Defisit
( 43 )Tripel Defisit Menahan Penurunan Suku Bunga
Pemerintah Indonesia mencatatkan tripel defisit sekaligus pada kuartal pertama tahun ini. Defisit itu terjadi pada transaksi berjalan dan transaksi modal serta finansial, sehingga menyebabkan defisit pada neraca pembayaran Indonesia (NPI). Menurut laporan Bank Indonesia (BI), NPI pada kuartal I-2024 mencatatkan defisit US$ 6 miliar. Padahal di kuartal sebelumnya NPI masih mampu mencetak surplus besar US$ 8,6 miliar. Defisit pada NPI disebabkan oleh defisit pada transaksi berjalan maupun neraca modal dan finansial. Transaksi berjalan mencatatkan defisit US$ 2,2 miliar atau setara 0,6% dari produk domestik bruto (PDB). Angka current account deficit (CAD) tersebut melebar dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 1,1 miliar atau setara dengan 0,3% PDB.
Di sisi lain, kinerja neraca jasa membaik didukung peningkatan penerimaan devisa jasa pariwisata. Defisit neraca pendapatan primer juga sedikit meningkat, yang dipengaruhi masih tingginya tingkat suku bunga global. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial tercatat defisit US$ 2,3 miliar, setelah pada kuartal IV-2024 mencatatkan surplus jumbo mencapai US$ 11,1 miliar. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyoroti pelebaran defisit pada neraca transaksi berjalan. Menurut dia, kondisi ini menjadi indikasi bahwa ruang penurunan suku bunga kebijakan BI dalam waktu dekat terbatas. Josua melihat, ada potensi penurunan suku bunga jika ketidakpastian global, terutaama terkait arah kebijakan The Fed berkurang.
Namun, pihaknya merevisi ramalan terhadap kebijakan BI-Rate di tahun 2024, dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,5% menjadi 6,25% atau tetap pada level saat ini hingga akhir 2024. Adapun defisit transaksi berjalan di sepanjang 2024 diperkirakan melebar ke kisaran 0,94% dari PDB dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 0,14% PDB. Sementara itu, cadangan devisa diperkirakan berkisar US$ 138 miliar hingga US$ 142 miliar sehingga nilai tukar rupiah diramal di rentang Rp 15.700 hingga Rp 16.200 per dolar AS pada akhir tahun. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga melihat kondisi tripel defisit mengindikasikan permintaan dan persediaan valas tak seimbang sehingga memicu risiko pelemahan rupiah. Oleh sebab itu, "BI perlu intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah beberapa waktu terakhir ini, meski akhir-akhir ini sudah stabil menguat," kata David, kemarin.
Anak Muda di 9 Provinsi Alami Defisit Gaji
Pengeluaran warga kelas menengah usia 17-40 tahun di sembilan
provinsi lebih tinggi disbanding gajinya. Defisit gaji tertinggi terjadi di DI
Yogyakarta senilai Rp 528.496 per orang per bulan. Defisit gaji melanda
anak-anak muda Daerah Istimewa Yogyakarta, Bengkulu, Riau, Kaltara, NTB, Riau,
Sumbar, Lampung, dan Papua Barat. Nilai defisit gaji di wilayah itu berkisar Rp
42.000 hingga Rp 528.496 per orang per bulan. Tingginya pengeluaran warga juga
dipengaruhi faktor gaya hidup dan inflasi sehingga menyebabkan defisit gaji.
Faktor lain yang membuat defisit gaji adalah penghasilan yang rendah di provinsi-provinsi
tersebut.
Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menemukan fakta ini dari
olahan data pengeluaran di 34 provinsi dari data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional
(Susenas) dan data pendapatan dari data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional
(Sakernas) BPS tahun 2021. Data pengeluaran dan pendapatan dari anak muda usia
17-40 tahun Penentuan batas pengeluaran calon kelas menengah dan kelas menengah
setiap provinsi menggunakan garis kemiskinan provinsi periode Maret 2021. Defisit
gaji dari warga calon kelas menengah dan kelas menengah di beberapa provinsi menunjukkan
nilai rata-rata pengeluaran lebih besar dari rata-rata pendapatan per bulannya.
