Perbankan
( 2293 )Kredit Kian Melandai, Bank Mulai Revisi RBB
JAKARTA,ID-Sejalan dengan pertumbuhan kredit industri perbankan yang tumbuh melambat pada April 2023, sejumlah bank disebut telah menyesuaikan target rencana bisnis bank (RBB). Setidaknya, hingga akhir tahun ini kredit perbankan masih bisa tumbuh 10% secara tahunan (year on year/yoy). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae memaparkan, hingga April 2023 kredit yang telah disalurkan perbankan senilai Rp 6.464 triliun, meningkat 9,93% (yoy) dan dibandingkan Desember 2022 sebesar 11,35% yoy. "Sampai saat ini kami di OJK ada beberapa bank lakukan penyesuaian RBB, meskipun bank masih optimis secara agregat tumbuh 10% tahun ini," ujar Dian dalam konferensi persnya. OJK pun memberikan dukungan penyaluran kredit pebankan melalu berbagai kebijakan, salah satunya perpanjangan restrukturisasi kredit akibat Covid-19 secara targeted dan menerbitkan aturan yang diperlukan. Bank diharapkan terus melakukan evaluasi dan adaptasi terkait pertumbuhannya pasca pandemi Covid-19. (Yetede)
OJK Tetap Optimistis Kredit Tumbuh Dua Digit
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kredit perbankan tahun ini bisa tumbuh 10%. Kendati begitu, lajunya semakin melandai sepanjang tahun berjalan ini.
Per April 2023, kredit perbankan hanya tumbuh 8,08%, semakin menyusut dari awal tahun. Kredit pada Januari masih tumbuh 10,53%, lalu meningkat 10,64% pada Februari dan melandai menjadi hanya naik 9,93% pada Maret.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, beberapa bank memang sudah ada yang melaporkan melakukan revisi target kredit dalam rencana bisnis bank (RBB) mereka tahun ini. Namun, perbankan secara agregat masih optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan kredit 10%.
Menurut Dian, optimistisme didorong kondisi ekonomi domestik yang relatif sudah pulih dan adanya persiapan Pemilu 2024 yang umumnya dapat mendorong konsumsi.
Dari kacamata OJK, melandainya laju kredit perbankan pada April hanya karena siklus musiman saja. Dian menyebut, pertumbuhan kredit di April secara historikal memang selalu turun dibanding bulan sebelumnya, kecuali pada tahun 2022.
Tapi Dian juga mengakui permintaan kredit masih tumbuh terbatas. Selain itu, pencabutan berbagai stimulus Covid-19 juga berpengaruh.
Karena itu, belum semua bank berniat merevisi target. Bank Central Asia (BCA) misalnya, masih mempertahankan target penyaluran kredit 10%-12% tahun ini. EVP
Corporate Communication and Social Responsibility
BCA Hera F. Haryn mengatakan, bank akan mengkaji peluang penyaluran kredit di berbagai sektor secara hati-hati.
KIPRAH BANK BPD BALI : Gencarkan KKI untuk Pemda dan Penggunaan QRIS Cross Border
Bank BPD Bali terus mengenjot digitalisasi keuangan di daerah dengan memperluas sebaran merchant QRIS dan memfasilitasi kartu kredit pemerintah daerah (KKPD) untuk belanja Pemda di seluruh Bali.Kartu kredit untuk pemerintah daerah yang disediakan oleh Bank BPD Bali mulai diuji coba di dua Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali. Secara resmi Bank BPD Bali meluncurkan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pemerintah daerah pada Jumat (2/6) bersamaan dengan pelaksanaan Bali Digital Festival di Art Center, Denpasar. Se lanjutnya implementasi kartu kre dit ini berlaku di seluruh OPD di Pemprov Bali serta juga OPD di tingkat kabupaten, BPD Bali menargetkan pada 2024 seluruh OPD sudah menggunakan kartu kredit.Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menjelaskan penggunaan kartu kredit pemerintah akan memudahkan OPD melakukan belanja sesuai dengan anggaran yang sudah dialokasikan, Pemda akan lebih cepat kepada rekanan mereka sehingga rekanan tidak perlu menunggu terlalu lama karena ditalangi terlebih dahulu melalui kartu kredit pemerintah.
