Nikel
( 217 )Ekosistem Bateri terintegrasi Terbentuk dalam 3 Tahun
Ekosistem industri baterai terintegrasi terbentuk dalam
3 tahun ke depan. Proyek besutan
konsorsium PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC),
dan Konsorsium CATL, Brump, Lygend (CBL) ini terdiri dari 6 proyek dari hulu
hingga hilir. Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya proyek tersebut
di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH) Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada
Minggu (29/06/2025). Lokasi peresmian
itu merupakan sisi hilir lantaran akan dibangun pabrik yang memiliki
kapasitas awal sebesar 6,9 gigawatt hour (gWh) pada fase pertama yang akan
mulai beroperasi pada akhir tahun 2026. Peresmian proyek ini juga dihadiri oleh
Wakil Menteri Mineral (ESDM) Yulio secara hybrid di Desa Buli Asal, Kabupaten
Halmahera Timur, Maluku Utara. Posisi tersebut merepresentasikan sisi hulu
lantaran terdapat proyek pertambangan nikel, proyek produk refined nickel
alloy sebesar 88 ribu ton per tahun. Proyek ini direncanakan mulai produksi
pada tahun 2027. Selain itu juga proyek smelter hidrometalurgi menghasilkan
produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebanyak 55 ribu ton per
tahun.(Yetede)
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Pencabutan Izin Empat Tambang Nikel di Raja Ampat
Pemerintah memutuskan mencabut empat izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan tambang yang beroperasi di Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, yaitu PT Kawei Sejahtera Mining, PT Mulia Raymond Perkasa, PT Anugerah Surya Pratama, dan PT Nurham. Keempat perusahaan terbukti melakukan pelanggaran lingkungan. Adapun PT Gag Nikel, tetap beroperasi karena tidak melanggar dan berada di luar kawasan Geopark Raja Ampat. Keputusan mencabut IUP diambil saat rapat terbatas (ratas) di kediaman Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jabar, Senin (9/6). ”Atas petunjuk Bapak Presiden, beliau memutuskan bahwa pemerintah akan mencabut IUP empat perusahaan di Raja Ampat,” ujar Mensesneg, Prasetyo Hadi.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, terdapat lima perizinan yang sudah terbit di Kabupaten Raja Ampat, hanya PT Gag Nikel yang berlokasi di luar kawasan Geopark Raja Ampat, yakni berjarak 40 km dari Piaynemo. PT Gag Nikel mendapat izin kontrak karya operasi produksi. Sementara empat IUP lain berada di dalam kawasan Geopark Raja Ampat dan mendapat izin IUP operasi produksi. Izin dari kelima perusahaan tersebut diberikan sebelum Indonesia menetapkan Geopark Raja Ampat pada 2017. Kawasan kepulauan karst di Papua Barat Daya itu diakui UNESCO sebagai UNESCO Global Geopark pada Mei 2023. PT Gag Nikel diberi izin yang dikeluarkan pemerintah pusat. Sementara IUP empat perusahaan yang dicabut izinnya diterbitkan pemda pada 2004 dan 2006 ketika kewenangan perizinan tambang ada di pemda. (Yoga)
Gag Nikel Bersiap Produksi
Gag Nikel Bersiap Produksi
Saham Emiten Nikel Berguguran
Saham emiten nikel berguguran di tengah sorotan publik terhadap operasi sejumlah tambang logam dasar tersebut di kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Meski emiten nikel tak semuanya beroperasi di Kabupaten Raja Ampat, isu keberlanjutan di wilayah Surga Bawah laut Dunia itu telah berimbas pada saham-saham nikel seperti PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Tanpa kecuali, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam. Akibat isu panas ini, deretan emiten nikel berkapasitas kakap itu terperosok top losers pada perdagangan Selasa (10/6/2025).
