Industri lainnya
( 1875 )OBRAL INSENTIF KENDARAAN LISTRIK
Mesin industri otomotif di dalam negeri berpotensi menderu kencang, setelah pemerintah mengumumkan beragam insentif untuk kendaraan listrik yang berlaku mulai 20 Maret mendatang. Penjualan ritel kendaraan listrik berbasis baterai pun siap melambung menyusul keputusan pemerintah memberikan insentif khusus untuk pembelian kendaraan jenis tersebut. Apalagi, penjualan mobil listrik tengah melaju. Buktinya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) pada 2022 sudah meningkat hingga 1.407,5% daripada 2021 atau menjadi 10.327 unit. Hal yang sama juga terjadi untuk kategori sepeda motor listrik. Sejumlah insentif yang ditebar pemerintah guna menggairahkan penjualan kendaraan listrik antara lain subsidi pembelian sepeda motor listrik sebesar Rp7 juta yang produksinya dilakukan di domestik, serta subsidi konversi sepeda motor konvensional ke listrik senilai Rp7 juta per unit. Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut B. Pandjaitan mengatakan bahwa kebijakan itu sebagai langkah awal Indonesia menjadi produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di dunia.
Selain untuk sepeda motor listrik, pemerintah juga mengalokasikan insentif khusus untuk mobil listrik dengan kuota 35.900 unit. Namun, Luhut masih enggan menyebutkan bentuk insentif mobil listrik itu. Jika dirunut ke belakang, pemerintah mewacanakan insentif pemangkasan PPN dari 11% menjadi 1% untuk pembelian mobil listrik agar setara dengan Thailand. Kendati demikian, pemerintah sejatinya tak mengobral insentif begitu saja tanpa ada syarat yang harus dipenuhi. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, kendaraan listrik yang berhak mendapatkan insentif harus memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40%. Saat ini, terdapat lima merek kendaraan listrik yang memiliki TKDN 40% yaitu Hyundai dengan Ioniq 5 dan Wuling dengan produk Air ev, sedangkan sepeda motor listrik adalah Gesit, Volta, dan Selis. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana mengatakan penggunaan KBLBB memungkinkan penurunan 0,03 juta ton efek gas rumah kaca, dan peningkatan lapangan kerja.
Jelang Ceng Beng, Perajin Kebanjiran Pesanan
Menjelang Bulan Ceng Beng, perajin rumah-rumahan leluhur (kouw coa) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kebanjiran pesanan. Kouw coa itu akan dibakar untuk mengirim doa bagi keluarga yang telah meninggal. ”Ada tujuh set kouw coa yang dipesan untuk Ceng Beng. Dua set sudah selesai dan dikirim. Ini masih proses membuat sisanya,” kata Ari Wibowo (38), perajin di kompleks Pasar Purwodadi, Minggu (5/3/2023). (Yoga)
PHK Massal Industri Alas Kaki Berlanjut
JAKARTA, ID – Industri alas kaki nasional akan kembali menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada semester I-2023, lantaran anjloknya permintaan ekspor hingga 40-50%. Pada akhir tahun lalu, industri padat karya ini telah melakukan PHK terhadap 25.700 pekerja akibat penurunan order ekspor. Rendahnya order yang masuk akan berimbas menurunkan ekspor alas kaki tahun ini. “Awalnya saya menduga PHK akan berlangsung di kuartal I-2023, tapi permintaan ekspor belum membaik. Belum ada kabar yang baik, termasuk ekonomi tujuan ekspor industri alas kaki, sehingga gelombang PHK kemungkinan terus berlangsung selama enam bulan ke depan,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri kepada Investor Daily, baru-baru ini. Dia menerangkan, penurunan order sudah mulai dirasakan sejak Juli 2022, namun realisasi ekspor tahun lalu masih tumbuh tinggi. Realisasi ekspor alas kaki masih tumbuh sekitar 25,2%, menjadi sekitar US$ 7,7 miliar. “Pertumbuhan ekspor itu sebenarnya cukup luar biasa. Namun, pada 2022 sebenarnya kita sudah mulai mengalami penurunan order,” ucap Firman. (Yetede)
Smelter Adaro Ditargetkan Selesai pada 2025
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk tengah membangun smelter aluminium senilai Rp 30,5 triliun di Tanah Kuning, Kaltara, guna mendukung hilirisasi mineral dalam negeri. Presiden Direktur PT Adaro Minerals Indonesia Tbk Christian Ariano Rachmat, Kamis (2/3) mengatakan, proyek tersebut diproyeksikan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja lokal pada fase konstruksi dan sekitar 1.500 tenaga kerja lokal pada fase operasi. Rencana operasional smelter pada semester pertama pada 2025. (Yoga)
