;
Tags

Kebijakan

( 1341 )

Terminal Khusus Haji dan Umrah di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

KT1 17 May 2025 Investor Daily
Terminal Khusus Haji dan Umrah di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta diharapkan bisa berkembang di bandara-bandara lain di Tanah Air. Anggota Komisi DPR RI Sudjatmiko mengatakan, dengan menerapkan model terminal serupa pada  sejumlah bandara di Indonesia diharapkan kualitas dan pelayanan penerbangan internasional menjadi lebih baik. "Kita ambil contoh, terminal khusus haji saya kira secara layanan ini cukup bagus untuk layanan penerbangan haji dan umroh, karena semua difasilitasi sejak awal, mulai dari keimigrasian dan perizinan lain yang berlaku di Arab Saudi. Jadi bisa lebih cepat pengurusan sebelum sampai ke negara tujuan," ujarnya. Ia mengapresiasi peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu, dan mengharapkan agar model terminal serupa dapat diterapkan di seluruh embarkasi haji di Indonesia. "Tapi tidak hanya untuk penerbangan haji saja, barangkali bisa untuk penerbangan internasional lainnya," ucapnya. Sebelumnya pada Selasa (13/5), Miko telah mengunjungi terminal tersebut. Dalam kunjungannya itu, ia melihat langsung bahwa keberadaan terminal khusu haji dan umrah dapat menguntungkan jemaah karena menghadirkan pelayanan yang cepat dan nyaman. (Yetede)

Retailer Amerika Kembali Serbu Produk China

HR1 17 May 2025 Kontan
Keputusan Amerika Serikat (AS) dan China untuk memangkas tarif impor selama 90 hari telah memicu lonjakan aktivitas impor dari China, terutama menjelang musim belanja musim panas. Tarif barang China yang sebelumnya mencapai 145% kini diturunkan menjadi 30%, mendorong peritel besar seperti Walmart, Costco, dan Target untuk mempercepat pemesanan dan pengisian stok.

CEO Portless, Izzy Rosenzweig, mencatat bahwa para klien mereka langsung mempercepat pengiriman barang melalui udara begitu tarif diturunkan. Sementara itu, John Harmon dari Coresight Research menambahkan bahwa biasanya pemesanan untuk musim panas dimulai jauh sebelumnya karena lamanya waktu pengiriman laut.

Di sisi lain, produsen China seperti Liu menyampaikan bahwa lalu lintas pelabuhan kembali sibuk, dengan banyak pesanan kontainer yang mulai bergerak menuju pelabuhan seperti Shenzhen.

Namun, meski terjadi lonjakan pemesanan, tarif pengiriman belum melonjak signifikan. Data Freightos menunjukkan kenaikan tarif kontainer hanya 3% dalam sepekan. Meski begitu, para pelaku usaha tetap mengkhawatirkan potensi kenaikan biaya logistik dan dampak dari bea impor 30% yang masih diberlakukan.

Analis CFRA, Arun Sundaram, menekankan bahwa sejumlah ritel besar mulai menaikkan inventaris mereka sebagai langkah antisipatif. Inventaris Walmart naik 3%, Costco 10%, Zumiez 14%, dan Target 7% — mencerminkan kesiapan mereka menghadapi peningkatan permintaan konsumen.

Kebijakan pemangkasan tarif ini memberikan dorongan jangka pendek terhadap rantai pasokan dan aktivitas perdagangan, meski pelaku usaha tetap dihadapkan pada tantangan biaya dan ketidakpastian kebijakan jangka panjang.

Retailer Amerika Kembali Serbu Produk China

HR1 17 May 2025 Kontan
Keputusan Amerika Serikat (AS) dan China untuk memangkas tarif impor selama 90 hari telah memicu lonjakan aktivitas impor dari China, terutama menjelang musim belanja musim panas. Tarif barang China yang sebelumnya mencapai 145% kini diturunkan menjadi 30%, mendorong peritel besar seperti Walmart, Costco, dan Target untuk mempercepat pemesanan dan pengisian stok.

