Perusahaan
( 1080 )Suspensi Saham Waskita Beton Dibuka Pekan Depan
JAKARTA,ID - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menggelar paparan publik insidentil dalam rangka pemenuhan persyaratan pencabutan suspensi perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan memprediksi suspensi saham bisa dibuka pekan depan. Director of Finance & Risk Management Waskita Beton Asep Mudzakir mengatakan, sejauh ini, total utang yang direstrukturisasi perseroan mencapai Rp 8,8 triliun, terdiri atas obligasi sebesar Rp 2,1 triliun, vendor Rp 2,2 triliun, dan perbankan Rp 5,7 triliun. Saat ini, kemajuan implementasi restrukturisasi keuangan perseroan berjalan dengan lancar. Menurut dia, perseroan telah beraudiensi dengan BEI. Hasilnya, ada dua syarat suspensi saham WSBP dibuka, yaitu ditekennya perjanjian perwaliamanatan (PWA) dan menggelar paparan publik insidentil. “Kami berharap suspensi saham ini dapat dibuka paling tidak minggu depan,” kata dia, Rabu (15/3/2023). Pada 15 Februari 2023, dia menerangkan, perseroan telah mendapatkan izin restrukturisasi dari para pemegang obligasi untuk melaksanakan konversi utang ke saham, sesuai ketentuan restrukturisasi dalam perjanjian perdamaian. Selain itu, perseroan menargetkan proses konversi utang vendor menjadi saham dapat diselesaikan pada akhir kuartal II tahun ini. (Yetede)
GoTo Kembali Pangkas Karyawan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk kembali memangkas karyawan sebanyak 600 orang. Menurut GoTo Group Corporate Secretary Koesoemohadiani, Jumat (10/3/2023), pemangkasan itu dilakukan pada beberapa fungsi penunjang bisnis. ”Kami berharap hal ini akan mampu menghadirkan layanan berkualitas tinggi di seluruh ekosistem,” katanya. Pada November 2022, GoTo memangkas 1.300 karyawan. (Yoga)
Melesat 79%, Laba Bersih Bayan Resources Tembus Rp 33 Triliun
JAKARTA, ID - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berhasil mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 2,17 miliar atau setara Rp 33,72 triliun (kurs Rp 15.480) pada 2022. Perolehan ini naik 79,62% dibanding periode 2021 yakni US$ 1,21 miliar, hingga menaikkan laba bersih per saham menjadi US$ 0,07. Sedangkan dari sisi pendapatan, emiten milik Low Tuck Kwong ini membukukan angka US$ 4,7 miliar atau Rp 72,81 triliun, melesat 64,91% dibanding tahun lalu. Pendapatan Bayan Resource pada 2022 masih didominasi oleh penjualan batu bara kepada pihak ketiga senilai US$ 4,39 miliar, ditambah batu bara untuk pelanggan berelasi US$ 300,31 juta. “Hal ini terutama disebabkan dari aktivitas operasional perseroan, peningkatan pajak dibayar di muka, dan peningkatan piutang usaha, serta penambahan aset tetap,” jelas Direktur Utama Bayan Resources Low Tuck Kwong pada keterbukaan informasi, Jumat (10/3/2023). (Yetede)
WIK Bangun fasilitas Daur Ulang Plastik Rp926 Miliar
JAKARTA, ID - Perusahaan Jerman WIK Group melalui anak usahanya, PT Free The Sea, membangun fasilitas daur ulang plastik atau limbah rumah tangga untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi di Batam. Investasinya mencapai US$ 60 juta atau setara Rp 926,61 miliar. Hasil daur ulang plastik tersebut bakal digunakan sebagai bahan baku pembuatan mesin kopi. Produk ini kemudian akan diekspor ke seluruh dunia, mulai dari Eropa, Amerika Latin, hingga Asia Pasifik. “Ini merupakan komitmen sangat luar biasa. Perusahaan manukfaktur peralatan rumah tangga tersebut menggunakan bahan baku dari sampah plastik, yang berpotensi mencemari lingkungan, diolah menjadi material bernilai tinggi. Itu adalah contoh konkrit penerapan zero waste, circular economy, dan green industry,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meresmikan PT Free the Sea di Batam, Kamis (09/03/2023). Luhut mengatakan, sampah plastik sudah menjadi isu transboundary dan menjadi salah satu perhatian PBB dalam mengurusi isu lingkungan. Saat ini berlangsung pembahasan kesepakatan internasional dalam mengatur pengurangan sampah plastik dunia. (Yetede)
INOVASI BISNIS Relasi Teman Kantor
Setelah pandemi, beberapa perusahaan mulai kembali pulih. Akan tetapi, yang mengancam perusahaan adalah relasi kerja yang berubah. Perubahan dalam relasi kerja bisa menjadi indikator perubahan dalam kinerja tim. Banyak karyawan masih berharap mendapatkan fleksibilitas pekerjaan dari luar kantor sehingga tidak sedikit yang menolak keharusan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kantor. Keadaan ini menyebabkan pemimpin di dalam tim harus mampu memahami kerja hibrida yang menggabungkan waktu di kantor dengan pekerjaan yang dilakukan di luar kantor. Salah satu yang berubah di dalam pola baru dalam pekerjaan adalah ikatan jaringan. Penelitian menunjukkan bahwa perpindahan ke sistem kerja hibrida telah mengurangi beberapa koneksi karyawan ke jaringan mereka di tempat kerja. Padahal, menurut sebuah tulisan di Fast Company, studi menunjukkan ikatan jaringan ini memainkan peran besar dalam inovasi, keseimbangan kehidupan kerja, kepuasan kerja, dan produktivitas, dimana relasi antar karyawan sangat penting bagi perusahaan.
