;

Persaingan Bunga Deposito: Berburu Tawaran Terbaik

Ekonomi Hairul Rizal 26 Feb 2025 Kontan
Persaingan Bunga Deposito: Berburu Tawaran Terbaik
Bunga deposito bank digital di Indonesia masih bertahan di level tinggi karena ketatnya kondisi likuiditas perbankan, meskipun Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% di awal tahun. Bank digital perlu menawarkan bunga tinggi untuk menarik dana pihak ketiga (DPK) agar tetap kompetitif dengan bank besar.

Indra Utoyo, Direktur Utama Allo Bank (BBHI), menyatakan bahwa banknya masih mempertahankan suku bunga deposito hingga 7,5% per tahun karena kondisi likuiditas yang masih ketat serta pertumbuhan kredit digital yang tinggi. Sementara itu, Bank Jago (ARTO) menawarkan bunga 5%-6%, naik dari sebelumnya 4,25%-5,25%. Tjit Siat Fun, Direktur Kepatuhan & Sekretaris Perusahaan Bank Jago, menegaskan bahwa faktor suku bunga bukan satu-satunya pertimbangan nasabah dalam memilih produk perbankan.

Rustarti Suri Pertiwi, Direktur Keuangan Bank Raya (AGRO), mengungkapkan bahwa banknya juga terus mengevaluasi suku bunga berdasarkan kondisi likuiditas dan industri. Saat ini, Bank Raya menawarkan bunga deposito hingga 6% melalui produk Saku Jaga. Dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,4% dan liquidity coverage ratio 224,6% per Desember 2024, likuiditas bank ini masih terjaga dengan baik.

Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama SeaBank Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya belum berencana menyesuaikan bunga deposito, yang saat ini maksimal 6%, dan akan terus memantau perkembangan ekonomi sebelum mengambil keputusan.

Selain itu, beberapa bank digital lainnya juga menawarkan bunga deposito tinggi, seperti Bank Amar (5%-9%), Krom Bank (hingga 8,75%), Bank Neo Commerce (5%-8%), dan Superbank (6%-7,5%).

Bank digital masih mempertahankan bunga deposito tinggi demi menjaga likuiditas dan daya saing, meskipun industri perbankan tengah menghadapi tantangan ekonomi dan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Download Aplikasi Labirin :