Industri lainnya
( 1858 )KETAHANAN ENERGI NASIONAL : PEMERINTAH ANTISIPASI KRISIS ENERGI
Pemerintah secara resmi mematok batas minimum stok ketahanan energi di dalam negeri sebagai antisipasi serta penanggulangan terhadap situasi krisis dan darurat bahan bakar minyak, gas, hingga kelistrikan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 12/2022 tentang Peraturan Pelaksana Peraturan Presiden No. 41/2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan/atau Darurat Energi. Beleid tersebut menjelaskan cadangan operasional dan kebutuhan minimum energi yang digunakan untuk kepentingan publik sebagai pengguna akhir secara nasional. Dalam Pasal 7 Permen ESDM No. 12/2022 disebutkan bahwa cadangan operasional minimum bahan bakar minyak (BBM) diatur selama 7 hari ketahanan stok pada terminal BBM, dan stasiun pengisian bahan bakar pada satu wilayah distribusi niaganya. Untuk tenaga listrik, beleid yang diundangkan pada 18 Oktober 2022 itu menyebut cadangan operasional minimum daya mampu tenaga listrik sebesar kapasitas satu unit pembangkit listrik terbesar yang tersambung ke sistem setempat. Mamit Setiawan, Direktur Eksekutif Energy Watch, mengatakan bahwa aturan teknis mengenai antisipasi dan penanggulangan krisis energi seharusnya dikeluarkan pemerintah sejak lama. Apalagi, Peraturan Presiden yang menjadi payung hukum Permen ESDM No. 12/2022 telah dikeluarkan sejak 2016. Menurutnya, stok ketahanan energi memang harus menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Terlebih, saat ini krisis energi menjadi salah satu isu yang paling diwaspadai oleh negara-negara lain di dunia.
Akhir Siaran Analog Mengusik Omzet Iklan Stasiun TV
Pemerintah resmi menghentikan siaran TV analog atau Analog Switch-Off (ASO) mulai Rabu (2/11) pekan lalu. Namun implementasi migrasi ke TV digital yang berawal dari wilayah Jabodetabek ini, masih menyisakan problem di lapangan. Terutama, akses atas
set top box
(STB) yang belum merata. Alhasil, kondisi ini bisa mempengaruhi
audience share
dan berujung menggerus pendapatan iklan para pengelola stasiun televisi.
Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATSVI) memprediksi migrasi ke TV digital berdampak bagi penurunan pangsa pemirsa (audience share) hingga berimbas ke pemasukan iklan televisi swasta.
"Hal ini karena tingkat kepemilikan pesawat dan/atau perangkat penerima siaran digital seperti STB di masyarakat masih rendah," jelas Sekretaris Jenderal Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATSVI), Gilang Iskandar, kepada KONTAN, kemarin.
Ironi Swasembada Gula
Berharap dapat meniru cara Brasil mengolah tebu menjadi gula dan bioetanol, pemerintah menyiapkan regulasi tentang percepatan swasembada gula dan penyediaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati. Namun, urgensinya menuai diskusi publik. Sebab, selama ini Indonesia kepayahan mengejar target swasembada dan menjadi pengimpor gula dalam jumlah yang tidak sedikit. Regulasi itu akan dituangkan dalam Perpres tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati. Selain menjamin ketahanan pangan, target swasembada gula itu untuk menjamin ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri, mendorong perbaikan kesejahteraan petani tebu, dan meningkatkan ketahanan energi. Kendati telah berulang menjadi ambisi pemerintah, bahkan sejak tahun 1970-an, target swasembada gula belum benar-benar terwujud. Pada 2002, misalnya, pemerintah mencanangkan swasembada gula pada tahun 2007, lalu diundur jadi 2008, kemudian direvisi jadi 2009 dan hanya untuk gula konsumsi masyarakat, tak termasuk gula untuk industri. Selama kurun 2010-2020, target mengejar swasembada gula belum reda. Namun, upaya mewujudkannya tidak semudah mengalkulasi produksi di atas kertas. Kini, mimpi itu muncul lagi.
