Investasi lainnya
( 1334 )Realisasi Investasi 2022 Lampaui Target
JAKARTA, ID – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada 2022 mencapai target yang ditetapkan. Pencapaian tersebut antara lain ditopang oleh penyelesaian investasi yang mangkrak dan hilirisasi industri yang terus didorong oleh pemerintah. Hal itu disampaikan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Bahlil saat menjadi pembicara di depan mahasiswa Universitas Kristen Maranatha, Bandung, yang dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (14/1/2023). Adapun realisasi kinerja investasi kuartal IV-2022 dan sepanjang tahun lalu tersebut akan diumumkan pada Jumat (27/1/2023). Ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah menargetkan capaian realisasi investasi pada 2022 sebesar Rp 1.200 triliun. Target investasi ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 900 triliun. “Target investasi tahun 2022 insya Allah akan mencapai target Rp 1.200 triliun. Ini perdana saya ngomong begini, karena saya baru selesai rapat pada Senin kemarin. Dan, ini adalah omongan resmi saya pertama, bahwa realisasiinvestasi kita pada 2022. (Yetede)
Lagi, SUN untuk Peserta Tax Amnesty Terbit
Pemerintah bakal kembali menerbitkan surat utang negara (SUN) secara
private placement
untuk penempatan dana wajib pajak atas Program Pengungkapan Sukarela (PPS) alias
Tax Amnesty.
Dalam keterangan resmi, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) menyebut, surat utang ini akan diterbitkan 24 Januari 2023 dengan
settlement
pada 27 Januari 2023.
PEREKONOMIAN DAERAH : MENEROPONG GELIAT INVESTASI BUMI SASAMBO
Hadirnya Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika diyakini menjadi pintu masuk investasi di sejumlah sektor lainnya pada tahun ini, terutama dalam pengembangan ekonomi pesisir. Proyek penghiliran katoda tembaga juga bakal mengerek kinerja investasi Bumi Sasambo. Optimisme tersebut bukan tanpa sebab. Capaian kinerja investasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2 tahun terakhir menjadi modal kuat guna mengakselerasi realisasi pada tahun ini.Di tengah pandemi Covid-19 pada periode tersebut, investasi di provinsi ini justru mampu menunjukkan performa yang ciamik. Pada 2021, misalnya realisasi investasi wilayah ini mampu melampaui target yang ditetapkan. Dengan capaian Rp14,7 triliun, dari target sebesar Rp13 triliun. Sementara itu, pada tahun lalu Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB optimistis realisasi investasi juga bakal melampaui target. Padahal, target sepanjang 2022 dikerek naik menjadi Rp18,5 triliun. Optimisme itu ditandai dengan capaian investasi hingga kuartal III/2022 yang telah mampu menembus level 78%, atau sebanyak Rp15,4 triliun. Kepala DPMPTSP NTB Mohammad Rum menjelaskan, jika dihitung dengan kuartal IV/2022 yang datanya belum dirilis oleh BKPM, realisasi pada tahun lalu bisa melampaui target. Kini, menapaki 2023 yang oleh sebagian kalangan dinilai kian menantang akibat berbagai sentimen negatif yang menambah ketidakpastian, Rum justru memandang bahwa Provinsi NTB makin menarik bagi para pemilik modal. Hal itu, imbuhnya, tecermin dari mulai banyaknya investasi baru yang sudah masuk dan berjalan pada 2023.
Menurutnya, investasi yang paling anyar adalah konstruksi pembangunan kereta gantung ke Gunung Rinjani di Lombok, dengan nilai investasi lebih dari Rp1 triliun.
Tak ayal, Rum optimistis kinerja investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada tahun ini bakal memiliki porsi yang seimbang. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan strategi guna terjadinya pemerataan investasi di kabupaten/kota. Rum bersama dengan pemerintah kabupaten/kota telah membagi target sebesar Rp 22 triliun itu ke 10 Pemerintahan Dati II. Sementara itu, kawasan pesisir NTB juga dinilai mampu menjadi daya tarik bagi investor, khususnya pemodal yang concern dengan pengembangan kawasan ramah lingkungan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KKP) NTB Muslim menjelaskan bahwa terdapat peluang investasi di enam kawasan pesisir NTB pada tahun ini.
Di sisi lain, pengamat Ekonomi Universitas Mataram Firmansyah menilai bahwa target investasi NTB sebesar Rp22 triliun merupakan angka yang fantastis di tengah ketidakpastian ekonomi global.Kendati demikian, dia meyakini bahwa target tersebut dapat dicapai apabila semua pemangku kepentingan terkait (stakeholder) di NTB bergerak seirama.