Relasi antar teman dalam perusahaan telah lama jadi bahan riset. Awalnya, riset berdasarkan peran pertemanan dalam hidup yang ternyata menumbuhkan rasa cinta, merasa sehat, dan membuat umur lebih panjang. Chief Human Resources Officer di World Economic Forum Paolo Gallo mengatakan, riset dari Harvard Medical School dengan mengambil data periode 1939-1944 menyebutkan, yang membuat kita bahagia adalah hubungan langgeng dan positif dengan orang-orang yang kita cintai dan hormati. Hidup dalam hubungan negatif atau beracun berefek buruk pada kesehatan, kebahagiaan pribadi, dan harapan hidup kita. Studi yang dilakukan Jobstage di AS menyebutkan, kerja secara hibrida telah menghilangkan 33 % kawan kerja dan 84 % orang mengaku memiliki masa sulit menjalin pertemanan selama bekerja dari luar kantor, yang menyebabkan sejumlah karyawan kesepian. Kedekatan fisik menyebabkan orang mudah menghasilkan ide serta dengan gampang membagikan pengetahuan. Meski demikian, kerja hibrida tak terelakkan. (Yoga)
Daerah Industri Disiapkan
Kawasan industri Subang fase pertama direncanakan beroperasi pada triwulan III-2024. Kawasan industri baru di Jabar ini terintegrasi dengan jalan tol dan pelabuhan sehingga berpotensi menarik investor baru ataupun investor lama yang mau melakukan ekspansi bisnis. Managing Director PT Suryacipta Swadaya Hudaya Arryanto Sumadhija menyampaikan, pihaknya mengembangkan kawasan industri baru yang terintegrasi dengan nama Subang Smartpolitan seluas 2.717 hektar (ha) di Subang. Kawasan ini terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban dan akses tol Patimban sepanjang 37,05 km. Kawasan ini dibangun secara bertahap sejak 2020 dengan nilai investasi untuk fase pertama Rp 5 triliun.
”Untuk tahun ini, kami sudah anggarkan Rp 1 triliun untuk pembebasan lahan ataupun penyiapan lahan. Fase I seluas 400 ha kami targetkan siap di tahun 2024. Jadi, nanti sudah serah terima dan pembeli juga mulai bikin pabrik. Operasinya ditargetkan pada triwulan ketiga 2024,” kata Arryanto dalam acara Media Gathering Suryacipta 2023 di Karawang, Jabar, Rabu (8/3). Dari total luas kawasan Subang Smartpolitan, menurut dia, progres pembebasan lahan saat ini hampir 1.500 ha. Kemudian dari 400 ha yang disiapkan untuk fase I, sekitar 100 ha sudah siap jual. ”Ini terus kami kejar supaya tahun depan sudah siap,” ujarnya. (Yoga)
PT SMF Cetak Laba Bersih Rp 418 Miliar
Direktur Keuangan dan Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Bonai Subiakto, Selasa (7/3/2023), menjelaskan, tahun lalu, perseroan bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat merealisasikan pembiayaan 226.000 unit rumah lewat skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2,1 triliun dan laba bersih Rp 418 miliar. (Yoga)
Tiga Perusahaan Tambang Siap IPO Saham Rp 22 Triliun
JAKARTA, ID – Sebanyak tiga perusahaan tambang besar bakal menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan target penggalangan dana US$ 1,5 miliar atau Rp 22 triliun dalam beberapa bulan ke depan. Mereka adalah PT Merdeka Battery Materials (MBM), PT Amman Mineral International (AMI), dan unit bisnis Grup Harita di sektor nikel. Berdasarkan laporan riset JP Morgan, perusahaan jasa keuangan dunia, IPO saham tiga perusahaan itu berdampak positif terhadap bursa saham Indonesia. Selain itu, investor memiliki lebih banyak opsi untuk berinvestasi di saham nikel di luar para pemain lama, yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM). Apalagi, JP Morgan mencatat, kinerja saham INCO, ANTM, dan MDKA di bawah laju indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berkisar 4-16% dalam sebulan terakhir. Pemicunya ada dua, yakni koreksi harga logam dan investor menyiapkan dana besar untuk melahap saham-saham yang bakal masuk bursa. “Di luar itu, valuasi saham MDKA sudah tinggi, dengan PER 2023 sebesar 30 kali, sedangkan saham ANTM diperdagangkan dengan valuasi PER 2023 12 kali, mendekati rata-rata pemain regional,” tulis JP Morgan,
