Investasi lainnya
( 1334 )LELANG PANAS BUMI : MINAT INVESTOR BELUM PUDAR
Minat investasi panas bumi di Indonesia diprediksi belum pudar pada tahun ini, meskipun biaya eksplorasi hingga pengembangan panas bumi di dalam negeri masih mahal. Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Priyandaru Effendi mengatakan bahwa investor masih berminat menanamkan modalnya di industri panas bumi di Tanah Air. “Minat investor untuk berinvestasi cukup besar namun sejauh ini terhalang harga jual listrik yang belum memenuhi tingkat keekonomian proyek serta kepastian pembelian listrik oleh PLN,” katanya saat dihubungi Bisnis, Minggu (8/1). Dia mencatat polemik harga jual listrik yang ditawarkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN masih menjadi kendala utama pengembangan panas bumi di Indonesia. Priyandaru mengatakan harga jual listrik yang disanggupi PLN cenderung berada di bawah tingkat keekonomian proyek. Konsekuensinya, dia mencatat investor berhati-hati untuk ikut berpartisipasi pada pelelangan wilayah kerja panas bumi (WKP), di antaranya WKP Way Rate dan WKP Nage yang sudah ditawarkan pemerintah sejak akhir Desember 2022. Priyandaru juga mengatakan sebagian besar perusahaan panas bumi masih menunggu efektivitas Peraturan Presiden (Perpres) No. 112/2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik pada lelang dua WKP tersebut yang bakal berakhir pada 13 Januari 2022.
Akan tetapi, dia menyatakan skema harga patokan tertinggi atau ceiling tariff yang diakomodasi di dalam Perpres dianggap masih belum mampu menggambarkan tingkat keekonomian proyek panas bumi. Dia meminta pemerintah dapat memberikan insentif tambahan untuk mengimbangi mahalnya biaya eksplorasi hingga pengembangan panas bumi di dalam negeri. “Perlu segera dipastikan insentifnya melalui peraturan menteri terkait untuk membantu keekonomian proyek bisa menjadi menarik,” kata dia. Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membuka kembali lelang hingga empat WKP pada tahun ini. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana menyatakan pembukaan kembali lelang itu menyusul minat investor yang tinggi untuk kembali mengakuisisi sejumlah lapangan potensial di dalam negeri. “Tahun ini rencanannya ada tiga hingga empat lokasi yang akan dilelang,” kata Dadan kepada Bisnis, Minggu (8/1). Hanya saja, Dadan mengatakan Kementerian ESDM belum bisa menerangkan secara detail lokasi WKP yang bakal ditawarkan kepada publik tersebut.
POTENSI DAERAH : Strategi Sumbar Kerek Investasi
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) mengerek target investasi pada tahun ini menyusul realisasi yang cukup baik dari tahun ke tahun. Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov Sumbar Firdaus mengungkapkan, target investasi pada tahun ini dipatok Rp5,6 triliun.Angka ini meningkat 9,8% dari target investasi pada 2022 yang mencapai Rp5,1 triliun.“Untuk realisasi [2022], datanya belum selesai kami rangkum. Baru sampai pada triwulan III/2022,” katanya, Rabu (4/1).
Kepala DPMPTSP Sumbar Adib Alfi kri menambahkan, pihaknya optimistis target realisasi investasi pada 2022 mencapai target. Pasalnya, realisasi investasi sepanjang Januari–September 2022 telah mencapai 59,6% atau lebih dari Rp3 triliun. “Dari realisasi itu, kontribusi penanaman modal asing [PMA] mencapai lebih dari Rp1 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri [PMDN] mencapai lebih dari Rp2 triliun,” katanya.
Adib menambahkan, capaian realisasi PMA terbesar ada pada sektor usaha yang terbesar, yakni usaha pertambangan dari perusahaan PT Gamindra Mitra Kesuma dengan tambahan realisasi investasi sebesar US$7.356,5.Selain itu, juga ada usaha yang bergerak pada industri kimia dan farmasi, yakni PT Padang Raya Cemerlang dengan tambahan realisasi investasi sebesar US$6.264,3.
OJK: Teruslah Investasi Jangan Wait dan See
JAKARTA, ID – Ketika bursa global digambarkan mencekam dan cenderung brutal sepanjang 2022, pasar saham di Indonesia cukup resilien serta ke depan tetap prospektif dan potensial. Dengan fundamental ekonomi yang kuat dan berbagai indikator yang positif, tidak ada kata wait and see untuk pasar modal di Indonesia dan investor jangan ragu untuk terus berinvestasi. Terlebih lagi pertumbuhan jumlah investor sangat agresif, kini mencapai 10,3 juta dan 58,7% adalah generasi zilenial. Rasio kapitalisasi pasar terhadap Produk Domestik Bruto juga masih 50%. Hal itu merefleksikan potensi Indonesia masih sangat besar dan terbentang luas, apalagi didukung oleh daya tahan perekonomian yang sangat kuat. “Karena itu, tidak ada istilah wait and see untuk investasi di Indonesia. It’s all about investment, investment, and investment. Kita harus siap untuk itu dan kita harus dorong momentumnya,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar pada seremoni pembukaan pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (2/1/2023). (Yetede)
Kinerja Instrumen Investasi Kalah Melawan Inflasi
Ketidakpastian global mewarnai pergerakan pasar modal di sepanjang tahun 2022 ini. Pelaku pasar melakukan
risk aversion, sehingga membuat nilai tukar rupiah cenderung melemah sepanjang tahun ini. Tapi, kondisi ini memberi keuntungan bagi investor yang berinvestasi di valuta asing.
