;

Jarang ”Ngantor”, tapi Tetap Cuan

Ekonomi Yoga 05 Mar 2023 Kompas
Jarang
”Ngantor”, tapi
Tetap Cuan

Ranitya ”Lita” Nurlita (31) bekerja dari jarak jauh (remote) dan tidak perlu setiap hari datang ke kantor sejak 2017. Ketika itu kantornya berada di Bandung, sementara Lita di Jakarta. ”Sebagian pekerjaan aku kerjakan di kantor dan sebagian di rumah. Belum 100 % remote,” ujar lulusan Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini dari Bali, Rabu (1/3). Lita sempat pindah kerja beberapa kali. Perusahaan tempatnya bekerja yang bergerak dibidang lingkungan hidup kebanyakan di luar negeri, seperti di Thailand dan AS. Perusahaan-perusahaan ini memberlakukan jam kerja fleksibel dan tidak mewajibkan karyawan ke kantor. Sejak itulah, Lita sepenuhnya mulai bekerja dari jauh.

Lita dan beberapa pekerja model begini sering disebut pengembara digital (digital nomad). Bekerja dengan sistem remote, menurut Lita, sangat menguntungkan karena ada keleluasaan mengatur waktu. Lita bisa bekerja sambil kuliah, jalan-jalan, atau mengambil beberapa pekerjaan sekaligus. Sepanjang 2019-2021, ia sempat merasakan bekerja sambil jalan-jalan keliling Indonesia. Ia hidup berpindah dari satu kota ke kota lainnya dan menjelajah daerah dari Provinsi Aceh sampai Papua. Setelah puas jalan-jalan, pekerja yang juga sedang kuliah di School of Government and Public Policy Indonesia ini menetap di Bali, “surga” pengembara digital, karena punya akses dan jaringan infrastruktur komunikasi dan transportasi yang baik.

Meski kelihatannya enak, bekerja secara remote punya banyak tantangan. Tantangan teknis seperti sinyal internet ngadat, listrik mati, atau tiba-tiba perangkat komputer rusak. Tantangan nonteknis umumnya berkaitan dengan cara kerja dan cara pandang orang lain. ”Banyak orang mengira sebagai digital nomad pekerjaan saya jalan-jalan atau liburan terus setiap hari. Padahal, ya enggak. Saatnya harus bekerja, ya bekerja,” kata Lita. Lita pernah mencoba bekerja dari rumah di kampung halamannya di Bojonegoro. orangtua mengira ia sedang liburan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa ia memutuskan tinggal dan bekerja di kota lain. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :