;

Tantangan Pemerataan pada Hilirisasi Nikel

Lingkungan Hidup Yoga 10 Jan 2024 Kompas
Tantangan
Pemerataan pada
Hilirisasi Nikel

Investasi dan pengoperasian smelter hilirisasi mineral nikel belum memberi dampak ekonomi yang merata bagi perekonomian warga lokal di daerah terkait. Investasi dan pertumbuhan ekonomi memang meroket, tetapi belum menyelesaikan persoalan kemiskinan. Mengutip data BPS, pertumbuhan ekonomi dua provinsi yang banyak mendapat investasi pembangunan smelter hilirisasi nikel, yaitu Maluku Utara dan Sulteng, meroket berlipat ganda dibandingkan dengan perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada triwulan ketiga 2023 mencapai 25,13 % secara tahunan dan pertumbuhan ekonomi Sulteng pada triwulan ketiga 2023 mencapai 13,06 % secara tahunan, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan ketiga 2023 yang sebesar 4,9 %.

Mengutip hasil riset lembaga penelitian dan advokasi kebijakan The Prakarsa, yang mengolah data dari Bloomberg, pada 2017-2022, Maluku Utara memperoleh investasi smelter nikel 11,31 miliar USD dan Sulteng memperoleh investasi 16,06 miliar USD. Meski demikian, data BPS juga menunjukkan angka kemiskinan di Maluku Utara pada September 2022 mencapai 82.130 orang, bertambah 2.260 orang dibandingkan Maret 2022 dan bertambah 950 orang dibandingkan dengan September 2021. Jumlah penduduk miskin itu mencapai 6,37 % total penduduk. Sedang angka kemiskinan di Sulteng pada September 2022 mencapai 389.710 orang, bertambah 1.360 orang dibandingkan dengan Maret 2022 dan bertambah 8.500 orang ketimbang September 2021.

Jumlah penduduk miskin itu setara 12,30 % dari total penduduk. Kepala Departemen Kampanye dan Pendidikan Publik Transformasi untuk Keadilan (TuK) Indonesia Abdul Haris mengatakan, berbagai data ini menunjukkan bahwa investasi pembangunan smelter bernilai triliunan rupiah itu tidak berkorelasi langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Sebagian besar penduduk disana masih menggantungkan hidup mereka dari hasil pertanian dan melaut. ”Ada persoalan distribusi kemakmuran yang tidak menetes hingga penduduk di akar rumput dari berbagai investasi triliunan itu,” ujar Abdul dalam diskusi bertajuk ”Menakar Masa Depan Transisi Energi yang Berkeadilan di Kawasan Industri Berbasis Nikel”, di Jakarta, Selasa (9/1/2024). (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :