Nikel
( 208 )Harga Nikel Spekulatif
Lonjakan harga nikel dunia secara signifikan perlu diwaspadai karena akan berdampak pada industry terkait nikel beserta ekosistemnya. Dalam periode perdagangan nikel Selasa (8/3), harganya sempat melebihi 100.000 USD per ton yang membuat otoritas London Metal Exchange menangguhkan perdagangannya. Lonjakan harga disebut bersifat spekulatif. Lonjakan harga nikel, termasuk lonjakan harga komoditas energi lainnya, seperti minyak, gas alam, dan batubara, dikaitkan dengan konflik bersenjata Rusia-Ukraina. Harga resmi nikel, berdasarkan London Metal Exchange, pada Selasa 48.201 USD per ton. Pada 1 Maret 2022, nikel diperdagangkan dengan harga 25.450 dollar AS per ton.
Head of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani (10/3), mengatakan, lonjakan itu merupakan hasil aksi spekulatif. Lantaran penuh ketidakpastian, sejumlah trader memanfaatkan situasi. Angka tersebut sangat jauh dari harga fundamental dan tidak logis. Saking berharganya nikel, harga komoditas tersebut di bursa komoditas logam LME dipermainkan spekulan Selasa (8/3), perusahaan nikel dan baja nirkarat raksasa China, Tshingsan Holding Group, yang juga merupakan investor Indonesia di Sulawesi, rugi besar. ”Perusahaan itu berhadapan dengan ’bajak laut’ pialang pasar modal karena imbas kenaikan harga nikel dari 20.000 USD per ton menjadi 100.000 USD” kata Mendag Muhammad Lutfi. (Yoga)
Prospek Cerah Produksi Forenikel Antam
Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo optimistis dengan masa depan usaha PT Aneka Tambang Tbk. Antam dalam laporan yang diterbitkan di dalam Bursa Efek Jakarta (BEJ), pekan lalu, mencatat kinerja menggembirakan, terutama dalam komoditas feronikel. Produksi feronikel sebesar 25.818 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada tahun lalu. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan tingkat produksi pada 2020. Adapun produksi bijih nikel Antam yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel dan penjualan kepada pelanggan domestik, tercatat 11,01 juta wet mertic ton (wtm). Angka tersebut meningkat 131% secara tahunan dibandingkan 2020 sebesar 4,76 juta wmt. Menurut Lucky, diverifikasi hasil tambang memungkinkan Antam menghindari kerugian dan sekaligus meraup keuntungan maksimal. "Kita ingat awal 2020 kondisi Antam melemah, tapi berhasil menguat, karena selain feronikel harga emas mencapai tertinggi sepanjang sejarah perusahaan US$2.039,77 per troy ounce," kata Lucky. (Yetede)
Pro Kontra Pajak Progresif Ekspor Produk Nikel
Pemerintah akan memungut pajak progresif sebesar 2% untuk ekspor produk nickel pig iron (NPI) dan feronikel di tahun ini. Di saat yang sama, pemerintah akan meniadakan tax holiday bagi pihak yang baru mengajukan investasi smelter NPI dan feronikel di Tanah Air. Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto menyebutkan, kedua kebijakan ini akan menahan investasi smelter NPI dan feronikel yang baru. "Kami sudah menghitung keekonomiannya dan masih masuk. Hanya saja (investor) akan lebih hati-hati karena berpikir tidak dapat tax holiday dan akan bayar pajak ekspor juga. Namun, investasi secara keseluruhan belum tentu berkurang," ungkap dia kepada KONTAN, pekan lalu.
Nikel dan Kemajuan Ekonomi Daerah
Nikel menjadi sumber daya energi yang mampu membawa kemajuan bagi suatu daerah. Dengan pengelolaan tepat dan mengedepankan kelestarian lingkungan, nikel akan memberikan keberkahan bagi masyarakat setempat. Semangat besar pemerintah Indonesia untuk membangun industrialisasi baterai kendaraan listrik di dalam negeri berpotensi besar mendorong kemajuan ekonomi daerah. Salah satu yang kemungkinan besar terakselerasi kemajuannya adalah wilayah yang memiliki material sumber daya alam pendukung industrialisasi baterai kendaraan listrik tersebut. Sentra pertambangan nikel diproyeksikan akan menjadi daerah yang mengalami perkembangan sangat pesat karena unsur mineral ini menjadi salah satu komponen terpenting dalam hilirisasi baterai listrik. Data Kementerian ESDM tahun 2019 mencatat, produksi bijih nikel Indonesia mencapai kisaran 800 ribu ton. Nominal ini menduduki peringkat satu dunia yang terpaut hampir 400 ribu ton dari produsen kedua dunia yang diduduki Filipina.
