Daya Beli Masyarakat Terus Dijaga
Tren inflasi global lambat laun mengerek inflasi domestik yang pada Juni 2022 berada di level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Selain menggunakan anggaran negara sebagai peredam gejolak, untuk menjaga agar lonjakan inflasi global tidak berdampak pada penurunan daya beli, pemangku kebijakan juga diharapkan bisa mendorong kemandirian pangan. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, inflasi Indonesia pada Juni 2022 sebesar 4,35 % didominasi kenaikan harga pangan bergejolak (volatile food) yang signifikan hingga mencapai 10,07 % secara tahunan. Sementara pada bulan sebelumnya, inflasi harga pangan bergejolak tercatat 6,05 %.
”Pangan dan energi sangat penting bagi masyarakat sehingga pemerintah akan terus mengantisipasi dan memitigasi risiko dari kenaikan harga kelompok pangan bergejolak melalui berbagai kebijakan untuk menjamin kecukupan pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat,” kata Febrio. Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, di antaranya, dilakukan dengan memberikan insentif selisih harga minyak goreng serta mempertahankan harga jual BBM, elpiji, dan listrik tidak mengalami peningkatan. Kemenkeu pada 2022 menambah alokasi untuk anggaran subsidi dan kompensasi energi sebanyak Rp 349,9 triliun. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023