Realisasi Investasi KEK Capai 52,9% dari Komitmen
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, realisasi investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hingga tahun 2022 telah mencapai Rp 113,2 triliun. Realisasi tersebut setara 52,9% dari total komitmen investasi yang sebesar Rp 214 triliun. KEK juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 22.678 orang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, capaian itu ditopang beberapa KEK berbasis industri dan pariwisata. Yakni, KEK Batang, KEK Kendal, KEK Gresik, KEK Sei Mangkei dan KEK Nongsa. Sementara KEK berbasis pariwisata, seperti KEK Mandalika, KEK Lido, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung dan KEK Singhasari.
"Untuk tahun 2023, komitmen investasi mencapai Rp 61,9 triliun," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (12/1).
2022, Realisasi Investasi KEK Capai Rp 113,2 Triliun
JAKARTA, ID – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) selama tahun 2022 sebesar Rp 113,2 triliun dengan menyerap 55.678 orang tenaga kerja. Sedangkan komitmen investasi untuk KEK 2022 mencapai Rp 214 triliun. Pada tahun ini, target komitmen investasi mencapai Rp 61,9 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartar to menjelaskan, dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah, pemerintah terus berupaya mendorong pembangunan KEK di Indonesia. “Investasi menjadi faktor yang sangat diperlukan untuk mendukung kemajua pembangunan KEK dan diharapkan dapat terus meningkat,” jelas dia dalam pernyataan resmi yang diterima, Kamis (12/1/2023).Menurut Arilangga, capaian realisasiKEK 2022 didorong oleh beberapa KEK berbasis industri, seperti KEK Galang Batang, KEK Kendal, KEK Gresik, KEK Sei Mangkei. Juga, KEK berbasis pariwisata seperti KEK Mandalika, KEK Lido, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Singhasari. Peningkatan investasi juga terjadi di KEK Nongsa yang mampu menarik investasi untuk data center, digital, serta industri film. (Yetede)
INA Siap Investasi Rp 30 Triliun Tahun Ini
JAKARTA, ID– Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) berencana investasi hingga Rp 30 triliun tahun 2023. Investasi itu akan menyasar ke sektor energi, infrastruktur, infrastruktur digital, dan kesehatan. CEO INA Ridha Wirakusumah mengatakan, sejak 2021 atau tahun pertama beroperasi, INA sudah menggelontorkan dana investasi sekitar US$ 200 juta dan tahun ini akan naik 10 lipat. Saat ini, INA berpeluang mengamankan investasi senilai US$ 27 miliar lebih. “Kami sebelumnya sudah mengumumkan investasi di sektor kesehatan dan infrastruktur jalan tol. Selanjutnya, kami akan masuk ke e-commerce yang investasinya segera kami analisasi,” ungkap Ridha dalam wawancara bersama Bloomberg di Hong Kong, dikutip Rabu (11/1/2023). Di event G20 tahun 2022 lalu, Ridha menambahkan, INA bersama perusahaan baterai dan teknologi asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL), telah mengumumkan komitmen investasi di industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebesar US$ 2 miliar. (Yetede)
RACIK PORTOFOLIO KEBAL RESESI
Awan mendung yang menggelayuti ekonomi dunia agaknya masih sulit tersibak. Termutakhir, Bank Dunia malah kembali memangkas proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global pada tahun ini menjadi hanya 1,7%, dari sebelumnya 3%. Tak ayal, prospek perlambatan laju ekonomi pada 2023 itu menambah panjang daftar katalis negatif pasar modal selain tren kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve, lompatan inflasi, dan rotasi investasi ke pasar Asia Utara terutama China. Dus, bagi investor, rotasi investasi ke aset defensif dan safe haven dapat menjadi strategi mitigasi. Apalagi, volatilitas pasar kini sedang meninggi. Bergerak di bawah tekanan, indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot 3,89% sepanjang tahun berjalan 2023 ke level 6.584,45 pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (11/1). Berbanding terbalik, harga emas spot justru makin berkilau dengan kenaikan 2,94% year-to-date (YtD) ke level US$1.877,71 per ons. Adapun, tingkat yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun menguat dari 6,94% pada akhir 2022 ke level 6,80 % dan rupiah menguat tipis 0,53% YtD atas dolar AS ke level Rp15.482. Direktur Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan perlambatan ekonomi 2023 bukan hal yang mengejutkan. Sama halnya dengan proyeksi berlanjutnya kenaikan suku bunga hingga paruh pertama tahun ini yang telah diperhitungkan sebelumnya. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menilai investor bisa memilih saham defensif dan saham komoditas logam yang menjadi safe haven asset untuk memitigasi volatili tas tinggi. Senada, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati mengatakan bola salju perlambatan ekonomi dapat menekan harga komoditas, salah satunya minyak mentah. Namun, kondisi itu justru dinilai menguntungkan emiten petrokimia seperti TPIA dan BRPT.