Kartu kredit ini dirancang dengan fitur-fitur keamanan untuk me lin dung i transaksi dan menjaga kerahasiaan informasi, kemudahan penggunaan yaitu melalui kanal mobile banking khusus transaksi QRIS, serta menuju pengembangan yaitu dengan menggunakan kar tu kredit fisik serta dengan online payment.Gubernur Bali, Wayan Koster men jelaskan digitalisasi pemerintah daerah termasuk didalamnya digitalisasi keuangan dengan penggunaan kartu kredit pemerin tah daerah dijadikan sebagai instrumen penyelenggaraan pemerintah di seluruh Bali. “Penggunaan kartu kredit kami dorong sebagai instrumen penye lenggaraan pemerintah di seluruh Bali,” jelas Koster.Sementara itu, Bank BPD Bali juga terus melakukan perluasan implementasi QRIS, terutama di pasar tradisional yang mayoritas diisi oleh UMKM.
Bank BPD Bali juga menjadi bank daerah pelopor penggunaan QRIS Cross Border atau QR lintas negara. Saat ini QRIS Bank BPD Bali sudah terintegrasi dengan QR Malaysia dan Thailand, sehingga wisatawan dua negara tersebut bisa bertransaksi di Bali tanpa harus melakukan penukaran uang.
Kami Memiliki 4 Strategi Memaksakan Hasil Digitalisasi
Digitalisasi sepertinya sudah tak terbendung masuk ke segala sisi kehidupan manusia, termasuk ekonomi, tak terkecuali di industri perbankan. Melalui digitalisasi ini, hampir semua layanan perbankan sekarang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, asal tersedia sinyal internet. Ini artinya layanan tak lagi terikat oleh ruang dan waktu. Berbagai upayapun dilakukan oleh banyak bank di tanah Air untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas digital mereka, baik secara organik maupun anorganik seperti mengakuisisi bank lain guna disulap menjadi bank digital. Ini pula yang dilakukan PT Bank Negara Indonseia (persero) Tbk atau BNI agar tak ketinggalan kereta dalam menjemput manfaat dan peluang perkembangan digitalisasi. Sekitar setahun lalu, BNI mengakuisisi 63,92% saham PT Bank Mayora yang per 24 Mei 2023 silam namanya resmi diganti menjadi PT Hibank Indonesia (Hibank). Pilihan nama itu tidak lepas dari visi perseroan untuk menjadikan anak usaha baru ini menjadi bank digital yang membumi, sederhana, bersahabat, dan solutif bagi UMKM. Untuk mengetahui lebih jauh langkah dan upaya yang sudah dan akan dilakukan BNI terkait proyek digitalisasi perbankan perseroan, wartawan BTV Pudja Lestari mewawancarai Direktur Utama BNI Royke Tumilar di Jakarta, pekan lalu. Hasil wawancara dijadwalkan juga tayang di program Berita Satu Spesial BTV, Senin (05/06/2023). (Yetede)
KINERJA PERBANKAN : MOMENTUM KEREK NAIK PORSI KREDIT KORPORASI
Industri perbankan diselimuti optimisme untuk mengerek rasio penyaluran kredit sektor korporasi seiring dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi dan kebijakan suku bunga acuan bank sentral. Rasio pembiayaan korporasi memang lebih kecil dibandingkan dengan sektor ritel, tetapi memiliki peluang ditingkatkan. Sejumlah bank seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI hingga PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) gencar menyalurkan kredit kepada nasabah korporasi di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 tahun ini. Sejumlah perbankan cukup gencar menyalurkan pembiayaan atau kredit kepada nasabah korporasi di tengah pemulihan ekonomi pascaberakhirnya pandemiCovid-19. Berbagai faktor pendukung di antaranya situasi ekonomi yang kian membaik tecermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I/2023 sebesar 5,03% dan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang ditahan 5,75% sejak Februari, menjadi suntikan tenaga agar penyaluran kredit terus meningkat. