;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Rasio Imbal Hasil Bank Serentak Mengalami Penurunan

HR1 27 Feb 2025 Kontan
Tingkat return on equity (ROE) perbankan di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2024, menunjukkan menurunnya kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi satu dari sedikit bank yang mencatat peningkatan ROE, dari 23,5% di 2023 menjadi 24,6% di 2024, didorong oleh pertumbuhan kredit 13,71% dan efisiensi operasional. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menegaskan bahwa pertumbuhan ROE BCA ditopang oleh profitabilitas tinggi, kredit berkualitas, dan efisiensi biaya.

Sebaliknya, beberapa bank besar mengalami penurunan ROE, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang turun dari 27,31% menjadi 24,19%, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalami penurunan dari 16,84% menjadi 15,81%. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih mencatat peningkatan tipis dari 18,25% menjadi 18,40%.

Di kelompok KBMI 3, mayoritas bank mengalami penurunan ROE, kecuali PT Bank Permata Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang berhasil mencatat kenaikan. Trioksa Siahaan, Senior Vice President LPPI, menjelaskan bahwa penurunan ROE disebabkan oleh meningkatnya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), yang dipicu oleh melemahnya daya beli, risiko kredit macet (NPL), serta ketatnya likuiditas bank.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga mengalami penurunan ROE dari 15,02% di 2023 menjadi 14,34% di 2024, seiring dengan kontraksi net interest margin (NIM) dari 4,40% menjadi 4,09%. Namun, Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menegaskan bahwa fundamental bisnis bank masih sehat, dengan pertumbuhan kredit 8%, DPK 10,5%, dan CASA 14%. Ia optimistis ROE bisa tetap dijaga di kisaran 14%-15%.

Penurunan ROE di sektor perbankan dipengaruhi oleh tantangan likuiditas, kenaikan CKPN, dan perlambatan ekspansi kredit. Untuk menjaga profitabilitas, bank perlu fokus pada efisiensi operasional dan ekspansi kredit yang lebih selektif.

OJK Perhatikan Kinerja BUMN

KT1 26 Feb 2025 Investor Daily (H)
OJK menyambut baik inisiatif pemerintah meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Langkah tersebut dinilai untuk mendukung pengelolaan BUMN yang lebih komprehensif guna meningkatkan investasi dalam negeri daan memperkuat perekonomian nasional yang berkelanjutan.  Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae juga memastikan ketiga bank BUMN yang dikonsolidasikan oleh BPI Danantara memiliki kinerja yang baik dan berkontribusi positif terhadap perekonomian. Pihaknya pun meminta bank untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat. Ini tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), laba bersih dan kredit posisi Desember 2024 yang seluruhnya membukukan kenaikan positif dengan kualitas yang terjaga baik, permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, sehingga sustainability kinerja ke depan juga dapat diperkirakan terjaga dengan baik. Pada 2025, bank BUMN akan fokus mempertahankan fundamental yang sehat dan menciptakan kinerja yang berkelanjutan.  "Dengan strategi yang terarah, inovasi digital, serta pengelolaan risiko yang prudent, bank BUMN optimis dapat menjaga pertumbuhan yang stabil di tengah dinamika kondisi perekonomian global sebagai pilar utama sektor perekonomian nasional," papar Dian. (Yetede)

Moment Tepat Peluncuran Bank Emas

KT1 26 Feb 2025 Investor Daily (H)

Ditengah tingginya animo masyarakat berinvestasi logam mulia emas, pemerintah resmi meluncurkan bank emas atau bullion bank hari ini. Hadirnya Bullion bank dinilai tepat waktu, mengingat harga emas global terus mengkilap didorong ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya permintaan aset lindungi nilai. Pada Selasa (25/2/2025), harga logam mulia emas tembus Rp 1,7 juta per gram, naik 13% dibandingkan dengan akhir tahun 2024 atau secara year to date (ytd). Saat ini, terdapat dua lembaga jasa keuangan (LJK) yang akan menjalankan kegiatan usaha bulion bank, yakni PT penggadaian yang merupakan anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Kemudian, PT Bank Syariah Indonesia (BS(), kedua LJK ini telah mendapatkan lisensi dari OJK. LJK bank emas juga akan berada di bawah pengawasan OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, segala persiapam peluncuran bank emas telah dimatangkan. "Mudah-mudahan nggak akan ada masalah sama sekali, kalau saya lihat persiapan sudah sangat baik dan apa yang dicita-citakan betul-betul tercapai pengelolaan aset emas kita secara lebih baik lagi," kata Dian. Ke depan, prospek bisnis bullion bank diperkirakan semakin baik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, usaha bullion dapat memaksimalkan added value dari sumber daya emas yang dimiliki masyarakat. Pengembangan usaha bullion akan memberikan keuntungan bagi pihak ketiga, yaitu pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha, serta LJK. (Yetede)

