;
Tags

Investasi lainnya

( 1334 )

Beli Saham Bagus di Harga Diskon

KT3 25 Jun 2024 Kompas

Anjloknya mayoritas harga saham di Bursa Efek Indonesia telah membuat banyak investor ketar-ketir. Tahan atau lepaskan, cenderung menjadi pertimbangan ketika menatap portofolio saham mereka kali ini. Padahal, situasi ini bisa menjadi kesempatan emas untuk berinvestasi di produk berkualitas dengan harga diskon. Menjelang pengujung Juni 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tumbuh negatif 6 % sejak awal tahun. IHSG sempat mencapai titik terendah di kisaran 6.700 pada pertengahan Juni. Penurunan ini imbas dari keluarnya investor asing dari pasar saham (net foreign sell) di pasar reguler dan negosiasi senilai Rp 10 triliun sejak awal tahun.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menjelaskan, selama triwulan kedua 2024, perekonomian global masih diliputi ketidakpastian kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang berdampak tingginya suku bunga perbankan dan pelemahan nilai tukar rupiah. Faktor ini menjadi sentiment negatif bagi sebagian saham di BEI. Di antaranya saham dari sektor perbankan yang kempis setelah ditinggalkan banyak investor asing. Kemudian, saham dari sektor telekomunikasi, properti, dan sektor saham lain yang terpengaruh pelemahan rupiah dan suku bunga tinggi. Nafan menilai, mitigasi risiko terkait anjloknya harga saham beragam tergantung dari tujuan berinvestasi.Menjual saham di kala harganya turun bisa jadi dipilih investor jangka pendek atau trader.

Namun, ini bisa jadi tidak sebijak menahan saham, terlebih jika saham itu dimiliki perusahaan dengan fundamental yang baik dan menunjukkan tren pembalikan harga secara teknikal. ”Kalau saham di perusahaan yang punya fundamental bagus, juga secara teknikal sebenarnya sudah oversold (terlalu banyak dijual). Namun, di sisi lain downtrend-nya terbatas karena beberapa momentum. Hemat saya tahan sahamnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (20/6). Di sisi lain, faktor ekonomi global yang membuat banyak harga saham turun serentak justru menjadi momentum bagus baik untuk trader maupun investor jangka panjang membeli saham di harga diskon. Nafan menilai, pekan terakhir Juni menjadi waktu yang pas untuk memanfaatkan kesempatan ini. Hal ini mengingat IHSG mulai mengarah pada pembalikan indeks.

Sejak 19 Juni hingga 21 Juni 2024, IHSG kembali naik ke kisaran 6.900. Pada pembukaan perdagangan Senin (24/6), IHSG tumbuh 0,3 %. Meski masih ada ketidakpastian terkait ekonomi makro dunia dan peningkatan risiko ekonomi dalam negeri karena masa transisi pemerintahan, potensi penurunan suku bunga The Fed satu kali sampai akhir tahun, kemudian kebijakan BI menahan suku bunga di level 6,25 % bulan ini menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pada saat bersamaan, pelemahan rupiah yang membuat untung pelaku usaha komoditas ekspor dan emiten terkait komoditas tersebut, seperti bahan dasar dan energi, mencegah IHSG turun lebih dalam. Tren pemulihan IHSG, kata Nafan, juga diprediksi berlanjut hingga bulan Juli yang akan lebih kondusif. Hal ini mengacu pada tren IHSG pada bulan tersebut delapan tahun terakhir yang selalu menghijau hingga maksimal 4 %. (Yoga)


PENANAMAN MODAL : EBT MAGNET INVESTASI NTB

HR1 19 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Proyek siap jalan alias clean and clear di sektor energi baru terbarukan atau EBT diharapkan mampu memperkokoh serapan investasi pada tahun ini dari sektor energi dan sumber daya mineral, yang sepanjang tahun lalu mendominasi penanaman modal di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat bahwa realisasi investasi wilayah ini sepanjang tahun lalu mencapai Rp39,89 triliun. Dari jumlah itu, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) menyerap sekitar Rp23,21 triliun atau memiliki porsi sekitar 58,18%. Meskipun, serapan tenaga kerja dari sektor ini banyak mencapai 1.092 orang yang terdiri atas 1.059 tenaga kerja Indonesia, dan 36 orang tenaga kerja asing. Capaian itu masih kalah dari serapan investasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, perdagangan, serta ketenagakerjaan. Oleh sebab itu, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk mendatangkan investor ke berbagai sektor penting selain sektor pertambangan.Hal ini bukan tanpa sebab. Dengan proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB mampu memantik investasi nontambang wilayah ini sepanjang 2019—2022.

