;
Tags

Investasi lainnya

( 1326 )

Investasi Tak Terpengaruh Pemilu 2024

KT3 30 Apr 2024 Kompas

Realisasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri pada triwulan I-2024 mencapai Rp 401,5 triliun, naik 22,1 % dibanding periode yang sama tahun 2023. Pencapaian realisasi investasi itu mencakup sektor infrastruktur dan jasa (42,1 %), sektor manufaktur (40,2 %), dan sektor primer (17,7 %). Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadia, saat konferensi pers, Senin (29/4) di Jakarta, mengatakan, tahun 2024 merupakan tahun penuh dinamika politik karena ada pemilu. Biasanya, investor wait and see ketika suatu negara tujuan investasi mengalami pemilu.

Kendati demikian, pencapaian realisasi investasi triwulan I-2024 yang masih tumbuh 22,1 % menunjukkan dinamika itu bisa dilewati. ”Tahun 2024, target investasi yang ditetapkan Presiden Jokowi mencapai Rp 1.650 triliun dan target rencana strategis APBN Rp 1.239,3 triliun. Bukan angka yang sedikit. Kami bersama tim berusaha jemput bola supaya target itu tercapai,” kata Bahlil. Jika dibedah per sektor, realisasi investasi triwulan I-2024 yang terbesar ada di sektor infrastruktur dan jasa dengan porsi 42,1 % terhadap total atau senilai Rp 169,2 triliun, diikuti sektor manufaktur dengan porsi 40,2 % atau senilai Rp 161,1 triliun, dan sektor primer dengan porsi 17,7 % atau senilai Rp 71,2 triliun.

Dilihat dari sisi penanaman modal asing (PMA), realisasi pada triwulanI-2024 tercatat Rp 204,4 triliun. Lima besar subsektor realisasi PMA adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; pertambangan; transportasi, gudang, dan telekomunikasi; industri kimia dan farmasi; serta industri kertas dan percetakan. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada triwulan I-2024 tercatat Rp 197,1 triliun. Lima besar subsektor realisasi PMDN adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi; pertambangan; industri makanan; jasa lainnya; serta perdagangan dan reparasi. (Yoga)

MENGEREK INVESTASI MANUFAKTUR

HR1 30 Apr 2024 Bisnis Indonesia (H)

Peluang pemerintah untuk merealisasikan target investasi yang pada tahun ini disasar Rp1.650 triliun, cukup terbuka. Sebab, pada kuartal I/2024 saja, realisasi penanaman modal mencapai Rp401,5 triliun atau 24,3% dari target. Besarnya peluang itu juga didukung oleh ekspektasi berakhirnya masa wait and see investor, sejalan dengan ditetapkannya Presiden dan Wakil Presiden terpilih, sehingga memberikan kepastian bagi dunia usaha. Akan tetapi, pemerintah juga menghadapi tantangan yang cukup berat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, karena pada saat bersamaan investasi di sektor manufaktur makin menyusut. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, pada kuartal I/2024 porsi investasi manufaktur hanya 40,2%. 

Padahal, dalam dua tahun terakhir sektor ini cukup dominan. Di sisi lain, sejatinya pemerintah tak kurang royal memanjakan industri pengolahan. Sejumlah insentif fi skal yang saat ini tersaji pun mayoritas bisa dinikmati oleh investor manufaktur. Mulai dari diskon Pajak Penghasilan (PPh) tax holiday, tax allowance, super tax deduction, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga kepabeanan. Baik Kementerian Investasi maupun Kementerian Perindustrian tak menampik adanya problematika dalam struktur penanaman modal dewasa ini. Sebab meski sektor jasa dominan, efek rambatannya pun masih kalah luas dibandingkan dengan manufaktur. 

