;
Tags

Nikel

( 208 )

BATERAI KENDARAAN LISTRIK : KILAU NIKEL BELUM MEMUDAR

HR1 24 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Baterai berbasis nickel manganese cobalt atau NMC diyakini masih dilirik oleh pelaku industri kendaraan listrik di tengah lesatan tren transisi energi di berbagai belahan dunia. Kemampuan menyimpan listrik yang dimiliki baterai berbasis nikel menjadi daya tarik utama. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebut baterai NMC memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan baterai berbasis lithium ferro-phosphate atau LFP yang selama ini hanya dijadikan sebagai alternatif. Baterai berbasis NMC juga diklaim jauh lebih efisien dibandingkan dengan material lainnya. Hal tersebut dinilai akan membuat nikel tetap menjadi komoditas utama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. 

“Baterai LFP itu density-nya tetap tidak bisa menandingi nickel-based. Baterai LFP akan membutuhkan ukuran yang lebih besar dibandingkan NMC, sehingga membuatnya tidak seefisien baterai berbasis nikel,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi, Selasa (23/1). Keunggulan baterai kendaraan listrik berbasis nikel tersebut, kata dia, membuat Tesla Inc. tetap menggunakan baterai NMC untuk mobil yang dipasarkan di Amerika Serikat. Alasannya, jarak tempuh lintasan di Amerika Serikat terbilang panjang, dan hanya bisa diatasi oleh baterai berbahan nikel. Kondisi berbeda terjadi di China, sehingga Tesla Inc. memutuskan untuk menggunakan baterai LFP untuk mobil yang dipasarkan di negara tersebut. 

Deputi Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Nurul Ichwan mengatakan bahwa investasi baterai NMC dan LFP di dalam negeri berpotensi tetap tumbuh hingga 2040. Nurul beralasan bahwa pertumbuhan jangka panjang itu didukung oleh perkembangan pasar kendaraan listrik yang masih baru saat ini. Untuk diketahui, pabrikan mobil listrik bahkan yang telah beredar di Indonesia, seperti Wuling Air Ev dan Binguo EV, termasuk tiga model BYD Atto, Seal, maupun Dolphin belakangan menggunakan baterai LFP. 

Di dalam negeri, nikel menjadi salah satu komoditas penting yang terus diupayakan pengembangannya oleh pemerintah. Sejumlah insentif dan kemudahan pun diberikan pemerintah agar penghiliran nikel bisa memberikan nilai tambah untuk Negara. Sayangnya, nikel menjadi komoditas logam dengan kinerja terburuk sepanjang 2023, dan pergerakan harganya berpotensi tidak cepat pulih dalam waktu dekat. Dalam sebagian besar kasus pelemahan harga, kekhawatiran mengenai pengetatan pasokan atau bahkan kekurangan pasokan nikel terbukti tidak berdasar atau mungkin terlalu dini. 

Namun, kekhawatiran tersebut terutama terjadi pada nikel, pasar yang telah dibanjiri dengan gelombang material baru dari produsen utama Indonesia. Pertumbuhan permintaan juga memudar. “Pasokan nikel terus meningkat. Namun, konsumsi tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan,” tulis analis Huatai Futures dalam catatan yang diposting di laman resminya. Goldman Sachs Group Inc. mengatakan dalam riset tanggal 18 Desember 2023 bahwa harga nikel akan mencapai US$10.000 per metrik ton dalam waktu 12 bulan.

Baterai Nikel Terancam Besi Fosfat Sebelum Debat

KT1 23 Jan 2024 Tempo
Karakter ramah lingkungan belakangan menjadi daya tarik baterai kendaraan listrik berbahan baku besi dan fosfat atau lithium ferro-phosphate (LFP). Teknologi itu muncul sebagai alternatif baterai yang selama ini terlalu mengandalkan nikel sebagai katoda, seperti lithium nickel manganese cobalt oxide (NMC) ataupun lithium nickel cobalt aluminium oxide (NCA). Perlahan tapi pasti, pemakaian LFP terus berkembang dan berpotensi menggerus dominasi baterai nikel yang stoknya suatu saat akan menipis.