Untuk itu, Regional Investment Relation Unit (RIRU) NTB —yang lebih dikenal dengan Tim Promosi Ekonomi Daerah (TPED)—meluncurkan enam proyek investasi clean and clear. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (KPw BI NTB) Berry Arifsyah Harahap menjelaskan bahwa proyek investasi clean and clear yang ditawarkan ke investor, antara lain tiga proyek EBT yang terdiri atas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kabupaten Lombok Tengah, dua proyek waste inceneration di Kabupaten Lombok Barat, dan tiga pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, imbuhnya, ada juga dua proyek di sektor pariwisata, yaitu Hotel Bintang 5 Gili Gede di Kabupaten Lombok Barat dan Hotel Bintang 5 Seven Spring Under Kerakas Beach di Kabupaten Lombok Utara.

Bahkan, imbuhnya, banyak calon investor yang nantinya akan berkunjung ke lokasi-lokasi proyek untuk memastikan kesiapan lokasi berdasarkan dokumen kajian dan studi kelayakan (feasibility study/FS) yang telah dipersiapkan. “Khusus proyek investasi clean and clear, Provinsi NTB berhasil menarik banyak calon investor dengan perincian PLTS diminati 12 calon investor, waste incineration oleh 10 calon investor, PLTB oleh 10 calon investor, hotel bintang lima Gili Gede oleh 9 calon investor, hotel bintang lima Seven Spring Under Kerakas Beach oleh 7 calon investor, dan rumput laut terintegarasi oleh 6 calon investor,” jelasnya dalam keterangan resminya yang diterima Bisnis, Selasa (18/6). Sementara itu, Penjabat (Pj.) Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi menjelaskan bahwa Pemprov NTB menyambut baik para investor, baik dari dalam maupun luar negeri, yang ingin berinvestasi dan mengembangkan produk di wilayah ini.

Gita sebelumnya juga telah menyatakan bahwa Pemprov NTB membuka lebar pintu investasi pada tahun ini, terutama di sejumlah sektor unggulan seperti pariwisata dan kelautan dan perikanan yang memang menjadi andalan NTB. Pada awal 2024, Gita mengatakan bahwa penjajakan kepada investor terus dilakukan, baik dalam maupun luar negeri. Pemprov NTB juga menawarkan kemudahan perizinan demi mengejar realisasi investasi. Di sektor pariwisata berkelanjutan, kata Gita, sejumlah investor sudah berkomitmen untuk berinvestasi di Lombok Timur. Di sektor kelautan dan perikanan, Pemprov NTB juga tengah menjajaki pengembangan potensi laut NTB dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN. Gita meminta BRIN membantu pengembangan potensi laut di Lombok Selatan dan Teluk Saleh Sumbawa, seperti pengembangan rumput laut terintegrasi. Di sektor EBT, Pemprov NTB juga menjajaki investasi dengan Korea Selatan. NTB termasuk daerah yang siap dalam pengembangan EBT, terutama untuk mendukung sektor pariwisata berkelanjutan.

Pemerintah Pelajari Investasi Beras di Kamboja

KT3 12 Jun 2024 Kompas

Bapanas masih akan mempelajari dan menjajaki terlebih dahulu rencana akuisisi sumber-sumber beras di Kamboja. Dengan memiliki pabrik di Kamboja, Indonesia bisa memiliki cadangan beras di luar negeri. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengaku Bapanas akan mempelajarinya terlebih dahulu sebelum menjajaki dan kemudian merealisasikan rencana akuisisi itu. ”Hal itu bisa menjadi solusi saat Indonesia kekurangan beras dan kesulitan memperoleh beras impor serta ketika harga beras dunia mahal,” kata Arief saat menghadiri peresmian pabrik penggilingan padi modern PT Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Petani Sejahtera Nusantara (PSN) di Desa Kalensari, Indramayu, Jabar, Selasa (11/6).

