Emiten Big Caps Agresif Ekspansi
Mayoritas emiten berkapitalisasi besar (big caps) tetap ekspansif di tengah kekhawatiran terhadap ketidakpastian global karena kenaikan suku bunga yang berlangsung lebih lama dari perkiraan. Hal itu tercermin pada pertumbuhan signifikan belanja modal (capital expenditure/capex) yang mereka gelontorkan tahun ini dibanding 2022. Kebijakan emiten besar yang cukup agresif berekspansi tersebut menunjukkan bahwa bisnis makin menggeliat dan pemulihan ekonomi nasional berada di jalur yang tepat. Tingginya pertumbuhan capex bukan hanya membuka potensi kenaikan profitabilitas emiten, namun juga kenaikan harga saham yang bersangkutan. Tingginya pertumbuhan capex terlihat pada emiten kelompok LQ45.
Berdasarkan wawancara dan data yang dihimpun Investor Daily, Senin (27/2/2023), PT Semen Indonesia Tbk tercatat mengalokasikan kenaikan capex 77% dibanding tahun lalu, PT Harum Energy Tbk melonjak 95%, PT Adaro Energy Tbk tumbuh 43%, PT United Tractor Tbk naik 47,6%, dan PT Bank BCA Tbk tumbuh 50%. Kemudian capex PT AKR Cor[1]porindo Tbk dan PT Ace Hard[1]ware Indonesia Tbk sama-sama meningkat 50%, PT Medco Energy Tbk naik 33%, PT Bank Mandiri Tbk tumbuh 25%, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 20%, serta PT Bank BTN Tbk meningkat 25%. Dua anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT United Tractors Tbk (UT/ UNTR), menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 19,7 triliun tahun ini.
Perinciannya, capex Astra Agro berkisar Rp 1,5-1,7 triliun, sedangkan UT sebesar US$ 1-1,2 miliar (Rp 15-18 triliun). Pertumbuhan Kinerja Sejumlah emiten papan atas pada umumnya mengalokasikan belanja modal sesuai target kinerja yang akan diraih. Rata-rata, tahun ini mereka mematok pertumbuhan kinerja konservatif, antara 5-20%. Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Santosa menjelaskan, sebagian besar capex 2023 akan dimanfaatkan perseroan untuk mendanai penanaman kembali tanaman sawit (replanting) dan perawatan tanaman yang belum menghasilkan (TBM). Sisanya digunakan untuk memperbaiki infrastruktur dan perawatan pabrik, seperti pergantian dan peremajaan alat. Tahun ini, kata Santosa, Astra Agro mengestimasikan kinerja tumbuh berkisar 5-10%. (Yetede)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023