Industri lainnya
( 1893 )LANGKAH MAJU INDUSTRI BATERAI
Pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik selangkah lebih maju seiring dengan sikap LG Energy Solution yang dipastikan tak jadi mundur dari konsorsium PT Industri Baterai Indonesia (IBC). IBC adalah anak perusahaan BUMN yang didirikan oleh empat BUMN Indonesia; Antam, MIND ID, Pertamina, dan PLN. Misinya, memaksimalkan potensi sumber daya Indonesia melalui pembentukan ekosistem baterai, electric vehicle (EV), dan energy storage system (ESS) yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury menuturkan LG Energy Solution telah menyampaikan kembali komposisi anggota konsorsium anyar yang akan melanjutkan kerja sama penghiliran baterai kendaraan listrik dalam usaha patungan dengan IBC tahun ini. Pahala mengatakan kementeriannya telah menerima kepastian komposisi anggota konsorsium tersebut setelah sempat mundur dari tenggat yang diminta pemerintah. Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Nico Kanter mengatakan manuver LG itu disebabkan karena implementasi UU Penurunan Inflasi atau Inflation Reduction Act (IRA) yang diterbitkan pemerintah Amerika Serikat pertengahan tahun lalu. IRA mendiskreditkan produksi baterai dari negara mitra yang belum memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan AS. IRA juga ikut menilai negatif produksi baterai yang investasinya didominasi perusahaan China di sisi hulu hingga pengolahan bijih nikel. Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia sekaligus Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid mendesak pemerintah AS untuk berlaku adil dalam pemberian subsidi hijau bagi mineral kendaraan listrik. “Kami berupaya memastikan memiliki portofolio inklusif, baik China maupun non-China dalam sektor pertambangan nikel guna mencapai kesepakatan perdagangan yang adil,” katanya, Kamis (6/4). Arsjad menambahkan sejumlah negara telah berinvestasi di Indonesia pada sektor pertambangan, khususnya untuk pengembangan kendaraan listrik dan baterai. Beberapa di antaranya LG, SK Group, Samsung, dan Hyundai.
INDUSTRI HULU MIGAS : Persoalan SDM Adang Target Pengeboran
Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wahju Wibowo mengatakan, ketersediaan SDM yang kompeten melengkapi persoalan rig yang tidak cukup untuk merealisasikan program pengeboran masif. Dia menjelaskan, setiap rig yang beroperasi memerlukan ratusan tenaga kerja, sehingga persoalan ketersediaan SDM perlu segera dicari jalan keluarnya agar bisa mengebor 991 sumur pengembangan pada tahun ini. “Tantangan kami untuk memastikan target pengeboran 2023 menjadi sangat kompleks, karena membutuhkan ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi dan pengalaman mumpuni, sedangkan selama beberapa tahun yang lalu tidak banyak orang yang bekerja di rig,” katanya, Rabu (5/4). Pengeboran yang masif merupakan salah satu konsekuensi dari upaya mencapai target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030. Bahkan, SKK Migas menargetkan pengeboran sumur pengembangan bisa mencapai angka 1.000 titik setiap tahunnya. Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal mengatakan, keterbatasan pasokan rig untuk pengeboran berpotensi meningkatkan biaya pengembangan hulu migas di dalam negeri.
Puasa dan Lebaran Ungkit Optimisme Pebisnis
Prospek perekonomian nasional diyakini cerah. Kondisi ini ditandai dengan membaiknya daya beli masyarakat, yang dipicu momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Meski demikian, para pengusaha tetap mencermati perkembangan politik di Tanah Air. Mendekati pemilu 2024, muncul ketidakpastian dan kecemasan adanya gesekan sosial di antara para kontestan dan pendukungnya. Survei terbaru KONTAN, yang tergambar dalam Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal II-2023 menyimpulkan kondisi itu.Optimisme puluhan
Chief Executive Officer
(CEO) korporasi yang beroperasi di Indonesia mulai membaik jelang paruh pertama 2023 ini.