Artinya, gaji bulanannya terpakai semua untuk membiayai pengeluaran satu bulan
sehingga ia tidak bisa menabung, apalagi berinvestasi.
Kenyataan itu menunjukkan warga kelas menengah di wilayah tersebut
rentan turun kelas menjadi kelompok miskin. Salah satu pemicu terjadinya defisit
gaji itu adalah tingginya inflasi. ”Inflasi di wilayah-wilayah tersebut harus
dikendalikan. Kalau tidak dikendalikan, pengeluarannya jauh lebih banyak
dibandingkan dengan pendapatannya,” kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Udayana, Denpasar, Marhaeni. Faktor penting lainnya, lanjut adalah upah minimum
yang berbeda antar daerah. ”Jangan sampai upah minimumnya lebih rendah dibandingkan
dengan penghitungan inflasi. Nilai
inflasi ini seharusnya menjadi komponen penghitungan upah minimum,“ kata
Marhaeni. (Yoga)
Defisit Gaji Warga Bayangi Indonesia Emas 2045
Pendapatan penduduk usia 17-40 tahun yang masuk calon kelas
menengah dan kelas menengah diprediksi di bawah angka pengeluaran bulanan pada
2045. Defisit gaji ini bisa melanda 69 juta warga dan mengganggu pencapaian
cita-cita Indonesia Emas 2045. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas mendapatkan
fakta itu dari pengolahan data pengeluaran Survei Sosial Ekonomi Nasional
(Susenas) 2021, pendapatan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2021,
serta garis kemiskinan sepanjang 2011-2017 dan 2021. Ketiga data itu bersumber
dari BPS. Bank Dunia mendefinisikan, calon kelas menengah Indonesia memiliki
pengeluaran sebesar 1,5-3,5 kali garis kemiskinan per kapita per bulan, setara Rp
729.252-Rp 1,7 juta per orang per bulan.
Kelas menengah Indonesia didefinisikan memiliki pengeluaran
3,5-17 kali lipat garis kemiskinan per kapita per bulan, setara Rp 1,7 juta-Rp
8,26 juta per orang per bulan. Proyeksi pada 2030 dan 2045 menggunakan
rata-rata pengeluaran dan pendapatan kelompok calon kelas menengah dan kelas
menengah yang berusia 17-40 tahun pada 2012-2017 dan 2021. Dari pemodelan itu,
rata-rata gaji dan pengeluaran warga calon kelas menengah pada 2030
diperkirakan Rp 1,26 juta per kapita per bulan dan Rp 1,64 juta per kapita per
bulan. Pada 2045, angka gaji dan pengeluaran tersebut mencapai Rp 1,7 juta per kapita
per bulan dan Rp 2,52 juta per kapita per bulan.
Artinya, rata-rata gaji warga calon kelas menengah pada 2030
dan 2045 lebih rendah Rp 384.109 dan Rp 818.472 dibandingkan pengeluarannya.
Sementara rata-rata upah dan pengeluaran warga kelas menengah pada 2030 diperkirakan
Rp 3,89 juta per kapita per bulan dan Rp 4,01 juta per kapita per bulan. Nilai
upah dan pengeluaran itu diproyeksikan menyentuh Rp 5,62 juta per kapita per
bulan dan Rp 6,06 juta per kapita per bulan pada 2045. Dengan demikian,
rata-rata pengeluaran kelas menengah lebih tinggi Rp 118.986 pada 2030 dan Rp 431.917
pada 2045 dibandingkan upahnya. (Yoga)
Ancaman Neraca Perdagangan Defisit
Ancaman Neraca Perdagangan Defisit
Mitigasi Defisit JKN
Tanpa upaya mitigasi, defisit, bahkan potensi gagal bayar
kembali mengancam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke depan (Kompas,
12/1/2024). Peringatan itu diungkapkan kalangan praktisi dan pengamat jaminan
sosial nasional. Tahun ini defisit pembayaran klaim manfaat dan penerimaan
iuran diperkirakan mencapai Rp 19 triliun. Defisit yang kemungkinan terus membesar
ini akan menggerus dana jaminan kesehatan BPJS Kesehatan; dan jika tak segera
ditanggulangi akan mengancam kesinambungan program JKN. Untuk mengatasi
defisit, opsi menaikkan tarif iuran yang harus dibayar masyarakat dinilai
menjadi keniscayaan. Persoalannya, menaikkan iuran sudah pasti bukan langkah populer,
terlebih pada tahun politik seperti sekarang. Pembengkakan biaya kesehatan itu
terjadi seiring meningkatnya pemanfaatan layanan dan bertambahnya kasus
penyakit katastropik di masyarakat, sebagai penyumbang terbesar peningkatan
biaya kesehatan secara nasional.