CEO Portless, Izzy Rosenzweig, mencatat bahwa para klien mereka langsung mempercepat pengiriman barang melalui udara begitu tarif diturunkan. Sementara itu, John Harmon dari Coresight Research menambahkan bahwa biasanya pemesanan untuk musim panas dimulai jauh sebelumnya karena lamanya waktu pengiriman laut.

Di sisi lain, produsen China seperti Liu menyampaikan bahwa lalu lintas pelabuhan kembali sibuk, dengan banyak pesanan kontainer yang mulai bergerak menuju pelabuhan seperti Shenzhen.

Namun, meski terjadi lonjakan pemesanan, tarif pengiriman belum melonjak signifikan. Data Freightos menunjukkan kenaikan tarif kontainer hanya 3% dalam sepekan. Meski begitu, para pelaku usaha tetap mengkhawatirkan potensi kenaikan biaya logistik dan dampak dari bea impor 30% yang masih diberlakukan.

Analis CFRA, Arun Sundaram, menekankan bahwa sejumlah ritel besar mulai menaikkan inventaris mereka sebagai langkah antisipatif. Inventaris Walmart naik 3%, Costco 10%, Zumiez 14%, dan Target 7% — mencerminkan kesiapan mereka menghadapi peningkatan permintaan konsumen.

Kebijakan pemangkasan tarif ini memberikan dorongan jangka pendek terhadap rantai pasokan dan aktivitas perdagangan, meski pelaku usaha tetap dihadapkan pada tantangan biaya dan ketidakpastian kebijakan jangka panjang.

Dinar dan Dirham Menguat di Tengah Ketidakpastian

HR1 17 May 2025 Kontan (H)
Koin dinar (berbahan emas) dan dirham (berbahan perak) kini semakin dilirik sebagai alternatif investasi, terutama di tengah gejolak inflasi global. Meskipun belum sepopuler emas batangan di Indonesia, keduanya menawarkan stabilitas nilai karena berbasis logam mulia. Seiring naik-turunnya harga emas dan perak dunia, harga koin dinar dan dirham pun ikut berfluktuasi.

Alwy Assegaf, dari PT Trijaya Pratama Futures, menjelaskan bahwa dinar dan dirham cocok sebagai store of value atau koleksi berbasis syariah, karena mengikuti tren harga emas dan perak global. Sementara itu, Melvin Mumpuni, CEO Solusi Finansialku Indonesia, menegaskan bahwa produk ini tidak hanya tahan inflasi, tetapi juga multifungsi—bisa dijadikan alat zakat, mahar, dan sedekah, serta menyimpan nilai secara simbolis dalam konteks ekonomi Islam.

Meski potongan biaya cetak dan distribusi bisa memengaruhi margin, koin ini tetap menarik, terutama bagi komunitas yang menjunjung prinsip syariah. Namun, likuiditas dinar dan dirham masih terbatas dibanding produk logam mulia konvensional.

Herru Wijayadie, Direktur PT Berkah Restu Sejahtera yang menggandeng Peruri melalui brand Rana Precious Metal, berupaya memperluas pasar dengan meluncurkan produk Noor Dinar agar tidak eksklusif bagi umat Muslim. Demikian pula Navees Gold, yang aktif menjual koin dinar berbagai tema sejak 2020, memperlihatkan tren pasar yang mulai meluas.

Dinar dan dirham semakin mendapatkan tempat sebagai investasi bernilai simbolis, religius, dan finansial, yang relevan di era ketidakpastian ekonomi saat ini.

Rendahnya Pajak Mengganggu Stabilitas Fiskal

HR1 17 May 2025 Kontan
Menurunnya tax buoyancy Indonesia—yang pada kuartal I-2025 tercatat negatif di angka -3,71—menjadi sinyal peringatan serius bagi pemerintah. Angka ini menunjukkan bahwa penerimaan pajak tidak hanya gagal mengikuti laju pertumbuhan ekonomi, tetapi justru menyusut jauh lebih cepat. Ini berdampak pada penurunan tax ratio dan menandakan lemahnya efektivitas sistem perpajakan Indonesia.

Fajry Akbar, Pengamat Pajak dari CITA, menjelaskan bahwa rendahnya tax buoyancy disebabkan oleh perlambatan ekonomi dan terbatasnya ruang fiskal. Meski optimis kinerja pajak bisa membaik di paruh kedua tahun 2025, ia menyarankan strategi pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter sebagai alternatif untuk mendongkrak penerimaan pajak.

