Industri lainnya
( 1875 )PERLUASAN PANGSA PASAR : Standar Industri Hijau Jadi Syarat Ekspor
Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kementerian Perindustrian Andi Rizaldi mengatakan, penerapan standar industri hijau merupakan alat bagi industri manufaktur untuk memenuhi regulasi negara tujuan ekspor. "Terutama tentang praktik berkelanjutan dan manajemen risiko komoditas, sehingga menjadi daya saing tersendiri bagi industri nasional,” kata Andi, akhir pekan lalu. Penerapan standar industri hijau sendiri bertujuan untuk mencegah eksploitasi berlebih pada sumber bahan baku dari alam, serta mengurangi eksploitasi energi dan air. Selain itu, standar industri hijau juga diharapkan bisa mengurangi emisi dan limbah, serta penanganan non-product output untuk dimanfaatkan kembali sebagai waste to energy maupun waste to product. Sebagai contoh, industri tekstil yang merupakan salah satu andalan manufaktur Indonesia. Komitmen perusahaan tekstil terhadap penerapan standar industri hijau masih sangat minim. Hal itu juga tecermin dari jumlah perusahaan yang sudah melapor penerapan standar industri hijau ke Kementerian Perindustrian. Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perindustrian Kris Sasono Ngudi Wibowo mengatakan, sampai dengan saat ini baru satu perusahaan di industri pertekstilan yang sudah mendapatkan sertifikasi industri hijau.
PROYEK PETROKIMIA : Setoran Pertamina Kerek Produksi Polipropilena Domestik
Suntikan modal PT Pertamina (Persero) ke PT Tuban Petrochemical Industries diperkirakan dapat mengerek produksi polipropilena domestik sehingga mampu menekan impor bahan baku tersebut. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Senin (21/11), disepakati mengenai penambahan modal sebesar Rp2,4 triliun melalui pengeluaran saham baru Seri B yang nantinya akan diambil sepenuhnya oleh PT Pertamina (Persero).Direktur Utama TubanPetro Sukriyanto mengungkapkan keputusan persetujuan pengeluaran saham baru Seri B, sejalan dengan hasil RUPSLB TubanPetro pada 6 Oktober 2022.
Dengan adanya setoran modal itu, TubanPetro akan melakukan penambahan modal di anak perusahaan yakni Polytama untuk pelaksanaan proyek double capacity PP 2 Balongan. Proyek PP 2 Balongan ini diperkirakan membutuhkan pendanaan hingga US$323,3 juta, dengan porsi ekuitas mencapai USD160 juta.
OPTIMASI EBT : Pemerintah Ingin PLTU Paiton Pensiun Dini
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan pengusulan PLTU Paiton dalam program pensiun dini telah mempertimbangkan kinerja dan sistem kelistrikan yang ditopangnya. “PLN kemarin sudah mengusulkan PLTU Cirebon, kemudian Pelabuhan Ratu. Kita juga kan mengusulkan Paiton, tapi itu usulan berdasarkan angka ya. Ada pilihan-pilihan lainnya berdasarkan kinerja dan sistemnya,” katanya, Rabu (23/11). Dadan menjelaskan, pihaknya telah memiliki daftar 33 PLTU yang bakal masuk ke dalam program pensiun dini melalui skema pendanaan global. Selain melalui skema energy transition mechanism (ETM) yang disokong oleh Bank Pembangunan Asia (ADB), JETP turut menjadi opsi pembiayaan murah yang bisa digunakan. “Nanti kita lihat mana pilihan PLN, ESDM juga punya pilihan. Sekarang ADB juga sedang melakukan kajian dan mereka akan feasibility study. Kita kumpulkan semua, nanti ujungnya Menteri ESDM, Menteri BUMN, dan Menteri Keuangan yang memutuskan.”
TARGET NET ZERO EMISSION : INDUSTRI MIGAS PERLU DIVERSIFIKASI
Pemerintah meminta perusahaan hulu minyak dan gas bumi melakukan diversifikasi dalam operasionalnya agar bisa menyelaraskan kegiatannya dengan upaya transisi energi yang menargetkan net zero emission pada 2060. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang transisi energi dan upaya mengurangi emisi karbon menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh perusahaan hulu minyak dan gas bumi atau migas. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan berdasarkan laporan Emission Gap yang dikeluarkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP), total emisi pada 2021 mencapai 52,8 giga ton CO2. Dari jumlah tersebut, energi fosil, termasuk migas menyumbang sebesar 37,9 giga ton CO2 atau sekitar 72% dari keseluruhan emisi. Hal itu membuat sejumlah lembaga pendanaan global menghentikan pembiayaan untuk proyek eksplorasi dan eksploitasi migas baru, dan beralih mendanai proyek energi baru terbarukan (EBT). Untuk itu, lanjut dia, perusahaan migas harus melakukan diversifikasi operasi dengan memperbesar investasi di luar bisnis utamanya, terutama di sektor energi yang lebih hijau.