Pakar otomotif sekaligus akademikus Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan baterai LFP naik daun karena diunggulkan dari sisi biaya, keamanan, serta umur pemakaiannya. Pamornya meningkat seiring dengan banyaknya masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh penambahan nikel dan kobalt untuk NMC. "Teknologi ini lepas dari penambangan material yang sering dikaitkan dengan masalah etika dan lingkungan," ucapnya kepada Tempo, kemarin.

Di antara jenis baterai lithium-ion, NMC selama ini menjadi yang paling populer karena bisa menampung energi yang besar, lengkap dengan kapasitas tegangan yang tinggi. Komposisi katoda yang seimbang—terdiri atas sepertiga nikel, sepertiga mangan, dan sepertiga kobalt—dinilai sebagai pengantar daya paling efektif untuk peralatan elektronik dan mobil listrik. Namun keunggulan ini mulai digeser LFP yang dipelopori BYD Auto Co Ltd, pabrikan otomotif asal Cina, sejak 2010. Alih-alih memakai nikel, pabrikan Negeri Tirai Bambu memilih bijih besi dan fosfat yang lebih mudah dicari. Keunggulan baterai berbasis besi yang tahan panas itu perlahan dikenalkan BYD kepada dunia. (Yetede)

Minim Dampak Ekonomi Penghiliran

KT1 23 Jan 2024 Tempo
Dampak ekonomi penghiliran nikel masih jauh dari harapan. Sejumlah pengamat ekonomi dan lingkungan menyayangkan keuntungan dari kebijakan ini lebih banyak dinikmati pihak asing alih-alih menopang kinerja perekonomian domestik. Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, berujar penghiliran yang dilakukan di Indonesia selama ini justru lebih menguntungkan Cina. Sebab, kepemilikan smelter nikel di dalam negeri banyak didominasi oleh investor dari negara itu. “Indonesia hanya menikmati 30 persen keuntungan, sisanya lari ke Cina. Sehingga tujuan untuk menaikkan nilai tambah ekonomi tidak tercapai,” ujar Fahmy kepada Tempo, kemarin. 

Selain itu, tujuan utama penghiliran untuk menciptakan nilai tambah produk sumber daya alam masih berada pada tahap awal, yaitu produk turunan pertama dan kedua. “Memang betul ada kenaikan nilai ekspor, tapi penyebabnya, ya, karena biasanya ekspor bijih nikel sekarang produk turunan.”
Menurut Fahmy, penghiliran yang diharapkan seharusnya tak hanya mandek di produk turunan awal, tapi juga bisa membangun ekosistem yang lebih besar, seperti dapat membangun pabrik baterai mobil listrik di dalam negeri. “Tujuan penghiliran harus dikembalikan, dibuat perencanaan yang matang, misalnya dalam 10 tahun ke depan kita sudah bisa menghasilkan penghiliran sampai tahap mana,” ucapnya.

Dia pun mengingatkan pemerintah untuk mengurangi dominasi investor Cina pada industri smelter dan lebih menunjukkan keberpihakan kepada investor dalam negeri. Lebih dari 90 persen pabrik penghiliran nikel yang ada di Indonesia terafiliasi atau bekerja sama dengan Cina. “Keberpihakan yang dilakukan bisa dengan mendorong penambang lokal membangun smelter, bisa sendiri-sendiri atau konsorsium, untuk mematahkan dominasi Cina.” (Yetede)


Terimbas Anjloknya Harga Nikel

KT1 15 Jan 2024 Tempo
Harga nikel global diprediksi terus melemah pada 2024. Prospek investasi di industri nikel untuk tahun ini pun diperkirakan kurang baik karena kelebihan pasokan dan menurunnya konsumsi. “Akan terjadi oversupply nikel terbesar sepanjang sejarah sehingga harga yang sudah turun 30 persen tahun lalu hampir pasti akan turun lagi,” kata pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, kepada Tempo, 13 Januari 2024.