BATERAI KENDARAAN LISTRIK : Litium di Dieng Jadi Incaran
Sugeng Mujiyanto, Kepala Badan Geologi, mengatakan bahwa potensi litium yang ada di wilayah kerja panas bumi (WKP) Dieng berasal dari air asin hasil reaksi kimia atau air laut yang terangkut saat pengeboran sumur di kawasan itu. “Litium itu ada di air asin di panas bumi Dieng, itu mengandung seberapa besar -nya saya tidak hafal,” katanya, Rabu (2/3). Pemerintah, kata dia, hingga kini terus mengidentifikasi potensi sumber daya litium tersebut agar bisa dioptimalkan, karena menjadi salah satu bahan baku penting baterai kendaraan listrik. Sebenarnya, kata dia, temuan awal litium di WKP Dieng itu sudah berhasil diidentifikasi sejak 2 tahun lalu. Kendati demikian, Badan Geologi masih mempelajari data awal yang muncul untuk dikembangkan secara komersial di masa mendatang. Penemuan potensi sumber daya litium tersebut menjadi angin segar di tengah upaya MIND ID mengakuisisi sejumlah tambang litium di luar negeri. “Negara-negara dengan cadangan litium yang besar, antara lain Australia, Argentina, Chili, dan Bolivia,” kata SVP Corporate Secretary MIND ID Heri Yusuf saat dihubungi. Berdasarkan catatan MIND ID, industri hulu tambang dalam negeri masih mengimpor lithium hydroxide dari China, Australia, hingga Chili dengan kebutuhan sekitar 70.000 ton setiap tahunnya. Selain itu, grafit sebagai salah satu bahan baku baterai kendaraan listrik juga masih diimpor dari China, Brasil, dan Mozambik dengan volume mencapai 44.000 ton per tahun.
Pelaku UKM Dilatih soal Operasi Pabrik Pintar
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bekerja sama dengan Asosiasi Inovasi Bisnis Korea Selatan memberikan pelatihan sumber daya manusia untuk pengoperasian pabrik pintar. Deputi Bidang UKM Hanung Harimba Rachman, Selasa (28/2) menjelaskan, pelatihan tersebut saat ini diberikan kepada 30 pegiat UKM, antara lain, dari sektor pertanian, pangan, dan tekstil. (Yoga)
INDUSTRI GARAM, Produksi dan Pasar Perlu Didorong
Target pemerintah untuk kemandirian produksi garam nasional tahun 2024 perlu segera diikuti langkah konkret mendorong peningkatan produksi dan jaminan pasar. Selama ini, upaya pembangunan pergaraman nasional kerap terganjal ketidakpastian serapan pasar dan ketergantungan impor. Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) Jakfar Sodikin mengemukakan, kebijakan percepatan pembangunan garam nasional memberikan harapan bagi kebangkitan usaha garam nasional. Akan tetapi, masih butuh aksi nyata untuk mencapai kemandirian garam pada tahun 2024. Sejumlah pembenahan dari praproduksi hingga pemasaran garam diperlukan dalam satu tahun yang tersisa.
”Kami masih menunggu apa kebijakan lanjutan dari percepatan pembangunan garam nasional. Tanpa upaya perbaikan produksi, mustahil mencapai kemandirian produksi garam,” kata Jakfar saat dihubungi, Senin (27/2). Presiden Jokowi telah menetapkan Perpres No 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional pada 27 Oktober 2022. Perpres itu mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan pergaraman guna memenuhi kebutuhan garam nasional. Kebutuhan garam nasional harus dapat dipenuhi dari garam produksi dalam negeri oleh petambak garam dan badan usaha paling lambat pada 2024. Percepatan pembangunan pergaraman nasional dilaksanakan di sentra ekonomi garam rakyat, meliputi tahapan praproduksi, produksi, pascaproduksi, pengolahan, dan pemasaran. (Yoga)
Arah Hilirisasi Mineral Harus Jelas
Kebijakan yang proporsional, kemampuan serapan di dalam negeri, dan kepentingan jangka panjang menjadi tiga hal yang mesti dipertimbangkan dalam kebijakan hilirisasi mineral. Kepastian arah hilirisasi harus jelas sehingga tarik ulur kebijakan tidak terulang kendati larangan ekspor mineral mentah per Juni 2023 sudah sesuai amanat undang-undang. Presiden Jokowi telah mengumumkan secara resmi melarang ekspor bijih bauksit mulai Juni 2023. Di sisi lain, ada 20 juta ton bijih bauksit yang terancam tak terserap jika kebijakan itu diterapkan. Pemerintah masih berpegang pada UU No 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara terkait larangan tersebut.