Salah satunya dollar Singappura. Sepanjang tahun 2022, dollar Singapura menguat 9,01% terhadap rupiah. Jadi, jika Anda menukar rupiah ke dollar Singapura akhir tahun lalu, nilai rupiah Anda di akhir tahun ini naik 9,01%. Dollar Singapura merupakan instrumen investasi berkinerja terbaik sepanjang tahun ini.
Di urutan kedua, instrumen yang memberi keuntungan paling besar masih valas, yakni dollar Amerika Serikat (AS). Kurs dollar AS naik 8,41% sepanjang tahun ini.
Selain dollar Singapura dan dollar AS, hanya obligasi korporasi yang imbal hasil rata-ratanya masih di atas inflasi tahun ini. Imbal hasil rata-rata investasi di obligasi, menilik pergerakan indeks Indobex Corporate Total Return, sebesar 6,57%.
Sebagai perbandingan, inflasi Indonesia hingga November tercatat sebesar 5,42% secara tahunan. Menurut proyeksi ekonom, inflasi di akhir 2022 diprediksi sekitar 5,39%.
Perpu Cipta Kerja Dongkrak Investasi
JAKARTA, ID – Sebagai instrumen kepastian hukum dan upaya mendukung raihan target menarik investasi sebesar Rp 1.400 triliun pada 2023, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, Jumat (30/12/2022). Di tengah ancaman resesi global, Perppu ini diharapkan mampu menarik investasi asing, mendorong laju pertumbuhan ekonomi, dan menjaga agar defisit APBN 2023 di bawah 3% PDB. Perlunya mengantisipasi dampak meningkatnya ketidakpastian ekonomi global 2023 dinilai oleh pemerintah sebagai kebutuhan yang mendesak yang melandasi penerbitan Perppu tersebut, meski ekonomi Indonesia hingga kini tetap tumbuh dan berdaya tahan tinggi. Sementara itu, pemerintah perlu terus berupaya untuk menjaring investasi sebagai salah satu kunci pertumbuhan ekonomi. (Yetede)
PDB Industri Ditargetkan Naik 5,1 Persen
PDB industri pengolahan nonmigas Indonesia pada 2023 diprediksi tumbuh 5,1-5,4 %. Meskipun demikian, pertumbuhan ekspor dan nilai investasi diperkirakan cenderung melambat akibat tekanan arus perdagangan mancanegara. Perlambatan tersebut dapat diatasi dengan penguatan nilai produk ekspor melalui pemanfaatan perjanjian dagang dan penerapan teknologi. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita memproyeksikan pertumbuhan PDB industri pengolahan nasional sepanjang 2022 mencapai 5,01 % dibandingkan tahun sebelumnya. ”Seiring dengan itu, nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada 2022 diproyeksikan mencapai 210,38 miliar USD dan pada 2023 sebesar 225 miliar-245 miliar USD,” tuturnya dalam acara jumpa pers di Jakarta, Selasa (27/12).
Pertumbuhan kinerja industri tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan investasi. Agus menyebutkan, realisasi investasi sepanjang 2022 diperkirakan senilai Rp 439,3 triliun, sedangkan pada 2023 sebesar Rp 450 triliun-Rp 470 triliun. Jika dibandingkan, proyeksi ekspor industri tersebut menunjukkan tren perlambatan. Kemenperin mencatat, realisasi ekspor pada 2021 sebesar 177,2 miliar USD atau tumbuh 35,17 % dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, nilai ekspor pada 2022 diperkirakan tumbuh 18,72 %, sedangkan pada 2023 berkisar 6,94-8,89 % dibandingkan tahun sebelumnya. Tren yang sama juga tampak dari proyeksi realisasi investasi. Data Kemenperin menunjukkan, realisasi investasi 2021 mencapai Rp 307,6 triliun, dan pertumbuhan investasi 2022 diperkirakan menyentuh 42,81 % sedangkan pada 2023 berkisar 2,43-4,44 %. (Yoga)
Posisi Kewajiban Neto Investasi Menurun
Pada akhir triwulan III-2022, posisi investasi internasional (PII) Indonesia mencatat kewajiban neto 262 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan II-2022 sebesar 270 miliar dollar AS. Demikian siaran pers yang disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono Senin (26/12). (Yoga)
KONTRAK KERJA SAMA MIGAS : BP BAWA TAMBAHAN INVESTASI
Industri hulu minyak dan gas bumi atau migas mendapatkan angin segar dari perpanjangan kontrak kerja sama Tangguh selama 20 tahun karena menghadirkan tambahan komitmen investasi hingga US$4,6 miliar.