Tercatat, saham NKCL gugur sebanyak 15 poin (-2,08%) ke posisi (-8%) ke level Rp414 ambruk sebanyak 190 poin (-5,51%) ke area Rp3.260, dan INCO terpangkas 210 poin (-5,66%) hingga membawanya parkir di harga Rp3.500. Menariknya, penurunan kinerja saham emiten tambang nikel tersebut tidak lantas memengaruhi performa indeks sektor energi yang justru terapresiasi 2,18% ke level 2.881, sehingga IHSG tetap mampu melanjutkan tren reli ke posisi 7.230, setelah naik 1,65%. Di antara saham-saham emiten nikel yang berguguran, Antam dan Vale merupakan dua emiten tambang BUMN yang menjadi pemain kunci dalam ekosistem baterai kendaraan listrik nasional. Antam bahkan menjadi bulan-bulanan di tengah badai isu keberlanjutan di Raja Antam ini. (Yetede)
Proyek Nasional Bisa Jadi Motor Kinerja Emiten
Pemerintah Cabut Empat Izin Usaha Pertambangan Nikel di Kabupaten Raja Ampat
Meluasnya Penolakan terhadap Aktivitas Tambang Nikel
Penolakan terhadap aktivitas pertambangan nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, kian meluas. Selain warga, elemen masyarakat dan pegiat pariwisata turut menyatakan keprihatinan terkait dugaan pencemaran lingkungan di Raja Ampat akibat pertambangan nikel. Kristian Sauyai (41) warga asli sekaligus pegiat pariwisata Raja Ampat, mengungkapkan keprihatinan terhadap aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat. Pemerintah harus melihat secara menyeluruh potensi dampak dari aktivitas pertambangan, sebab ekosistem pulau-pulau kecil yang mengitari Raja Ampat merupakan kesatuan yang saling terkait. Kekayaan bahari Raja Ampat sudah sejak lama menjadi penopang perekonomian warga asli setempat. Selain memanfaatkan geliat pariwisata, masyarakat juga menggantungkan nasib pada hasil laut Raja Ampat yang masih terjaga. Namun, munculnya aktivitas pertambangan di Raja Ampat, merusak keindahan alam dan ekosistem yang selama ini menjadi kebanggaan.
Sementara kesadaran masyarakat setempat untuk melindungi lingkungan masih terbatas. ”Kami belum pastikan yang kemarin bersuara (mendukung tambang) warga asli atau bukan. Namun, kalau bekerja di tambang, pasti mereka menolak tambang ditutup. Di sisi lain, masyarakat harus sadar dampak yang lebih besar nanti,” ucap Kristian, Senin (9/6). Ronisel Mambrasar (33), tokoh pemuda yang tergabung dalam Aliansi Jaga Alam Raja Ampat (Aljara) berharap, masyarakat sadar bahwa kehadiran tambang lebih banyak mendatangkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat. Dampak lingkungan dan kesehatan yang buruk akibat aktivitas pertambangan di daerah lain dapat menjadi pelajaran di Raja Ampat. ”Perlu kita suarakan bersama bahwa ada dampak yang besar di masa depan berkepanjangan. Dari berbagai penelitian ebih banyak dampak buruknya,” ujar Ronisel. (Yoga)
Sengkarut Tambang Nikel Menuju Solusi
Pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, merespons dengan cepat isu pertambangan nikel di Kepulauan Raja Ampat yang sempat viral dan menuai perhatian publik luas. Sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih, seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, langsung mengambil tindakan tegas berupa pembekuan sementara izin usaha pertambangan (IUP) dan penyegelan aktivitas tambang, sambil melakukan investigasi menyeluruh terhadap lima perusahaan tambang nikel di wilayah tersebut.
Langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan, terutama di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang memiliki nilai ekologis tinggi. Beberapa pelanggaran serius ditemukan, seperti kegiatan penambangan tanpa dokumen lingkungan, sedimentasi akibat manajemen limbah yang buruk, dan aktivitas di luar izin yang berlaku.
Meskipun demikian, Kementerian ESDM melalui Dirjen Minerba Tri Winarno menyampaikan bahwa sebagian operasi tambang, seperti milik PT GAG Nikel, secara umum masih dalam kondisi baik dan sesuai regulasi, termasuk telah melakukan reklamasi dan tidak berada di kawasan konservasi. Di sisi lain, masyarakat lokal juga menyuarakan aspirasi agar operasi tambang dibuka kembali karena berdampak langsung terhadap ekonomi mereka.
Plt Direktur Utama PT GAG Nikel, Arya Arditya, menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam proses verifikasi dan menegaskan bahwa operasional perusahaannya berjalan sesuai prinsip good mining practices dan berada di wilayah yang telah ditetapkan dalam tata ruang daerah.
Dengan melibatkan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan, langkah cepat dan transparan ini menunjukkan bahwa Pemerintahan Prabowo berupaya menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam, sekaligus menegaskan bahwa penegakan hukum lingkungan dan perlindungan kawasan strategis nasional adalah prioritas utama dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Pilihan Editor
-
TRANSISI ENERGI : JURUS PAMUNGKAS AMANKAN EBT
26 Dec 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023








