Investasi lainnya
( 1326 )Teknologi dan Ketersediaan Dana Masih Menantang
Tantangan dalam aspek inovasi teknologi dan kebutuhan dana jumbo masih mengganjal jalannya proses transisi energi di negara ini. Padahal, langkah mengurangi ketergantungan energi fosil sangat krusial dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang menjadi titik kritis bagi kehidupan di muka Bumi. Kendati berperan sebagai katalisator transisi energi, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tak mampu menanggung beban dari proses transisi energi seorang diri.
Kolaborasi dengan berbagai entitas lainnya dapat mengurangi beban perseroan untuk menangkap solusi dari berbagai tantangan, mulai dari soal intermitensi (ketergantungan cuaca) pada pembangkit energi baru terbarukan (EBT), sampai pembangunan transmisi jaringan interkoneksi antarpulau yang membutuhkan biaya hingga Rp 300 triliun.
”Melalui kolaborasi, tantanganan seperti mismatch sumber EBT dengan pusat beban dan intermitensi pada EBT bisa diurai dan diselesaikan,” ujar Dirut PLN Darmawan Prasodjo, dalam pidato pembuka diskusi bertajuk ”Road to PLN Investment Days 2024 II” di Jakarta, Selasa (4/5) yang digelar harian Kompas bersama PLN. (Yoga)
Pengusaha Khawatir Keberlanjutan Investasi
Realisasi investasi di Ibu Kota Nusantara atau IKN sebesar Rp 47,5 triliun dari total target investasi senilai Rp 100 triliun. Pengunduran diri pucuk pimpinan Otorita IKN mau tidak mau memunculkan kebingungan dan kekhawatiran. Mundurnya Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe dari jabatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN atau OIKN membuat pengusaha khawatir akan nasib megaproyek di Kaltim itu. Pemerintah diharapkan bisa menjawab keraguan tersebut dengan segera membereskan isu penting yang selama ini menjadi kendala berinvestasi di IKN. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar, Selasa (4/6) mengatakan, pergantian pimpinan di sebuah institusi sebenarnya hal yang dapat dipahami oleh investor.
Namun, pengunduran diri pucuk pimpinan OIKN secara mendadak mau tak mau memunculkan kebingungan dan kekhawatiran. Mensetneg Pratikno, Senin (3/6), menyatakan, Presiden Jokowi telah menerima pengunduran diri Bambang dan Dhony dari jabatannya di OIKN. Presiden juga telah menunjuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono serta Wakil Menteri ATR Juli Antoni masing-masing sebagai Plt Kepala dan Wakil Kepala OIKN. Mundurnya Bambang dan Dhony menambah ketidakpastian di tengah masa transisi pemerintahan yang saat ini pun sudah membuat investor ragu-ragu dalam menanamkan modal.
Menurut Sanny, hal terpenting yang bisa dilakukan pemerintah adalah meyakinkan investor bahwa hal-hal yang selama ini menjadi kendala berinvestasi di IKN bisa cepat teratasi. Misalnya, isu seputar status dan jangka waktu atas hak kepemilikan dan pengelolaan lahan di IKN serta wilayah sekitarnya, juga isu seputar penyelesaian status tanah yang dimiliki masyarakat adat dan kepastian relokasi bagi masyarakat di IKN dan sekitarnya. ”Hal-hal itu penting agar tidak menjadi polemik. Asalkan pemerintah bisa menjelaskan dengan baik kepada publik, khususnya investor, itu dapat dipahami. Tentunya juga perlu ada kepastian atas kelanjutan proyek-proyek yang sudah dan akan berjalan pascatransisi pemerintahan nanti,” tutur Sanny. (Yoga)
Pamor Investasi Reksadana Sedang Pudar
Kinerja reksadana masih tertekan. Perusahaan data dan riset reksadana, PT Infovesta Utama, mencatat, kinerja reksadana saham menjadi yang terlemah dibanding reksadana lain, terseret penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Mei 2024, imbal hasil reksadana saham minus sebesar 8,26% sejak awal tahun atau year to date (ytd). Reksadana campuran juga turun 2,33% ytd. Reksadana pendapatan tetap lebih baik dengan return 0,83% sejak awal tahun. Reksadana pasar uang naik paling tinggi, meski tetap mini yakni 1,93% sejak awal tahun. Direktur Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, penurunan kinerja reksadana tak lepas dari berkurangnya minat investasi di produk reksadana. "Karena pertumbuhannya cenderung terbatas dan adanya peralihan ke instrumen lain lantaran banyak instrumen alternatif seperti SUN, kripto, emas, dolar AS, dan lain-lain," ujarnya, Selasa (4/6). Sejak ada Surat Edara OJK No 5/2022 tentang Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI), tren penurunan dana kelolaan reksa dana (AUM) masih terjadi.