Tahun lalu, harga nikel dunia menurun. Data London Metal Exchange (LME) menunjukkan penurunannya bahkan lebih dari 40 persen dan menjadi yang terburuk dalam sejarah. Pada Oktober 2023, laman London Metal Exchange mempublikasikan kelebihan pasokan nikel dan lonjakan produksi di Indonesia.

Dalam data tersebut dipaparkan, surplus didominasi di nikel kelas dua. Namun nikel kelas satu juga bergerak menuju kelebihan pasokan mulai tahun ini karena permintaan turun dan pasokan meningkat. Stainless steel atau baja tahan karat disebut mendominasi penggunaan nikel dunia. Adapun baterai merupakan penggunaan terbesar kedua. (Yetede)

Tantangan Pemerataan pada Hilirisasi Nikel

KT3 10 Jan 2024 Kompas

Investasi dan pengoperasian smelter hilirisasi mineral nikel belum memberi dampak ekonomi yang merata bagi perekonomian warga lokal di daerah terkait. Investasi dan pertumbuhan ekonomi memang meroket, tetapi belum menyelesaikan persoalan kemiskinan. Mengutip data BPS, pertumbuhan ekonomi dua provinsi yang banyak mendapat investasi pembangunan smelter hilirisasi nikel, yaitu Maluku Utara dan Sulteng, meroket berlipat ganda dibandingkan dengan perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada triwulan ketiga 2023 mencapai 25,13 % secara tahunan dan pertumbuhan ekonomi Sulteng pada triwulan ketiga 2023 mencapai 13,06 % secara tahunan, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan ketiga 2023 yang sebesar 4,9 %.

Mengutip hasil riset lembaga penelitian dan advokasi kebijakan The Prakarsa, yang mengolah data dari Bloomberg, pada 2017-2022, Maluku Utara memperoleh investasi smelter nikel 11,31 miliar USD dan Sulteng memperoleh investasi 16,06 miliar USD. Meski demikian, data BPS juga menunjukkan angka kemiskinan di Maluku Utara pada September 2022 mencapai 82.130 orang, bertambah 2.260 orang dibandingkan Maret 2022 dan bertambah 950 orang dibandingkan dengan September 2021. Jumlah penduduk miskin itu mencapai 6,37 % total penduduk. Sedang angka kemiskinan di Sulteng pada September 2022 mencapai 389.710 orang, bertambah 1.360 orang dibandingkan dengan Maret 2022 dan bertambah 8.500 orang ketimbang September 2021.

Jumlah penduduk miskin itu setara 12,30 % dari total penduduk. Kepala Departemen Kampanye dan Pendidikan Publik Transformasi untuk Keadilan (TuK) Indonesia Abdul Haris mengatakan, berbagai data ini menunjukkan bahwa investasi pembangunan smelter bernilai triliunan rupiah itu tidak berkorelasi langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Sebagian besar penduduk disana masih menggantungkan hidup mereka dari hasil pertanian dan melaut. ”Ada persoalan distribusi kemakmuran yang tidak menetes hingga penduduk di akar rumput dari berbagai investasi triliunan itu,” ujar Abdul dalam diskusi bertajuk ”Menakar Masa Depan Transisi Energi yang Berkeadilan di Kawasan Industri Berbasis Nikel”, di Jakarta, Selasa (9/1/2024). (Yoga)