Langkah pemerintah menaikkan tarif Indonesian Case Base Groups
(INA-CBG’s) dan biaya kapitasi yang dibayarkan ke fasilitas kesehatan pada 2023
juga menyumbang pada pembengkakan biaya manfaat. Ditambah lagi, perluasan
manfaat baru, seperti perawatan Covid-19 dan vaksinasi, untuk peserta penerima
bantuan iuran yang kini juga ditanggung JKN. Semua itu kian membebani program
JKN. Persoalannya, kenaikan biaya manfaat ini tak ditopang oleh meningkatnya pendanaan
dari iuran peserta. Iuran terakhir naik pada 2020. Berdasarkan Perpres No
82/2018, tarif iuran disesuaikan dua tahun sekali. Namun, kenaikan iuran selalu
jadi isu sensitif dan memunculkan reaksi penolakan.Belum lagi dampak berupa
risiko naiknya tunggakan iuran dan terhambatnya target cakupan kesehatan
semesta. Selain menaikkan tarif iuran, upaya menekan defisit harus didorong
melalui peningkatan kepesertaan aktif program JKN dan mengendalikan biaya
manfaat. Khususnya biaya CBG, dengan menekan rasio rujukan dan meningkatkan
kualitas fasilitas kesehatan tingkat pertama. Langkah lain, memperketat
pengawasan untuk mencegah fraud. (Yoga)
Waspadai Defisit Beras pada Januari-Februari 2024
Indonesia akan mengalami defisit beras pada Januari-Februari 2024. Defisit
itu berpotensi menyebabkan harga beras naik kembali. Untuk itu, pemerintah perlu
mewaspadai dan mengantisipasinya pada saat Indonesia mengalami tiga kondisi
cuaca yang berbeda pada awal tahun ini. Hal itu mengemuka dalam Rapat
Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta,
Rabu (3/1/2024). dipimpin Mendagri Tito Karnavian. Plt Kepala BPS Amalia
Adininggar Widysanti, Rabu (3/1), mengatakan, inflasi beras dari waktu ke waktu
terus turun. Tingkat inflasi beras tertinggi terjadi pada September 2023, yakni
5,61 %.
Pada Desember 2023, tingkat inflasi beras itu turun menjadi 0,28 persen.
Hal itu mengindikasikan harga beras relatif terkendali berkat program
Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digulirkan pemerintah pusat dan
daerah. Di sisi lain, kata Amalia, Indonesia memang masih meng- alami surplus
beras sebanyak 270.000 ton pada Januari-Desember 2023 meskipun terdampak La
Nina dan El Nino. Namun, yang perlu diwaspadai adalah Indonesia bakal mengalami
defisit beras pada Januari-Februari 2024. ”Defisit beras pada Januari 2024
diperkirakan 1,61 juta ton dan pada Februari 2024 mencapai 1,22 juta ton. Hal
ini perlu diantisipasi agar harga beras tetap terkendali atau tidak naik kembali,”
ujarnya. (Yoga)
Defisit APBN Per November 2023 Hanya Rp 35 Triliun
Anggaran Negara Berbalik Defisit di Akhir Tahun
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 diperkirakan kembali mencatatkan defisit memasuki kuartal keempat tahun ini. Sebab, belanja negara bakal lebih kencang sesuai pola musiman, di tengah penerimaan yang melambat.