Presiden Joko Widodo pun saat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong kemarin, Senin (29/4), langsung turun tangan. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam memacu investasi manufaktur. Salah satunya adalah fasilitas pembiayaan dari perbankan. Sejalan dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) Rate di level 6,25%, tentu faktor ini makin menjadi penekan investor. "Ini pekerjaan rumah kita, perbankan kita harus terbuka kepada sektor penghiliran," katanya. Sementara itu, Kementerian Perindustrian menyiapkan siasat untuk memacu investasi di sektor industri pengolahan. Salah satunya dengan mengarahkan penanaman modal pada industri antara atau intermediate yang dinilai masih minim. 

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan beberapa subsektor pada pohon industri antara (midstream) masih belum tersedia. Untuk itu, dia meminta investasi difokuskan pada industri pascapengolahan bahan baku mentah. Ketua Umum Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Dadang Asikin, memandang mengendurnya investasi manufaktur lebih disebabkan oleh siklus politik yang mendorong pebisnis wait and see. Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, menyarankan pemerintah mengevaluasi kebijakan larangan terbatas yang terkesan tanpa arah sehingga membatasi akses bahan baku impor dan barang modal pelaku industri.

IBU KOTA NUSANTARA : JOKOWI BENTUK TIM INVESTASI

HR1 30 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo memutuskan membentuk tim percepatan investasi Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur guna menggenjot penanaman modal di Nusantara. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan keputusan itu merupakan hasil pembahasan seusai dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (24/4). “Mungkin bulan ini akan ada tim yang dibentuk oleh Pak Presiden, yakni tim percepatan investasi di IKN [Ibu Kota Negara] karena kemarin itu timnya lagi dirumuskan,” jelasnya saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Senin (29/4). Nantinya, tim investasi tersebut bertugas mempercepat laju realisasi investasi di IKN. Kebijakan itu merupakan keresahan Presiden Jokowi yang mendapat banyak keluhan dari para investor terkait lambatnya proses investasi di IKN. Secara teknis, tim tersebut akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait mulai dari pemerintah daerah (Pemda), masyarakat adat, hingga para calon investor. 

Selain pembentukan tim, Bahlil memastikan perusahaan kelas kakap yakni Grup Djarum dan Wings Group bakal ikut menyuntik dana pembangunan IKN. Dia memastikan kedua perusahaan jumbo itu akan mulai menyuntik dana pembangunan IKN pada tahun ini, seiring dengan rampungnya gelaran pemilihan umum (pemilu). “Sukanto Tanoto, Grup Djarum dan Wings Group tahun ini [masuk IKN], yang saya dapat laporan tahun ini,” tegasnya. Bahlil menerangkan salah satu alasannya yakni karena adanya perbedaan timelinetarget investasi antara Djarum dan Wings Group dengan Konsorsium Nusantara. Head of Corporate Communications & CSR WINGS Group Indonesia Sheila Kansil sempat menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membangun kebun raya (botanical garden) yang sifatnya non-profit di IKN. 

Sementara itu, Djarum Group juga menyampaikan minatnya menggarap kebun raya di IKN yang akan dilakukan oleh Bakti 5 Djarum Foundation bukan dengan Konsorsium Nusantara. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) juga menyebutkan proyek investasinya di IKN belum memasuki tahap konstruksi hingga kini. Presiden Direktur Pakuwon Jati Alexander Stefanus Ridwan Suhendra mengatakan, desain proyek perusahaan bernama Pakuwon Nusantara telah disetujui oleh Kurator IKN, Ridwan Kamil. Ridwan belum dapat menyebutkan secara terperinci target dimulainya pembangunan Pakuwon Nusantara tersebut. Namun, dia menyebut proyek investasi ini akan berdampak positif kepada perusahaan dalam jangka panjang. Sebagai informasi, PWON melalui anak usahanya PT Pakuwon Nusantara Abadi (PNA) akan membangun proyek superblok di IKN. Proyek ini telah mencapai tahap groundbreaking pada 1 November 2023.