Persaingan Bunga Deposito: Berburu Tawaran Terbaik

HR1 26 Feb 2025 Kontan
Bunga deposito bank digital di Indonesia masih bertahan di level tinggi karena ketatnya kondisi likuiditas perbankan, meskipun Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% di awal tahun. Bank digital perlu menawarkan bunga tinggi untuk menarik dana pihak ketiga (DPK) agar tetap kompetitif dengan bank besar.

Indra Utoyo, Direktur Utama Allo Bank (BBHI), menyatakan bahwa banknya masih mempertahankan suku bunga deposito hingga 7,5% per tahun karena kondisi likuiditas yang masih ketat serta pertumbuhan kredit digital yang tinggi. Sementara itu, Bank Jago (ARTO) menawarkan bunga 5%-6%, naik dari sebelumnya 4,25%-5,25%. Tjit Siat Fun, Direktur Kepatuhan & Sekretaris Perusahaan Bank Jago, menegaskan bahwa faktor suku bunga bukan satu-satunya pertimbangan nasabah dalam memilih produk perbankan.

Rustarti Suri Pertiwi, Direktur Keuangan Bank Raya (AGRO), mengungkapkan bahwa banknya juga terus mengevaluasi suku bunga berdasarkan kondisi likuiditas dan industri. Saat ini, Bank Raya menawarkan bunga deposito hingga 6% melalui produk Saku Jaga. Dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,4% dan liquidity coverage ratio 224,6% per Desember 2024, likuiditas bank ini masih terjaga dengan baik.

Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama SeaBank Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya belum berencana menyesuaikan bunga deposito, yang saat ini maksimal 6%, dan akan terus memantau perkembangan ekonomi sebelum mengambil keputusan.

Selain itu, beberapa bank digital lainnya juga menawarkan bunga deposito tinggi, seperti Bank Amar (5%-9%), Krom Bank (hingga 8,75%), Bank Neo Commerce (5%-8%), dan Superbank (6%-7,5%).

Bank digital masih mempertahankan bunga deposito tinggi demi menjaga likuiditas dan daya saing, meskipun industri perbankan tengah menghadapi tantangan ekonomi dan kebijakan moneter yang lebih longgar.

Investor Asing Tarik Dana Rp 3,47 Triliun Sehari Pasca Peluncuran Danantara

KT1 25 Feb 2025 Tempo
 Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih bergerak melemah pada perdagangan Selasa, 25 Februari 2025. Hingga pukul 10.07 WIB, indeks diperkirakan masih berada di bawah rata-rata pergerakan 20 hari terakhir (MA20), dengan indikator Relative Strength Index (RSI) yang menurun dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang menunjukkan tren melambat. Menurut Analis Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi, IHSG diprediksi bergerak dalam rentang support di level 6.640 dan resistance di 6.832 hingga penutupan hari ini. Audi menyebut pelemahan IHSG tidak lepas dari beberapa sentimen global dan domestik yang membayangi pasar. 

Di sektor domestik, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan dari aliran dana keluar (capital outflow) yang cukup besar. "Dalam satu hari kemarin, terjadi outflow sebesar Rp 3,47 triliun, yang mengindikasikan bahwa investor asing masih melakukan pergeseran aset ke instrumen yang lebih aman (low risk and safe havens)," kata Audi saat dihubungi, Selasa, 25 Februari 2025.  Fenomena itu, kata dia, berkaitan dengan peluncuran Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara pada 24 Februari 2025. Dia menyebut peluncuran Danantara masih memunculkan pertanyaan di kalangan investor mengenai transparansi dan tata kelolanya.

