INDUSTRI PENERBANGAN : MUSIM SEMI RUTE LUAR NEGERI
Maskapai penerbangan nasional mulai serius menggarap rute penerbangan internasional untuk mendulang keuntungan setelah merugi akibat pandemi Covid-19. Industri penerbangan nasional kini memasuki musim semi. Pemandangan bandara yang sepi oleh penumpang pesawat telah berganti menjadi ramai. Konter check-in milik maskapai di bandara juga mulai dipadati calon penumpang pesawat udara. Fenomena kesibukan di bandara terjadi tidak lama setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mencabut status darurat kesehatan global untuk Covid-19. Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan bahwa ada peningkatan permintaan penerbangan secara drastis atau pent up demand pada rute penerbangan internasional setelah pencabutan status pandemi Covid-19. Buktinya, pertumbuhan jumlah penerbangan internasional di Indonesia hingga Mei 2023 sudah naik mencapai sekitar 30%—35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Salah satu faktor penopang pertumbuhan penerbangan internasional adalah terkendalinya pandemi virus Corona yang mendasari WHO mencabut status pandemi. Selain faktor liburan, dia menilai minat masyarakat untuk bepergian akan terus pulih sepanjang tahun seiring dengan dicabutnya status pandemi virus Corona.
Pertumbuhan pasar rute internasional akan dirasakan oleh maskapai yang aktif berekspansi membuka rute penerbangan internasional baru. Namun, Bayu juga menyarankan maskapai Indonesia memikirkan strategi yang matang dalam penambahan kapasitas. Menurutnya, maskapai Indonesia masih menghadapi masalah serupa sejak pandemi yang belum dapat dituntaskan secara maksimal salah satunya keterbatasan armada pesawat. “Kami melihat potensi pertumbuhan penerbangan internasional sampai akhir 2023 bisa sekitar 50%—60% dibandingkan dengan akhir 2022,” kata Bayu. Strategi melebarkan sayap bisnis rute internasional telah dilakukan maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Tak hanya mempertebal rute internasional, emiten dengan kode saham GIAA juga mengoperasikan beberapa rute internasional baru seperti Shanghai China-Jakarta pp yang akan dilayani dua kali seminggu mulai 17 Mei 2023. Sebelumnya, Garuda juga telah membuka rute Narita, Jepang-Manado pada Maret 2023. Selain itu, Garuda juga memperluas jaringan penerbangannya ke Kazakhstan dengan membuka rute Bali-Seoul-Astana pada 15 Mei 2023. Pembukaan rute baru tersebut bekerja sama dengan maskapai Air Astana. Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra menilai potensi kunjungan wisman ke Indonesia mulai pulih tecermin dari peningkatan arus penumpang penerbangan rute internasional pada kuartal I/2023 sebesar 425%.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023