Kocok Ulang Portofolio Saat Bunga Tinggi

HR1 30 Apr 2024 Kontan (H)

Pelemahan rupiah serta ketidakpastian global yang masih tinggi mengakibatkan bunga acuan semakin mekar. Bank Indonesia, pekan lalu, mengerek naik BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25%. Investor tentu perlu memiliki strategi mengoptimalkan return, sekaligus meminimalkan risiko di saat bunga mekar. Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi menyebut diversifikasi portofolio perlu dilakukan di era suku bunga tinggi. Dengan memiliki berbagai jenis aset dan risiko, kerugian karena perubahan bunga dapat ditekan. Di instrumen surat utang, investor bisa mempertimbangkan obligasi yang memiliki jangka pendek atau obligasi dengan tingkat bunga yang mengambang. Efek jenis itu dinilai lebih tahan terhadap kenaikan suku bunga. Menurut CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra, investor perlu menimbang instrumen investasi yang memiliki tingkat risiko yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing. 

Bagi investor dengan profil risiko moderat bisa menaruh asetnya di saham sebesar 30%, obligasi 40%, dan kas atau pasar uang 30%. Adapun investor dengan profil risiko konservatif bisa menaruh aset di saham sebanyak 15%, obligasi 45%, dan kas atau pasar uang sebanyak 40%. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan, secara umum kenaikan bunga akan menurunkan daya tarik berinvestasi di aset aset berisiko. Maka obligasi bisa menjadi pilihan. Lalu juga ke deposito atau emas sambil memperhatikan kondisi dan situasi ekonomi global. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menjelaskan, saham konsumer noncyclical akan tetap menarik. Selain itu saham utilitas, seperti infrastruktur telekomunikasi dan infrastruktir gas juga masih akan lebih stabil.

Pemodal Asing Melirik Indonesia Selepas Pilpres

HR1 30 Apr 2024 Kontan

Prospek investasi asing di dalam negeri kembali cerah. Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang kondusif, para investor asing semakin optimistis terhadap penanaman modal di Indonesia. Investor Inggris misalnya. Berdasarkan hasil survei British Chamber of Commerce Indonesia (Britcham), indeks kepercayaan bisnis alias International Business Confidence Index 2024 tercatat sebesar 66%, jauh meningkat dari posisi akhir survei pada tahun 2020 yang sebesar 31%. Angka tersebut bahkan rekor tertinggi kedua dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Pada 2014, indeks kepercayaan bisnis menyentuh 71%. 

Sekretaris Britcham Indonesia, Ian Betts mengungkapkan, ada beberapa alasan yang mendorong para pengusaha Inggris yakin untuk melanjutkan bisnis di Indonesia. Pertama, keyakinan terhadap prospek ekonomi makro RI. Kedua, para penanam modal menilai adanya penurunan dari birokrasi yang tidak efisien. Terutama, terkait berkurangnya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang kurang mumpuni serta penanggulangan korupsi. Ketiga, pandangan positif terhadap ketersediaan SDM dan keterlibatan aktif dengan serikat pekerja. 

Setali tiga uang, Ketua Korea Chamber of Commerce and Industry (Kocham) Indonesia Lee Kang Hyun menerangkan bahwa pengusaha Korea semakin tertarik membuka peluang investasi di Indonesia pasca Pemilu 2024. "Perusahaan Korea berpikir investasi skala penuh akan dilakukan mulai tahun depan setelah presiden baru memulai masa jabatannya," kata Lee kepada KONTAN, kemarin. Investasi asing memang masih menyokong investasi RI. Kementerian Investasi mencatat, realisasi penanaman modal asing (PMA) di kuartal I-2024 senilai Rp 204,4 triliun, tumbuh 15,5% year on year (yoy). PMA menyumbang 50,9% total realisasi investasi periode ini Rp 401,5 triliun. 

