;

MEMOLES INDUSTRI HULU MIGAS

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 19 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)
MEMOLES INDUSTRI HULU MIGAS

Pandemi Covid-19 dan gonjang-ganjing perekonomian global rupanya tidak menutup geliat industri hulu minyak dan gas bumi Indonesia. Salah satu buktinya adalah penerimaan negara bukan pajak atau PNBP sepanjang tahun lalu yang mencapai US$18,19 miliar atau 183% dari target US$ 9,95 miliar.Pada tahun ini pun setoran sektor hulu migas diharapkan mencapai US$ 15,88 miliar. Kendati demikian, sejumlah kalangan mewanti-wanti agar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan antisipasi seiring kian masifnya transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Apalagi, kontribusi sektor hulu migas ke penerimaan negara dinilai masih penting.Lembaga tersebut juga diharapkan terus mengawal progres dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), lantaran selama ini realisasi investasi yang dilakukan oleh pelaku usaha kerap lebih rendah ketimbang komitmen yang disampaikan.Galagat itu dapat dilihat dari realisasi investasi hulu migas yang tak tembus taget. Sepanjang 2022, realisasi investasi hulu migas hanya US$12,3 miliar, lebih rendah dari target US$ 13,2 miliar. SKK Migas mematok target investasi hulu migas tahun ini mencapai US$15,5 miliar. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, target realisasi investasi hulu migas pada tahun ini naik sekitar 26%, di atas rata-rata komitmen investasi di sektor tersebut pada tingkat global yang sebesar 6,5%. Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara menyampaikan, aktivitas eksplorasi kini terus meningkat setelah sempat jeblok pada 2020 karena imbas pandemi Covid-19.Optimisme realisasi investasi juga berimplikasi pada kenaikan target lifting migas yang dipatok 660.000 barel per hari untuk minyak, dan 6.160 MMSCFD untuk gas bumi. Kesemuanya pun lebih tinggi dari raihan pada tahun lalu.

Download Aplikasi Labirin :