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) misalnya, sedang menggenjot pembiayaan untuk segmen korporasi secara syariah di Indonesia tahun ini. Per kuartal I/2023, total pembiayaan korporasi yang telah tersalurkan sebesar Rp58,1 triliun, naik 17,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Zaidan Novari mengatakan pembiayaan korporasi di BSI ini didominasi oleh sektor konstruksi dan infrastruktur, sektor ketenagalistrikan, sektor manufaktur, sektor agrobased, hingga sektor jasa kesehatan.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi juga mengatakan tahun ini BSI berupaya meningkatkan porsi pembiayaan korporasinya. Saat ini, nasabah wholesale termasuk korporasi masih kalah dibandingkan dengan nasabah ritel dengan perbandingan porsi masing-masing 30% nasabah wholesale dan 70% nasabah ritel. PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) juga gencar menyalurkan kredit korporasi tahun ini. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan optimistis permintaan kredit korporasi akan tumbuh pesat pada keseluruhan tahun ini. “Kami melihat animo masih tetap sama,” katanya kepada Bisnis, Senin (22/5). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI juga gencar menyalurkan kredit korporasi tahun ini. Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan BNI memang secara konsisten melanjutkan strategi penyaluran kredit pada segmen-segmen prioritas, yaitu kepada debitur top tier mulai dari segmen korporasi dan turunan bisnisnya. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memang bukan bank yang berfokus menyasar pasar kredit korporasi. Namun, penyaluran kredit pada segmen korporasi di BRI naik 10,37% YoY menjadi Rp190,5 trilliun pada kuartal I/2023. Corporate Secretary Aestika Oryza Gunarto mengatakan BRI menjalankan strategi pertumbuhan kredit segmen korporasi yang moderat.
Perdalam Pasar Keuangan, BI Dorong Transaksi Repo Antarbank
BI mendorong industri perbankan memperluas transaksi dengan perjanjian pembelian kembali atau repo. Tujuannya agar pasar keuangan makin berkembang, efektivitas transmisi kebijakan moneter meningkat, dan sistem keuangan stabil. Seiring itu, BI menginisiasi penandatanganan perjanjian induk repo antarbank (global master repo agreement (GMRA) di Jakarta, Senin (29/5). Penandatanganan tersebut diikuti 76 bank, terdiri dari 71 bank konvensional, 4 bank umum syariah, dan 1 unit usaha syariah. Total terdapat penandatanganan 246 kontrak perjanjian induk repo antarbank. Hal ini termasuk dalam inisiatif pengembangan repo pada 2023 yang difokuskan mendukung konsolidasi peserta operasi moneter dan pelaku pasar uang dengan klasifikasi primer. Penandatanganan simbolis ini disaksikan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dan Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Inarno Djajadi.
