;

China Sukses Paksa Nasabah Berinvestasi

Ekonomi Hairul Rizal 25 May 2024 Kontan
China Sukses Paksa Nasabah Berinvestasi

Upaya China meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi daya tarik simpanan bank berhasil mendorong eksodus uang tunai dalam jumlah besar. Dana tersebut sebagian besar disalurkan ke obligasi dan produk wealth management. Total simpanan di China pada April 2024 turun 1,3%, mencapai 3,9 triliun yuan, setara sekitar Rp 8.630 triliun. Ini karena investor mencari keuntungan yang lebih tinggi di tempat lain. Tingkat suku bunga simpanan memang tidak menarik untuk memarkir uang tunai di bank. Bunga deposito satu tahun di bank-bank terbesar China hanya 1,45%, atau berada di rekor terendah. Menurut data Bloomberg, aliran dana yang masuk di bursa obligasi China juga bertambah sebesar US$ 428 juta di bulan yang sama. Angka tersebut menjadi rekor sejak Desember 2023.

Meski begitu, aliran dana ke aset berisiko tersebut belum menghasilkan lonjakan belanja konsumen atau investasi saham. "Berbagai faktor, termasuk berakhirnya pinjaman arbitrase, telah mendorong realokasi simpanan, dan diperkirakan akan terus berlanjut," kata Ming Ming, Kepala Ekonom Citic Securities Co, seperti dikutip Bloomberg. Dia menyebut, kini masyarakat menarik tabungan mereka untuk dibelanjakan dan berinvestasi. Permintaan investor ritel pada obligasi spesial tahap pertama pemerintah China ikut mendorong harga surat berharga ini naik 25% pada debutnya di minggu ini. Pada saat sama, imbal hasil obligasi satu tahun turun ke posisi terendah sejak pertengahan 2020.

Download Aplikasi Labirin :