkan. Pada tahun 2013, investasi Rp 1 triliun menyerap hingga 4.594 orang tenaga kerja. Pada 2021 dan 2022, investasi yang sama hanya bisa menyerap 1.340 orang dan 1.081 orang.  

Sekilas, menjamurnya wirausaha baru, meningkatnya investasi mikro-kecil, serta banyaknya lapangan kerja di sektor UMK itu terkesan positif karena bisa membantu mengatasi problem pengangguran. Meski demikian, ”tanggung jawab” penyerapan tenaga kerja yang bergeser dari investasi besar ke UMK perlu dipandang sebagai alarm peringatan. Perekonomian yang terlalu bergantung pada UMK menunjukkan realita sosial ekonomi yang rapuh. Mengutip pengajar ekonomi Universitas Parahyangan dan peneliti AKATIGA, Indrasari Tjandraningsih, dalam penelitiannya ”Pekerja Informal dan Reformasi Kebijakan Ketenagakerjaan di Indonesia” (2021), pekerja UMK dan informal memiliki karakteristik pendidikan dan keterampilan yang lebih ren dah, serta kondisi dan perlindungan kerja lebih buruk daripada pekerja formal. Tingginya tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor UMK serta rendahnya penciptaan lapangan kerja lewat investasi besar seharusnya bukan hal yang dibanggakan. Mengutip kajian ”Pathways to Middle Class Jobs in Indonesia” oleh Bank Dunia pada 2021, kondisi itu bahkan bisa kian mempersulit Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. (Yoga)