Pekerja Rentan Terganggu
Ketidakpastian kondisi makro ekonomi diyakini bisa memengaruhi penurunan produktivitas dan performa pekerja. Apalagi jika hal itu diikuti dengan banyaknya pengeluaran keuangan tidak terduga yang membebani kondisi finansial pekerja. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Komunikasi dan Informatika Firlie H Ganinduto menyampaikan hal itu saat menghadiri rilis Laporan Pasar: ”Akses Gaji Instan di Indonesia” di Jakarta, Selasa (28/2). Ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi, perasaan khawatir dan stres tinggi akan muncul di kalangan pekerja, termasuk ketakutan menghadapi potensi PHK. Mengutip salah satu pene litian lembaga konsultan internasional PwC, Firlie menyebut bahwa keuangan selalu menjadi hal yang paling menonjol bagi karyawan.
Tekanan terkait kondisi keuangan secara tidak langsung juga mengganggu produktivitas pekerjaan hingga menimbulkan kerugian secara langsung bagi pekerja. Dari karyawany ang melaporkan stres keuangan, PwC menyebutkan, 12 % kehilangan pekerjaan terjadi karena masalah tersebut. Sebanyak 31 % di antaranya merasa produktivitas mereka terpengaruh. Country Head GajiGesa Indonesia Ade Yuanda Saragih mengatakan, 50 juta orang bekerja di sektor formal di Indonesia dan 60 % di antaranya masih ada yang berpenghasilan di bawah Rp 4 juta per bulan. Mereka ini kerap diklasifikasikan sebagai pekerja kerah biru yang cukup rentan karena kebanyakan hidup dari tanggal gajian ke tanggal gajian berikutnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023