Saham
( 1722 )Strategi Ekspansi dan Harga Jadi Kunci Pertumbuhan
Arah Investasi Saham Konglomerasi
Sepanjang tahun berjalan, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami pelemahan sebesar 9,86% (YtD), meskipun sempat menguat 1,11% ke level 6.381. Pelemahan ini sebagian disebabkan oleh tekanan terhadap saham-saham milik para konglomerat, terutama karena gagal masuk indeks MSCI dan aksi profit taking investor.
Namun, belakangan ini terjadi fenomena menarik: para taipan dan jajaran direksi emiten besar justru gencar memborong saham mereka sendiri, yang menjadi suntikan sentimen positif bagi pasar modal.
Beberapa tokoh penting dalam fenomena ini adalah:
-
Prajogo Pangestu, pemilik Grup Barito, menambah kepemilikan saham di PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN). Saham BREN dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) pun melonjak signifikan.
-
Toto Sugiri, melalui PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), mencatatkan lonjakan harga saham hingga 19,99%.
-
Garibaldi Thohir, dari Grup Adaro, juga memborong 3,65 juta saham anak usahanya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI).
-
Jajaran direksi dari bank-bank besar seperti BRI, BNI, dan BCA turut menambah koleksi saham pribadi mereka.
Menurut Felix Darmawan, Ekonom Panin Sekuritas, aksi beli saham oleh para pemilik perusahaan menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap prospek jangka panjang emiten tersebut. Ini juga bisa meredam tekanan jual dan menjadi pemicu pemulihan IHSG, meski ia mengingatkan bahwa valuasi beberapa saham saat ini sudah tergolong premium.
Sementara itu, Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta, menyarankan agar investor berhati-hati dalam mengakumulasi saham-saham konglomerat di tengah tren bearish dan penurunan rating Indonesia.
Menambah sentimen positif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan baru yang memungkinkan aksi buyback saham oleh emiten tanpa melalui RUPS, sebuah langkah yang diyakini oleh Irvan Susandy dari BEI dapat membantu menopang IHSG dan meningkatkan rata-rata nilai transaksi harian.
Secara keseluruhan, meskipun pasar masih dalam tekanan, aksi para taipan dan pejabat korporasi yang memborong saham sendiri menunjukkan optimisme terhadap prospek jangka panjang dan turut menjadi penopang psikologis bagi investor di bursa.
Presiden Akan Temui Investor untuk Redam Gejolak
Presiden Prabowo akan menemui investor
untuk menyikapi gejolak di pasar modal Indonesia, selain itu, disiplin fiskal
akan dijaga pemerintah untuk memastikan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG
bisa stabil dan kepercayaan investor tetap kuat. Hal ini disampaikan Ketua Dewan
Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan seusai mengikuti rapat yang
dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (19/3). Rapat itu digelar sehari setelah penurunan
drastis IHSG, Selasa (18/3). Rata-rata penurunan yang sempat mencapai 6 %
membuat perdagangan sempat dihentikan. Luhut membantah penurunan drastis itu sebagai
indikator ketidakpercayaan investor. ”Bisa saja terjadi peristiwa semacam itu. Tapi,
hari ini sudah rebound,” ujarnya.
Presiden pun sudah menyatakan akan
berhati-hati dengan masalah disiplin fiskal. Selain membahas penurunan IHSG,
Presiden pun menyampaikan akan bertemu dengan investor pasar saham. Wakil Ketua
DEN Mari Elka Pangestu menilai, fundamental ekonomi Indonesia secara umum
relatif stabil meski ada kekhawatiran di pasar. Ia membantah kebijakan pemerintah
selama ini tidak propasar. ”Saya rasa bukan propasar. Tapi, lebih kepada persepsi,
ada ketidak jelasan yang mereka anggap menyebabkan ketidak pastian. Jadi, bagaimana
kita bisa menjelaskan dengan lebih baik beberapa hal yang menjadi concern
mereka,” ucapnya. Maka, menurut dia, pertemuan dengan para investor pasar modal
dinilai sangat penting agar Presiden bisa menjelaskan sendiri arah kebijakannya
yang dinilai tidak propasar itu. (Yoga)
Rekor Tertinggi Harga Emas
Anak Usaha Cuan Tambah Kepemilikan di PTRO sebanyak Total 865 Milyar
Anak usaha Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yaitu PT Kreasi Jasa Persada, menambah jumlah kepemilikan saham di Petrosea, sebanyak lebih dari Rp 865 miliar, sebanyak beberapa tahap sepanjang Maret ini. “Kami memiliki keyakinan atas kinerja dan prospek Petrosea di masa yang akan datang. Sebagai salah satu perusahaan EPC dan kontraktor tambang yang memiliki serangkaian value chain yang solid, Petrosea hadir sebagai mitra usaha yang mumpuni dan dapat mendukung perkembangan berbagai industri upstream maupun downstream di Indonesia," ujar Michael, CEO Petrindo Jaya Kreasi mengenai akuisisi saham Petrosea ini. Setelah transaksi, jumlah saham PTRO yang dipegang CUAN melalui Kreasi Jasa Persada naik menjadi 4.461.485.400, setara dengan 44,234% hak suara.
Kinerja CUAN gemilang di 2024, pendapatan meningkat 718,56%. CUAN sendiri mencatatkan laba bersih US$ 160,78 juta sepanjang 2024, meningkat tajam 929,28% dari posisi laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya di level US$ 15,62 juta. Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir Desember 2024, CUAN mencatatkan pendapatan sebesar US$ 801,72 juta, lompat 718,56% dari posisi sebelumnya di angka US$ 97,94 juta. Total Nilai Kontrak Petrosea Mencapai Rp 64 Triliun Sepanjang 2024 lalu, Petrosea mencatatkan total nilai perolehan kontrak (backlog) sebesar Rp64,3 triliun di tahun 2024, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang lebih dari lima decade perusahaan beroperasi di sektor pertambangan dan konstruksi. (Yetede)
Upaya Ekstra Dongkrak IHSG
Properti CTRA Tertekan Daya Beli Lemah
Buyback Saham, Harapan Baru Investor
Kenaikan Harga CPO Jadi Momentum bagi Industri
Stimulus Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pasar Saham
Pilihan Editor
-
Membuat QRIS Semakin Perkasa
09 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
Salurkan Kredit, Bank Digital Mulai Unjuk Gigi
29 Jun 2022 -
Penerimaan Negara Terbantu Komoditas
14 Jun 2022