Secara umum, keyakinan para CEO bertengger di level 3,69 pada kuartal II-2023. Optimisme ini lebih tinggi dibandingkan dua kuartal terakhir, yakni pada kuartal IV-2022 di posisi 3,50 dan kuartal I-2023 di level 3,64. Namun ICCI kuartal II-2023 masih lebih rendah ketimbang kuartal I-2022 yang berada di posisi tertinggi sepanjang sejarah, yakni 3,92.
ICCI adalah hasil survei KONTAN dengan responden puluhan direktur utama maupun CEO perusahaan terkemuka di Tanah Air dan mewakili sejumlah sektor usaha.
Ada dua variabel yang paling menonjol dari hasil survei kali ini.
Pertama, skor daya beli meningkat 3% dari kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter
/qoq). Bahkan daya beli menjadi satu-satunya variabel yang tumbuh dalam setahun terakhir (yoy).
Variabel kedua adalah skor politik nasional. Kebalikan dari daya beli, para petinggi perusahaan kali ini mencermati dan berhati-hati menyikapi suasana perpolitikan menjelang pemilu 2024.
HARGA MINYAK INDONESIA : Faktor Eksternal Seret ICP Turun
Dalam executive summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, dipaparkan penurunan ICP kali ini banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti jatuhnya Silicon Valley Bank yang menyebabkan penarikan dana besar-besaran nasabahnya. “Hal itu meningkatkan ketidakpastian terkait dengan inflasi, suku bunga, dan aktivitas ekonomi di masa depan yang berdampak besar kepada konsumsi minyak, serta investasi global,” Tulis Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, dikutip Selasa (4/4). Kekhawatiran terhadap inflasi yang bakal lebih tinggi dari perkiraan, kenaikan suku bunga, dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), serta perlambatan aktivitas ekonomi juga diproyeksi bakal menurunkan permintaan minyak mentah. Penurunan ICP kali ini terjadi di tengah proyeksi banyak pihak yang menyebut harga minyak global bakal kembali melambung di atas US$100 per barel setelah OPEC+ memastikan bakal memangkas produksinya.Goldman Sachs Group Inc. menaikkan perkiraan harga minyak untuk tahun ini dan tahun depan, setelah OPEC+ memastikan langkahnya memangkas produksi.
Astra Agro Siap Tingkatkan Kinerja
Emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk mempersiapkan serangkaian strategi untuk meningkatkan kinerja. Pada 2022 pendapatan Astra Agro tercatat melorot dari Rp 24,32 triliun tahun 2021 menjadi Rp 21,82 triliun. Sementara laba bersih turun 12,41 % menjadi Rp 1,7 triliun. ”Strategi peningkatan laba tidak terlepas dari efisiensi dan meningkatkan produktivitas. Walaupun sudah semaksimal mungkin, kalau harga jual mengalami penurunan, tentu profitnya akan terpengaruh,” kata Presiden Direktur Astra Agro Lestari Santosa, Senin (3/4/2023). (Yoga)
PENYEDIA LAYANAN : MAYORITAS PEBISNIS INTERNET EKSPANSIF
Industri penyedia jasa internet diprediksi terus bertumbuh pesat di Indonesia dalam 5 tahun mendatang ditopang tingginya penetrasi internet di Tanah Air.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Zulfadly Syam mengatakan bahwa sebanyak 52,74% responden menilai prospek industri penyedia jasa internet atau internet service provider (ISP) akan bertumbuh dengan tingkat penetrasi tinggi.“Sementara 24,89% industri akan bertumbuh tetapi sudah mulai stagnan,” ujarnya dalam pemaparan Survei Internet Indonesia 2023, di Jakarta, Kamis (30/3).