Sebelumnya APBN 2023 mencetak surplus secara berturut-turut sejak awal tahun hingga akhir September 2023. Per 30 September lalu, surplus APBN mencapai Rp 67,7 triliun atau 0,31% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Saat itu, pendapatan negara terkumpul Rp 2.035,6 triliun, atau tumbuh 3,1% year on year (yoy). Adapun realisasi belanja negara di periode itu mencapai Rp 1.967,9 triliun, tumbuh lebih rendah dari penerimaan sebesar 2,8% yoy.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memperkirakan, penerimaan negara pada Oktober akan melambat dan tidak akan semasif penerimaan pada Agustus 2023. Ada beragam pemicunya, mulai pelemahan harga komoditas di pasar global hingga kinerja perekonomian lebih lambat pada kuartal III-2023.
Di sisi lain, pemerintah akan mempercepat realisasi anggaran. Apalagi, adanya bantuan sosial (bansos) tambahan yang akan disalurkan pada November tahun ini.
Analisis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menganalisis, surplus APBN tahun ini yang berlangsung lama terutama lantaran pemerintah daerah kurang optimal menggenjot belanja.
Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata belum mau menjelaskan kondisi APBN terkini. Namun Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pernah mengatakan, akan ada percepatan belanja negara selama Oktober- Desember 2023. Nilainya mencapai Rp 1.155,7 triliun. Angka itu terdiri dari belanja pemerintah pusat yang belum disalurkan sebesar Rp 901,3 triliun dan transfer ke daerah Rp 263,6 triliun.
Menteri Sri Mulyani sebelumnya juga memperkirakan, defisit anggaran pada akhir tahun berada di level Rp 486,4 triliun, setara 2,28% terhadap PDB. Angka ini lebih rendah dari target awal dalam APBN 2023 yang sebesar Rp 598,2 triliun, setara 2,84% PDB.
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyayangkan anggaran belanja yang selalu menumpuk di kuartal terakhir.
Biaya Manfaat JKN Naik Rp 30 Triliun
Defisit dana program
Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berpotensi kembali
terjadi. Potensi defisit ini seiring dengan semakin banyaknya peserta yang
memanfaatkan layanan dalam program tersebut. Inovasi pembiayaan perlu segera
disiapkan untuk menekan besaran defisit. Koordinator Advokasi BPJS Watch
Timboel Siregar menuturkan, manfaat yang ditanggung dalam program JKN-KIS makin
luas. Tarif Indonesian-Case Based Groups (INA-CBGs) dan kapitasi dalam layanan
yang ditanggung dalam program itu meningkat. Hal itu bisa berdampak pada
kondisi keuangan yang dikelola.
”Mekanisme pembiayaan perlu
disiapkan. Jika tidak, potensi defisit bisa kembali terjadi pada 2025,” kata
Timboel saat dihubungi, Kamis (2/11). Tarif INA CBGs merupakan tarif yang BPJS
Kesehatan kepada rumah sakit dengan sistem paket berdasarkan jenis penyakit. Adapun
dana kapitasi adalah pembayaran yang dibayarkan BPJS Kesehatan kepada fasilitas
kesehatan tingkat pertama berdasarkan jumlah peserta. Timboel mengatakan, sejumlah
mekanisme bisa dilakukan untuk menekan besaran defisit yang terjadi dalam
program JKN-KIS. Mekanisme pertama adalah menaikkan tarif iuran peserta. Selain
melalui kenaikan tariff iuran, mekanisme berikutnya bisa dilakukan dengan potensi
urun biaya (cost sharing).
Dirut BPJS Kesehatan Ali
Ghufron Mukti, mengutarakan, beban biaya manfaat jaminan layanan kesehatan yang
dibayarkan BPJS Kesehatan terus meningkat. ”Pada 2023 ini diproyeksi terjadi
kenaikan lagi menjadi Rp 147-Rp 148 triliun. Jadi, ada kenaikan sekitar Rp 30
triliun. Kenaikan ini terjadi, selain karena kenaikan tarif INA-CBGs dan
kapitasi serta biaya Covid-19, lebih banyak karena utilisasi masyarakat yang
meningkat,” tutur Ali, dalam Lokakarya Media BPJS Kesehatan di Martapura, Kalsel,
Rabu (1/11). (Yoga)
Pilihan Editor
-
TRANSISI ENERGI : JURUS PAMUNGKAS AMANKAN EBT
26 Dec 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023