Paradigma Pengembangan Industri Perlu Didesain Ulang
Pemerintah menargetkan Indonesia bisa tumbuh jadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045 atau tepat 100 tahun Indonesia merdeka. Industrialisasi diharapkan jadi motor penggerak utama. Meski demikian, pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan menuju visi itu. ”Indonesia sekarang memasuki masa pemulihan (pasca)-pandemi. Sementara kami masih menargetkan Indonesia bisa jadi negara berpendapatan tinggi tahun 2045. Dengan adanya pandemi Covid-19, kami merasa perlu mendesain ulang kebijakan untuk mencapai hal itu,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara Indonesia Development Forum (IDF) 2022 hari kedua, Selasa (22/11) di Badung, Bali. Motor penggerak utama untuk mencapai target 2045 adalah industri. Menurut Airlangga, ketika sektor industri jadi motor penggerak utama, hal itu bisa berdampak langsung, mulai dari transfer teknologi sampai penyerapan tenaga kerja. Hilirisasi industri tetap akan dijalankan.
Langkah strategis ini dinilai telah terbukti berdampak luas, di antaranya terhadap devisa ekspor dan penyerapan tenaga kerja. ”Kami (tetap) bertekad mengurangi ketergantungan impor 35 %. Melalui program Making Indonesia 4.0, industrialisasi fokus menyasar sejumlah sektor industri, antara lain tekstil, makanan-minuman, dan farmasi. Kami juga tidak melupakan perkembangan disrupsi digital yang diperkirakan makin banyak terjadi lima tahun mendatang,” ujarnya. Pada saat bersamaan, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, pengembangan industri harus menggunakan paradigm baru. Sejauh ini, paradigma baru yang telah disiapkan pemerintah berpijak pada sejumlah pilar, yaitu digitalisasi, energi terbarukan, industri hijau, penguatan rantai pasok, perluasan ke luar Jawa, dan SDM. (Yoga)
Industri Fraksionasi Plasma Dikembangkan
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Senin (21/11), di Jakarta, mengungkapkan, Indonesia menghabiskan Rp 3,5 miliar per tahun untuk membuang plasma darah yang tidak terpakai. Padahal, jika dimanfaatkan, plasma dapat diolah menjadi berbagai produk darah untuk terapi kesehatan dalam negeri. Permenkes baru yang sedang disiapkan pemerintah membuka peluang pihak swasta ataupun BUMN untuk ikut andil dalam industri fraksionasi plasma. (Yoga)
Turbulensi di Pasar Tenaga Kerja Bidang Industri Teknologi
Beberapa pekan terakhir, tagar #TwitterLayoffs, #MetaLayoffs, dan #LoveWhereYouWorked mewarnai media sosial, mulai dari Twitter sampai Linkedin. Banyak warganet yang bekerja di perusahaan teknologi raksasa itu mengunggah pengalaman PHK. The New York Times dalam artikel ”When Your Layoff Has a Hastag”, Kamis (10/11) menilai hal itu sebagai fenomena PHK zaman sekarang. Orang sering tidak dapat berduka dengan rekan di tempat kerja atau bar, tetapi mereka dapat berbagi dengan jutaan orang secara daring. Diberhentikan dari pekerjaan diera transparansi ekstrem, media sosial menyediakan ruang untuk saling meneguhkan Blind, platform teknologi yang memiliki lebih dari 7 juta pengguna dan memungkinkan karyawan mengunggah tempat kerja secara anonim, mengalami lonjakan pendaftaran akun baru. Menurut laman Layoffs.fyi yang melacak PHK, lebih dari 100.000 pekerja perusahaan teknologi kehilangan pekerjaan sepanjang 2022. Pemangkasan karyawan berasal dari perusahaan teknologi besar hingga perusahaan rintisan bidang teknologi digital (start up) di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.
