Perusahaan
( 1082 )Permintaan Sewa Kawasan Industri Naik
Penyewaan lahan di kawasan industri semakin bertumbuh dalam kurun enam bulan terakhir. Permintaan sewa lahan kawasan industri initerutama berasal dari sektor logistik. Colliers Indonesia merilis, berkembangnya penyewaan lahan kawasan industri mulai terlihat sejak triwulan IV (Oktober-Desember) 2021. Permintaan lahan sewa umumnya untuk ekspansi dan pabrikasi. Industri yang berkaitan dengan logistik dan distribusi barang cenderung cukup aktif melakukan transaksi sewa lahan saat ini. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia Sanny Iskandar (5/5) mengemukakan, tren permintaan sewa di kawasan industri memang terus berkembang, tetapi umumnya berupa sewa pabrik atau gudang. Permintaan sewa pabrik atau pergudangan itu dinilai sejalan dengan pertumbuhan bisnis e-dagang di Tanah Air. Ia menilai, ketidakpastian kondisi perekonomian global dan dampak pandemi Covid-19 membuat perusahaan yang masih ragu berinvestasi untuk membangun pabrik cenderung memilih menyewa terlebih dahulu pabrik ataupun pergudangan di kawasan industri. Beberapa perusahaan yang masih menjajaki pembangunan pabrik juga bisa memilih untuk menyewa lahan pabrik terlebih dulu untuk kurun 2-3 tahun. Luas bangunan pabrik yang disewakan rata-rata di kisaran 2.000-5.000 meter persegi. Bisnis penyewaan itu dinilai menarik di era e-dagang karena sebagian barang yang masuk dari luar negeri untuk diperdagangkan memerlukan pergudangan modern dengan sistem otomatisasi. Selain itu, pabrik yang disewakan juga sudah dilengkapi dengan ruang produksi, kantor, dan pergudangan. Bagi pengelola kawasan industri, lanjut Sanny, penyewaan pabrik dan pergudangan itu mendatangkan pendapatan rutin (recurring income).
Menurut Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto, tren penyewaan lahan industri menjadi lebih aktif dalam enam bulan terakhir. Di Serang, Banten, misalnya, sewa lahan industri dilakukan temporer selama 2-3 tahun sambil membangun pabrik di lahan milik. Beberapa kawasan industri yang sudah mulai minim lahan juga mulai fokus menggarap penyewaan lahan. Dicontohkan, ada dua kawasan industri yang kini mulai fokus pada penyewaan lahan, yakni Cibinong Center Industrial Estate (CCIE) di Bogor dan Kota Bukit Indah di Purwakarta. Ferry menambahkan, CCIE yang sebelumnya menyewakan lahan tidak lebih dari 6 hektar saat ini sudah melebihi 6 hektar. Sebagian besar sewa lahan itu untuk penyimpanan barang dan distribusi. (Yoga)
ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Asia
Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan 2022 untuk negara-negara berkembang di Asia. Hal itu dilakukan ADB menyusul tekanan harga yang meningkat pasca Rusia meluncurkan serangan ke Ukraina, yang mengancam proses pemulihan lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Catatan prediksi itu sedikit rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Desember 2021 yakni sebesar 5,3% dengan laju pertumbuhan 6,9% yang dicapai tahun lalu. Dalam laporan Asian Development Outlook yang dirilis, Rabu (6/4) ADB menyatakan inflasi yang menyebar mulai dari kepulauan Cook di Pasifik hingga Kazakhstan di Asia Tengah diprediksi meningkat seiring kebangkitan kembali negara-negara dari pandemi, serta kenaikan biaya energi dan makanan. "Yang pasti dampak dari perang merupakan rintangan tambahan bagi ekonomi dinegara-negara Asia berkembang yang masih berjuang melawan pandemi." ujar Park yang dilansir AFP. (Yetede)
Pelita Air-Gapura Kerja Sama Pelayanan Groundhandling
PT Pelita Air Service (PAS) bersinergi dengan PT Gapura Angkasa (Gapura) untuk menangani groundhandling dari aspek penanganan penumpang sampai ke bandar udara. Kolaborasi ini di inisiasi guna memenuhi persyaratan untuk mengaktifkan kembali penerbangan reguler (reguler flight) Pelita Air Service. "Gapura dengan pelayanannya yang telah banyak memberikan pelayanan kepada maskapai domesitk dan internasional tentu mampu mampu membantu PAS untuk memenuhi ekspektasi para costumer. Sebagai frontliner PAS, diharapkan Gapura dapat membantu PAS menampilkan image yang baik terhadap costumer melalui pelayanan yang diberikan. Hal ini diungkapkan Fauzani saat memberikan kata sambutan pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Groundhandling bersama Direktur Commercial and Business Development Gapura Reza Aulia Hakim yang dilaksanakan di function Hall PAS pada Selasa (5/4). (Yetede)
Indika Energy Berhasil Balikkan Rugi Jadi Laba US$ 57 Juta.