Indonesia Perbaiki Tata Niaga Nikel
Upaya pemerintah mendorong hilirisasi industri nikel dinilai belum berjalan secara optimal. Tata niaga di sektor ini dianggap masih kacau-balau dan perlu dibenahi. Demikian pandangan yang mengemuka di forum diskusi bertajuk Waspada Kerugian Negara dalam Investasi Pertambangan, kemarin. Pada semester I-2021, harga nikel kadar 1,8% dalam Shanghai Metal Market (SMM) dipatok sebesar US$ 79,61 per ton. Sedangkan HPM nikel tidak mencapai setengahnya atau hanya US$ 38,19 per ton.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan, praktik selisih hitung kadar nikel yang terjadi antara surveyor di sisi hulu dan hilir sudah merugikan pelaku usaha sektor hulu dan berdampak pada penerimaan negara. Misalnya, terjadi perbedaan selisih kadar dengan besaran 0,37% saja. Jika dikalikan dengan HPM dan produksi untuk tahun 2020 yang sekitar 14 juta ton, maka ada potensi kerugian dari penerimaan negara dari pembayaran royalti. "Berkurang penerimaan royalti ini setara Rp 400 miliar per tahun kalau mengacu ke kasus tahun 2020," terang Mohammad.
Ekspor NPI dan Feronikel akan Dilarang
Kementerian Investasi berencana menutup ekspor untuk produk olahan nikel sebesar 30% hingga 40% atau produk feronikel dan nickel pig iron (NPI). Langkah ini demi mendorong rantai hilirisasi nikel. Sebelumnya Kementerian ESDM sejak 1 Januari 2020 sudah melarang ekspor nikel dengan kadar di bawah 1,7% Saat ini cadangan terbukti untuk komoditas nikel sebesar 698 juta ton, dan disebut-sebut hanya bisa menjamin suplai bijih nikel bagi fasilitas pemurnian selama 7,3 tahun. Sementara cadangan terkira sebesar 2,8 miliar ton. Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, Jumat (17/9) lalu mengatakan, kelak ekspor produk olahan nikel yang diperkenankan yakni minimum 70%. "Ke depan kami berpikir bahwa bahan baku nikel tidak boleh lagi ekspor produk yang baru [diolah] 30%-40%. Jika seperti itu, cadangan habis. Paling [setidaknya] 70%," ujar Bahlil. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey mengungkapkan, ketika pemerintah menutup keran ekspor bijih nikel pada awal 2020, maka banyak investor menanamkan investasinya untuk membangun pabrik pengolahan nikel dengan produk feronikel dan NPI di Indonesia. Bahkan, kata dia, hingga 2025 mendatang ditargetkan ada 98 smelter feronikel dan NPI yang berdiri. Saat ini 31 pabrik sudah rampung sementara 40-an pabrik dalam tahapan konstruksi serta sisanya dalam proses perizinan.
Ini Target Produksi Nikel - Emas di 2021
PT Aneka Tambang Tbk mengungkap target untuk produksi bisnis emas hingga nikel tahun 2021.
Untuk produksi feronikel selama semester I-2021 telah mencapai 12.679 ton. Perusahaan menargetkan tahun ini bisa mencapai 25.000 produksi feronikel.
Lalu, produksi bijih nikel tercatat selama semester I-2021 telah mencapai 5,34 juta wet metric ton (wmt). Angka itu dinilai meningkat 287% dibandingkan produksi semester tahun 2020 sebesar 1,38 juta wmt.
Antam menargetkan tahun ini bisa memproduksi bijih nikel hingga 8,4 juta ton.
Jokowi Ungkap Hilirisasi Nikel Bikin Ekspor Baja RI Tembus Rp 151 T
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap sudah menghentikan ekspor nikel mentah. Kini Indonesia mulai mengeskpor bahan jadi nikel yakni baja. Nilai ekspornya mencapai U$ 10,5 miliar setara Rp 151 triliun (kurs Rp 14.391).
Kira-kira ekspor besi baja kita dalam 1,5 tahun ini saja sudah berada di angka kurang lebih US$ 10,5 miliar," ujar Jokowi. dalam Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia secara virtual, Kamis (26/8/2021).
