Perbankan
( 2293 )Menyusutnya Laba Bank Papan Atas
Awal tahun ini, kuartet bank papan atas di Indonesia mengantongi laba bersih secara bank only sebesar Rp 12,37 triliun. Nilai tersebut melorot 15,27% dibanding laba bersih Januari 2024 yang mencapai Rp 14,6 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengantongi laba bersih secara bank only senilai Rp 2,01 trilun per Januari 2025. Dibanding periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,82 triliun, laba bank yang fokus pada wong cilik ini turun 58,3% secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan laba bersih BRI juga disebabkan karena perseroan mengalokasikan pencadangan yang tinggi di awal tahun, di mana kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) naik 188,72% dari Januari 2024 sebesar Rp 1,95 triliun menjadi Rp 5,63 triliun per Januari 2025.
"Di Januari ini memang laba kurang bagus, tapi ini hanya karena front-loading CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai). Sedangkan PPOP (pre provision operating profit/laba operasional sebelum pencadangan) masih tumbuh 6% dan akan terus naik," beber Dirut BRI Sunarso, Jumat (28/2/2025). Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi jawara perolehan laba bersih secara bank only per Januari 2025. BCA berhasil mengantongi Rp 4,73 triliun, tumbuh 5,82% (yoy), didukung dengan NII yang juga naik 6,69% (yoy) menjadi Rp 6,7 triliun diawal tahun.
Sama halnya dengan BRI, BBCA juga meningkatkan alokasi pencadangannya di awal tahun, Rp 568,28 miliar, melesat 204,27% dibandingkan Rp 186,77 miliar pada Januari 2024. “Tahun ini agak berat danharus ada receive yang memadai,"ujar Presdir BCA, Jahja Setiaatmadja. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi bank dengan pertumbuhan laba tertinggi. Perseroan mencetak laba bersih Rp 1,63 triliun, tumbuh 10,13% (yoy). Kenaikan tersebut dibarengi pertumbuhan kredit 10,28% (yoy) menjadi Rp 749,82 triliun, sertaNII yang naik 1,6% (yoy) menjadi Rp 3.17 triliun. (Yetede)
Kenaikan Dana Murah Diincar BCA Syariah
PT Bank BCA Syariah meraih pertumbuhan positif pada semua indikator kinerja finansial di 2024. Profitabilitas perusahaan tercermin pada perolehan laba yang meningkat 19,5% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 183,7 miliar yang ditopang oleh peningkatan pembiayaan yang berkualitas. Presdir BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum menyampaikan, pertumbuhan yang solid ini didorong kemampuan perusahaan untuk mengakselerasi teknologi dan adaptasi layanan yang didukung pengelolaan SDM dan manajemen risiko yang baik. Sementara fungsi intermediasi ditunjukkan dari financing deposit ratio (FDR) pada 81,3% yang mencerminkan aktivitas penghimpunan dan penyaluran pembiayaan yang berimbang.
Per Desember 2024, aset BCA Syariah tumbuh 15% (yoy) mencapai Rp 16,6 triliun didukung pertumbuhan DPK di semua produk baik tabungan, giro, maupun deposito. Hal ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk menabung di BCA Syariah. Pertumbuhan DPK sebesar 20,3% (yoy) mencapai Rp 13,2 triliun, ditopang dari tabungan yang naik 17,9% (yoy) dan giro 21% (yoy) menjadikan perolehan dana murah (current account saving account/CASA) tumbuh sebesar 19,4% (yoy). BCASyariah mampu menjaga komposisi CASA pada 2024 sebesar 37,8% terhadap total DPK. BCASyariah jugameluncurkan newmobile banking BSyapada Agustus 2024 sebagai salah satu inisiatifstrategis dalam menghimpun CASA. (Yetede)
Deflasi Bisa Terpotensi Di Bulan Februari 2025
OJK Mendorong Indonesia Harus Jadi Pemain Produk Halal Global
Tumbuh 19,5 Persen, BCA Syariah Torehkan Laba Rp 183,7 Miliar
Gelombang PHK dan Tutupnya Sejumlah Pabrik
Devisa Terjaga dengan Ekosistem Emas Lengkap
Ekosistem bank emas yang diresmikan Presiden Prabowo, Rabu (26/2) ditujukan untuk menghemat devisa dan meningkatkan stabilitas negara. Pemerintah menjamin sistem keuangan bank emas aman. Presiden Prabowo meresmikan layanan bank emas di Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia dari The Gade Tower, Jakarta, Rabu. Presiden Prabowo menjelaskan, sepanjang Februari 2025 sudah dilakukan beberapa kebijakan strategis untuk menuju kemajuan ekonomi dan kemandirian Indonesia. Pertama, pengumuman kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui kewajiban simpanan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri pada 17 Februari lalu.
Langkah yang akan berlaku di Indonesia mulai 1 Maret 2025 ini sudah banyak diterapkan negara lain. Dengan kewajiban menyimpan DHE sumber daya alam mulai Maret 2025, diperkirakan ada tambahan devisa senilai 80 miliar USD di tahun 2025. Langkah kedua adalah peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang akan mengelola total aset senilai 900 miliar USD. Danantara, disebut Prabowo, akan memungkinkan Indonesia mempercepat pembangunan industri hilirisasi secara signifikan.
”Ternyata kekayaan kita besar, potensi kita besar. Pengelolaan kita harus lebih cerdas, lebih teliti, lebih hati-hati, dan transparan,” kata Presiden. Kini, layanan bank emas diresmikan. Hal ini disebut Presiden sebagai pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan cadangan emas nomor enam sedunia sudah selayaknya memperbaiki ekosistem emasnya. ”Kita harap ini mempercepat tabungan emas dan meningkatkan cadangan emas kita,” kata Presiden. Selain itu, menurut Prabowo, pembenahan ekosistem emas di dalam negeri diharapkan mampu meningkatkan produk domestik bruto Indonesia sampai Rp 204 triliun dan membuka 1,8 juta lapangan kerja baru. (Yoga)
Satu lagi Instansi Berdiri, Bullion Bank
Usaha Untuk Menuju Kemandirian Pertumbuhan Ekonomi
Bank Perketat Kredit Channeling ke Fintech Lending
Pilihan Editor
-
Sistem Pangan Harus Berbasis Keberagaman Lokal
31 Dec 2021 -
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021









