Industri lainnya
( 1858 )INDUSTRI PENERBANGAN : MUSIM SEMI RUTE LUAR NEGERI
Maskapai penerbangan nasional mulai serius menggarap rute penerbangan internasional untuk mendulang keuntungan setelah merugi akibat pandemi Covid-19. Industri penerbangan nasional kini memasuki musim semi. Pemandangan bandara yang sepi oleh penumpang pesawat telah berganti menjadi ramai. Konter check-in milik maskapai di bandara juga mulai dipadati calon penumpang pesawat udara. Fenomena kesibukan di bandara terjadi tidak lama setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mencabut status darurat kesehatan global untuk Covid-19. Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan bahwa ada peningkatan permintaan penerbangan secara drastis atau pent up demand pada rute penerbangan internasional setelah pencabutan status pandemi Covid-19. Buktinya, pertumbuhan jumlah penerbangan internasional di Indonesia hingga Mei 2023 sudah naik mencapai sekitar 30%—35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Salah satu faktor penopang pertumbuhan penerbangan internasional adalah terkendalinya pandemi virus Corona yang mendasari WHO mencabut status pandemi. Selain faktor liburan, dia menilai minat masyarakat untuk bepergian akan terus pulih sepanjang tahun seiring dengan dicabutnya status pandemi virus Corona.
Pertumbuhan pasar rute internasional akan dirasakan oleh maskapai yang aktif berekspansi membuka rute penerbangan internasional baru. Namun, Bayu juga menyarankan maskapai Indonesia memikirkan strategi yang matang dalam penambahan kapasitas. Menurutnya, maskapai Indonesia masih menghadapi masalah serupa sejak pandemi yang belum dapat dituntaskan secara maksimal salah satunya keterbatasan armada pesawat. “Kami melihat potensi pertumbuhan penerbangan internasional sampai akhir 2023 bisa sekitar 50%—60% dibandingkan dengan akhir 2022,” kata Bayu. Strategi melebarkan sayap bisnis rute internasional telah dilakukan maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Tak hanya mempertebal rute internasional, emiten dengan kode saham GIAA juga mengoperasikan beberapa rute internasional baru seperti Shanghai China-Jakarta pp yang akan dilayani dua kali seminggu mulai 17 Mei 2023. Sebelumnya, Garuda juga telah membuka rute Narita, Jepang-Manado pada Maret 2023. Selain itu, Garuda juga memperluas jaringan penerbangannya ke Kazakhstan dengan membuka rute Bali-Seoul-Astana pada 15 Mei 2023. Pembukaan rute baru tersebut bekerja sama dengan maskapai Air Astana. Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra menilai potensi kunjungan wisman ke Indonesia mulai pulih tecermin dari peningkatan arus penumpang penerbangan rute internasional pada kuartal I/2023 sebesar 425%.
Menanti Guyuran Manis Pemerataan
Masih ada pekerjaan rumah bagi pemerintah, terutama dalam penyediaan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran. Di sisi lain, kendati harga dan stok pangan relatif terkendali, impor pangan, seperti beras dan gula konsumsi, serta kenaikan sejumlah harga pangan pokok, seperti gula, beras, dan minyak goreng, masih terjadi. Pemerataan pembangunan memang merupakan solusi untuk mengatasi ketimpangan antardaerah di Indonesia. Pemerintah berupaya mewujudkannya melalui pembangunan infrastruktur dan kawasan industri. Tujuannya adalah memperlancar akses ekonomi antardaerah dan mendorong terciptanya investasi dan lapangan pekerjaan. Di sektor infrastruktur, misalnya, hingga 2024, pemerintah menargetkan membangun jalan tol sepanjang 3.538 kilometer. Di sektor industri, pemerintah menargetkan membangun 36 kawasan industri di lahan sekitar 50.000 hektar dengan prioritas pengembangan di luar Pulau Jawa pada 2023-2035.