Limbah Nikel Kini Kaya Manfaat di Desa Kawasi

KT3 03 Jan 2024 Kompas

Deretan rumah di kawasan Ecovillage Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (24/11/2023) terlihat rapi dengan warna pastel nan teduh. Rumah di permukiman itu ternyata bukan dibangun dari bahan material seperti batako atau batu bata merah. Bangunan dan jalan di kompleks itu seluruhnya dibangun dari slag nikel atau sisa produksi dari peleburan nikel yang menggunakan teknologi atau proses pirometalurgi. Wujudnya berbentuk butiran kasar menyerupai pasir dengan massa jenis lebih besar daripada pasir biasa. Kompleks perumahan Ecovillage Kawasi dibangun oleh Harita Nickel, salah satu pemegang izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Obi. Kawasan seluas 102 hektar itu diperuntukkan bagi warga Desa Kawasi yang akan direlokasi dalam waktu dekat.

Ada 259 rumah di kompleks Ecovillage Kawasi yang jika dilihat dari atas membentuk formasi angka delapan, sebagian besar memanfaatkan limbah hasil produksi nikel. Bata yang digunakan terbuat dari slag nikel. Slag nikel terlebih dahulu dicampur semen, bottom ash (abu sisa hasil pembakaran batubara), mortar, dan sampah anorganik. Onny Mulyono, Supervisor Project Tempat Pengolahan SampahTerpadu (TPST) Harita Nickel, mengatakan,”Bata dari slag ini lebih kuat dari batako atau bata biasa karena materialnya memang lebih bagus. Untuk bangunan jadi lebih kuat,” ujarnya. Pembuatan bata dari slag nikel juga mengurangi sampah atau limbah dari hasil produksi nikel. Sejumlah jalan menuju lokasi tambang dan smelter Harita Nickel di Pulau Obi kini juga dibangun menggunakan slag nikel.

Gorong-gorong atau box culvert di kawasan tambang juga dibuat dari slag nikel. Harita Nickel mampu memproduksi sampai 1 juta bata slag nikel per bulan. Bahkan, belum lama ini mereka menerima pesanan bata dari pemda setempat untuk membangun jalur pedestrian di Bacan. ”Kami kirim setengah juta  bata ke Bacan dengan kapal. Di sana, bata dari slag nikel ini dipakai untuk membangun tempat pelelangan ikan (TPI) dan jalur pedestrian,” tutur Onny. Bata slag nikel dijual Rp 3.000 per biji, lebih murah daripada batako yang dihargai Rp 3.500 per biji. Namun, kata Onny, sulit untuk memasarkan bata slag nikel ke luar daerah, bahkan keluar pulau, karena mahalnya biaya pengiriman. (Yoga)

LEDAKAN SMELTER, Mengejar Mimpi ke Morowali

KT3 29 Dec 2023 Kompas (H)

Tahun 2024 mestinya bakal penuh makna bagi Irfan Bukhari (26), asal Polewali Mandar, Sulbar, yang berencana meminang kekasihnya.Tapi ledakan tungku smelter di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park, Minggu (24/12) mengakhiri rencananya. Irfan salah satu dari 19 korban tewas dalam insiden tersebut. Kaharuddin Qasyim (31) bercerita sudah setahun keponakannya, Irfan, bekerja di ITSS, tiap bulan Irfan mengirim uang ke orang tuanya. Dia juga membiayai sekolah adik bungsunya.  Ayahnya petani dan ibunya berjualan kue. “Irfan sudah meminta bapak dan ibunya berhenti bekerja” katanya, Kamis (28/12). Namun, tekad Irfan pupus secara tragis.

Bekerja dan menopang keluarga juga dilakoni Martinus (26) korban ledakan smelter yang masih dirawat di ruang ICU RSUD Morowali. Menurut adik Martinus, Hendra (25), sejak bekerja di PT ITSS, kakaknya rutin mengirim sebagian gajinya untuk membantu orangtua. ”Harusnya akhir tahun ini kami berkumpul bersama orangtua. Ternyata, ceritanya lain. Sampai sekarang ibu belum datang karena shock,” katanya. Menyebut Morowali berarti menyebut tambang, industri nikel, dan peluang hidup. Beberapa tahun terakhir, usaha tambang dan industri nikel tumbuh pesat di daerah ini, Morowali serupa tanah harapan. Tak hanya pencari kerja, perintis usaha kecil dan besar turut berharap berkah dan peluang di tengah maraknya industri.