Perpanjangan kontrak kerja sama atau KKS Tangguh membuat BP dan mitranya bisa mengembangkan Proyek Tangguh liquefied natural gas (LNG) hingga 2055. Wilayah KKS Tangguh sendiri melingkupi Wiriagar, Berau, dan Muturi di Teluk Bintuni Papua Barat.Di Proyek Tangguh LNG, BP berperan sebagai operator dengan porsi kepemilikan 40,22%. Kemudian MI Berau BV 16,3%, CNOOC Muturi Ltd. 13.90%, Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd. 12.23%, KG Berau Petroleum Ltd. 8.56%, KG Wiriagar Petroleum Ltd. 1.44%, dan Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc. 7.35%.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta BP segera menyelesaikan Proyek Tangguh Train 3 yang menjadi salah satu proyek strategis nasional di sektor hulu migas. Apalagi, gas bumi dianggap menjadi komoditas yang memiliki peran penting pada masa transisi energi menuju net zero emission pada 2060.Perpanjangan KKS Tangguh, kata Arifin, juga membuat ketersedian LNG untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor lebih terjamin.
Menurutnya, pemerintah akan mendukung seluruh upaya yang dilakukan oleh kontraktor kontrak kerja sama atau KKKS untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di dalam negeri. Hal itu pun membuat pemerintah lebih terbuka dalam kerja sama pengelolaan hulu migas di dalam negeri.Untuk diketahui, Proyek Tangguh Train 3 diproyeksikan bisa onstream pada kuartal pertama tahun depan. Targetnya, proyek tersebut bisa memproduksi 700 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas, dan 3.000 barel kondensat per hari.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan bahwa, selain memberikan kepastian pasokan gas, perpanjangan KKS Tangguh juga akan mendatangkan komitmen investasi tambahan hingga US$4,6 miliar.
“Perpanjangan kontrak ini juga memberikan dampak positif berupa kontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional maupun daerah, serta multiplier effect lainnya,” katanya
INSTRUMEN INVESTASI : RAMAI PRODUK ANYAR REKSA DANA
Produk anyar reksadana kian semarak di pasar kendati jelang penutup tahun. Dari produk baru tersebut, jumlah terbanyak berasal dari reksa dana terproteksi dan reksadana indeks. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, terdapat 48 produk baru reksadana sejak November. Dari jumlah itu, 14 produk baru merupakan reksadana terproteksi dan 9 produk baru dari reksa dana indeks. Sisanya, berasal dari reksadana berbasis sukuk, reksadana pendapatan tetap, hingga reksadana saham. Hal itu akhirnya berkontribusi terhadap total produk reksadana beredar seperti yang tercatat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga pekan pertama Desember 2022. Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan bahwa penerbitan reksadana mengikuti kebutuhan pasar dan kinerja aset dasar.
Adaro Ajak Qatar Investment Authority Investasi di Proyek Hijau
DOHA, ID – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) ingin mengajak Qatar Investment Authority(QIA) untuk berinvestasi dalam proyek-proyek hijau atau ramah lingkungan yang sedang digarap oleh perseroan. Ajakan kepada lembaga sovereign wealth fund asal Qatar itu juga bagian dari upaya untuk mempromosikan peluang-peluang investasi di Indonesia kepada pihak-pihak yang memiliki modal dan teknologi. “Yang saya lagi jajaki ‘kan tentunya, seperti kita ketahui, sovereign wealth fund-nya Qatar ini luar biasa besar dan rasanya memang saya juga mempunyai kewajiban sebagai orang Indonesia untuk bagaimana bisa mempromosikan untuk investasi di Indonesia,” ungkap Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi ‘Boy’ Thohir di Doha, Qatar, Senin (19/12/2022). Dia menambahkan, Adaro tengah bergerak menuju industri- industri yang lebih hijau atau ramah lingkungan, seperti proyek smelter aluminium, green hydro power plant, hingga solar power plant. “Salah satunya saya ingin mengajak Qatar untuk masuk ke Indonesia karena mereka selain punya uang, mereka juga punya teknologi. Jadi seperti kita lihat di sini, solar power plant-nya juga termasuk yang cukup maju,” ujar Boy Thohir. (Yetede)
Pilihan Editor
-
India Turunkan Bea Masuk Kelapa Sawit
30 Jan 2020 -
Risiko Global Bertambah
29 Jan 2020 -
Industri Terbelit Masalah
29 Jan 2020