Adapun AUM reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang saja mencapai Rp 316,45 triliun, turun 5,81% sejak awal tahun. Nilai aset reksadana (NAB) dan unit penyertaan produk-produk ini juga relatif melandai. Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi mengakui, terjadi peralihan investasi dari reksadana saham dan pendapatan tetap ke pasar uang atau obligasi korporasi. Pemangkasan suku bunga akan mendorong prospek reksadana pendapatan tetap karena akan mendongkrak harga obligasi. Reza juga menilai positif reksadana pasar uang karena likuiditas tinggi danimbal hasil yang masih baik. Investment Specialist Sucorinvest Asset Management, Felisya Wijaya sepakat pelemahan saat ini bisa menjadi entry point yang menarik. Valuasi IHSG pun sudah murah. Perhitungan Felisya, saat ini IHSG di bawah -1 standar deviasi, yaitu kisaran 13 kali price earning atau P/E dan di bawah rata-rata 5 tahun P/E yaitu 17,3 kali. Parto melihat, prospek jangka panjang investasi reksadana masih menarik. Kalkulaasi dia, reksadana saham bisa memberi return 5%-6%, reksadana pendapatan tetap 3%-4%, dan reksadana pasar uang 2%-2,5% di tahun 2024.
Kebijakan FCA Berpotensi Gerus Kepercayaan Investor
Kerja Keras Pompa Investasi Migas
Ibarat jauh panggang dari api, upaya pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) masih belum berdampak signifikan terhadap kelangsungan industri yang padat modal dan berisiko tinggi tersebut. Masih begitu banyak pekerjaan rumah yang menunggu untuk dituntaskan guna meningkatkan daya saing sektor ini. Berdasarkan data Indonesian Petroleum Association (IPA), iklim investasi sektor migas Indonesia masih belum cukup kompetitif dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia. Data IPA memperlihatkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-4 di Asia dari segi indeks ketertarikan investasi. Adapun, negara lain seperti Bangladesh, Vietnam, Thailand justru melaju lebih cepat. Pada dasarnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, SKK Migas, didukung para pemangku kepentingan di sektor migas begitu responsif dalam menjaring peluang investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah bahkan memberikan beragam kemudahan berupa fasilitas perpajakan dan insentif agar industri hulu migas nasional terus bergeliat sekaligus dapat memenuhi aspek keekonomian pengembangan lapangan.
Sayangnya, berbagai kebijakan dan insentif yang diberikan masih belum cukup kuat menarik minat investor atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas. Beberapa kebijakan yang masih menjadi ganjalan adalah persetujuan rencana pengembangan atau plan of development (PoD). Proses persetujuan yang panjang membuat pengembangan sejumlah lapangan migas ikut mundur atau bahkan stagnan.
Harian ini menilai strategi yang diterapkan pemerintah untuk mendatangkan lebih banyak investor ke Tanah Air sudah berada dalam jalur yang tepat. Namun, upaya tersebut masih perlu dimaksimalkan dengan kembali mengevaluasi efektivitas kebijakan tersebut. Menyertakan KKKS sekaligus para pihak yang berkepentingan di sektor migas untuk urun rembuk terkait solusi atas permasalahan yang mengadang di depan mata mendesak untuk digelar.