Menurut pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, Brasil dapat menerapkan kebijakan itu karena penentuan porsi untuk bioetanol dan gula bergantung pada harga kedua komoditas tersebut di pasar internasional. ”Dampaknya, nilai ekonominya dapat optimal,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (4/11). Artikel Layanan Riset Ekonomi Departemen Pertanian AS (USDA) mencatat, pada periode 2017/2018, harga gula di pasar dunia anjlok. Guna menyiasati pendapatan yang turun dari produksi dan ekspor gula, Brasil meningkatkan produksi etanol dari tebu. Pada periode berikutnya, Brasil hanya mengolah sepertiga tebu di wilayah tengah-selatan untuk gula, sedangkan sisanya untuk etanol. Di Indonesia, Khudori mempertanyakan minat masyarakat dalam menggunakan bioetanol. Agar kontinuitas penggunaannya terjaga, pemerintah mesti menjaga harganya agar kompetitif atau lebih murah jika dibandingkan bahan bakar konvensional yang fluktuaktif di pasar global. Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mencurigai rancangan perpres tersebut memberikan keleluasaan untuk mengimpor gula. ”Prosesnya (penyusunan rancangan perpres) yang terburu-buru menimbulkan dugaan adanya kepentingan yang tidak ditampakkan,” katanya. (Yoga)
Pinhantanas Teken MoU dengan Republik Ceko
Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) meneken MoU dengan DSIA (The Defense and Security Industry Association) Republik Ceko. Kesepakatan berlangsung saat pameran Indo Defence di JI Expo Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu, 2 November 2022. Penandantanganan MOU disaksikan pejabat teras di Kemhan RI, Duta Besar Czech Republic untuk Indonesia yaitu H.E. Jaroslav Dolec?k dan Wakil Menhan Czech Republic, H.E Daniel Blažkovec. Ketua Umum Pinhantanas, Evi Lusviana, yang didampingi oleh Ketua Harian Pinhantanas, Mayor Jenderal (Purn) Jan Pieter Ate, dan beberapa CEO dari perusahaan anggota Pinhantanas menyatakan bahwa produk pertahanan yang diproduksi oleh para anggota Pinhantanas telah sejak lama menyuplai kebutuhan TNI, Polri, BAKAMLA, dan BNPB.
Selain alat militer, anggota Pinhantanas juga menghasilkan produk untuk kebutuhan sipil seperti solar panel dan peralatan berteknologi tinggi seperti water filter dalam skala besar. Artinya, penanda tanganan MOU ini menjadi gerbang pembuka kerja sama yang lebih luas dengan industri alat pertahanan dan keamanan Republik Ceko. Evi berharap setelah penandatanganan MOU akan berlanjut ke tahap realisasi kerja sama strategis antara Pinhantanas dan DSIA. “Terlebih anggota Pinhantanas ada yang telah menjajaki kerja sama lebih jauh dengan Aerospace Industry dari Czech Republic yaitu PT Prasandha Dumayasa untuk menggarap market transportasi udara antar pulau di Indonesia,” kata Evi. (Yoga)
KRISIS CIP : AUTO Amankan Pasokan Semikonduktor
PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) berhasil mengamankan pasokan semikonduktor untuk komponen otomotif yang diproduksi perusahaan hingga tahun depan. Presiden Direktur Astra Otoparts Tbk. Hamdani Dzulkarnaen Salim mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah mendapat tambahan pasokan cip semikonduktor dari perusahaan baru. Sebelumnya, perusahaan memiliki dua pemasok cip semikonduktor, kini jumlah tersebut bertambah menjadi empat supplier. “Cara kami untuk mengamankan adalah mencari sumber baru ke beberapa perusahaan. Kalau dulu cuma satu atau dua , sekarang kami tambah jadi tiga atau empat perusahaan,” katanya di Bogor, Rabu (2/11).
REALISASI INVESTASI : Perusahaan AS Tertarik Bangun Pabrik Semikonduktor
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, saat ini sudah ada perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang berminat untuk membangun pabrik cip semikonduktor di Indonesia. “Saya tidak bisa mengatakan perusahaan apa yang akan datang ke Indonesia untuk investasi di industri semikonduktor. Namun, sudah ada beberapa yang duduk bareng dan akan dapat dukungan dari pemerintah AS,” kata Agus, Selasa (1/11). Dalam kurun 3 bulan terakhir, sambungnya, pemerintah sudah dua kali mengunjungi AS guna membahas realisasi investasi tersebut dengan Kementerian Perdagangan AS, pejabat terkait, dan pelaku industri. Beberapa platform kerja sama dagang regional akan dijadikan salah satu instrumen utama oleh Indonesia untuk menarik perhatian investor dan pemerintah AS untuk menanamkan modalnya di Tanah Air. “Kami sudah sampaikan ke AS bahwa kami akan fokus pada pengembangan semikonduktor di Indonesia,” ujarnya.