Selain itu, Zulfadly menilai kendala itu karena persaingan yang terlalu tinggi mencapai 21,30%, regulasi dan kebijakan pemerintah yang kurang mendukung sekitar 15,90%, dan terbatasnya akses permodalan 10,50%.Zulfadly juga menambahkan terdapat sejumlah tantangan bagi ISP yang belum teratasi selama 2022 dengan tiga terbanyak adalah menyangkut infrastruktur (73,80%), pendanaan (38,80%), dan sumber daya manusia (26,60%).
Sementara itu, Ketua Umum APJII Muhammad Arif menilai saat ini potensi bisnis fi xed broadband di Indonesia masih cukup besar. Masih terdapat banyak wilayah yang belum terjangkau oleh layanan internet tetap. “Selain itu, pesatnya penggunaan internet selama masa pandemi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya internet tetap, terutama untuk kegiatan bekerja dan belajar dari rumah,” katanya.
Dia memerinci, beberapa perusahaan penyedia internet yang banyak digunakan selain IndiHome ada MyRepublic, First Media, dan Biznet. “Alasan banyaknya pengguna yang memilih provider tertentu bisa bervariasi, seperti harga yang kompetitif, ketersediaan jaringan di wilayah tertentu, dan kualitas layanan yang memadai,” katanya.
HULU MINYAK & GAS BUMI : PHE Produksi Lebih Banyak Migas
Sub-holding upstream PT Pertamina (Persero) itu mampu memproduksi 576.000 barel minyak per hari (bph) dan 2.785 MMscfd gas pada Januari–Februari 2023. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan produksi sebesar 2% untuk minyak mentah, dan 6% untuk gas bumi. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Wiko Migantoro mengatakan, capaian itu menjadi hasil operasi pengeboran 118 sumur pengembangan, 103 kegiatan work over, dan 4.839 well services. Selain itu, pada awal 2023 juga telah diselesaikan pengeboran di dua sumur eksplorasi. Seperti diketahui, PHE mengelola lapangan migas domestik sebanyak 39 blok di dalam negeri, dan 25 blok migas di luar negeri yang tersebar di 13 negara. Sebagian besar PHE berperan sebagai operator utama. Sebelumnya, PHE menganggarkan belanja modal sebesar US$5,7 miliar pada rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini. Besaran belanja modal itu naik 78,12% dari realisasi anggaran sepanjang 2022 yang berada di angka US$3,2 miliar. “Anggaran tersebut diperuntukkan untuk kegiatan pengeboran, tahun 2023 mencapai 943 sumur pengembangan atau naik 73%, 32 sumur eksplorasi, 688 workover, dan 30.159 well intervention well services,” kata Wiko beberapa waktu lalu.
PEMBIAYAAN ENERGI TERBARUKAN : TRANSISI ENERGI BUTUH DONOR BESAR
Transisi energi yang terus didorong pemerintah memerlukan lebih banyak keterlibatan lembaga pembiayaan agar dapat mengakselerasi peralihan pemanfaatan energi fosil ke energi baru dan terbarukan atau EBT.
Perusahaan pembiayaan infrastruktur pelat merah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) mendorong pembentukan taksonomi transisi untuk meningkatkan partisipasi pembiayaan murah dari lembaga keuangan internasional pada program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia.Saat ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI merupakan Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform Manager yang sudah menginisiasi program pensiun dini untuk dua PLTU di Indonesia, yakni PLTU Cirebon-1 dan PLTU Pelabuhan Ratu.“Kami berupaya mencapai kesepakatan mengenai apa yang disebut sebagai taksonomi transisi agar lembaga keuangan dapat berpartisipasi untuk melakukan pembiayaan kepada proyek pensiun dini,” kata Direktur Utama SMI Edwin Syahruzad, Rabu (29/3).
Melalui pelonggaran tersebut, SMI berharap dapat menarik pembiayaan lebih masif dari sektor komersial pada upaya pensiun dini PLTU di dalam negeri.
