LANGKAH MAJU INDUSTRI BATERAI
Pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik selangkah lebih maju seiring dengan sikap LG Energy Solution yang dipastikan tak jadi mundur dari konsorsium PT Industri Baterai Indonesia (IBC). IBC adalah anak perusahaan BUMN yang didirikan oleh empat BUMN Indonesia; Antam, MIND ID, Pertamina, dan PLN. Misinya, memaksimalkan potensi sumber daya Indonesia melalui pembentukan ekosistem baterai, electric vehicle (EV), dan energy storage system (ESS) yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury menuturkan LG Energy Solution telah menyampaikan kembali komposisi anggota konsorsium anyar yang akan melanjutkan kerja sama penghiliran baterai kendaraan listrik dalam usaha patungan dengan IBC tahun ini. Pahala mengatakan kementeriannya telah menerima kepastian komposisi anggota konsorsium tersebut setelah sempat mundur dari tenggat yang diminta pemerintah. Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Nico Kanter mengatakan manuver LG itu disebabkan karena implementasi UU Penurunan Inflasi atau Inflation Reduction Act (IRA) yang diterbitkan pemerintah Amerika Serikat pertengahan tahun lalu. IRA mendiskreditkan produksi baterai dari negara mitra yang belum memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan AS. IRA juga ikut menilai negatif produksi baterai yang investasinya didominasi perusahaan China di sisi hulu hingga pengolahan bijih nikel. Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia sekaligus Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid mendesak pemerintah AS untuk berlaku adil dalam pemberian subsidi hijau bagi mineral kendaraan listrik. “Kami berupaya memastikan memiliki portofolio inklusif, baik China maupun non-China dalam sektor pertambangan nikel guna mencapai kesepakatan perdagangan yang adil,” katanya, Kamis (6/4). Arsjad menambahkan sejumlah negara telah berinvestasi di Indonesia pada sektor pertambangan, khususnya untuk pengembangan kendaraan listrik dan baterai. Beberapa di antaranya LG, SK Group, Samsung, dan Hyundai.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023