KRISIS CIP : Industri IoT Butuh 41 Juta Semikonduktor
Industri internet of things atau IoT dalam negeri membutuhkan setidaknya 41 juta unit cip semikonduktor sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut 11% lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan tahun lalu.Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya menjelaskan bahwa 41 juta unit cip semikonduktor yang dibutuhkan industri IoT akan digunakan untuk ponsel pintar sebanyak 30 juta unit, perangkat smart home 10 juta unit, serta smart building dan smart industry 1 juta unit.Peningkatan kebutuhan cip semikonduktor di industri IoT didorong oleh kenaikan permintaan pada tiap subsektor tersebut. Bahkan, permintaan konsumen terhadap perangkat ponsel pintar di Tanah Air diperkirakan tumbuh sekitar 8% pada tahun ini.Sementara itu, permintaan untuk perangkat smart home seperti CCTV masih sesuai dengan tren pertumbuhan, yakni 10 juta per tahun.
Mengutip WSTS, penjualan cip semikonduktor diperkirakan naik secara menyeluruh di pasar global. Penjualan di kawasan Asia Pasifik sendiri diperkirakan naik 10,5% secara tahunan. Sementara itu, kawasan Benua Amerika dan Jepang 14,2%, serta Eropa 14%.
SUBSTITUSI IMPOR : Pemerintah Dorong Perakitan HKT di Indonesia
Pemerintah menargetkan perakitan industri produk telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet dapat dilakukan sepenuhnya di dalam negeri hingga 2025.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa kinerja industri produk telepon genggam, komputer genggam, dan komputer tablet atau HKT terus menunjukkan tren positif setelah pemerintah mewajibkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 35%.“Berdasarkan roadmap yang telah disusun, Kemenperin [Kementerian Perindustrian] menargetkan perakitan produk HKT dapat dilakukan secara completely knocked down mulai tahun ini hingga 2025,” katanya, Minggu (30/10). Telepon seluler sendiri menjadi salah satu produk yang terus didorong dalam program substitusi impor 35%. Selain itu, Kemenperin juga memasukan telepon seluler ke dalam neraca komoditas untuk 25 produk elektronika dengan nilai impor tertinggi.
PENJUALAN GAS KE SINGAPURA : Kontrak Ekspor Diperpanjang
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk memperpanjang kontrak penjualan gas ke Singapura. Rencananya, kontrak penjualan gas itu akan diperpanjang hingga 2028 atau 5 tahun setelah kontrak awal berakhir tahun depan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, keputusan itu diambil setelah adanya permintaan gas yang tinggi dari Singapura. Di sisi lain, neraca gas domestik tahun ini dipastikan mengalami surplus hingga jangka waktu yang relatif lama seiring dengan beroperasinya sejumlah lapangan gas besar di dalam negeri.
Mulai Pulih, Sido Muncul Raihan Penjualan Rp 2,6 Triliun
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) meraih penjualan Rp 2,61 triliun pada Januari-September 2022, turun 6% dibanding periode sama tahun lalu Rp 2,77 triliun. Penurunan tersebut berdampak pada perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 720,45 miliar dibanding tahun lalu Rp 865,49 miliar. “Secara kumulatif selama sembilan bulan pertama, Sido Muncul masih mencatatkan penurunan kinerja penjualan sebesar 6% dan laba bersih turun 17%, yang disebabkan normalisasi permintaan produk-produk kesehatan konsumen dari basis yang tinggi pada kuartal ketiga 2021 karena adanya penyebaran varian Delta,” kata Direktur Sido Muncul Leonard dalam keterangan resminya, Rabu (26/10). Meski demikian, emiten produsen jamu tersebut telah mencatatkan pemulihan kinerja di kuartal tiga 2022 dibanding kuartal sebelumnya.
Penjualan Sido Muncul pada kuartal III-2022 naik 37% dan laba bersih melonjak 83% dibanding kuartal dua tahun ini. “Kami mencatatkan pemulihan kinerja pada kuartal ketiga dibanding kuartal dua seperti yang kami harapkan,” tutur dia. Dengan melihat pemulihan kinerja di kuartal III, sambung Leonard, pihaknya optimistis permintaan produk kesehatan terutama herbal masih terus bertumbuh. “Dalam perspektif jangka panjang, kinerja SIDO pun masih mencerminkan perusahaan yang sangat solid dengan CAGR 2019-2021 dua digit, yaitu 14% pada penjualan, dan 25% pada laba bersih,” jelas dia. Dia melanjutkan, perseroan juga masih mencatatkan posisi keuangan yang solid dan sehat, dengan kas netto sebesar Rp 858 miliar dan tidak memiliki pinjaman keuangan, sehingga tidak ada paparan atas risiko kenaikan tingkat suku bunga ke depannya. “SIDO memiliki lebih dari 300 SKU dengan merek yang kuat dan menjadi top of mind bagi konsumen Indonesia. Merek-merek seperti Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G! Telah ada dan sudah menjadi brand yang kuat selama beberapa dekade,” pungkas dia. (Yoga)