dikutip Senin (6/3/2023). (Yetede)
2023 Tahun Profitabilitas
JAKARTA, ID — Merespons aspirasi para investor publik, manajemen PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mencanangkan 2023 sebagai tahun profitabilitas, tidak perlu menundanya hingga dua tahun ke depan. GoTo akan meningkatkan efisiensi, meningkatkan inovasi layanan, dan memaksimalkan penjualan agar pada kuartal pertama 2023 margin kontribusi grup positif dan pada akhir 2023, EBITDA disesuaikan grup positif. Pada tahun 2022, gross transaction value (GTV) atau nilai transaksi bruto GoTO mencapai Rp 613 triliun, naik 33%. Peningkatan ini cukup fantastis karena kenaikan transaksi sudah terjadi tahun 2021. “Dengan capaian 2022 tersebut, manajemen GoTo yakin, tahun ini, EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) grup akan positif,” kata Dirut PT GoTo Andre Soelistyo dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Kamis (02/03/2023). Hadir pada acara perkenalan para direktur baru perusahaaan dengan ekosistem digital berbasis teknologi terbesar di Asean itu, antara lain, adalah Komisaris GoTo Agus DW Martowardojo. Selain itu, Co Chairman GoTo William Tanuwijaya. (Yetede)
Jarang ”Ngantor”, tapi Tetap Cuan
Ranitya ”Lita” Nurlita (31) bekerja dari jarak jauh (remote) dan tidak perlu setiap hari datang ke kantor sejak 2017. Ketika itu kantornya berada di Bandung, sementara Lita di Jakarta. ”Sebagian pekerjaan aku kerjakan di kantor dan sebagian di rumah. Belum 100 % remote,” ujar lulusan Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini dari Bali, Rabu (1/3). Lita sempat pindah kerja beberapa kali. Perusahaan tempatnya bekerja yang bergerak dibidang lingkungan hidup kebanyakan di luar negeri, seperti di Thailand dan AS. Perusahaan-perusahaan ini memberlakukan jam kerja fleksibel dan tidak mewajibkan karyawan ke kantor. Sejak itulah, Lita sepenuhnya mulai bekerja dari jauh.
Lita dan beberapa pekerja model begini sering disebut pengembara digital (digital nomad). Bekerja dengan sistem remote, menurut Lita, sangat menguntungkan karena ada keleluasaan mengatur waktu. Lita bisa bekerja sambil kuliah, jalan-jalan, atau mengambil beberapa pekerjaan sekaligus. Sepanjang 2019-2021, ia sempat merasakan bekerja sambil jalan-jalan keliling Indonesia. Ia hidup berpindah dari satu kota ke kota lainnya dan menjelajah daerah dari Provinsi Aceh sampai Papua. Setelah puas jalan-jalan, pekerja yang juga sedang kuliah di School of Government and Public Policy Indonesia ini menetap di Bali, “surga” pengembara digital, karena punya akses dan jaringan infrastruktur komunikasi dan transportasi yang baik.
Meski kelihatannya enak, bekerja secara remote punya banyak tantangan. Tantangan teknis seperti sinyal internet ngadat, listrik mati, atau tiba-tiba perangkat komputer rusak. Tantangan nonteknis umumnya berkaitan dengan cara kerja dan cara pandang orang lain. ”Banyak orang mengira sebagai digital nomad pekerjaan saya jalan-jalan atau liburan terus setiap hari. Padahal, ya enggak. Saatnya harus bekerja, ya bekerja,” kata Lita. Lita pernah mencoba bekerja dari rumah di kampung halamannya di Bojonegoro. orangtua mengira ia sedang liburan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa ia memutuskan tinggal dan bekerja di kota lain. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Waspada, Virus Corona Mengancam Pariwisata
24 Jan 2020 -
Anggaran : Dana Rp 186 Triliun Mengendap
23 Jan 2020 -
Elite Davos Diminta Serius Atasi Kesenjangan
22 Jan 2020