Kamis (28/12), suasana sekitar PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi riuh. Pekerja masuk keluar kawasan industri. Ribuan sepeda motor pekerja diparkir dan tersebar di beberapa lokasi. Truk besar hilir mudik menjemput dan mengambil material. Saat pertukaran sif kerja, kemacetan panjang terjadi di jalan-jalan kawasan industri. Sepanjang jalan Bungku ke Bahodopi, warung makan, toko penjual berbagai keperluan, bengkel, kos-kosan, penginapan, dan tempat usaha lain memadati kiri kanan jalan. Di jalan yang tak seberapa lebar itu, setiap truk besar melintas, sebagian kendaraan lain harus menepi. Alfian (26) dari Tana Toraja, Sulsel, sudah sebulan menumpang di kamar kos kerabatnya yang telah bekerja di PT IMIP. ”Saya memasukkan lamaran dan menunggu jadwal interview. Saya tak tahu sampai kapan akan menunggu, akan diterima atau tidak. Semoga nanti ada jawaban,” katanya.

Ledakan tungku smelter di PT ITSS, tenant di bawah PT IMIP, tak jadi soal bagi pencari kerja. Mereka tetap berharap bisa bekerja di sana. Kadisnakertrans Sulteng Arnold Firdaus menyampaikan, Morowali hingga Morowali Utara menjadi magnet tenaga kerja. Di IMIP, ada 72.000 tenaga kerja, 87 % adalah pekerja local, selebihnya pekerja asing. ”Pekerja lokal sebagian besar dari luar daerah, baik dari Sulsel, Sultra, Gorontalo, maupun Jawa. Pekerja dari Sulteng berkisar 20 %,” ujar Arnold, kemarin. Jumlah pekerja itu belum termasuk ribuan pekerja di perusahaan lainnya. Di Morowali Utara, ada perusahaan lainnya yang memiliki hingga 15.000 tenaga kerja. Kehadiran industri ini menekan tingkat pengangguran terbuka Sulteng. Pada Agustus 2023 sebanyak 47.080 orang menganggur atau 2,95 % dari total angkatan kerja. Jumlah ini turun 2.000 orang dibandingkan Agustus 2022. (Yoga)

Hilirisasi Masih Terhambat Transformasi Industri

KT3 29 Dec 2023 Kompas

Hilirisasi yang digenjot Pemerintah Indonesia lima tahun terakhir, khususnya di sektor tambang mineral, dinilai sudah menunjukkan hasil positif. Namun, belum mampu menggenjot kontribusi industri pengolahan terhadap ekonomi Indonesia. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli mengatakan, hilirisasi saat ini, terutama untuk nikel, sudah mengalami kemajuan. Indonesia sejauh ini masih lebih banyak berinvestasi untuk memberi nilai tambah pada produk tambang nikel. ”Hal ini dapat dilihat dari menjamurnya smelter nikel di Indonesia, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara. Indonesia saatini sudah menjadi produsen nikel terbesar di dunia dengan tingkat produksi 1,8 juta ton per tahun,” katanya saat dihubungi, Kamis (28/12) di Jakarta. Menurut data Badan Geologi Kementerian ESDM, total sumber daya nikel Indonesia 17,3 miliar ton dengan jumlah cadangan 5,08 miliar ton, yang diolah di 44 smelter lewat pemrosesan nikel dengan pirometalurgi atau ke arah produk stainless steel, dengan produk akhir feronikel, nikel matte, dan nickel pig iron (NPI). Sebagian lagi diolah di tiga smelter hidrometalurgi atau ke arah baterai untuk kendaraan listrik.