PT Indika Energy Tbk (INDY) berhasil membalikkan rugi US$ 117,54 juta pada 2020 menjadi laba bersih sebesar US$ 1,81 miliar. Berdasakan laporan keuangan yang berhasil dikutip Investor Daily, pertumbuhan laba sejalan dengan tingginya penjualan batu bara INDY selama 2021. Kemudian pendapatan dari kontrak dan jasa berjumlah US$ 261,69 juta dan segmen perdagangan lainnya menyumbang US$ 3,06 miliar. "Dengan demikian, sumber daya energi menjadi sumber pemasukan paling besar pada INDY yang disusul oleh jasa energi selama 2021," ungkap Manajemen Indika Energi, Jumat (1/4). Sementara itu, per Desember 2021 total aset INDY tercatat sejumlah US$ 3,69 miliar, menguat 5,73% dari US$ 3,49 miliar yang terdiri atas aset lancar US$ 2,09 miliar dan aset tidak lancar US$ 1,59 miliar. "Adapun tota liabilitas INDY selama 2021 sebesar US$ 2,80 miliar," tegas managemen. (Yetede)
Tren Penurunan Harga Saham Perusahaan Teknologi Bayangi Langkah GoTo
Perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, memperpanjang periode waktu penawaran awal saham dari 15-21 Maret 2022 menjadi 15-24 Maret 2022. Keputusan ini diyakini perusahaan mampu menarik lebih banyak masyarakat, terutama mitra pedagang dan konsumen, untuk berpartisipasi. Pada saat yang sama, langkah perusahaan menuju pencatatan di bursa saham bulan depan dibayangi tren penurunan harga saham sejumlah perusahaan teknologi lain yang melantai di bursa.
Corporate Secretary PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) Koesoemo Hadiani (21/3) menyatakan, proses penawaran awal saham menarik respons positif calon investor. Antusiasme masyarakat tinggi. Hal itu diduga didorong kemudahan akses berpartisipasi dalam penawaran awal melalui skema fixed allotment untuk konsumen dan pedagang dalam platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. Dalam prospektus penawaran umum saham perdana (IPO), GoTo berencana melepas 4,35 % sahamnya atau 52 miliar lembar senilai Rp 316-Rp 346 per lembar saham.
Sekjen Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro berpendapat, perusahaan rintisan bidang teknologi yang akan melantai di bursa saham berada dalam kondisi rugi. Oleh karena itu, investor, baik public maupun institusi, semestinya menyadari hal itu sejak awal. Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan, saat ini saham sejumlah perusahaan teknologi skala global dan di dalam negeri sedang melemah. IHSG perusahaan teknologi telah terkoreksi 12 % year to date. (Yoga)
Kementerian BUMN Bubarkan Tiga Perusahaan
Kementerian BUMN membubarkan 3 perusahaan milik negara yang sudah tidak beroperasi. Pembubaran ini secara resmi masih menunggu PP yang rencananya dikeluarkan Juni 2022. Ketiga BUMN tersebut adalah PT Kertas Kraft Aceh (Persero) yang berhenti beroperasi sejak 2008, PT Industri Gelas (Persero) yang berhenti beroperasi tahun 2015, dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero) yang berhenti sejak 2018. PT Industri Gelas, misalnya, memproduksi kemasan gelas, tetapi sudah lama tidak mendapatkan order. Sementara PT Kertas Kraft Aceh, produsen kertas pembungkus semen, kesulitan mendapatkan bahan baku. Padahal, kapasitas terpasang perusahaan itu mencapai 135.000 ton per tahun. Sementara PT Industri Sandang memproduksi benang tenun dan karung. ”Perusahaan yang sudah berhenti beroperasi tentu tidak boleh terus terkatung. Kita tidak boleh menjadi pemimpin zalim yang tidak memastikan penyelesaian yang baik,” kata Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (17/3). (Yoga)
