;
Tags

Industri lainnya

( 1858 )

Puasa dan Lebaran Ungkit Optimisme Pebisnis

HR1 06 Apr 2023 Kontan (H)

Prospek perekonomian nasional diyakini cerah. Kondisi ini ditandai dengan membaiknya daya beli masyarakat, yang dipicu momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini. Meski demikian, para pengusaha tetap mencermati perkembangan politik di Tanah Air. Mendekati pemilu 2024, muncul ketidakpastian dan kecemasan adanya gesekan sosial di antara para kontestan dan pendukungnya. Survei terbaru KONTAN, yang tergambar dalam Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal II-2023 menyimpulkan kondisi itu.Optimisme puluhan Chief Executive Officer (CEO) korporasi yang beroperasi di Indonesia mulai membaik jelang paruh pertama 2023 ini. Secara umum, keyakinan para CEO bertengger di level 3,69 pada kuartal II-2023. Optimisme ini lebih tinggi dibandingkan dua kuartal terakhir, yakni pada kuartal IV-2022 di posisi 3,50 dan kuartal I-2023 di level 3,64. Namun ICCI kuartal II-2023 masih lebih rendah ketimbang kuartal I-2022 yang berada di posisi tertinggi sepanjang sejarah, yakni 3,92. ICCI adalah hasil survei KONTAN dengan responden puluhan direktur utama maupun CEO perusahaan terkemuka di Tanah Air dan mewakili sejumlah sektor usaha. Ada dua variabel yang paling menonjol dari hasil survei kali ini. Pertama, skor daya beli meningkat 3% dari kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter /qoq). Bahkan daya beli menjadi satu-satunya variabel yang tumbuh dalam setahun terakhir (yoy). Variabel kedua adalah skor politik nasional. Kebalikan dari daya beli, para petinggi perusahaan kali ini mencermati dan berhati-hati menyikapi suasana perpolitikan menjelang pemilu 2024.

HARGA MINYAK INDONESIA : Faktor Eksternal Seret ICP Turun

HR1 05 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Dalam executive summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, dipaparkan penurunan ICP kali ini banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti jatuhnya Silicon Valley Bank yang menyebabkan penarikan dana besar-besaran nasabahnya. “Hal itu meningkatkan ketidakpastian terkait dengan inflasi, suku bunga, dan aktivitas ekonomi di masa depan yang berdampak besar kepada konsumsi minyak, serta investasi global,” Tulis Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, dikutip Selasa (4/4). Kekhawatiran terhadap inflasi yang bakal lebih tinggi dari perkiraan, kenaikan suku bunga, dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), serta perlambatan aktivitas ekonomi juga diproyeksi bakal menurunkan permintaan minyak mentah. Penurunan ICP kali ini terjadi di tengah proyeksi banyak pihak  yang menyebut harga minyak global bakal kembali melambung di atas US$100 per barel setelah OPEC+ memastikan bakal memangkas produksinya.Goldman Sachs Group Inc. menaikkan perkiraan harga minyak untuk tahun ini dan tahun depan, setelah OPEC+ memastikan langkahnya memangkas produksi.

Astra Agro Siap Tingkatkan Kinerja

KT3 04 Apr 2023 Kompas

Emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk mempersiapkan serangkaian strategi untuk meningkatkan kinerja. Pada 2022 pendapatan Astra Agro tercatat melorot dari Rp 24,32 triliun tahun 2021 menjadi Rp 21,82 triliun. Sementara laba bersih turun 12,41 % menjadi Rp 1,7 triliun. ”Strategi peningkatan laba tidak terlepas dari efisiensi dan meningkatkan produktivitas. Walaupun sudah semaksimal mungkin, kalau harga jual mengalami penurunan, tentu profitnya akan terpengaruh,” kata Presiden Direktur Astra Agro Lestari Santosa, Senin (3/4/2023). (Yoga)