"Ini wujud kepercayaan global kepada Indonesia. Dunia dalam ketidakpastian tetapi foreign direct investment (FDI) kita tetap terjaga," klaim Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM kemarin. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy mengingatkan tantangan investasi tahun ini masih ada. Misalnya kondisi ekonomi global terutama negara tujuan ekspor seperti China yang diproyeksikan melambat imbas krisis properti tahun lalu, juga era suku bunga global dan domestik yang tinggi dan akan mempengaruhi biaya investasi.

Pendanaan Startup Asia Tenggara Belum Pulih

KT1 30 Apr 2024 Investor Daily

Pendanaan yang masuk ke bisnis rintisan berbasis teknologi (startup) di kawasan Asia Tenggara, termasuk indonesia, tahun 2024 hingga kuartal I belum menunjukkan pemulihan. Kondisi tersebut pun mengonfirmasi masih beratnya perusahaan startup untuk ekspansi bisnis karena langkah investasi yang masuk. Sementara itu, dua negara tetap menjadi tujuan utama pendanaan startup, yakni Indonesia dan Singapura yang banyak menyasar bisnis teknologi keuangan (fintech). Data yang dirangkum oleh DealStreetAsia, platform digital yang banyak fokus pada riset dan publikasi perusahaan teknologi, menyebutkan, pada kuartal  I-2024, pendanaan yang masuk ke startup di kawasan Asia Tenggara turun US$ 1,44 miliar (100,56%) menjadi US$ 1,14 miliar dari kuartal yang sama tahun 2023 masih bisa mencapai US$ 2,58 miliar. "Khusus pada bulan maret 2024, startup di kawasan Asia Tenggara masih mampu mengumpulkan pendanaan US$ 498 juta, meningkat 28% dari bulan sebelumnya. Nilai pendanaan ini merupakan jumlah tertinggi yang berhasil dikumpulkan sepanjang tahun 2024," ungkap DealSteetAsia, dalam paparan risetnya. (Yetede)

Belum Cukup Mendongkrak Ekonomi

KT1 30 Apr 2024 Investor Daily (H)

Kebijakan di sektor investasi dalam kurun waktu 10 tahun  terakhir dinilai  telah mencatatkan kinerja yang baik. Ini terlihat dari realisasi investasi di Tanah Air yang hampir selalu melampaui target. Demikian pula dengan kebijakan di sektor pariwisata yang melampaui sejumlah target performansi indikator kinerja utama (IKU), meski jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) belum pulih seperti masa prapandemi Covid-19. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhasil merealisasikan  kinerja  pertumbuhan investasi yang positif sejak 2014 hingga 2023. bahkan pada periode tersebut, realisasi selalu melampaui target, kecuali pada tahun 2018, akibat kondisi global. Pada 2014 realisasi investasi tercatat sebesar 101,4% dari target dan berlanjut sebesar 102,06% (2017), dan 94,29% (2018). Pencapaian ini berlanjut pada periode ke-2 pemerintahan Presiden Jokowi yakni saat Menteri Investasi dan Kepala BKPM dijabat oleh Bahlil Lahadahlia yang berlatar belakang pengusaha. (Yetede)

Pentingnya Mahir Menabung untuk Berinvestasi

KT3 27 Apr 2024 Kompas

Menabung adalah sebuah kecakapan untuk hidup atau sering kita kenal dengan istilah life-skill. Apalagi, studi lanjutan mengungkap, ada korelasi keahlian menabung dengan tingkat kepuasan hidup seseorang. Oleh sebab itu, penting untuk dilatih agar semakin hari semakin mahir. Menurut studi, rata-rata, orang yang rutin menabung cenderung melaporkan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang menghabiskan seluruh pendapatannya secara rutin.

