Investasi lainnya
( 1334 )Investasi Migas : Pemerintah Bidik US$17 Miliar
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan total nilai investasi yang bisa diserap oleh sektor minyak dan gas bumi pada tahun ini mencapai US$17 miliar. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan total investasi itu akan berasal dari hulu migas senilai US$12,87 miliar yang bersumber dari kegiatan-kegiatan produksi, pengembangan, dan eksplorasi. Sementara itu, kontribusi investasi hilir migas dipatok senilai US$4,12 miliar yang berasal dari kegiatan pembangunan infrastruktur seperti pengolahan, pengangkutan, dan niaga.“Investasi migas kami tetap optimistis akan baik. Kami targetkan 2022 sekitar US$17 miliar,” ujarnya, Rabu (19/1).
Pemanis Baru Investasi RI
Pemerintah menambah pemanis baru untuk memancing minat investor melalui relaksasi penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang termuat di dalam UU No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Insentif fiskal ini diyakini akan menarik penanaman modal lebih tinggi serta mendukung pemerataan investasi. Namun, efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada implementasi di level pemerintah daerah (pemda). Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan skema penghitungan PBB di dalam UU HKPD disusun lebih fleksibel sehingga meningkatkan daya saing investasi di Indonesia.
Optimisme serupa dikemukakan Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi. Menurutnya, regulasi ini merupakan instrumen pendukung dari berbagai kebijakan yang telah diterbitkan oleh pemerintah sebelumnya untuk mendorong geliat investasi. Menurutnya, relaksasi PBB menjadi pemanis baru bagi investor yang sejauh ini telah memandang Indonesia sebagai tujuan alternatif penanaman modal. Wakil Ketum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simonjarang berharap kebijakan tersebut segera disosialisasikan agar pelaku usaha lebih memahaminya.
”Right Issue” Waskita Terserap 85 persen
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyelesaikan proses penawaran saham terbatas (right issue) sebesar Rp 9,44 triliun, yang hanya 85,81 % dari target Rp 11 triliun. Dari Rp 9,44 triliun tersebut, Waskita menerima dana publik Rp 1,54 triliun dan penyertaan modal negara Rp 7,90 triliun. ”Perseroan akan fokus menjalankan bisnis operasional berbekal kemampuan likuiditas yang lebih baik,” ujar Dirut Waskita Destiawan Soewardjono (17/1). (Yoga)
Target Investasi 2022 Dinilai Ambisius
Target awal realisasi investasi 2022 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebenarnya Rp 968,4 triliun, namun Presiden Jokowi meminta Kementerian Investasi menaikkannya hingga Rp 1.200 triliun demi menopang target pertumbuhan ekonomi kembali di atas 5 % pada 2022. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal (16/1), menilai target Rp 1.200 triliun itu sulit dicapai, terlalu tinggi dan ambisius, terutama mengingat pandemi yang belum usai. Dari data Kementerian Investasi Januari-September 2021, capaian investasi Rp 659,4 triliun atau 73,3 % target Rp 900 triliun. Laju investasi melambat pada triwulan III-2021 akibat merebaknya varian Delta Covid-19 dan diberlakukannya PPKM darurat pada Juli-Agustus 2021.
Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance Tauhid Ahmad berpendapat, peningkatan target realisasi investasi 33 % dari tahun 2021 ke tahun 2022 itu melampaui target yang biasanya dipasang pemerintah sebelum pandemic, dimana biasanya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memasang kenaikan target konvensional di kisaran 11 %. Di sisi lain, kinerja investasi 2 tahun terakhir banyak terbantu realisasi investasi mangkrak. Waketum Kadin Indonesia Shinta W Kamdani menilai, target investasi Rp 1.200 triliun dari Rp 900 triliun sangat ambisius. ”Target ini memang ambisius, tetapi to be fair, kita belum pernah melakukan reformasi struktural besar-besaran. Kita juga belum pernah menjadi tuan rumah G-20. Jadi, kami tetap optimistis sambil terus bekerja keras mencapai target itu,” katanya. (Yoga)
Hitung Risiko Investasi Aset Digital
Ghozali Everyday sedang menjadi buah bibir. Ini adalah non fungible token (NFT) yang dibuat oleh Ghozali, seseorang mahasiswa asal Semarang. Isinya berupa 933 foto selfie Ghozali. Pengamat aset kripto Vinsensius Mahapa menyebut, tidak semua NFT cocok untuk investasi, terutama investasi jangka panjang. Salah satu kriteria NFT yang cocok untuk investasi jangka panjang adalah NFT berlatar belakang atau dibuat tokoh terkenal dan memiliki sejarah atau narasi di balik karya tersebut.
Tentu saja, investasi NFT memiliki risiko. Pertama, Vinsensius menyebut, meski memiliki token atau sertifikat yang tidak bisa diduplikasi, file NFT sendiri mudah diduplikasi. File hasil duplikasi ini bisa dibuat NFT lagi. Kedua, layaknya saham, harga NFT juga bisa digoreng. "Ada penerbit yang membeli karya sendiri agar terlihat banyak peminat dan memiliki nilai," kata Vinsensius.
