;

Investasi Bodong, Tak Lekang oleh Waktu

Ekonomi Yoga 12 Feb 2022 Kompas
Investasi Bodong, Tak Lekang oleh Waktu

Penelusuran Pusat Informasi Kompas (PIK), kasus investasi bodong pernah terjadi pada 1968, ada perusahaan yang mengumpulkan dana dari 6.000 orang dengan total Rp 900 juta. Dengan dalih untuk modal perusahaan konstruksi, manajemen perusahaan menjanjikan bunga 17,5 % per tahun kepada nasabah. Alih-alih memperolehnya, uang itu tak pernah diberikan. Tahun 1992, PT Suti Kelola, yang bergerak dalam bidang penjualan perabot dan alat-alat rumah tangga secara kredit, menjanjikan bunga 44,5 % per tahun dengan menyimpan uang di perusahaannya, dan berhasil menjaring 4.000 nasabah dengan total uang Rp 14 miliar, namun pemiliknya kabur menggondol semua uang. 30 tahun berselang, di tengah disrupsi dan digitalisasi berbagai aspek kehidupan, investasi bodong tetap mempertahankan eksistensinya. Mereka hanya berubah wujud dari tawaran investasi konvensional menjadi berbalut teknologi dengan mendompleng berbagai instrumen investasi yang terdengar mutakhir bagi masyarakat seperti perdagangan opsi biner (binary option), robot trading ilegal, dan skema ponzi berkedok jual beli aset kripto.

Salah satu entitas opsi biner yang mencuri perhatian publik adalah Binomo, karena iklan tawaran ini menggunakan kalimat yang tidak masuk akal dan sangat sering berseliweran di iklan selingan berbagai media sosial. Binomo sudah ditetapkan sebagai investasi ilegal oleh Satgas Waspada Investasi sejak 2019. Mereka tidak mengantongi izin usaha di Indonesia, selain itu, praktik yang dilakukan dalam opsi biner itu tak lain seperti berjudi. Nasabah diminta menebak kenaikan atau penurunan harga. Ketika tebakan mereka benar, mereka memperoleh uang. Sebaliknya, ketika salah, uang mereka hilang. Jadi, tidak ada perdagangan di sana, hanya uang yang dipermainkan seperti berjudi. Agar terhindar dari jeratan investasi ilegal, public harus selalu ingat konsep 2L sebelum berinvestasi, yaitu legalitas dan logis. Masyarakat harus memastikan legalitas perusahaan tersebut sebelum memutuskan investasi. Selain itu, masyarakat harus berpikir logis dan menghitung dengan baik apakah tawaran itu masuk akal atau terlalu mengada-ada. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :