;
Tags

Inflasi

( 547 )

Pengaruh Inflasi Amerika Serikat

HR1 14 Jul 2022 Kontan

Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat (AS). Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengungkapkan, data inflasi dinantikan pelaku pasar karena jadi petunjuk efektivitas kebijakan The Fed sebelum ini untuk meredam inflasi. Data inflasi juga jadi pertimbangan The Fed menentukan kebijakan moneter negara ini ke depan.

Berharap BI Tidak Gegabah

HR1 14 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Kebijakan Bank Sentral Amerika (The Fed) menaikkan suku bunga membawa aliran dana masuk ke Amerika. Beberapa hari lalu dolar Amerika sempat menyentuh Rp15.000 walaupun pada akhirnya kembali di bawah angka itu. Perkembangan depresiasi ini merupakan imbas psikologis sehingga tidak perlu direspons secara panik dengan menaikkan suku bunga maupun intervensi di pasar secara berlebihan. Keadaan serupa terjadi di negara lain. Perubahan arah kebijakan yang drastis akan berdampak lebih buruk karena kredibilitas kebijakan diragukan. Perkembangan nilai tukar yang terjadi akhir-akhir ini sebaiknya disikapi dengan tenang dan jangan menyeret bank sentral (BI) untuk menerapkan rule of thumb terkait dengan hubungan antara nilai tukar dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dunia mungkin akan mengalami keadaan seperti pada tahun 1970-an di mana inflasi yang tinggi diikuti dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi yang dikenal sebagai episode stagflasi. Sejujurnya, inflasi tinggi bukan akan terjadi tetapi sudah terjadi. Pada Juni, secara tahunan, inflasi kita sudah 4,35% yang berarti level tertinggi setelah 2014.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Juni mencapai 0,61%. Lebih tinggi dari inflasi pada Mei yakni sebesar 0,4%. Bahkan di Amerika Serikat, inflasi tahunan sudah mencapai 8,6% yang merupakan angka tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Bagi Orang Indonesia yang akrab dengan inflasi 2 digit, yang terjadi saat ini secara psikologis ringan. Sebaliknya, bagi orang Amerika pasti “shocked” karena biasanya inflasi hanya berkisar 2%. Kami berharap BI tidak gegabah dalam melihat perkembangan kurs dan inflasi yang terjadi. Semoga ketenangan dan akal sehat dalam membaca ekonomi saat tetap lebih kuat daripada dogma “uzur” hubungan antara suku bunga, inflasi dan nilai tukar.

Daya Beli Masyarakat Terus Dijaga

KT3 11 Jul 2022 Kompas

Tren inflasi global lambat laun mengerek inflasi domestik yang pada Juni 2022 berada di level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Selain menggunakan anggaran negara sebagai peredam gejolak, untuk menjaga agar lonjakan  inflasi global tidak berdampak pada penurunan daya beli, pemangku kebijakan juga diharapkan bisa mendorong kemandirian pangan. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, inflasi Indonesia pada Juni 2022 sebesar 4,35 % didominasi kenaikan harga pangan bergejolak (volatile food) yang signifikan hingga mencapai 10,07 % secara tahunan. Sementara pada bulan sebelumnya, inflasi harga pangan bergejolak tercatat 6,05 %.

”Pangan dan energi sangat penting bagi masyarakat sehingga pemerintah akan terus mengantisipasi dan memitigasi risiko dari kenaikan harga kelompok pangan bergejolak melalui berbagai kebijakan untuk menjamin kecukupan pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat,” kata Febrio. Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, di antaranya, dilakukan dengan memberikan insentif selisih harga minyak goreng serta mempertahankan harga jual BBM, elpiji, dan listrik tidak mengalami peningkatan. Kemenkeu pada 2022 menambah alokasi untuk anggaran subsidi dan kompensasi energi sebanyak Rp 349,9 triliun. (Yoga)


Ancaman Kenaikan Harga Bangunan

fadilarin 11 Jul 2022 Surya

SURABAYA, SURYA Membaiknya ekonomi pasca pandemi dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada kuartal I tahun 2022 ini masih memberi rasa optimis pengembangan properti untuk mampu meningkatkan penjualan. Meski diakui kenaikan harga bahan bangunan dan bayangan kenaikan inflasi ikut membuat harga naik, dan berpotensi membuat tingkat daya beli konsumen menurun.

"Namun kami masih optimis. Mengingat kenaikan harga komoditas dan kenaikan lain-lainnya itu juga mendorong kenaikan pendapatan. Tentunya kemampuan konsumen untuk belanja properti dengan harga naik juga ikut meningkat," kata Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group, di sela pengenalan kluster baru di Grand Pakuwon, Surabaya Barat, Jumat (8/7) sore.

Lebih lanjut, Sutandi mengungkapkan saat ini kondisi pasar properti masih bagus. Selain kenaikan harga bahan baku dan potensi inflasi di Indonesia, yang terdampak inflasi global, hal lain yang bisa menghambat penjualan properti adalah rencana kena ikan suku bunga perbankan.

"Saat ini, suku bunga perbankan di Indonesia masih sangat rendah. Namun tidak tahu lagi semester 2 ini, karena ada naiknya suku bunga The Fed bank sentral Amerika Serikat, untuk mengatasi inflasi di negara tersebut yang tinggi." beber Sutandi.

Tentunya Indonesia akan terdampak dan perbankan akan ikut menaikkan suku bunga. Karena itu, pihaknya mendorong konsumen memanfaatkan momentum saat ini dengan segera belanja properti.

Walau Ekonomi Melambat, The Fed Prioritas Perangi Inflasi

KT1 08 Jul 2022 Investor Daily (H)

Para pejabat The Federal Reserve (The Fed) pada rapat kebijakan Juni 2022 menekankan perlunya memerangi inflasi. Bahkan jika strateginya itu berarti  melambatkan laju ekonomi yang sekarang sudah di ambang resesi. Demikian isi risalah rapat yang dirilis pada Rabu (6/7) waktu setempat. "Dalam membahas langkah-langkah kebijakan potensial di pertemuan mendatang, para peserta terus mengantisipasi bahwa kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target suku bunga dana federal  bakal sesuai dengan  sasaran komite. Secara khusus, para peserta menilai, peningkatan 50 atau 75 basis poin kemungkinan akan sesuai  di pertemuan berikutnya," demikian menurut risalah  yang dilansir  CNBC pada Kamis (7/7). Para anggota The Fed, langkah menaikkan  suku bunga pinjaman acuan sebesar tiga perempat point persentase  pada Juni diperlukan untuk mengendalikan kenaikan biaya hidup yang sudah berada di level  tertinggi sejak 1918. (Yetede)

Ancaman Inflasi Hantui Indonesia

KT3 07 Jul 2022 Kompas (H)

Menkeu Sri Mulyani, dalam seminar internasional Securitization Summit 2022 bertema ”Unlocking Securitization Role in Developing Sustainable Finance” yang berlangsung hibrida di Jakarta, Rabu (6/7) mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia masih dihantui ancaman inflasi akibat meningkatnya harga pangan. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi global dan perang Rusia-Ukraina, rantai pasok global pun terganggu yang imbasnya merembet hingga menyebabkan lonjakan harga pangan dunia.” Ditengah stabilitas produksi dan pergerakan harga komoditas pangan dalam negeri, tambah Sri Mulyani, pemerintah tetap mewaspadai pergerakan inflasi tahunan yang hingga semester I-2022 mencapai 3,6 %.

Untuk menjaga tingkat inflasi sesuai target 3,5-4,5 % tahun ini, pemerintah bersama otoritas terkait akan tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik yang sangat kuat, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 mencapai 4,9-5,4 %. ”Mesin pertumbuhan ekonomi mulai didorong dari sisi konsumsi rumah tangga, investasi dalam bentuk berbagai macam ekspansi kapasitas, dan juga dari sektor eksternal. Untuk itu, APBN mulai bergeser menjadi instrumen menjaga tingkat konsumsi dan investasi,” ujarnya. Untuk menjaga tingkat konsumsi, pemerintah menganggarkan dana Rp 104,8 triliun untuk membayar kompensasi BBM dan listrik pada semester I-2022, setara 35,7 % pagu APBN tahun ini sebesar Rp 293,5 triliun. (Yoga)


Rupiah Tersandung Inflasi

KT1 06 Jul 2022 Tempo (H)

Pelemahan nilai tukar rupiah masih berlanjut. Dalam transaksi antar bank kemarin sore, rupiah ditutup melemah 22 poin atau 0,15% ke angka 14.992 per dolar Amerika dari posisi perdagangan sebelum 14.972 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran 14.878 per dolar AS. Direktur Riset Center of Reform Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah Redjalam, mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena semakin sempitnya selisih antar suku bunga domestik dan internasional. "Keputusan BI menahan suku bunga acuan telah menahan masuknya modal asing, bahkan mendorong modal asing keluar dari Indonesia. Hal ini menekan rupiah,' kata dia kemarin. Menurut Piter, jika rupiah terus melemah, risiko investasi dan potensi inflasi akan terus meningkat. "Inflasi bisa meningkat lebih besar dan memangkas daya beli masyarakat. Ujungnya menahan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya. (Yetede)

Para Pelaku Bisnis Yakin Ekonomi Tumbuh Diatas 5%

KT1 04 Jul 2022 Investor Daily (H)

Kendati ekonomi global kini diambang resesi dan api inflasi mulai membakar perekonomian  di dalam  negeri, pelaku bisnis yakin, ekonomi Indonesia tahun ini mampu tumbuh diatas 5%. laju pertumbuhan kuartal 1-2022 yang mencapai 5,01 merupakan sinyal kebangkitan  ekonomi. Demikian pula dengan laba bersih emiten LQ45 di Bursa Efek Jakarta (BEI) yang meningkat 70,8% pada periode yang sama. "Berdasarkan data jumlah emiten di Bursa Efek Jakarta yang terus mengalami peningkatan  hingga mencapai 787 emiten per Juni 2022, konsensus analis memperkirakan laba emiten  hingga akhir 2022 masih akan tumbuh. Hal ini didukung  fundamental perekonomian  RI masih bagus, yang ketika masih dalam situasi pemulihan bagi pandemi Covid-19, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Asrjad Rasjid kepada Investor Daily. (Yetede)

Menkeu Ramai Inflasi Tahun Ini Bisa Mencapai 4,5% yoy

HR1 04 Jul 2022 Kontan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan laju inflasi Indonesia tahun ini sebesar 4,5% year on year (yoy). Lebih ini, lebih tinggi dari batas atas target sasaran Bank Indonesia (BI) yang sebesar 4% yoy. "Inflasi mengalami tekanan 3,5% hingga 4,5% (keseluruhan tahun 2022)," kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, Jumat (1/7).

Optimisme Pebisnis Terhadap Inflasi & Resesi

HR1 04 Jul 2022 Kontan (H)

Selepas pandemi Covid-19, para pengusaha terus memupuk optimisme dalam menjalani bisnis tahun ini. Hanya saja, keyakinan mereka tergerus sejumlah isu, mulai dari kenaikan harga energi dan berbagai barang kebutuhan pokok, perang Rusia-Ukraina, hingga ancaman resesi Amerika Serikat. Kesimpulan itu tergambar dalam hasil survei Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal III-2022. Pengusaha meyakini pemerintah terus berusaha menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi dan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.