;

Bisnis Multivitamin Semakin Menyehatkan

Bisnis Multivitamin Semakin Menyehatkan

Produk multivitamin naik daun di tengah pandemi Covid-19. Perusahaan farmasi meyakini kenalkan pasar akan berlanjut selring dengan tingkat kesadaran masyarakat yang meningkat untuk menjaga Imunitas tubuh.

Penjualan PT Indofarma Tbk (INAF) hingga bulan ini penjualan multivitamin sudah meningkat 8.5 % yoy sebagaimana disampaikan Herry Triyatno, Direktur Keuangan PT indofarma Tbk. Namun, pertumbuhan penjualan multivitamin Indofarma belum seberapa jika dibandingkan dengan PT Hexpharm jaya Laboratories, anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), yang mencatatkan pertumbuhan penjualan multivitamin sebesar 150% yoy. Hingga tutup tahun 2020 nanti Hexpharm memproyeksikan penjualan multivitamin bakal tumbuh dua kali lipat ketimbang semester pertama seperti di tuturkan Mulia Lie Presiden Direktur PT Hexpharm jaya Laboratories.

Prospek sehat bisnis multivitamin tidak serta-merta bisa menjadi tulang punggung bisnis. Induk usaha Hexpharm yakni Kalbe Farma, hanya menyatakan akan mencurahkan lebih banyak sumber daya terhadap segmen bisnis multivitamin Hal ini sebagaimana di konfirmasi Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) juga sedang menjajaki kerjasama maklun multivitamin dengan calon pelanggan perusahaan farmasi. Mereka mengakui ada kenaikan penjualan produk terkat dengan Covid-19.

Sementara itu hasil survei dan riset MarkPlus inc menyebutkan produk kesehatan dan produk herbal paling banyak dicari selama pandemi Covid-19 dengan kenaikan pembelian 5,9%. Sebelum ada Covid-19 hanya 32,7% responden yang mengonsumsi produk kesehatan itu pun sekali dalam seminggu. Namun setelah pandemi berlangsung meningkat menjadi 44,4% responden mengonsumsi produk tersebut setiap hari, terang Dini Bonafitria, Senior Business Analyst arxius dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable Sektor Farmasi.

Download Aplikasi Labirin :