Hilirisasi industri juga terus dibenahi, mulai dari industri besi baja, nikel, tembaga, batubara, bauksit, CPO, hingga kakao. Menurut Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri sekaligus Ketua Properti dan Kawasan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia Sanny Iskandar, pembangunan kawasan industri di luar Jawa didorong oleh upaya pemerintah melarang ekspor sejumlah mineral mentah. ”Pengolahan (bahan mineral) itu membutuhkan kawasan industri. Dampaknya, terjadi keseimbangan antara Jawa dan luar Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Sumatera,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (21/5). Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal berpendapat, pemerataan pembangunan di era pemerintahan Jokowi memang berjalan baik. Fokusnya tidak lagi di Jawa, tetapi di luar Jawa, termasuk Indonesia bagian timur. (Yoga)
INDUSTRI BAN : Arab Saudi Ajak RI Investasi
Di saat tekanan resesi pasar global, Indonesia berpeluang memanfaatkan pasar ban di Arab Saudi terus bertumbuh. Kingdom Tyres mengajak perusahaan Indonesia untuk membangun pabrik ban di Arab Saudi.Perusahaan ban terbesar di Arab Saudi Kingdom Tyres menawarkan kerja sama dengan perusahaan Indonesia untuk membangun pabrik ban di Arab Saudi seiring permintaan produk ban yang meningkat dan diproyeksikan melonjak menjadi 72,32 juta unit pada 2032.Keinginan tersebut telah ditindaklanjuti Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag dengan melakukan pertemuan pada Kamis (11/5) bersama beberapa perusahaan manufaktur ban terbesar di Indonesia yang sudah mengekspor produknya ke Arab Saudi.
Kingdom Tyres telah menyampaikan ketertarikannya untuk menggandeng perusahaan Indonesia pada pertemuan bisnis antara Atase Perdagangan (Atdag) Riyadh Gunawan dengan CEO Kingdom Tyres Sulton Alkahtani pada Jumat (5/5) di Riyadh, Arab Saudi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengungkapkan anggotanya mulai terdampak krisis global sejak beberapa bulan terakhir 2022, yang mana beberapa perusahaan mengalami tekanan ekspor.
INDUSTRI PADAT KARYA, Mewaspadai Gejala Berekspansi dengan Menyiasati Tantangan
Industri padat karya tekstil, produk tekstil, dan alas kaki menghadapi beragam tantangan, mulai dari menurunnya permintaan ekspor, serbuan impor, hingga biaya tenaga kerja. Tidak sedikit yang kesulitan bertahan. Namun, selalu ada pula yang tetap bisa berinovasi dan berekspansi. Upaya ekspansi, misalnya, dilakukan oleh PT Pan Brothers Tbk. Vice President Director Pan Brothers Anne Patricia Sutanto dalam wawancara beberapa waktu lalu mengatakan, ekspansi tahun ini difokuskan, untuk mengembangkan otomasi. ”Pada saat pandemi Covid-19, kami menerapkan dua sif pekerja. Kalaupun ada ekspansi, kami ingin ada lebih dari dua sif dan apalagi memanfaatkan otomasi (bisa sif tiga dan ada kemungkinan tambah pekerja). Ketika market naik (rata-rata penjualan naik), kami bisa memberikan nilai tambah itu,” ujarnya.
Anne menjelaskan, Pan Brothers bertahan karena memiliki keunikan dengan fokus produksi pada outwear musiman. Jenis produksi ini punya kompleksitas skala menengah dan tinggi. Di Indonesia, tak banyak produsen tekstil dan produk tekstil (TPT) yang menggarap spesifikasi produk ini. ”Kami juga bawa (mengerjakan) banyak brand secara grup. Lebih dari 10 brand,” ujarnya. Pan Brothers berekspansi ke Jateng sejak 2007. Jawa Tengah dinilai sebagai lokasi investasi padat karya yang strategis. Ekspansi itu dilakukan sebagai strategi mencapai visi menjadi perusahaan pemasok pakaian yang terpadu, berkelanjutan, dan mendunia. Pelaku usaha dari skala mikro kecil hingga besar terlibat dalam rantai produksi industri TPT dan alas kaki. Perlu perhatian dan komitmen bersama agar daya saing sector padat karya ini dapat didongkrak. (Yoga)
PHK Masih Bayangi Sektor Padat Karya
Di tengah pemulihan ekonomi nasional, industri alas kaki serta tekstil dan produk tekstil belum sepenuhnya bangkit dari efek pandemi Covid-19 dan perlambatan ekonomi global, tercermin dari masih terjadinya gelombang PHK pada sekor manufaktur padat karya ini. Permintaan pasar ekspor pada kedua sektor itu melemah akibat tekanan perekonomian global. Kondisi itu dibarengi kesulitan mendongkrak penjualan di pasar dalam negeri karena serbuan barang impor. Akibatnya, penurunan produksi yang berujung pada pengurangan tenaga kerja sulit dihindari. Salah satu produsen sepatu, PT Dean Shoes di Kabupaten Karawang, Jabar, misalnya, menghentikan operasi dan menutup pabrik per 14 April 2023. Sebanyak 3.329 pekerjanya mengalami PHK.