The New York Times dalam artikel ”Tech’s Talent Wars Have Come Back to Bite It” menyebutkan, pemangkasan karyawan juga terjadi pada perusahaan teknologi paling eksperimental. Sebagai contoh, perusahaan roket Astra memangkas 16 % karyawan pekan lalu setelah melipatgandakan staf tahun lalu. Di sektor aset kripto, beberapa perusahaan bervaluasi tinggi, termasuk Crypto.com, Blockchain.com, OpenSea, dan Dapper Labs, mengurangi pekerja dalam beberapa bulan terakhir. Kebanyakan eksekutif perusahaan teknologi dan investor modal ventura ”menyalahkan” situasi ekonomi yang memburuk sehingga gelombang PHK harus terjadi. Namun, sebagian lonjakan pemangkasan karyawan itu juga berasal dari dalam lingkungan industri teknologi sendiri. Selama dekade terakhir, suku bunga rendah mendorong investor ke aset berisiko dengan pengembalian lebih tinggi. Investor cenderung mengapresiasi pertumbuhan cepat daripada keuntungan dan relatif memberi penghargaan pada perusahaan yang mengambil risiko besar. Misalnya, perusahaan teknologi, yang ditinggalkan saat suku bunga naik tinggi saat ini. (Yoga)
Musim PHK Pegawai Perusahaan Teknologi
Bulan madu industri teknologi di masa pandemi Covid-19, sudah selesai. Dengan alasan kondisi keuangan mulai goyang, sejumlah perusahaan teknologi lokal dan global, bahkan sampai memecat karyawan
Terbaru, Jumat (18/11), PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.300 karyawan. GOTO menyebutkan tantangan makro ekonomi global sebagai pemicu PHK.
"Hal ini termasuk keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sejumlah 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap Grup Goto," tulis manajemen GOTO dalam keterangan tertulisnya, kemarin. Selanjutnya GOTO akan fokus pada layanan inti yaitu
on-demand, e-commerce
dan teknologi keuangan.
Hanya berselang beberapa menit, Ruangguru juga mengabarkan PHK. Manajemen
startup
yang didirikan mantan Staf Khusus Milenial Presiden Belva Syah Devara itu juga mengutarakan alasan serupa dengan GOTO dalam mengurangi karyawan. "Benar, hari ini Ruangguru melakukan PHK, terdapat ratusan pegawai yang terdampak," kata Gwendolyn Betsy,
External Communications Associate Manager
Ruangguru kepada KONTAN, kemarin.
Hilirisasi Pertanian : Barata Rampungkan Pabrik Bioetanol Gempol
PT Barata Indonesia (Persero) telah merampungkan proyek pekerjaan pabrik Bioethanol Gempolkrep, Mojokerto. Hasil pekerjaan proyek ini telah diserahkan kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Direktur Pemasaran Barata Indonesia Sulistyo Handoko mengatakan penyelesaian proyek ini merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah dalam hilirasasi industri gula untuk ketahanan pangan sekaligus memproduksi energi yang ramah lingkungan. “Penyelesaian proyek ini semakin mengukuhkan posisi Barata Indonesia sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu mengerjakan manufaktur serta konstruksi untuk industri gula dan turunannya,” ujarnya, Kamis (17/11).
Pengembangan EBT : PLTS Karimun Punya Fasilitas Hidrogen Hijau
Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kawasan Ekonomi Khusus Karimun bakal dilengkapi dengan fasilitas hidrogen hijau setelah Anantara Energy Holdings Pte Ltd dan Quantum Power Asia menandatangani nota kesepahaman dengan Countrywide Hydrogen untuk mengkaji pembangunannya.Rencananya, fasilitas produksi hidrogen hijau itu akan menjadi bagian dari megaproyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 3,5 gigawatt (GW) yang telah memperoleh komitmen pendanaan dari lembaga keuangan sebesar US$6 miliar.Direktur Anantara Energy Simon G. Bell mengatakan pihaknya menyepakati kerja sama dengan Countrywide Hydrogen untuk mendanai studi konsep yang akan mencakup studi kelayakan teknokomersial untuk menyiapkan fasilitas produksi hidrogen dan amonia hijau di Indonesia.
Sementara itu, Managing Director Countrywide Hydrogen Geoffrey Drucker mengatakan studi konsep dan kelayakan di KEK Karimun menunjukkan potensi produksi hidrogen dapat mencapai 1.650 ton per tahun.