Dengan kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian, investor diperkirakan tetap berhati-hati dalam mengambil posisi. "Selama belum ada kejelasan mengenai arah kebijakan ekonomi global dan mekanisme pengelolaan SWF Danantara, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan," ujar Audi. Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Bukalapak Dapat Angin Segar di Tengah Isu Akuisisi Temu Faktor lain yang mempengaruhi melemahnya pergerakan IHSG ialah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif resiprokal yang digulirkan kembali oleh mantan Presiden AS Donald Trump.  "Pasar khawatir kebijakan ini akan memicu inflasi dan memperlambat ekonomi global," ujar dia. Ia juga mencatat bahwa beberapa bank sentral, seperti Bank of Korea (BoK), telah memangkas suku bunga dan menurunkan target pertumbuhan PDB sebagai respons terhadap dampak kebijakan tersebut. (Yetede)

Setelah Danantara Berdiri Mengapa Saham BUMN Melemah

KT1 25 Feb 2025 Tempo
PELUNCURAN resmi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara pada Senin pagi, 24 Februari 2025, belum memikat kepercayaan investor. Harga mayoritas saham badan usaha milik negara (BUMN) justru turun setelah Danantara diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Dari tiga bank milik BUMN yang asetnya bakal dikelola Danantara, hanya satu yang nilainya meningkat.  Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup turun 2,33 persen atau 100 poin di level 4.200 pada perdagangan kemarin. Saham BBNI melanjutkan tren pelemahan yang dalam sebulan terakhir merosot 8,89 persen atau 410 poin. 

Begitu pula saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang turun 0,99 persen atau 50 poin ke level 5.025. Dalam sebulan terakhir, emiten ini anjlok 17,96 persen atau 1.100 poin.  Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pun mengalami koreksi sebesar 1,89 persen atau 50 poin ke level 2.600. Hanya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 0,77 persen atau 30 poin ke level 3.920. Meskipun dalam sebulan terakhir saham BBRI masih terkoreksi 6,44 persen atau 270 poin. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan respons pasar cenderung beragam terhadap peluncuran Danantara. “Ada beberapa moral hazard yang menjadi kekhawatiran pasar,” ujarnya kepada Tempo, Senin, 24 Februari 2025. 

Oktavianus menekankan bahwa investor sangat memperhatikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMN. Jika tata kelola di Danantara kurang kuat, kepercayaan investor bisa turun dan berdampak negatif pada harga saham. Khususnya ihwal penggunaan dividen yang dikhawatirkan membatasi ruang gerak emiten itu karena penggunaannya akan menyasar lebih dari 20 megaproyek.  Berdasarkan Undang-Undang BUMN, Danantara bertugas mengelola dividen BUMN. Danantara akan mengelola dividen holding investasi, dividen holding operasional, dan dividen BUMN. Danantara juga berwenang mengatur penyertaan modal BUMN dari dividen, membentuk holding investasi dan operasional bersama menteri, serta menyetujui penghapusan aset BUMN yang diusulkan holding. (Yetede)


Menghadapi Risiko di Bawah Kepemimpinan Danantara

HR1 25 Feb 2025 Kontan
Lembaga pengelola investasi negara, Daya Anagata Nusantara (Danantara), telah resmi diluncurkan, dan keberadaannya menimbulkan kekhawatiran terkait pengelolaan tiga bank BUMN yang berada di bawah pengawasannya, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Mandiri (BMRI).

Namun, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menegaskan bahwa nasabah tidak perlu khawatir, karena Danantara hanya mengelola dividen BUMN, bukan dana pihak ketiga (DPK) bank. Direktur Utama BRI Sunarso juga optimistis bahwa kehadiran Danantara akan memberi fleksibilitas lebih bagi BRI, terutama melalui penerapan business judgement rule, yang memungkinkan direksi mengambil keputusan bisnis tanpa beban tanggung jawab hukum jika terjadi kerugian.