Fajar Ahmad Faizal, yang saat ditemui menjelang penutupan pabrik masih menangani urusan humas PT Dean Shoes, menjelaskan, ketidakpastian perekonomian global akibat perang Rusia-Ukraina membuat pemegang merek mengurangi pesanan kepada PT Dean Shoes sejak 2022. Mulanya, perusahaan menyiasatinya dengan memberlakukan pengurangan hari kerja menjadi empat hari sepekan. ”Bersamaan dengan kondisi itu, upah minimum kabupaten naik tinggi. Investor kami mencari lokasi produksi yang lebih murah agar bisa beroperasi lebih berkelanjutan. PHK dilakukan pada 6 April dan 14 April sehingga sebelum Lebaran sudah clear,” ujar Fajar yang juga tak luput mengalami PHK.
PT Dean Shoes selama ini memproduksi sepatu dari merek Nike dan Under Armour untuk kategori kelas menengah. Menjelang penutupan operasi, perusahaan hanya mengerjakan pesanan dari Nike yang masih tersisa. Belum jelas kelanjutan nasib fasilitas PT Dean Shoes. Fenomena pengurangan tenaga kerja juga mendera industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kwee Liang Cing, pemilik dan direktur perusahaan tekstil yang memproduksi kain untuk seprai dan mode, PT Bentara Sinarprima, di Kabupaten Bandung, Jabar, mengatakan, pihaknya sudah mengurangi tenaga kerja dari sebelumnya 500 orang menjadi 260 orang. Pekerja yang sebelumnya masuk 5-6 hari kerja dalam sepekan kini hanya masuk 1-2 hari kerja. Lilik, begitu ia biasa dipanggil, menuturkan, kapasitas produksi pabriknya terus turun sejak 2022 karena anjloknya permintaan, dari 2 juta-2,5 juta meter per bulan kini hanya terpakai 30-35 %. Produksi kain tinggal berkisar 700.000-800.000 meter per bulan. (Yoga)
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : SENGAT BARU INVESTASI BATERAI EV
Pengembangan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Tanah Air mendapat secercah harapan setelah Presiden Joko Widodo menemui delegasi Korea Selatan kemarin. Investasi LG Energy Solution yang sempat tersendat pun dipastikan bakal rampung pada tahun ini. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kegiatan investasi pengembangan baterai kendaraan listrik terintegrasi bakal berjalan tahun ini. Hal tersebut nantinya diharapkan bakal menjadi pemicu dari kerja sama lainnya untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama baterai kendaraan listrik. Dia menjelaskan, konsorsium LG Energy Solution (LGES) dan Indonesia Battery Corporation atau IBC juga bakal segera menyelesaikan negosiasi terkait dengan kerja sama di sisi hulu tambang untuk kebutuhan baterai listrik secara paralel. Harapannya, upaya yang dilakukan pemerintah saat ini bisa mempercepat realisasi investasi baterai kendaraan listrik LGES di Tanah Air, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asean yang mampu memproduksi mobil listrik beserta baterainya pada tahun depan. Sementara itu, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID mengaku belum ada perjanjian lebih lanjut perihal rencana penghiliran bijih nikel sebagai salah satu komponen penting baterai kendaraan listrik. Heri Yusuf, SVP Corporate Secretary MIND ID, mengatakan bahwa LGES sebelumnya memutuskan bakal melakukan perubahan konsorsium yang bakal bekerja sama dengan IBC. Hanya saja hingga kini belum ada keputusan pasti mengenai perubahan komposisi konsorsium tersebut. Pemerintah Korea Selatan sendiri meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencari solusi atas paket insentif mineral kritis dan energi baru terbarukan (EBT) yang diatur dalam IRA dan telah mengubah peta investasi global saat ini. Bahlil menuturkan bahwa kekhawatiran Korea Selatan itu relatif beralasan menyusul kebijakan Amerika Serikat (AS) yang belakangan cukup agresif untuk mengimbangi persaingan dagang, investasi penghiliran mineral kritis, serta pengembangan EBT dari beberapa negara kompetitor, seperti China dan Uni Eropa.