Destry mengatakan, pasar uang merupakan fondasi dari pendalaman pasar keuangan. Diperlukan pasar repo yang andal untuk menopang pasar keuangan dan pasar obligasi. ”Pengembangan repo tidak hanya memiliki dampak pada pengembangan pasar uang, tetapi juga pasar keuangan secara luas,” ujar Destry. Transaksi repo merupakan kontrak jual-beli efek (surat berharga yang bernilai, seperti surat utang, obligasi, dan saham) dengan janji beli atau jual kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Dengan pemberlakuan repo, pelaku pasar menjadi tertarik terjun ke pasar keuangan karena transaksinya lebih terjamin dengan adanya perjanjian repo. Nilai rata-rata harian transaksi repo dan jumlah pelakunya terus bertambah. Sejak awal tahun hingga saat ini rata-rata harian transaksi repo mencapai Rp 11,4 triliun, meningkat 57% dibandingkan rata-rata harian 2022. (Yoga)
Perkuat Literasi Digital Masyarakat, BRImo Catatkan Volume Transaksi Rp 1.210 Triliun Hingga April 2023
Edukasi Literasi Keuangan terus digaungkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, terlebih di era pada saat ini dimana perubahan pola transaksi masyarakat telah terjadi secara masif, dari semula dilakukan oleh masyarakat secara konvensional kini beralih menjadi transaksi dengan menggunakan platfrom digital. Hal tersebut ditunjukkan dari peningkatan transaksi pada super apps yang dimiliki BRI, BRImo. Keberhasilan peningkatan transaksi secara massif tersebut terlihat dari volume transaksi yang mencapai Rp 1.201 triliun dalam 4 bulan pertama tahun 2023 atau per April 2023. Jumlah ini naik 77% year-on-year (yoy) jika dibandingkan dengan posisi April 2022 sebesar Rp 678,9 triliun. Literasi digital dan kemudahan transaksi terus diberikan oleh BRI melalui super apps-nya
18 Bank Sabet Predikat Bank Terbaik 2023
JAKARTA, ID - Di tengah kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi dan finansial global, sejumlah bank mampu mencatatkan kinerja paling unggul di kelasnya masing-masing. Bank-bank unggulan ini berhasil mengeksekusi strategi sehingga mampu meredam dampak global, bahkan bisa tumbuh impresif. Bank-bank berkinerja unggul mengemuka dalam ajang Pemeringkatan Bank 2023 versi Investor Daily, media di bawah Grup B-Universe. Tim juri yang terdiri atas pengamat perbankan Soebowo Musa dan pengamat pasar modal Hans Kwee, telah menetapkan 18 pemenang bank terbaik berdasarkan kategori yang dibuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu POJK No 12/POJK.03/2021 tentang pengelompokan bank berdasar modal inti. Penghargaan kepada pemenang dilakukan secara daring, Jumat (26/05/2023). Selain bank-bank berkinerja terbaik, Tim Juri menganugerah kan penghargaan khusus kepada satu bank umum nasional karena dinilai konsisten dan paling sukses menjalankan transformasi digital. Di jajaran bank kasta teratas dengan modal inti di atas Rp 70 triliun (KBMI IV), PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) unggul sebagai “Top 3” Bank Terbaik 2023. (Yetede)
Sejalan Langkah Bank Sentral
JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rupiah dan valuta asing di bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Kebijakan ini sejalan dengan langkah Bank Indonesia yang tak mengubah suku bunga acuannya.
“Kami akan mengamati dengan teliti bagaimana perkembangan tingkat bunga di pasar dan tentunya akan sesuai dengan arah kebijakan bank sentral,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, kemarin, 26 Mei 2023. Dengan pertimbangan tersebut, LPS akan turut menaikkan tingkat bunga penjaminan bila BI menaikkan tingkat suku bunga.
Kamis lalu, Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate Mei 2023 sebesar 5,75 persen. Keputusan menahan suku bunga acuan ini konsisten dengan kebijakan moneter untuk memastikan inflasi inti terkendali di kisaran 3,01 plus minus 1 persen pada sisa 2023. (Yetede)
Transaksi Digital Perbankan Terus Bertumbuh
Head of Digital Banking, Branchless, and Partnership CIMB Niaga Lusiana Saleh, Jumat (26/5/2023), mengatakan, berbagai layanan digital CIMB Niaga terus bertumbuh, baik dari aplikasi perbankan Octo Mobile maupun layanan lainnya. Sampai dengan Desember 2022, total frekuensi transaksi digital perbankan CIMB Niaga mencapai 223 juta atau bertumbuh 67,5 persen secara tahunan. ”Masyarakat kian lekat dengan aplikasi dan layanan digital,” ujarnya. (Yoga)