Sementara itu, Raden Agus Suparman dari Botax Consulting Indonesia menyoroti kelemahan Ditjen Pajak dalam pengawasan dan pengumpulan pajak. Ia menilai penggunaan data historis yang tidak akurat bisa menimbulkan tagihan pajak yang tak lagi relevan, karena banyak wajib pajak mungkin sudah tak mampu membayar.

Menanggapi kondisi ini, Dwi Astuti, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki tax buoyancy melalui berbagai langkah seperti ekstensifikasi, intensifikasi, digitalisasi sistem perpajakan, dan penegakan hukum. Ditjen Pajak juga tengah mendorong insentif yang lebih terarah dan harmonisasi kebijakan perpajakan internasional untuk memperbaiki iklim usaha dan meningkatkan basis pajak.

Melemahnya tax buoyancy mencerminkan tantangan struktural dalam sistem perpajakan nasional. Tanpa reformasi fiskal yang mendalam dan dukungan kebijakan lintas sektor, risiko menurunnya kontribusi pajak terhadap pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut.

Tingkatkan Stimulus Agar Dongkrak Daya Beli

KT1 16 May 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah perlu menambah stimulus fiskal untuk mendongkrak daya beli masyarakat sebagai mengakaselerasi pertumbuhan ekonomi 2025 hingga di atas 5%.  Ekonom dan pengusaha menilai stimulus penyaluran bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH), pemberian kartu sembako  pada Mei-Juni, serta pencairan gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN) belum cukup mangatrol daya ebeli. Lebih dari itu, kelas menengah dan bawah butuh stimulus lain, seperti pembebasab pajak penghasilan (PPh) untuk kelompok berpendapatan rendah dan perluasan subsidi langsung tunai. Program bantuan sosial tunai yang tepat sasaran diyakini mampu meningkatkan  konsumsi rumah tangga secara cepat dalam jangka pendek. Adapun dalam jangka menengah-panjang, pemerihnya harus fokus pada penciptaan lapangan kerja  berkualitas melalui investasi infrastruktur produktif, insentif bagi industri manufkatur, serta peningkatan keahlian tenaga kerja. Dari sisi moneter, BI  dapat mengoptimalkan kebijakan makroprudensial. Sebab, saat ini, sulit berharap BI menurunkan suku bunga acuan RI Rate mengingat fokus utama  adalah menjaga rupiah. (Yetede)

Kolaborasi Jaga Iklim Investasi tetap Kondusif Bagi Investor

KT1 16 May 2025 Investor Daily
Pemerintah berjanji melakukan langkah proaktif untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif dan menarik bagi investor. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Totodua Pasaribu menjelaskan, pemerintah berkomitmen untuk memastikan kelancaran investasi PT Chandra Asri Alkali (CAA) sebagai salah satu pilar penting dalam upaya hilirisasi industri nasional. "Negara harus memberikan jaminan, baik ke dalam maupun ke luar terhadap investasi yang ada di negara kita, agar investasi kondusif dan berkelanjut," ujar dia. Totodua menegaskan bahwa apa yang saat ini terjadi di Banten harus  menjadi perhatian semua pihak dan perlu diantisipasi dengan baik. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Investasi, beserta jajarannya pemerintah dan aparat terkait akan melakukan langkah cepat dan konkret untuk menjamin kelancaran implementasi proyek investasi. "Kami menyesali terhadap kejadian yang di Cilegon dan itu nanti diserahkan kepada aparat hukum. Dalam hal ini, Polda Provinsi Banten yang akan turun melakukan proses pemeriksaan dan hasilnya seperti apa itu ranah penegak hukum. Namun nanti ke depannya kami ingin memberikan konteks efek jera terhadap aksi yang tidak benar untuk menjaga iklim investasi di negara kita," kata dia. (Yetede)