Investasi Pendidikan Tinggi Perlu Ditingkatkan
Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari total APBN dinilai tak mencukupi untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggulan di Indonesia. Padahal, SDM unggulan menjadi kunci bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan penghasilan menengah atau middle income trap (MIT) dan selanjutnya menggapai status sebagai negara maju pada 2045 atau Indonesia Emas 2045. Alih-alih menyediakan pembiayaan yang memadai bagi pendidikan tinggi, anggaran pendidikan 20% dari APBN itu pun dirasa masih kurang untuk pendidikan di Indonesia mengalami penurunan tajam dari 16% pada 2015 (Bank Dunia), menjadi hanya 5,8% pada 2024 (Kemenkeu). Porsi anggaran pendidikan tinggi terhadap total anggaran pendidikan di Indonesia itu kalah jauh dibandingkan Singapura yang pada tahun 2013 sudah mencapai 35%, Malaysia 21% (2018), dan Brunei Darussalam 19% (2016). (Yetede)
Investasi Bodong untuk Modal Foya-foya di AS
Guo Wengui (57), pengusaha kaya asal China yang mengasingkan diri ke AS, menjadi sensasi setelah ketahuan menipu untuk berfoya-foya. Dengan janji investasi yang ternyata bodong, Guo meraup kekayaan 1 miliar USD (Rp 16 triliun). Hal itu terungkap dalam sidang kasus penipuan di pengadilan New York, Jumat (24/5) siang waktu setempat atau Sabtu (25/5) dini hari waktu Indonesia. ”Guo melakukan penipuan besar-besaran terhadap banyak orang demi berfoya-foya,” kata Asisten Jaksa Micah Fergenson. Kepada para pengikutnya di dunia maya, Guo menjanjikan mereka bisa kaya melalui investasi. Rupanya uang yang terkumpul digunakan untuk membiayai gaya hidup glamor.
Jaksa menyebut aset Guo dan keluarganya juga mencakup apartemen senilai 70 juta USD di Central Park, dua kapal pesiar mewah, rumah mewah seluas 15.000 meter persegi, mobil-mobil mewah senilai total 60.000 USD, bahkan kasur seharga 35.000 USD (Rp 561 juta). Guo pindah dari China ke AS pada 2014. Ketika itu, Pemerintah China menjalankan operasi pemberantasan korupsi. Banyak pejabat yang merupakan teman-teman Guo berakhir di penjara. Setelah meninggalkan China, otoritas China menuding Guo atas sejumlah kejahatan, antara lain, pemerkosaan, penculikan, penyuapan, dan pencucian uang. Guo menyebut tuduhan itu salah dan digunakan untuk menghukum dirinya karena mengungkap korupsi dan mengkritik para pemimpin di Partai Komunis.
Kejahatan Guo terungungkap, setelah otoritas di China dan Hong Kong menyita aset-asetnya. Guo mulai bisnis investasi bodong tahun 2018, Guo mengiming-imingi keuntungan finansial di sektor properti atau aset kripto melalui video daring berbahasa Mandarin. Dia menawarkan investasi di perusahaan media miliknya, usaha patungan mata uang kripto, program pinjaman pertanian, dan keanggotaan klub eksklusif dengan layanan istimewa. Guo ditangkap polisi di New York pada Maret 2023 atas tuduhan penipuan. Ia menghadapi 12 dakwaan, termasuk penipuan, pemerasan, konspirasi, dan pencucian uang. Sidang yang dipimpin Hakim Distrik Analisa Torres diperkirakan molor sampai Juli 2024. Sidang Guo menghadirkan 12 orang juri yang akan berembuk untuk menentukan Guo bersalah atas dakwaan yang dijatuhkan kepadanya atau tidak. (Yoga)
China Sukses Paksa Nasabah Berinvestasi
Upaya China meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi daya tarik simpanan bank berhasil mendorong eksodus uang tunai dalam jumlah besar. Dana tersebut sebagian besar disalurkan ke obligasi dan produk wealth management. Total simpanan di China pada April 2024 turun 1,3%, mencapai 3,9 triliun yuan, setara sekitar Rp 8.630 triliun. Ini karena investor mencari keuntungan yang lebih tinggi di tempat lain. Tingkat suku bunga simpanan memang tidak menarik untuk memarkir uang tunai di bank. Bunga deposito satu tahun di bank-bank terbesar China hanya 1,45%, atau berada di rekor terendah. Menurut data Bloomberg, aliran dana yang masuk di bursa obligasi China juga bertambah sebesar US$ 428 juta di bulan yang sama. Angka tersebut menjadi rekor sejak Desember 2023.