Dana Kelolaan INA Mencapai US$ 31 Miliar
Investasi berbagai lembaga pada Lembaga Pengelola Investasi alias Indonesia Investment Authority (INA) terus berjalan. Saat ini, total dana kelolaan alias asset under management (AUM) INA telah mencapai US$ 31 miliar.
Juru bicara INA Masyita Cyrstallin memperinci, dana kelolaan INA itu,
pertama, berasal dari anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), dan APG Asset Management (APG) dengan total US$ 3 miliar.
Kedua, dari Abu Dhabi Growth Fund (ADG) sebesar US$ 10 miliar.
Ketiga, Dubai Ports World (DP World Dubai) sebesar US$ 7,5 miliar. Dana tersebut salah satunya digunakan untuk sejumlah proyek badan usaha milik negara (BUMN). Antara lain empat ruas tol milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk, pelabuhan, bandara, infrastruktur digital, kesehatan, energi tradisional, energi terbarukan, kawasan industri, dan terakhir pertanian perkebunan.
Keempat, Investment Fund for Developing Countries (IFU) dari Kerajaan Denmark untuk menjajaki peluang investasi transisi energi hijau dan pembangunan sosial yang inklusif di Indonesia. Nilai investasi yang diberikan sebesar US$ 500 juta.
Kelima, dana sebesar US$ 2 miliar dari Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) dan CMB International untuk pengembangan kendaraan berbasis listrik atau electric vehicle (EV). Keenam, Silk Road Fund (SRF) dari China yang menyuntikkan dana sebesar US$ 3 miliar untuk investasi di sektor healthcare dan digital.
Investor Kakap Siap Menebat Duit di IKN
Memasuki tahun politik, proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara masih menarik perhatian investor. Tak hanya investor lokal, sejumlah proyek yang bakal dikembangkan di IKN juga membetot perhatian para investor asing.
Merujuk ke klaim pemerintah, ada banyak negara asal investor yang kepincut dengan IKN. Sebut saja investor asal Korea Selatan, China, Uni Emirat Arab, Rusia dan India. Memang, kebanyakan dari para pebisnis mancanegara ini masih memberikan komitmen investasi.
Tapi, yang pasti, jumlah investor asing yang ingin menanamkan modalnya di IKN Nusantara terus bertambah. Salah satunya datang dari negeri tetangga, Malaysia.
Para investor Malaysia itu telah meneken 11
letter of intent
(LoI) atau dokumen awal berbisnis di IKN Nusantara. Tapi nilai kesepakatan proyek tersebut tidak disebut. Yang pasti, dokumen awal tersebut sudah diserahkan ke Otoritas IKN Nusantara.
Adapun 11 dokumen awal bisnis tersebut mencakup beragam sektor. Mulai dari sektor elektronik, kesehatan, pengelolaan limbah, konstruksi dan properti.
Konsumsi dan Investasi jadi Mesin Pertumbuhan RI
JAKARTA, ID – Pemerintah menyatakan investasi dan konsumsi masih diandalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dalam menghadapi berbagai ancaman resesi global pada tahun ini. Sementara itu, mesin pertumbuhan Indonesia yang bergantung pada negara-negara yang terancam resesi harus disubstitusi. "Makanya domestic demand tetap harus penting, konsumsi tetap baik, makanya inflasi tetap kita jaga dengan investasi yang kami lihat juga cukup bagus,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa, di Gedung AA Maramis Kemenkeu, Jumat (6/1/2023) malam. Ia mengatakan, perbankan semakin aktif menyalurkan kredit sehingga bisa tumbuh 11% pada akhir tahun lalu. Bahkan, sisi capital market Indonesia juga disebut dalam kondisi baik dibanding negara-negara lain. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Utamakan Keamanan Data
04 Feb 2020 -
META Bangun Tol Senilai Rp 21,5 Triliun
07 Feb 2020 -
Nilai Aset Asabri Merosot di Tahun Lalu
31 Jan 2020