Hilirisasi nikel itu menjadi salah satu dari tiga strategi besar dalam memulihkan ekonomi. Selain itu, ada strategi digitalisasi UMKM. Jokowi membeberkan hari ini sudah ada 15,5 juta UMKM yang sudah masuk dalam platform e-commerce. Jokowi ingin mendorong ada 60 juta UMKM agar masuk ke platform digital.
Luhut Pandjaitan Sebut RI Dapat Tekanan Saat Mau Kembangkan Nikel Jadi Baterai
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mendapat tekanan usai melarang ekspor nikel, Menurutnya, nikel dibutuhkan untuk pengembangan industri baterai lithium di Indonesia. Dia mengatakan ketika pemerintah mulai membangun industri baterai, banyak pihak yang menekan, banyak pihak yang meminta Luhut untuk mengizinkan kembali nikel diekspor.
Indonesia sendiri memang sudah melarang nikel untuk diekspor, sebagai gantinya nikel akan fokus untuk dikembangkan alias memaksimalkan proses hilirisasi. Salah satunya, dikembangkan untuk membuat bateral lithium Luhut pernah mengatakan indonesia akan bisa memproduksi baterai lithium di 2023.
Pemerintah akan mengembangkan industri dan ekosistem kendaraan listrik melalui pembentukan holding BUMN baterai indonesia atau indonesia Battery Corporation (IBC) kerja sama dengan produsen mobil listrik dunia yaitu LG Chem (Korea) dan CATL (China).
Pabrik baterai mobil listrik milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG serta CATL untuk mobil listrik akan mulai melakukan peletakan batu pertama akhir Juli 2021.
Peta Jalan Industri, Mobil Listrik & Nasib Emiten Nikel
Peta jalan kendaraan listrik di Indonesia sudah meluncur, berikut dengan target operasional pabrik baterai listrik. Bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja dan saham emiten produsen nikel?. Penjualan mobil listrik di dalam negeri pada semester I/2021, memang mengalami perbaikan angka ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Namun, bisnis segmen kendaraan ini bukannya tanpa kendala.Meski meningkat, angka penjualan yang berkisar 1.900 unit pada paruh pertama tahun ini, masih jauh dari kata memuaskan. Apalagi, jika ditarik ke target pemerintah.Atas situasi tersebut, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut harga sebagai faktor kunci.“Kalau ingin berkembang di Indonesia, kita perlu menekan harga mobil listrik di bawah Rp300 juta agar daya beli masyarakat dapat menjangkau,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nagoi dalam seminar daring, Rabu (14/7).
Seperti diutarakan Kementerian BUMN usai pembentukan Indonesia Battery Company (IBC) pada Maret 2021, kemitraan dari berbagai produsen kelas dunia untuk memproduksi kendaraan di Indonesia diharapkan bakal menekan harga. Begitu pula pembentukan holding baterai listrik yang bertugas menyiapkan infrastruktur pengisian daya berikut ketersediaan baterai.Khusus untuk perkara terakhir, bukan cuma Erick Thohir dan Kementerian BUMN yang memberi penegasan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmitra juga yakin dengan makin agresifnya produksi baterai listrik, maka secara otomatis harga mobil listrik juga bakal lebih terjangkau. Dalam roadmap yang disebut Agus, secara spesifik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan penjualan mobil tahunan di Indonesia bisa menembus 2,1 juta unit dan ekspor 900.000 unit, atau total 3 juta unit pada 2030. Dari angka tersebut, sebanyak 20% atau 600.000 unit di antaranya ditargetkan berjenis mobil listrik.
Di sisi lain, produsen nikel seperti enggan terlambat menangkap sinyal yang dimaksud pemerintah. Seperti diketahui, komoditas tambang ini merupakan salah satu bahan baku utama dalam produksi baterai kendaraan listrik.PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) alias Antam misal, menargetkan produksi biji nikel sebanyak 8,44 juta metrik ton sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi produksi nikel perseroan yang berkisar 4,67 juta metrik ton pada 2020.Sementara itu, penjualan feronikel Antam juga ditargetkan bisa mencapai 26.000 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik dari produksi 25.970 TNi pada tahun lalu.Dari sisi penjualan, Antam mematok target bijih nikelnya terjual 6,71 juta metrik ton pada tahun ini, meningkat 104% dari realisasi penjualan 3,3 juta metrik ton sepanjang tahun lalu. Untuk penjualan feronikel, perusahaan masih mematok target 26.000 TNi atau tak beda jauh dari tahun lalu.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
HARGA PANGAN, Fenomena ”Lunchflation”
29 Jul 2022 -
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022