PENYEDIA LAYANAN : MAYORITAS PEBISNIS INTERNET EKSPANSIF

HR1 31 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Industri penyedia jasa internet diprediksi terus bertumbuh pesat di Indonesia dalam 5 tahun mendatang ditopang tingginya penetrasi internet di Tanah Air. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Zulfadly Syam mengatakan bahwa sebanyak 52,74% responden menilai prospek industri penyedia jasa internet atau internet service provider (ISP) akan bertumbuh dengan tingkat penetrasi tinggi.“Sementara 24,89% industri akan bertumbuh tetapi sudah mulai stagnan,” ujarnya dalam pemaparan Survei Internet Indonesia 2023, di Jakarta, Kamis (30/3). Selain itu, Zulfadly menilai kendala itu karena persaingan yang terlalu tinggi mencapai 21,30%, regulasi dan kebijakan pemerintah yang kurang mendukung sekitar 15,90%, dan terbatasnya akses permodalan 10,50%.Zulfadly juga menambahkan terdapat sejumlah tantangan bagi ISP yang belum teratasi selama 2022 dengan tiga terbanyak adalah menyangkut infrastruktur (73,80%), pendanaan (38,80%), dan sumber daya manusia (26,60%). Sementara itu, Ketua Umum APJII Muhammad Arif menilai saat ini potensi bisnis fi xed broadband di Indonesia masih cukup besar. Masih terdapat banyak wilayah yang belum terjangkau oleh layanan internet tetap. “Selain itu, pesatnya penggunaan internet selama masa pandemi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya internet tetap, terutama untuk kegiatan bekerja dan belajar dari rumah,” katanya. Dia memerinci, beberapa perusahaan penyedia internet yang banyak digunakan selain IndiHome ada MyRepublic, First Media, dan Biznet. “Alasan banyaknya pengguna yang memilih provider tertentu bisa bervariasi, seperti harga yang kompetitif, ketersediaan jaringan di wilayah tertentu, dan kualitas layanan yang memadai,” katanya.

HULU MINYAK & GAS BUMI : PHE Produksi Lebih Banyak Migas

HR1 30 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Sub-holding upstream PT Pertamina (Persero) itu mampu memproduksi 576.000 barel minyak per hari (bph) dan 2.785 MMscfd gas pada Januari–Februari 2023. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan produksi sebesar 2% untuk minyak mentah, dan 6% untuk gas bumi. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Wiko Migantoro mengatakan, capaian itu menjadi hasil operasi pengeboran 118 sumur pengembangan, 103 kegiatan work over, dan 4.839 well services. Selain itu, pada awal 2023 juga telah diselesaikan pengeboran di dua sumur eksplorasi. Seperti diketahui, PHE mengelola lapangan migas domestik sebanyak 39 blok di dalam negeri, dan 25 blok migas di luar negeri yang tersebar di 13 negara. Sebagian besar PHE berperan sebagai operator utama. Sebelumnya, PHE menganggarkan belanja modal sebesar US$5,7 miliar pada rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini. Besaran belanja modal itu naik 78,12% dari realisasi anggaran sepanjang 2022 yang berada di angka US$3,2 miliar. “Anggaran tersebut diperuntukkan untuk kegiatan pengeboran, tahun 2023 mencapai 943 sumur pengembangan atau naik 73%, 32 sumur eksplorasi, 688 workover, dan 30.159 well intervention well services,” kata Wiko beberapa waktu lalu.