Meski begitu, aliran dana ke aset berisiko tersebut belum menghasilkan lonjakan belanja konsumen atau investasi saham. "Berbagai faktor, termasuk berakhirnya pinjaman arbitrase, telah mendorong realokasi simpanan, dan diperkirakan akan terus berlanjut," kata Ming Ming, Kepala Ekonom Citic Securities Co, seperti dikutip Bloomberg. Dia menyebut, kini masyarakat menarik tabungan mereka untuk dibelanjakan dan berinvestasi. Permintaan investor ritel pada obligasi spesial tahap pertama pemerintah China ikut mendorong harga surat berharga ini naik 25% pada debutnya di minggu ini. Pada saat sama, imbal hasil obligasi satu tahun turun ke posisi terendah sejak pertengahan 2020.
Pengembangan Sains Perlu Komitmen dan Dana
Pengembangan sains dan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 memerlukan komitmen dan keberpihakan pemerintah. Selain itu, perlu dukungan desain pendanaan riset yang berkelanjutan. Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Daniel Murdiyarso mengemukakan, upaya mewujudkan Indonesia sebagai salah satu negara berpendapatan tertinggi di dunia tidak bisa dilakukan melalui ekonomi yang berbasis sumber daya alam. Ekonomi Indonesia harus bertumpu pada produk hasil sains dan pengetahuan. ”Sains tidak bisa jalan sendiri sehingga perlu diarahkan secara spesifik. Apabila tujuannya menuju pembangunan jangka panjang 2045, sains perlu guidance (pedoman), governance (tata kelola), dan budget (pembiayaan),” ujarnya dalam diskusi media terkait peta jalan sains menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Senin (20/5).
Menurut Daniel, komitmen dan keberpihakan pemerintah terhadap ekosistem riset sangat penting dalam pengembangan sains ataupun iptek di Indonesia. Komitmen inilah yang menjamin kegiatan riset dapat berjalan secara berkelanjutan. ”Tanpa penggerak, sulit membangun ekosistem riset dan inovasi yang bisa mengatasi berbagai persoalan. Membangun ekosistem riset semakin sulit kalau tidak ada desain pendanaan riset yang berkelanjutan,” ujarnya. Saat ini, semua kegiatan riset di Indonesia difasilitasi oleh BRIN. Pada 2023, BRIN memiliki anggaran Rp 6,38 triliun. Dari jumlah tersebut, 64 % atau Rp 4,05 triliun digunakan untuk kegiatan operasional, seperti gaji pegawai dan langganan jurnal. Sisanya, yakni anggaran riset, sebesar 36 % atau Rp 2,3 triliun ditujukan untuk keperluan teknis, seperti pendanaan riset dan inovasi serta penyediaan infrastruktur. Infrastruktur yang telah disediakan di antaranya Laboratorium Terpadu Riset Oseanografi (Laterio), kapal riset penjelajah samudra, laboratorium genomik, dan laboratorium bioproduk terintegrasi (integrated laboratory of bioproduct/iLab). (Yoga)
Menuai Hasil Investasi Besar Saham Freeport
Pilihan Editor
-
Kemkes-BSSN Klaim Data Pengguna eHAC Tak Bocor
03 Sep 2021 -
UU Keamanan Data Tiongkok Resmi Berlaku
02 Sep 2021 -
Kinerja Ekspor, Perikanan Jadi Energi Baru
29 Aug 2021 -
Grup Djarum Siapkan Rencana IPO Blibli
29 Aug 2021