KoinWorks Disuntik Modal Rp 1,6 Triliun
Penyedia layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi KoinWorks mendapat suntikan pendanaan baru sebesar 108 juta USD atau Rp 1,6 triliun, untuk teknologi dan menambah karyawan. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh MDI Ventures, perusahaan modal ventura milik Telkom Indonesia, dan partisipasi investor sebelumnya. Benedicto Haryono, CEO dan Co-founder KoinWorks (12/1) mengatakan, pendanaan 108 juta USD itu terdiri dari ekuitas 43 juta USD dan modal utang 65 juta USD. (Yoga)
Usaha Rintisan Akuakultur eFishery Disuntik Modal Rp 1,28 Triliun
Perusahaan rintisan akuakultur atau budi daya perikanan, eFishery, memperoleh pendanaan seri C senilai 90 juta USD atau Rp 1,28 triliun dari sejumlah investor, untuk ekspansi bisnis. Suntikan modal kepada eFishery dipimpin Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, juga Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners. ”Indonesia adalah negara maritim besar yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Artinya, kita punya potensi sangat besar di bidang perikanan. Pendanaan ini untuk ekspansi lebih lanjut membawa pembudidaya ikan masuk dalam ekosistem digital,” ujar Co-founder dan Chief Executive Officer eFishery Gibran Huzaifah (12/1).
Gibran menjelaskan, dana itu akan digunakan untuk meningkatkan layanan platform sehingga bisa berekspansi dengan menambah jumlah pembudidaya ikan yang tergabung dalam ekosistem eFishery, saat ini ada 30.000 pembudidaya ikan dengan 100.000 kolam budidaya ikan di 24 provinsi yang bergabung dengan eFishery.
Co-founder & Co-managing Partner at Northstar Group Sidharta Prawira Oetama menjelaskan, pihaknya sepakat memberi pendanaan pada eFishery karena melihat potensi besar sektor budidaya perikanan. Selain itu, eFishery dinilai juga bisa memberi solusi permasalahan pangan yang mungkin terjadi pada masa mendatang. (Yoga)
Merespons Animo Warga Berinvestasi Digital
Saat ini muncul banyak platform investasi digital berbasiskan aplikasi gawai, di antaranya Bibit, Bareksa, Tanamduit, dan Ajaib. Skema investasi yang lazim ditawarkan adalah reksa dana, yaitu skema investor menitipkan uang kepada manajer investasi untuk diinvestasikan dengan tujuan mendatangkan keuntungan bagi pemilik dana. Investasi digital memiliki pembeda utama pada platform yang digunakan, yaitu aplikasi gawai sehingga lebih transparan dan mudah digunakan. Meningkatnya tren pengguna gawai dan pengakses internet Indonesia menjadi peluang berkembangnya investasi digital.
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu RI menyebut, 66 % investasi melalui pembelian Obligasi Republik Indonesia (ORI) 2020 pada Oktober 2021 adalah generasi X dan Y. Meski pengetahuan dan minat terkait investasi digital terbilang baik, masih ada keraguan terkait sistem investasi digital saat ini, karena banyaknya penipuan. Walau payung hukumnya sudah ada, seperti UU No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, aturan khusus terkait investasi digital diperlukan investor agar tak ragu berinvestasi. Di samping itu, keamanan investasi merupakan hal terpenting untuk menarik investor. Pertimbangan lainnya adalah banyak fitur layanan yang menarik dan bisa mulai investasi dalam jumlah kecil. (Yoga)
Masalah di Literasi Investasi
Investigasi harian Kompas menemukan sejumlah penipuan skema ponzi (money game) di Indonesia, banyak yang memakai modus investasi aset kripto. Saat money game tidak bisa memberi profit kepada pesertanya, bos atau pendiri money game akan membuat kripto atau token abal-abal yang akan dibagi pada peserta sebagai ganti profit, dengan kerugian mencapai triliunan rupiah. Kasus bermula dari iming-iming investasi dengan hasil spektakuler hingga menarik banyak peminat. Orang yang tidak paham investasi langsung mengucurkan dananya ke berbagai produk investasi, dan menyesal setelah uang hilang begitu saja. Masalah utama terletak pada literasi investasi yang kurang memadai. Orang hanya membayangkan imbal hasil besar tanpa mengetahui risikonya. Literasi investasi makin diperlukan karena produk-produk investasi yang ditawarkan makin menggiurkan sebab berkesan modern, seperti aset kripto dan mata uang asing. Perangkat yang digunakan pun makin terkesan canggih, seperti robot perdagangan. (Yoga)
Investasi Residensial Menggeliat
Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto (5/1) menyatakan, pasar residensial masih menjadi penyangga pertumbuhan sektor properti tahun ini. Perpanjangan insentif fiskal berupa PPN DTP sebesar 50 % untuk rumah dengan harga sampai Rp 2 miliar serta PPN DTP 25 % untuk harga di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar sampai Juni 2022 diyakini mendorong pertumbuhan pasar. ”Jumlah penjualan apartemen milik tahun ini bisa lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 karena kondisi ekonomi yang membaik dan ditambah insentif PPN sampai Juni 2022. Meski demikian, pemulihan pasar apartemen masih perlu waktu,” tuturnya
Pasar hunian tapak yang menjadi penopang pertumbuhan properti tahun 2021 diperkirakan membaik. Pertumbuhan pasar hunian tapak mendominasi pasar residensial, sejalan kebutuhan rumah tinggal yang selalu ada. Director Advisory Services Colliers Indonesia Monica Koesnovagril mengemukakan, pergerakan pasar hunian tapak mengarah ke dua segmen berbeda, yakni pasar menengah bawah dengan unit rumah maksimal Rp 1,5 miliar, yang didominasi keluarga muda dan pembeli rumah pertama untuk dihuni (end user). Di sisi lain, pasar bakal bergeliat di segmen menengah atas dan atas dengan harga Rp 3 miliar-Rp 8 miliar.
Direktur Metland Wahyu Sulistyo mengemukakan, pasar segmen menengah bawah untuk end user dengan harga di bawah Rp 1 miliar masih menarik digarap, pasar segmen menengah atas, di atas harga Rp 2 miliar, diperkirakan tumbuh sejalan optimisme pasar untuk penanganan pandemi dan perbaikan ekonomi. (Yoga)