PEMBIAYAAN ENERGI TERBARUKAN : TRANSISI ENERGI BUTUH DONOR BESAR

HR1 30 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Transisi energi yang terus didorong pemerintah memerlukan lebih banyak keterlibatan lembaga pembiayaan agar dapat mengakselerasi peralihan pemanfaatan energi fosil ke energi baru dan terbarukan atau EBT. Perusahaan pembiayaan infrastruktur pelat merah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) mendorong pembentukan taksonomi transisi untuk meningkatkan partisipasi pembiayaan murah dari lembaga keuangan internasional pada program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia.Saat ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI merupakan Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform Manager yang sudah menginisiasi program pensiun dini untuk dua PLTU di Indonesia, yakni PLTU Cirebon-1 dan PLTU Pelabuhan Ratu.“Kami berupaya mencapai kesepakatan mengenai apa yang disebut sebagai taksonomi transisi agar lembaga keuangan dapat berpartisipasi untuk melakukan pembiayaan kepada proyek pensiun dini,” kata Direktur Utama SMI Edwin Syahruzad, Rabu (29/3). Melalui pelonggaran tersebut, SMI berharap dapat menarik pembiayaan lebih masif dari sektor komersial pada upaya pensiun dini PLTU di dalam negeri. Di sisi lain, ETM juga masih perlu menarik pembiayaan atau investasi murah dari lembaga keuangan internasional untuk memastikan berjalannya program pensiun dini PLTU yang membutuhakan biaya tinggi. Di sisi lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyinergikan penyusunan taksonomi pembiayaan untuk kegiatan transisi energi di dalam negeri. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan bahwa sinergi itu berkaitan dengan upaya memasukkan kegiatan transisi energi ke dalam taksonomi pembiayaan yang disusun oleh OJK.

PENURUNAN PERMINTAAN EKSPOR : Industri Tekstil Perlu Restrukturisasi Mesin

HR1 29 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Kementerian Perindustrian mendorong sektor tekstil dan pengolahan tekstil atau TPT melakukan restrukturisasi mesin untuk meningkatkan daya saing di tengah penurunan permintaan ekspor akibat ketidakpastian perekonomian global. Ignatius Warsito, Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, mengatakan restrukturisasi mesin dapat menstimulasi penggunaan peralatan yang lebih modern, hemat, dan ramah lingkungan, sehingga bakal meningkatkan daya saing industri sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0. “Program ini terbukti dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (28/3). Kinerja industri TPT sepanjang tahun lalu sendiri masih menunjukkan hasil yang baik di tengah krisis global, karena nilai ekspornya mencapai US$13,83 miliar, dan mampu menyerap 3,65 juta tenaga kerja. Dari sisi pendapatan domestik bruto (PDB), kata Warsito, TPT juga mengalami pertumbuhan 9,34% secara tahunan, dan berkontribusi sebesar 1,03% terhadap PDB nasional. Program restrukturisasi mesin yang sudah dilaksanakan oleh 23 perusahaan pada 2021—2022 itu sendiri berfokus pada industri penyempurnaan kain dan pencetakan kain. Targetnya akan ada 13 perusahaan yang berpartisipasi dengan alokasi anggaran senilai Rp4,7 miliar untuk sepanjang 2023.

LARANGAN EKSPOR MINERAL MENTAH : FREEPORT & AMMAN MINERAL GENJOT PRODUKSI

HR1 28 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Larangan ekspor mineral mentah yang berlaku efektif pada 10 Juni tahun ini tidak menyurutkan langkah PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk meningkatkan produksinya. Pemerintah diketahui telah menyetujui rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara tahun ini yang tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas terang-terangan menyebut perusahaan yang menjadi bagian dari PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID itu juga telah mendapat persetujuan ekspor konsentrat tembaga sebanyak 2,3 juta ton. Kendati, persetujuan ekspor hanya berlaku hingga Juni 2023. “Kami telah mendapatkan rekomendasi ekspor dari Kementerian ESDM untuk jumlah sesuai dengan RKAB, yakni 2,3 juta ton, namun dengan jangka waktu sampai dengan Juni 2023,” katanya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (27/3). Rekomendasi itu dikeluarkan setelah tim verifikator independen memeriksa kemajuan pembangunan smelter konsentrat tembaga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur yang menunjukkan realisasi 100% untuk periode Agustus 2022 hingga Januari 2023. Hasil verifikasi tersebut pun telah diselesaikan pada pekan ketiga Maret 2023 untuk kemudian diserahkan kepada otoritas perdagangan sebagai salah satu pertimbangan dikeluarkannya izin ekspor pada tahun ini. “Kemajuannya sampai dengan akhir Januari ini 54,5%, dan itu adalah lebih dari 100% dari rencana, karena rencananya adalah 52,9%,” tuturnya. Dia pun menilai rekomendasi ekspor 2,3 juta ton yang diberikan pemerintah mustahil untuk dipenuhi dengan batas waktu Juni 2023. Hal itu membuat dirinya makin yakin diperlukan moratorium larangan ekspor konsentrat tembaga pada tahun ini. Presiden Direktur Amman Mineral Industri Rachmat Makkasau menjelaskan bahwa capaian pada periode Januari 2023 membuktikan komitmen perusahaan untuk terus melanjutkan konstruksi megaproyek yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kerikil di Industri Tekstil