Investor Asing ke IKN Terus Bergulir

KT1 16 May 2025 Investor Daily

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan minat investor asing untuk menanamkan modalnya di IKN di kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, masih terus bergulir. Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono mengatakan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ayedh untuk berinvestasi di IKN  setelah melalui penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) dengan Otorita IKN. “Kami menyambut baik niat investasi dari Dejem Group yang sejalan dengan visi pembangunan IKN seagai kota berkelanjutam dan saya perlu sampaikan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di IKN,” kata Basuki. Penandatanganan NDA ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kepala Otorita IKNm Basuki Hadimuljono, dan delegasi Ayedh Dejem Group yang dipimpin oleh Chairman Ayedh Dejem Group. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pendanaan  dan Investasi  Otorita IKN, Agung WIcaksono, dan CEO Dejem , Zed  Ayesh serta turut disaksikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Manurut Basuki, Dejem Group menyatakan minat untuk berinvestasi di atas lahan seluas 10 hektare  di wilayah IKN. “Lahan tersebut dirancanakan untuk dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan dan kawasan campuran (mixed-use) yang terletak secara strategis di area tanpa pusat perbelanjaandan kawasan campuran (mixed-use) yang tercetak secara strategis di area tanpa pusat 5 km," papar Basuki. (Yetede)

 

Grab Indonesia Memberikan Tanggapan Soal Isu Merger

KT1 16 May 2025 Investor Daily
Grab Indonesia memberikan tanggapan soal isu merger dan dominasi asing yang kencang berhembus akhir-akhir ini. Grab menyebut informasi yang beredar tersebut hanya  berdasarkan spekulasi yang belum terverifikasi, hingga pihaknya tidak bisa berkomentar lebih jauh. "Spekulasi tersebut tidak berdasarkan informasi yang terverifikasi, sehingga kami tidak dapat menanggapinya lebih lanjut," kata Chief of Publik Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy. Menurut Tirza, saat ini, pihaknya fokus terhadap komitmennya di Indonesia, yaitu memberdayakan pelaku ekonomi kecil dengan membuka peluang luas bagi masyarakat  untuk memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri dan berkelanjutan. "Bahkan menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan  di masa transisi atau saat menghadapi tantangan ekonomi," ujar Tirza. Bersamaa dengan rumor merger inim juga muncul kembai wacana publik yang mempertanyakan keberadaan Grab di Indonesia sebagai bentuk dominasi asing. Tirza pun menyampaikan klarifikasi terkait struktur hukum dan kontribusi nyata Grab bagi Indonesia. Menurut Tirza, Grab Indonesia beroperasi sebagai Penanam Modal Asing (PMA), yaitu bentuk investasi yang diatur dan dizinkan oleh pemerintah Indonesia melalui peraturan-peraturan perundang--unndangan yang berlaku. (Yetede)

Grab Indonesia Memberikan Tanggapan Soal Isu Merger

KT1 16 May 2025 Investor Daily
Grab Indonesia memberikan tanggapan soal isu merger dan dominasi asing yang kencang berhembus akhir-akhir ini. Grab menyebut informasi yang beredar tersebut hanya  berdasarkan spekulasi yang belum terverifikasi, hingga pihaknya tidak bisa berkomentar lebih jauh. "Spekulasi tersebut tidak berdasarkan informasi yang terverifikasi, sehingga kami tidak dapat menanggapinya lebih lanjut," kata Chief of Publik Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy. Menurut Tirza, saat ini, pihaknya fokus terhadap komitmennya di Indonesia, yaitu memberdayakan pelaku ekonomi kecil dengan membuka peluang luas bagi masyarakat  untuk memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri dan berkelanjutan. "Bahkan menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan  di masa transisi atau saat menghadapi tantangan ekonomi," ujar Tirza. Bersamaa dengan rumor merger inim juga muncul kembai wacana publik yang mempertanyakan keberadaan Grab di Indonesia sebagai bentuk dominasi asing. Tirza pun menyampaikan klarifikasi terkait struktur hukum dan kontribusi nyata Grab bagi Indonesia. Menurut Tirza, Grab Indonesia beroperasi sebagai Penanam Modal Asing (PMA), yaitu bentuk investasi yang diatur dan dizinkan oleh pemerintah Indonesia melalui peraturan-peraturan perundang--unndangan yang berlaku. (Yetede)