Di sisi lain, ETM juga masih perlu menarik pembiayaan atau investasi murah dari lembaga keuangan internasional untuk memastikan berjalannya program pensiun dini PLTU yang membutuhakan biaya tinggi.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyinergikan penyusunan taksonomi pembiayaan untuk kegiatan transisi energi di dalam negeri.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan bahwa sinergi itu berkaitan dengan upaya memasukkan kegiatan transisi energi ke dalam taksonomi pembiayaan yang disusun oleh OJK.
PENURUNAN PERMINTAAN EKSPOR : Industri Tekstil Perlu Restrukturisasi Mesin
Kementerian Perindustrian mendorong sektor tekstil dan pengolahan tekstil atau TPT melakukan restrukturisasi mesin untuk meningkatkan daya saing di tengah penurunan permintaan ekspor akibat ketidakpastian perekonomian global. Ignatius Warsito, Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, mengatakan restrukturisasi mesin dapat menstimulasi penggunaan peralatan yang lebih modern, hemat, dan ramah lingkungan, sehingga bakal meningkatkan daya saing industri sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0. “Program ini terbukti dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (28/3). Kinerja industri TPT sepanjang tahun lalu sendiri masih menunjukkan hasil yang baik di tengah krisis global, karena nilai ekspornya mencapai US$13,83 miliar, dan mampu menyerap 3,65 juta tenaga kerja. Dari sisi pendapatan domestik bruto (PDB), kata Warsito, TPT juga mengalami pertumbuhan 9,34% secara tahunan, dan berkontribusi sebesar 1,03% terhadap PDB nasional. Program restrukturisasi mesin yang sudah dilaksanakan oleh 23 perusahaan pada 2021—2022 itu sendiri berfokus pada industri penyempurnaan kain dan pencetakan kain. Targetnya akan ada 13 perusahaan yang berpartisipasi dengan alokasi anggaran senilai Rp4,7 miliar untuk sepanjang 2023.
LARANGAN EKSPOR MINERAL MENTAH : FREEPORT & AMMAN MINERAL GENJOT PRODUKSI
Larangan ekspor mineral mentah yang berlaku efektif pada 10 Juni tahun ini tidak menyurutkan langkah PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk meningkatkan produksinya. Pemerintah diketahui telah menyetujui rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara tahun ini yang tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas terang-terangan menyebut perusahaan yang menjadi bagian dari PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID itu juga telah mendapat persetujuan ekspor konsentrat tembaga sebanyak 2,3 juta ton. Kendati, persetujuan ekspor hanya berlaku hingga Juni 2023. “Kami telah mendapatkan rekomendasi ekspor dari Kementerian ESDM untuk jumlah sesuai dengan RKAB, yakni 2,3 juta ton, namun dengan jangka waktu sampai dengan Juni 2023,” katanya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (27/3). Rekomendasi itu dikeluarkan setelah tim verifikator independen memeriksa kemajuan pembangunan smelter konsentrat tembaga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur yang menunjukkan realisasi 100% untuk periode Agustus 2022 hingga Januari 2023. Hasil verifikasi tersebut pun telah diselesaikan pada pekan ketiga Maret 2023 untuk kemudian diserahkan kepada otoritas perdagangan sebagai salah satu pertimbangan dikeluarkannya izin ekspor pada tahun ini. “Kemajuannya sampai dengan akhir Januari ini 54,5%, dan itu adalah lebih dari 100% dari rencana, karena rencananya adalah 52,9%,” tuturnya. Dia pun menilai rekomendasi ekspor 2,3 juta ton yang diberikan pemerintah mustahil untuk dipenuhi dengan batas waktu Juni 2023. Hal itu membuat dirinya makin yakin diperlukan moratorium larangan ekspor konsentrat tembaga pada tahun ini. Presiden Direktur Amman Mineral Industri Rachmat Makkasau menjelaskan bahwa capaian pada periode Januari 2023 membuktikan komitmen perusahaan untuk terus melanjutkan konstruksi megaproyek yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).