Rizal berpendapat, sebaiknya kapasitas pengolahan produk antara menjadi barang jadi dimaksimalkan. Saat ini, Indonesia masih banyak mengekspor produk antara ke negara lain untuk diolah menjadi produk jadi, seperti alat kesehatan, alat rumah tangga, alat transportasi seperti pesawat, kapal, kendaraan termasuk kendaraan listrik, dan produk pertahanan. ”Dengan menjadikan industrialisasi produk turunan  ini, nilai tambah yang didapat Indonesia akan jauh lebih besar. Bahkan, Indonesia akan menjadi negara industri. Untuk itu diperlukan visi dan misi pemimpin bangsa ke depan yang dapat mentranformasi industrialisasi ini menjadi kekuatan bangsa,” kata Rizal. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satryo Nugroho berpendapat, konsep hilirisasi yang dilakukan pemerintah masih pada upaya menghentikan ekspor barang mentah dan menarik permodalan untuk membangun industri pengolahannya. (Yoga)

Ford Kuasai 8,5% Saham Pabrik Baterai EV vale

KT1 27 Dec 2023 Investor Daily (H)

Ford Motor Company resmi menjadi pemegang langsung 88.716 unit saham atau 8,5% saham PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI). Untuk menguasai porsi saham KNI sebesar itu, pabrikan mobil global tersebut menyetorkan modal senilai Rp 88,71 miliar. KNI merupakan perusahaan yang akan mengelola pabrik high preasure acid leach (HPAL) yang beroperasi di Blok Pomala Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pabrik tersebut digarap PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama Zhejiang Tbk Tiongkok untuk menghasilkan nikel berbentuk mixed hydroxide (MHP) berkapasitas 120 ribu ton per tahun.

Dalam rantai bisnis nikel, MHP diolah menjadi nikel dan kobalt  sulfat yang merupakan material (perkursor) kutub positif atau katoda sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle) bersama lithium serta mangan/aluminium. Baterai jenis ini bernama lithium ion. "Sebagai akibat dari penerbitan dan pengambilan bagian saham baru tersebut, maka struktur permodalan dan kepemilikan saham KNI menjadi modal dasar KNI sebesar Rp 1 triliun terbagi atas  3,82 juta saham; dan modal yang ditempatkan dan disetor KNI sebesar Rp 1 triliun  yang terbagi 1 juta saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1 juta," jelas Sekretaris Perusahaan PT Vale Indonesia Tbk Filia Alanda. (Yetede)

JELAJAH EV 2023 : MENGGAPAI PENGHILIRAN SECARA BERKELANJUTAN

HR1 26 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Keberlanjutan menjadi prinsip penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi melalui optimalisasi peran nikel di Tanah Air. Pemerintah pun menekankan pentingnya melaksanakan prinsip pertambangan yang berkelanjutan agar produk olahan nikel nasional bisa melenggang ke pasar global. PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang juga dikenal sebagai Harita Nickel mencoba menerapkan prinsip berkelanjutan tersebut melalui sejumlah upaya pada kegiatan operasionalnya di Pulau Obi Maluku Utara. Salah satu langkah yang dilakukan Harita Nickel adalah dengan pemanfaatan teknologi penangkap panas dan sistem pengolahan yang bisa digunakan kembali dalam proses manufaktur agar bisa lebih esien dalam pemanfaatan energi.Head of Technical Support Harita Nickel Rico Windy Albert mengatakan bahwa beberapa smelter yang dioperasikan perusahaan telah menggunakan teknologi yang lebih esien dalam pemanfaatan energi.Dia mencontohkan smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) yang dioperasikan oleh salah satu entitas usahanya, yakni PT Halmahera Jaya Feronikel yang memanfaatkan panas dari peleburan bijih nikel di tungku pembakaran elektrik bakal ditangkap dan dimanfaatkan untuk proses kalsinasi di rotary kiln.