INDUSTRI BATU BARA : MENANTI CUAN DARI CHINA
Pelaku usaha pertambangan batu bara dalam negeri terancam untuk ‘gigit jari’ karena tidak bisa memanfaatkan peluang dari aksi pengurangan produksi emas hitam China sebanyak 50 juta ton hingga pertengahan tahun ini. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mencatat bahwa pengurangan produksi emas hitam di China menyasar kepada batu bara metalurgi yang umumnya digunakan dalam pembuatan baja. Sementara itu, batu bara yang banyak diproduksi di Indonesia adalah termal untuk pembangkit listrik. Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif APBI, mengatakan bahwa rencana pengurangan produksi yang dilakukan oleh China tidak akan banyak memengaruhi industri batu bara nasional, terutama ekspor komoditas yang hingga kini masih menjadi andalan Indonesia tersebut. Sementara itu, Singgih Widagdo, Ketua Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF), menyebut bahwa sebagian pelaku usaha masih mengkaji potensi tambahan ekspor ke China dalam beberapa waktu mendatang. Hanya saja, hingga kini memang masih belum jelas spesifikasi batu bara yang berpotensi hilang dari rencana penyetopan produksi China tersebut. Dia pun mengakui Indonesia memiliki peluang yang tipis untuk ikut menikmati rencana pemangkasan produksi batu bara China apabila produksi yang hilang berasal dari emas hitam dengan kualitas tinggi. Situasi itu, kata dia, justru bakal menguntungkan Australia dan Rusia. Berdasarkan Mineral One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM yang diakses kemarin, ekspor batu bara diketahui telah mencapai 60 juta ton. Jumlah tersebut setara dengan 13,04% dari target yang dipatok 460 juta ton sepanjang tahun ini.
Sejak awal tahun, industri batu bara memang menghadapi banyak tantangan, mulai dari rencana China yang melonggarkan kebijakan larangan untuk mengimpor batu bara dari Australia, rencana India menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara, hingga fluktuasi harga yang terus berlangsung hingga kini. India dan China memang menjadi konsumen terbesar batu bara asal Indonesia hingga kini. Tahun lalu, ekspor batu bara ke India mencapai 110,15 juta ton, sedangkan pengiriman ke China sebanyak 69,69 juta ton. Kementerian ESDM dalam kesempatan terpisah memastikan target ekspor batu bara tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan dengan 2022. Hal itu dilakukan untuk memanfaatkan tingginya permintaan di pasar global. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan bahwa peningkatan target ekspor sejalan dengan naiknya target produksi batu bara pada tahun ini.
Saham Pabrik Kertas Kian Bernas
Kinerja emiten kertas diproyeksi terpapar efek positif kebijakan green procurement guide (GPG) atau pengadaan barang ramah lingkungan. Hal itu terjadi seiring aksi Pemerintah Kota Tokyo, Jepang, merevisi beleid GPG April lalu.
Pada 2020, GPG mencantumkan klausul tambahan terkait kewajiban eksportir kertas memiliki sertifikas kehutanan. Bagi perusahaan yang pernah menerima pemutusan hubungan dari sertifikasi kehutanan apapun, produknya tidak dapat diterima masuk ke Jepang.
CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menilai, revisi peraturan GPG berpeluang meningkatkan ekspor kertas ke Jepang dan Asia. "Saat ini total orientasi ekspor ke pasar Asia lebih dari 60% terhadap penjualan ekspor emiten," kata Praska ke Kontan, Jumat (12/5).
Financial Expert
Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani sepakat. Dia menilai, revisi peraturan GPG akan mendorong volume ekspor produk kertas dari Indonesia ke Jepang. Secara historis, sejak tahun 2018 hingga 2022, pertumbuhan ekspor kertas Indonesia belum memuaskan.
Chisty memproyeksi, efek revisi peraturan GPG akan terefleksi pada kinerja emiten kertas di akhir kuartal II-2023. "Prospek jangka panjang kinerja emiten kertas masih positif. Permintaan kertas masih tinggi di domestik dan ekspor," katanya.
Chisty menambahkan, sentimen positif yang bisa mendorong kinerja keuangan emiten kertas antara lain pertumbuhan volume ekspor. Sedang sentimen negatif, melandainya harga bubur kertas global di sepanjang tahun berjalan ini. Selain itu, ada potensi penurunan permintaan akibat melambatnya ekonomi global.