Sekjen Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Resvani, Senin (27/2) di Jakarta mengatakan, kesiapan fasilitas dan industri, baik dari bauksitmenjadi alumina maupun lebih hilir lagi, yakni dari alumina menjadi aluminium, perlu disiapkan dengan lebih cepat. Hal tersebut mesti dipastikan supaya ada arah yang jelas dalam tahapan hilirisasi. ”Lalu, dipersiapkan juga sektor lebih hilir lagi, yakni produk yang siap digunakan untuk masyarakat. Hal-hal seperti itu perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan timeline (lini masa) dari pelarangan ekspor untuk setiap tingkatan produk,” kata Resvani. (Yoga)
Industri MICE Diproyeksikan Raup Pendapatan Rp 170 T
Industri meetings, incentives, conferences, and exhibition (MICE) diprediksi kembali pulih dan mampu meraup pendapatan hingga Rp 170 triliun tahun ini, setelah pandemi Covid-19 mereda dan pemerintah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akhir tahun lalu. Proyeksi tersebut melebihi perolehan sebelum pandemi sebesar Rp 164 triliun, berlandaskan dukungan Presiden Jokowi yang memerintahkan jajarannya mempermudah izin kegiatan rapat, konferensi, hingga pameran. Sesuai rapat terbatas kemarin, presiden memberi izin untuk mempermudah semua kegiatan, baik konser, pertunjukan seni budaya, musik, dan event lainnya,” kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno pada acara Weekly Press Briefing di Jakarta, Senin (27/02/2023).
Sandiaga menambahkan, Presiden Jokowi juga memerintahkan untuk mendigitalisasi seluruh proses perizinan kegiatan MICE yang selama ini masih berjalan lambat. Harapannya, izin prinsip penyelenggaraan event selesai enam bulan sebelum penyelenggaraan, dan izin final diberikan 45 hari sebelum event digelar. “Semua perizinan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kementerian/lembaga diarahkan untuk didigitalisasi dan terintegrasi. Sehingga, kita bisa memfasilitasi tiga ribu event berskala menengah-besar dengan nilai Rp 170 triliun,” ungkap Sandiaga. (Yetede)
Apresiasi untuk ”Sneaker” Lokal Makin Tinggi
Apresiasi masyarakat Indonesia terhadap sepatu sneaker buatan lokal kian tinggi. Produsen dalam negeri perlu meningkatkan daya saing agar tak kalah dengan buatan luar negeri. Lebih dari 10.000 pengunjung mendatangi Jakarta Sneaker Day (JSD) 2023 yang berlangsung pada 23-26 Februari 2023 di Indonesia ConventionExhibition (ICE),BSD City, Tangerang. Digelar oleh Infia Pariwara Nusantara yang didukung BCA, JSD mengambil tema ”Solebration” yang menggabungkan kata sole (’tapak sepatu’) dan celebration (’perayaan’). Sejumlah jenama meramaikan JSD 2023, seperti Atmos, Asics, Fila, New Balance, dan Puma. Jenama lokal juga tidak mau kalah untuk hadir, sebutlah Compass, Cosmonauts, Kanky, Wakai, dan Never Too Lavish.
”Animo masyarakat ternyata luar biasa sehingga kami menargetkan kedatangan total 40.000 pengunjung. Terkait tren, pasar sneaker di Indonesia mulai beralih ke produksi lokal, bukan internasional melulu,” kata Event Director JSD 2023 Trias Jaka Arfa, Sabtu (25/2). Menurut Trias, produksi sneaker lokal mulai mengejar teknologi yang ada di sepatu buatan luar negeri, seperti teknologi ultra boost dan teknologi gel. Bedanya, sneaker Indonesia membubuhkan identitas lokal, misalnya dengan mencantumkan motif batik atau menggunakan kain produksi setempat. Akan tetapi, masih banyak aspek dari produksi lokal yang memerlukan peningkatan. Assistant Designer Compass Rizal Vara Saputro menyadari, masyarakat Indonesia semakin mengapresiasi sneaker dalam negeri. Dalam JSD 2023, Compass membawa 1.000 pasang sepatu dan 50-60 % sudah terjual. Menurut Rizal, rasa bangga menggunakan produk lokal itu muncul karena jenama sukses mempromosikan kualitas dan desain sepatu yang tak kalah ciamik. (Yoga)