Secara terpisah, Environmental Superintendent Harita Nickel Indra Maizar menjelaskan bahwa perusahaan memang memiliki sistem pengelolaan air khusus untuk kepentingan aktivitas produksi nikel. Menurutnya, Harita Nickel memiliki dua kolam khusus yang berfungsi untuk menampung air hujan dan air bekas aktivitas produksi dari smelter.Air hujan yang telah ditampung pada kolam tersebut dalam prosesnya akan dipompa ke fasilitas smelter perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi. Sementara itu, air yang sudah digunakan untuk proses produksi nikel akan dialirkan kembali pada kolam yang berbeda untuk ditampung. Prinsip pertambangan yang berkelanjutan memang telah menjadi komitmen Harita Nickel dalam memanfaatkan nikel secara terintegrasi di Pulau Obi. Hal itu juga yang mendasari perusahaan untuk selalu patuh terhadap prinsip pertambangan ramah lingkungan atau green mining yang diatur oleh pemerintah.Direktur Operasional NCKL Younsel Evand Roos mengatakan bahwa salah satu kunci utama dalam melakukan bisnis berkesinambungan adalah menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan regulasi-regulasi yang berlaku. Salah satu contoh batasan yang diatur oleh pemerintah dalam aspek lingkungan, kata Younsel, adalah terkait dengan baku mutu air limbah pengolahan nikel. Dia berkata, perusahaan pun telah memiliki sistem pengelolaan air (water management) untuk mengelola air hasil aktivitas industri nikel sebelum dilepas ke lautan. 

Selain itu, Harita Nickel juga gencar melaksanakan reklamasi pada lahan-lahan eks tambang yang telah selesai diproses. Dia menjelaskan bahwa perusahaan menutup kembali lubang-lubang bekas tambang dengan menggunakan lapisan tanah top soil yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman beragam tumbuhan.Selain itu, Harita Nickel juga terus menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan operasi dan bisnisnya. Bahkan, perusahaan telah memiliki sertikasi ISO 14001 terkait dengan sistem manajemen lingkungan, serta ISO 45001 untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Kementerian Perindustrian menilai bahwa praktik yang mengusung ESG menjadi penting dalam upaya mewujudkan pembangunan industri nasional yang berdaya saing global. Langkah tersebut juga sebagai salah satu faktor kunci dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). “Dengan mengembangkan kinerja pembangunan berkelanjutan dan memperluas kebijakan ESG, daya tarik sektor industri bagi para investor bisa ditingkatkan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Septian Hario Seto, Deputi Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengatakan bahwa produsen besar nikel di Indonesia akan didorong untuk mendapatkan sertikasi dari entitas global, seperti the Initiative for Responsible Mining Assurance agar bisa memastikan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pertambangannya. Harita Nickel pun menargetkan mampu mengirimkan produk nikel sulfat ke pasar global sebanyak 240.000 ton dalam setahun, sesuai dengan kapasitas produksi pabrik.“Ke depan, perusahaan akan berusaha mengirimkan kurang lebih sebanyak empat kapal untuk memenuhi target permintaan produksi nikel sulfat tersebut,” kata Direktur Utama Harita Nickel Roy A. Arfandy. Di sisi lain, stok persediaan nikel jenis saprolite milik NCKL saat ini ada sekitar 3,8 juta metrik ton. Jumlah tersebut digunakan untuk memasok dua entitas anak perusahaan yang mengolah bijih saprolite menjadi feronikel, yaitu PT Halmahera Jaya Feronikel dan PT Megah Surya Pertiwi. Selain itu, perusahaan juga bersiap untuk masuk ke IUP yang dimiliki entitas anak lainnya, yaitu PT Jikodolong Megah Pertiwi. Dia menuturkan bahwa pihaknya sedang menunggu perizinan dari pemerintah untuk dapat mengeksekusi IUP yang dimiliki oleh perusahaan.