Sebelumnya, seusai menghadiri Hari Ulang Tahun Ke-52 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, Senin lalu, Presiden Jokowi meminta Bulog mengakuisisi sumber-sumber beras di Kamboja. Presiden menyatakan, investasi Bulog di Kamboja diperlukan guna memberikan kepastian stok cadangan beras nasional dalam posisi aman. ”Daripada beli (impor beras), ya lebih bagus investasi,” kata Presiden. Selama ini Indonesia mendapatkan beras impor, salah satunya dari Kamboja. Ketua Umum AB2TI Dwi Andreas Santosa mengatakan, pihaknya mendukung langkah Presiden Jokowi yang meminta Bulog mengakuisisi perusahaan penggilingan beras di Kamboja. Dengan memiliki cadangan beras di luar negeri, pemerintah bisa dengan mudah mendatangkan beras itu pada saat terjadi kekurangan beras di dalam negeri. Jika tidak dibutuhkan, pemerintah bisa menjual beras tersebut di Kamboja atau negara lain. Kendati begitu, pemerintah tetap perlu memprioritaskan meningkatkan produksi dalam negeri. (Yoga)


Kemenperin Bidik Peningkatan Investasi dari Turki

KT1 10 Jun 2024 Investor Daily
Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  berusaha meningkatkan investasi dari Turki. Total investasi dari Turki pada kurun waktu 2019 mencapai US$ 42,758 juta atau Rp 695 miliar. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, peluang investasi di Indonesia, dengan berbagai keunggulan dan fasilitas yang ditawarkan, menarik perhatian berbagai perusahaan industri asal Turki. Hal ini terlihat saat Menperin bersama rombongan melakukan rangkaian lawatan ke Ankara dan Istambul pada 4-5 Jun 2024 lalu. Menperin melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan  industri Turki yang telah menanamkan  investasi di Indonesia, dari perusahaan yang bergerak di industri ban, tekstil, elektronik, hingga pengolahan hasil laut. (Yetede)

Menikmati Laba Tinggi dari Saham Teknologi

HR1 10 Jun 2024 Kontan (H)

Mayoritas unitlink berbasis saham menghasilkan kinerja negatif. Berdasarkan data Infovesta Utama hingga Mei 2024, rata-rata unitlink saham mencetak kerugian 2,28% dalam sebulan. Sedangkan bila dihitung sejak awal tahun hingga Mei, kinerja unitlink saham minus 3,32%. Namun total unitlink berbasis saham global justru mencetak kinerja sebaliknya. Bahkan, sejumlah unitlink saham dollar AS mampu mencetak keuntungan hingga dua digit. Wawan Hendrayana, Wakil Presiden Infovesta Utama, menjelaskan, unitlink berbasis saham global bisa mencetak kinerja positif karena banyak yang menginvestasikan dananya di saham teknologi. Seperti diketahui, pergerakan saham sektor teknologi di bursa AS naik kencang di sepanjang tahun ini. 

Selain itu, tidak seperti bursa saham dalam negeri, kebanyakan bursa saham di luar negeri mencetak kinerja positif. Indeks Nikkei 225 misal mencetak kenaikan 15,60% sejak awal tahun. S&P 500 menguat 12,10% dan Nasdaq menguat 14,13% di periode yang sama. Salah satu unitlink saham berdenominasi dollar AS yang mencetak cuan positif adalah Prulink US Dollar Global Tech Equity Fund.

Bila dihitung sejak awal tahun hingga Mei, unitlink ini mencetak imbal hasil 20,11% (lihat tabel). Dalam periode tersebut, Prulink US Dollar Global Tech merupakan unitlink saham dollar AS dengan kinerja tertinggi. Kinerja positif unitlink Prudential ini bukan cuma terlihat sepanjang tahun ini. Dalam setahun terakhir, produk ini telah menghasilkan keuntungan sebesar 46,12%. Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia berharap, unitlink perusahaan ini tetap menghasilkan kinerja positif. Karin menegaskan, Prudential akan terus fokus berinvestasi di sektor-sektor yang memiliki ketahanan. 

Unitlink saham dollar AS lain yang menghasilkan cuan tinggi adalah unitlink besutan Asuransi Allianz Life Indonesia, yakni Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US Dollar. Produk ini menghasilkan imbal hasil sebesar 14,64% di sepanjang 2024 berjalan dan sebesar 5,18% di Mei 2024. Wawan memperkirakan, imbal hasil unitlink berbasis saham teknologi masih akan positif. "Dengan proyeksi penurunan suku bunga, imbal hasil sebetulnya masih bisa naik. Tapi sentimen eskalasi krisis di Timur Tengah dan perang dagang bisa membuat pergerakan saham akan volatil," ujar dia.

Pemerintah Bakal Menawarkan SBR013

HR1 08 Jun 2024 Kontan

Pemerintah telah menetapkan besaran imbal hasil atau kupon saving bonds ritel (SBR) seri SBR013. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel itu bakal ditawarkan mulai 10 Juni 2024 - 4 Juli 2024. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengungkapkan, SBR013 ditawarkan dalam dua pilihan jangka waktu. Yakni SBR013 tenor 2 tahun (SBR013T2) dan SBR013 tenor 4 tahun (SBR013T4). Besaran kupon masing-masing  6,45% dan 6,6% dengan jenis kupon floating with floor. Dengan kata lain, angka 6,45% dan 6,60% tersebut merupakan tingkat kupon minimal dan tidak berubah sampai jatuh tempo.

Jika suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) naik, kupon SBR013 berpotensi ikut naik. Sebaliknya, ,jika suku bunga BI turun, maka kupon SBR013 tidak akan turun lebih rendah dari batas minimal. Mekanisme penentuan kuponnya yaitu suku bunga acuan BI saat ini di level 6,25% ditambah spread tetap 20 bps (0,20%) untuk SBR013-T2. Kemudian ditambah spread tetap 35 bps (0,35%) untuk SBR013-T4. "Pemerintah berencana menerbitkan instrumen Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR013T2 dan SBR013T4 yang akan ditawarkan secara online," tulis DJPPR dalam keterangan resmi, Jumat (7/6)

Tawarkan 21 Proyek Hijau ke Investor Indo-Pasific

HR1 07 Jun 2024 Kontan
Pemerintah menawarkan 21 proyek infrastruktur hijau berkelanjutan kepada investor Indo-Pasifik sebagai peluang investasi yang potensial. Dari total 21 proyek yang ditawarkan, 19 proyek di antaranya merupakan pipeline projects. Proyek tersebut ditawarkan dalam acara Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) Clean Economy Investor Forum 2024 di Singapura, Kamis (6/6). "Dua proyek sudah dalam kategori siap, yakni Green Refinery Cilacap dengan nilai sebesar US$ 860 juta serta Green Refinery Plaju Sumtera Selatan yang juga bernilai US$ 860 juta," kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam keterangan resminya, kemarin. Pemerintah Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Jepang melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP). Secara umum program ini menawarkan pendanaan sebesar US$ 20 miliar. "Bagi Indonesia target pendanaan investasi yang dibutuhkan bagi Enhanced Nationally Determined Contribution Indonesia mencapai sekitar US$ 281 miliar. Terkait dengan pencapaian net zero emission hingga tahun 2060, Indonesia membutuhkan sekitar US$ 1,1 triliun," kata dia.

INVESTASI MANUFAKTUR : Menadah Berkah dari China

HR1 06 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Keinginan sejumlah industri di China melakukan diversifikasi rantai pasok sembari melengkapi basis manufakturnya membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi wilayah tujuan relokasi basis produksi. Lembaga penyedia layanan manajemen real estat dan investasi Jones Lang LaSalle (JLL) memproyeksi bakal terjadi akselerasi rantai pasok yang membidik Asia Tenggara dan India sebagai basis produksi dalam 1 dekade ke depan. Hal tersebut didorong oleh pertimbangan perusahaan manufaktur yang mencari lokasi dengan opsi pembiayaan lebih baik untuk memanfaatkan volatilitas rantai pasokan. 

Beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan China mulai menjajaki relokasi. Penambahan basis manufaktur di luar China dianggap penting untuk mencegah gangguan terhadap rantai pasokan dengan mengurangi ketergantungan terhadap satu negara. Country Head dan Head of Logistics and Industrial JLL Indonesia Farazia Basarah mengatakan, demand yang lebih besar terhadap lahan industri, ditambah dengan upah dan biaya bahan baku yang meningkat juga membuat harga tanah di China lebih mahal. Head of Manufacturing Strategy Asia Pasific JLL Michael Ignatiadis menyatakan, Pemerintah di negara-negara Asia Tenggara dan India bersiap menangkap peluang itu, dan memberikan kebijakan yang mendukung industri manufaktur lokal mereka dengan memprioritaskan ketersediaan lahan dan akses permodalan. Pada 2023, Indonesia mengalami peningkatan penanaman modal asing langsung di bidang manufaktur, dengan peningkatan sebesar US$4 miliar, sehingga mencapai total US$28,7 miliar.

Teknologi dan Ketersediaan Dana Masih Menantang

KT3 05 Jun 2024 Kompas

Tantangan dalam aspek inovasi teknologi dan kebutuhan dana jumbo masih mengganjal jalannya proses transisi energi di negara ini. Padahal, langkah mengurangi ketergantungan energi fosil sangat krusial dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang menjadi titik kritis bagi kehidupan di muka Bumi. Kendati berperan sebagai katalisator transisi energi, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tak mampu menanggung beban dari proses transisi energi seorang diri.

Kolaborasi dengan berbagai entitas lainnya dapat mengurangi beban perseroan untuk menangkap solusi dari berbagai tantangan, mulai dari soal intermitensi (ketergantungan cuaca) pada pembangkit energi baru terbarukan (EBT), sampai pembangunan transmisi jaringan interkoneksi antarpulau yang membutuhkan biaya hingga Rp 300 triliun.

”Melalui kolaborasi, tantanganan seperti mismatch sumber EBT dengan pusat beban dan intermitensi pada EBT bisa diurai dan diselesaikan,” ujar Dirut PLN Darmawan Prasodjo, dalam pidato pembuka diskusi bertajuk ”Road to PLN Investment Days 2024 II” di Jakarta, Selasa (4/5) yang digelar harian Kompas bersama PLN. (Yoga)


Pengusaha Khawatir Keberlanjutan Investasi

KT3 05 Jun 2024 Kompas (H)

Realisasi investasi di Ibu Kota Nusantara atau IKN sebesar Rp 47,5 triliun dari total target investasi senilai Rp 100 triliun. Pengunduran diri pucuk pimpinan Otorita IKN mau tidak mau memunculkan kebingungan dan kekhawatiran. Mundurnya Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe dari jabatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN atau OIKN membuat pengusaha khawatir akan nasib megaproyek di Kaltim itu. Pemerintah diharapkan bisa menjawab keraguan tersebut dengan segera membereskan isu penting yang selama ini menjadi kendala berinvestasi di IKN. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar, Selasa (4/6) mengatakan, pergantian pimpinan di sebuah institusi sebenarnya hal yang dapat dipahami oleh investor.

Namun, pengunduran diri pucuk pimpinan OIKN secara mendadak mau tak mau memunculkan kebingungan dan kekhawatiran. Mensetneg Pratikno, Senin (3/6), menyatakan, Presiden Jokowi telah menerima pengunduran diri Bambang dan Dhony dari jabatannya di OIKN. Presiden juga telah menunjuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono serta Wakil Menteri ATR Juli Antoni masing-masing sebagai Plt Kepala dan Wakil Kepala OIKN. Mundurnya Bambang dan Dhony menambah ketidakpastian di tengah masa transisi pemerintahan yang saat ini pun sudah membuat investor ragu-ragu dalam menanamkan modal.

Menurut Sanny, hal terpenting yang bisa dilakukan pemerintah adalah meyakinkan investor bahwa hal-hal yang selama ini menjadi kendala berinvestasi di IKN bisa cepat teratasi. Misalnya, isu seputar status dan jangka waktu atas hak kepemilikan dan pengelolaan lahan di IKN serta wilayah sekitarnya, juga isu seputar penyelesaian status tanah yang dimiliki masyarakat adat dan kepastian relokasi bagi masyarakat di IKN dan sekitarnya. ”Hal-hal itu penting agar tidak menjadi polemik. Asalkan pemerintah bisa menjelaskan dengan baik kepada publik, khususnya investor, itu dapat dipahami. Tentunya juga perlu ada kepastian atas kelanjutan proyek-proyek yang sudah dan akan berjalan pascatransisi pemerintahan nanti,” tutur Sanny. (Yoga)