Kaltim Target Hilirisasi Industri Ekstraktif
Penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kaltim membuka peluang ekonomi bagi provinsi berjuluk ”Benua Etam” tersebut. Pemerintah Provinsi Kaltim pun menargetkan segera mendorong hilirisasi industri ekstraktif, seperti pertambangan dan penggalian, untuk penciptaan nilai tambah. Untuk itu, Kaltim perlu segera menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah untuk menggaet investor di sejumlah kawasan ekonomi dan industri. Sesuai amanat Perpres No 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN, disebutkan secara khusus ada enam kluster dalam rencana pengembangan ekonomi di IKN dan sekitarnya. Sebanyak lima kluster berada diwilayah Kaltim, yakni Kawasan Industri Kariangau Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara, Kota Samarinda, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di KutaiTimur, dan wilayah Kaltim lainnya.
Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Balikpapan, Jumat (12/5) mengatakan, ini peluang Kaltim untuk segera beralih ke hilirisasi industri. Selama ini struktur perekonomian Kaltim didominasi oleh pertambangan dan penggalian yang berkontribusi lebih dari 50 %. Saat harga batubara jatuh, pertumbuhan ekonomi Kaltim turut merosot lantaran nilai ekspor anjlok. IKN, kata Sri, membuat Kaltim beralih ke industri yang lebih ramah lingkungan dan lebih stabil secara ekonomi. ”Periode 2024-2026, Kaltim berkomitmen membangun transformasi ekonomi dengan melakukan investasi pada kegiatan dalam bentuk hilirisasi industri pengolahan. Selain itu, mendorong UMKM untuk mengolah hasil pertanian menjadi bahanbaku agar punyanilai lebih,” kata Sri. (Yoga)
PANTANG MUNDUR PENGHILIRAN MINERBA
Ambisi pemerintah untuk terus mendorong percepatan penghiliran di sektor energi bersih—mineral dan batu bara—di Tanah Air kian kuat, meskipun dihadapkan oleh sejumlah tantangan yang memang tidak mudah untuk dilalui. Terlebih, saat ini makin banyak negara yang berambisi sama dengan Indonesia, terutama Amerika Serikat (AS). Negara tersebut bahkan agresif menjaring investasi di sektor penghiliran dengan insentif menggiurkan seperti pemberian diskon pajak besar-besaran kepada para investor di sektor energi bersih. Apalagi setelah munculnya Undang-Undang Pengurangan Inflasi atau Inflation Reduction Act (IRA), AS kian menjadi magnet kuat bagi para investor lokal dan global untuk berinvestasi di Negeri Paman Sam itu. UU tentang IRA di antaranya menjanjikan kemudahan kredit pajak US$370 miliar dan insentif lainnya untuk rantai pasok kendaraan listrik (electric vehicle/EV) hingga energi terbarukan. Tak heran bila kemudian satu per satu investor yang sudah berkomitmen investasi di beberapa proyek penghiliran seperti gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Indonesia mulai bimbang. Mereka bahkan berancang-ancang untuk angkat kaki dari Indonesia, salah satunya adalah Air Products & Chemical Inc. (APCI).
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk pertama kalinya bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid A. Al-Falih di Riyadh, Arab Saudi. Pada hari pertama rangkaian kunjungan kerja tersebut, Kamis (11/5) waktu setempat, Bahlil menawarkan peluang investasi kedua negara, khususnya dalam hal energi baru dan terbarukan (EBT) serta pembangunan rumah sakit. “Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia sangat terbuka untuk investasi, khususnya dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau yang menggunakan energi dan industri hijau. Kami memulai dengan hilirisasi sumber daya mineral. Ini adalah peluang besar, dan saya ingin ada investasi bersama antara Arab Saudi dengan Indonesia,” kata Bahlil. Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan seluruh investasi untuk penghiliran harus mempunyai standardisasi yang clean energy, yang bisa diinvestasikan bagi investor AS. Dengan kata lain, setiap perusahaan investasi tambang harus mempunya ESG report. “Kalau tidak sesuai, kebijakan pemerintah di bursa tidak bersih lingkungan, bisa dicap tak peduli lingkungan,” tuturnya. Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Andry Satrio Nugroho mengatakan Indonesia melalui BKPM sewajarnya tidak hanya bergantung pada satu destinasi untuk menjaring investor, sehingga diharapkan investor asing dapat terdiversifikasi.
Pilihan Editor
-
Pemerintah Atur Kehadiran Niaga Daring Asing
05 Dec 2019 -
Menjadikan Cashless Society Sebagai Kebutuhan
29 Nov 2019