Langkah pertama adalah memahami kebiasaan menabung. Level tertinggi dari kemahiran menabung adalah selalu menabung secara tetap. Mulailah dengan mencatat pengeluaran dan membuat proses menabung berjalan secara otomatis dari rekening gaji ke rekening tabungan maupun investasi. Meskipun konsepnya menabung, pilihan asetnya perlu disesuaikan dengan jangka waktu dan profil risiko. Bisa memilih apakah mau menabung di tabungan, menabung di emas, menabung di reksa dana, bahkan saham. Konsep besarannya serupa, penghasilan disisihkan untuk tujuan tertentu, disimpan dalam aset yang sesuai dengan kenaikan tingkat inflasi, potensi imbal hasil, serta profil risiko.

Bagi investor pemula, disarankan untuk mencari rekening tabungan kompetitif dengan suku bunga lebih tinggi, atau mempertimbangkan untuk menginvestasikan uang yang ditabung. Menaruh uang di saham bisa berisiko. Selain tidak ada suku bunga tetap, investor juga berpotensi mengalami potensial loss. Faktanya, dalam jangka panjang, investasi di pasar modal, seperti saham, bisa membuahkan hasil. Dengan memasukkan kebiasaan menabung ke dalam hidup, seseorang dapat merasakan dampak psikologis yang positif dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih memuaskan dan bahagia. Live a Beautiful life. (Yoga)

Pengganjal Target Investasi Prabowo-Gibran

KT1 27 Apr 2024 Tempo
PEMERINTAH membutuhkan investasi senilai Rp 7.329,28 triliun hingga Rp 7.417,86 triliun pada 2025 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 5,3-5,6 persen. Merujuk rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah 2025, pemerintah menggantungkan realisasi investasi ini kepada badan usaha swasta dan masyarakat. Sebesar 87-88 persen dari kebutuhan investasi berasal dari kredit perbankan, penerbitan saham, penerbitan obligasi korporasi, serta dana internal masyarakat. Sementara itu, investasi pemerintah hanya 7-8 persen dan investasi badan usaha milik negara atau BUMN lebih kecil lagi, di kisaran 4 persen.

Khusus untuk penanaman modal asing dan dalam negeri, pemerintah mematok target investasi dari Rp 1.868,2 triliun hingga Rp 1.905,6 triliun. Angkanya naik sekitar 15 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp 1.650 triliun. Sementara itu, jika dibanding realisasi investasi tahun lalu yang sebesar Rp 1.418,9 triliun, ada lonjakan hingga 34 persen. Target investasi yang terus meningkat ini, menurut Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Yusuf Wibisono, berkaitan dengan kondisi ekonomi global yang masih lesu. Dengan proyeksi resesi global, satu motor pertumbuhan ekonomi dipastikan akan sulit diandalkan, yaitu ekspor. Itulah sebabnya investasi menjadi andalan untuk mendongkrak ekonomi. (Yetede)

INVESTASI APPLE DI RI : Pemerintah Cari Skema Terbaik

HR1 20 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Terdapat perbedaan yang signifikan antara investasi yang dikucurkan Apple di Indonesia dan Vietnam. Dari sisi pendekatan, Negeri Naga Biru memberikan penawaran yang lebih menarik. Saat ini, Apple telah membangun tiga akademi Apple Developer Academy di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Perusahaan asal Amerika Serikat itu berencana menambah satu lagi di Bali sehingga total dana yang dikucurkan senilai Rp1,6 triliun. Sementara di Vietnam, investasi yang dikucurkan Apple mencapai US$15,84 miliar atau setara Rp256,22 triliun. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa hal tersebut bisa terjadi karena Vietnam menawarkan tax holiday hingga 50 tahun. 

Sementara pemerintah masih memiliki berbagai pertimbangan untuk memberikan insentif. Pemerintah memang berencana membuat insentif untuk merayu Apple menanamkan investasinya di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pemerintah siap memberikan insentif jika Apple mau berinvestasi di Indonesia. Nantinya, tambah Luhut, Indonesia bisa mencontoh insentif yang diberikan negara-negara lain untuk Apple dengan tetap menyesuaikan terhadap regulasi yang ada.