HR1 27 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Beberapa hari belakangan, fenomena impor pakaian bekas kembali marak sejalan dengan berkembangnya thrifting atau belanja barang bekas. Pemicunya adalah pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut impor pakaian bekas berdampak negatif terhadap perekonomian nasional, khususnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri. Adapun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022, impor pakaian bekas tercatat senilai US$272.146 atau setara dengan Rp4,21 miliar (dengan kurs Rp15.474) dengan volume sebanyak 26,22 ton. Secara berat, angka pada 2022 naik sebanyak 227,75% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 8 ton. Sementara itu, secara nilai impor, kenaikannya mencapai 618,5%, dari periode 2021 yang sebesar US$44.000 atau setara dengan Rp680,88 juta. Adapun, data dari Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, perkiraan nilai seluruh barang hasil penindakan (BHP) berupa pakaian bekas impor ilegal sepanjang 2022 mencapai Rp23,91 miliar yang didapat dari 220 penindakan. Berdasarkan data-data tersebut ada perbedaan yang cukup signifikan antara BPS dan Ditjen Bea dan Cukai.

Nilai maupun volume impor pakaian bekas tersebut relatif kecil dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri tekstil dan pakaian jadi yang mencapai Rp34,85 triliun pada kuartal III/2022. Nilai tersebut tumbuh 8,09% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY) yang sebesar Rp32,24 triliun. Meski masih tumbuh positif, kenaikannya melambat dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 13,74% (YoY). Secara terperinci, utilisasi industri serat mengalami penurunan 20%. Industri pemintalan (spinning) mencatatkan penurunan utilisasi sebesar 30%. Kemudian, utilisasi industri penenunan (weaving) dan perajutan (knitting) terkontraksi 50% sedangkan, utilisasi industri garmen dan pakaian bayi masing-masing mengalami penurunan sebesar 50% dan 20%-30%. Seruan Jokowi mengenai larangan impor pakaian bekas sejatinya adalah kerikil dalam persoalan besar industri tekstil nasional yang rapuh dan kompleks sehingga masih saja dihantui oleh pemutusan hubungan kerja massal di industri ini.

Permenaker No.5 Tahun 2023 Dinilai Terlambat Dikeluarkan

KT1 25 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID- Kalangan industri padat karya menilai  pemerintah terlambat mengeluarkan  Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Penyesuaian Waktu dan Kerja Pengupahan pada Perusahaan Industri  Padat Karya  Tertentu Berorientasi Ekspor yang Terdampak Perubahan Ekonomi Global. Industri sebenarnya telah mengalami kontraksi sejak tahun lalu dan sudah terjadi sekitar 100 ribu pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri tekstil dan produk tekstil. "Kalau dibilang terlambat ya, karena kami sudah terlanjur mengurangi jumlah karyawan sepanjang 2022. PHK hampir mencapai 100 ribu." kata Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan  dan Pengembangan SDM Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Nurdin Setiawan kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (24/03/2023). Nurdin mengungkapkan, pihaknya sebenarnya berharap Permenaker keluar pada 2022. Hal ini menyusul terjadinya pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia, terutama pada negara-negara tujuan ekspor TPT. "Kita sebenarnya menginginkan bagaimana operasional perusahaan bisa bertahan dan juga hubungan kerja dengan karyawan. Sementara itu, industri tekstilan telah mengalami penurunan pesanan (order) 30-50% sejak 2022." paparnya. (Yetede)

Pilihan Editor