Dari sisi pengawasan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjamin bahwa operasional bank BUMN tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham dan harus mematuhi prinsip prudential banking. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan pengelolaan bank BUMN tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Bank BUMN Memastikan Tata Kelola Terjaga

KT3 24 Feb 2025 Kompas

Beberapa bankir menanggapi isu yang mencuat di media sosial terkait gerakan tarik dana dari bank BUMN. Mereka memastikan tata kelola perseroan terjaga dengan baik di tengah keraguan publik terhadap kelanjutan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Sepekan terakhir, jagat maya diramaikan ”imbauan” netizen yang menyerukan aksi tarik dana dari bank BUMN. Hal ini utamanya terkait dengan kepastian berjalannya Danantara. Menanggapi hal itu, Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Jimmy Ardianto memastikan, semua bank yang resmi beroperasi di Indonesia, baik bank BUMN, bank swasta, bank daerah, maupun semua bank perekonomian rakyat (BPR)/BPR syariah, diawasi OJK sekaligus menjadi peserta penjaminan LPS.

”LPS bersama regulator lainnya, yaitu OJK, BI dan pemerintah, senantiasa menjaga stabilitas sistem perbankan untuk mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Program penjaminan simpanan adalah amanat dari undang-undang yang dilaksanakan oleh LPS untuk memberikan rasa aman kepada semua nasabah bank di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas, Sabtu (22/2). Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Okki Rushartomo mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu yang berkembang dengan banyaknya komentar yang kontra produktif di media sosial terkait seruan menarik dana massal dari bank BUMN. ”Kami berkomitmen untuk mengedepankan prinsip tata kelola yang baik atau good corporate governance. Operasi bisnis BNI diawasi ketat oleh regulator, yakni Bank Indonesia dan OJK, juga BNI merupakan peserta LPS,” kata Okki dalam siaran pers, Sabtu. (Yoga)


Profil 7 BUMN yang Dikabarkan Masuk Danantara

KT1 24 Feb 2025 Tempo
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, hari ini, Senin, 24 Februari 2025. Prabowo mengatakan Danantara merupakan instrumen yang dapat mengoptimalkan badan usaha milik negara (BUMN). “Danantara Indonesia akan menjadi salah satu dana, kekayaan, atau sovereign wealth fund (SWF) negara terbesar di dunia. Danantara Indonesia adalah solusi strategis dan efisien dalam mengoptimalkan badan usaha milik negara,” kata Prabowo, seperti dipantau dari akun YouTube Sekretariat Presiden.  Sebelumnya, Kepala BPI Danantara Muliaman Darmansyah Hadad menyatakan akan memanggil tujuh BUMN yang disebut bakal masuk ke dalam SWF atau dana investasi pemerintah baru itu. Namun, lanjut dia, tak ada banyak agenda dalam pertemuan awal tersebut.  “Tentu saja dengan semuanya yang tujuh (BUMN), yang akan diserahkan ke Danantara lebih banyak perkenalan,” kata Muliaman saat dijumpai di kantornya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 19 November 2024. Adapun tujuh BUMN yang dimaksud, diperkirakan adalah PT Pertamina (Persero), Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT PLN (Persero),  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Yetede)


Bahaya Bagi Masyarakat Luas Penarikan Simpanan di Bank BUMN

KT1 24 Feb 2025 Investor Daily (H)
Baru-baru ini, ajakan untuk melakukan penarikan uang secara masal di bank-bank milik negara (BUMN) ramai beredar di media sosial. Ajakan tersebut muncul sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah karena kurangnya transparansi. Namun, para ekonom dan pengamat mengingatkan bahwa tindakan justru dapat membahayakan stabilitas perekonomian nasional dan merugikan masyarakat luas. Manurutnya, ajakan penarikan dana yang disebarkan tanpa dasar yang jelas dinilai sebagai bentuk protes yang tidak tepat sasaran. Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Mudihutomo mengatakan bahwa seruan untuk menarik sana dari bank BUMN sebagai bentuk protes terhadap BPI Danantara sebenarnya kurang tepat. "Karena Danantara tidak mengelola  dana nasabah secara langsung, melainkan  berfokus pada pengelolaan  aset negara dan investasi strategis," tutur Arianto kepada Investor Daily. Menurut dia, bank-bank BUMN tetap beroperasi sebagai entitas perbankan yang tunduk pada regulasi dan mekanisme keuangan yang ada, termasuk perlindungan dana nasabah melalui LPS. "Oleh karena itu, kekhawatiran bahwa Danantara akan menguasai tabungan masyarakat secara langsung tidak memiliki dasar yang kuat, sehingga ajakan untuk memindahkan dana ke bank swasta lebih bersifat emosional daripada berbasis analisis keuangan yang objektif. (Yetede)