Properti, Inovasi Pembiayaan untuk Serap Kelebihan Pasokan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sedang mengkaji skema baru pembiayaan sewa beli (rent to own), yang memudahkan konsumen menikmati terlebih dulu tempat tinggal yang ingin dimilikinya sebelum memutuskan untuk membeli. ”Skema (rent to own) ini ada pasarnya, terutama bagi kaum milenial yang senangnya tidak terikat di satu lokasi. Jadi, (mereka) sewa terlebih dahulu. Di tahun kelima apabila sudah betah, cocok, bisa memutuskan untuk memiliki,” ujar Wadirut BTN Nixon LP Napitupulu, Senin (21/2). Skema rent to own juga disiapkan untuk mengatasi permasalahan kelebihan pasokan hunian, khususnya unit apartemen. BTN juga terus berinovasi mengimplementasikan digitalisasi perbankan dalam fokus bisnis utamanya, yakni pembiayaan perumahan, dimana manfaat dan nilai tambah yang didapatkan nasabah semakin besar. (Yoga)
OVO Tunjuk Eddy Martono Menjadi COO Yang Baru
PT Visionet Internasional (OVO), platfrom pembayaran digital, dan layanan finansial pilihan masyarakat, baru-baru ini telah menunjuk Eddy Martono selaku Chief Operating Officer (COO) OVO, Eddy menggantikan Jaygan Fu Ponnudurai yang kini menjabat sebagai CEO OVO. Sebelum ditunjuk sebagai COO OVO, Eddy merupakan partner di The Boston Consulting Group. Eddy bekerja sama dengan perusahaan dari berbagai industri dan geografi terkait transformasi, model operasi digital, dan managemen portfolio. "Latar belakang Eddy memampukannya untuk melihat langkah-langkah perkembangan dan ekosistem OVO dari berbagai sisi dan pihak, serta memastikan agar semuanya dapat berjalan secara terpadu." tutur Jaygan. (Yetede)
Evergrande Kembali Menangguhkan Perdagangan Saham
Raksasa pengembang Tiongkok Evergrande kembali mengumumkan perusahaan kembali menangguhkan pedagangan sahamnya di Hong Kong, sebelum menyampaikan kemungkinan aksi korporasi. Evergrande tenggelam dalam kewajiban sebesar US$ 300 miliar, berjuang untuk melakukan pembayaran kepada pemegang obligasi dan investor. Tindakan keras pemerintah tiba-tiba mematikan kran likuidasi. "Atas permintaan perseroan, perdagangan saham perseroan dihentikan pada pukul 09.00 pada 3 Januari 2022 menunggu rilis pengumuman oleh perusahaan yang berisi informasi orang dalam," kata group itu dalam sebuah pernyataan singkat di bursa saham Hong Kong. Selama beberapa bulan terakhir, perusahaan telah berulangkali mengatakan akan menyelesaikan proyek yang belum selesai dan merampungkan serah terima kepada pembeli. Ini menjadi upaya putus asa untuk menyelamatkan perusahaan dari utangnya. meskipun telah melewatkan pembayaran untuk lebih dari US$ 1,2 miliar (Yetede)
Dua Pabrik Chandra Asri Raih Proper 2021
Perusahaan petrokimia terbesar terintegrasi di Indonesia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) meraih predikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Hijau 2021 untuk dua pabrik di Puloampel dan Ciwandan. Corporate Affairs Chandra Asri Suryandi mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan Chandra Asri dalam menjalankan komitmen pada pengelolaan lingkungan, serta berkontribusi untuk pengembangan masyarakat. Dalam menjalankan tanggung jawab perusahaan sebagai produsen petrokimia terintegrasi, Chandra Asri berkomitmen pada tiga prinsip, yakni People, Planet, Profit, dengan mengadopsi pendekatan environment, social, and govermance. Untuk meningkatkan kinerja lingkungan , Chandra Asri melakukan berbagai upaya, termasuk menerapkan seluruh indikator Proper dalam melakukan perbaikan usaha. (Yetede)









