INDUSTRI HULU MIGAS : Persoalan SDM Adang Target Pengeboran
Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wahju Wibowo mengatakan, ketersediaan SDM yang kompeten melengkapi persoalan rig yang tidak cukup untuk merealisasikan program pengeboran masif. Dia menjelaskan, setiap rig yang beroperasi memerlukan ratusan tenaga kerja, sehingga persoalan ketersediaan SDM perlu segera dicari jalan keluarnya agar bisa mengebor 991 sumur pengembangan pada tahun ini. “Tantangan kami untuk memastikan target pengeboran 2023 menjadi sangat kompleks, karena membutuhkan ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi dan pengalaman mumpuni, sedangkan selama beberapa tahun yang lalu tidak banyak orang yang bekerja di rig,” katanya, Rabu (5/4). Pengeboran yang masif merupakan salah satu konsekuensi dari upaya mencapai target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030. Bahkan, SKK Migas menargetkan pengeboran sumur pengembangan bisa mencapai angka 1.000 titik setiap tahunnya. Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal mengatakan, keterbatasan pasokan rig untuk pengeboran berpotensi meningkatkan biaya pengembangan hulu migas di dalam negeri.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Titik Balik Lifting Minyak Bumi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023