Obligasi
( 223 )INSTRUMEN INVESTASI SYARIAH : PENAWARAN SUKUK RITEL DIMULAI
Pemerintah memulai penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis Sukuk Ritel seri SR020 hari ini hingga 27 Maret 2024 sejalan dengan masa Ramadan pada medio bulan ini.
Melalui instrumen tersebut, pemerintah menawarkan SR020 dengan dua pilihan tenor yakni 3 tahun dan 5 tahun. Adapun, SR020 tenor 3 tahun atau SR020 T3 memiliki kupon 6,3%. Sementara itu, SR020 tenor 5 tahun atau SR020 T5 memiliki kupon 6,4%. Kendati hanya selisih 2 tahun dari sisi tenor dan 10 basis poin dari sisi kupon, penawaran SR020 T3 maksimal mencapai Rp5 miliar dan SR020 T5 menyentuh Rp10 miliar. Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah optimistis terhadap penjualan SR020 akan diterima dengan baik oleh investor yang masa penawarannya bersamaan dengan momen Ramadan. Hal itu berbeda dengan penjualan SBN ritel sebelumnya yakni Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI025 yang waktu penawarannya bersamaan dengan momen pemungutan suara Pemilu 2024.
Adapun, misi pembangunan infrastruktur juga diharapkan mampu menarik minat investor untuk menggenggam instrumen berbasis syariah itu. Sejalan dengan dimulainya penawaran SR020, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), salah satu mitra distribusi (midis) optimistis terhadap penjualan instrumen SBN ritel kedua tahun ini tersebut. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan penjualan SR020 bakal moncer sejalan dengan literasi keuangan masyarakat dan minat tinggi terhadap instrumen investasi.
Daya tarik SR020 berada pada jenis imbal hasil tetap atau fixed rate sehingga investor berpotensi mendulang capital gain ketika Bank Indonesia (BI) mulai menurunkan suku bunga acuan atau BI rate. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Februari 2024, BI rate masih ditahan di level 6%, tetapi diproyeksikan turun tahun ini. Hal itu selaras dengan ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuan mulai semester II/2024. Saat ini suku bunga The Fed masih ditahan di kisaran 5,25%—5,5%.
Penjualan moncer SR020 juga didukung oleh seri SR014 yang jatuh tempo pada 10 Maret 2024. Kala itu, penawaran SR014 mencapai Rp16,7 triliun. Dari penawaran sejak 2019, rata-rata penjualan SR mencapai Rp21,64 triliun. Dari sisi tenor, kemungkinan tenor pendek menjadi pilihan investor karena instrumen yang terbit sejak 2009 itu menawarkan tenor 3 tahun.
Senada, General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia mengatakan minat terhadap SR020 masih tinggi, terlebih tarif pajak obligasi yang terjangkau yakni 10%, sedangkan deposito sebesar 20%.
“Kami juga memberikan promo cashback kepada nasabah Emerald BNI untuk pembelian SBN Ritel tahun 2024 khusus untuk dana baru atau fresh fund,” jelasnya. Dari strategi itu, dia percaya penawaran SBN ritel sepanjang tahun ini laris manis karena penjualan ORI025 menyentuh Rp1,83 triliun atau melebihi target Rp1 triliun. Dari situ, perusahaan menargetkan penjualan SBN ritel tahun ini naik 10% secara tahunan.
Lelang SUN, Pemerintah Serap Dana Rp 24 Triliun
Lelang Dua ORI, Pemerintah Serap Dana Rp 23,92 Triliun
PENGGALANGAN DANA AWAL TAHUN : SERET PENJUALAN SBN RITEL
Penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel awal tahun seret di tengah target pemerintah mengumpulkan dana hingga Rp160 triliun sepanjang 2024. Dikutip dari keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Senin (26/2), penjualan SBN ritel melalui Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI025 seret dengan realisasi Rp23,92 triliun. Kendati realisasinya lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi penjualan seri ORI024 yang mencapai kurang dari Rp15 triliun, penjualan kali ini belum mampu memenuhi target Rp25 triliun. Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan penjualan instrumen perdana pada 2024 itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, masa penawaran bertepatan dengan proses pemungutan suara Pemilu 2024. Sebagaimana diketahui, ORI025 ditawarkan pada 29 Januari 2024 hingga 22 Februari 2024. Namun, setelah momen pemungutan suara Pemilu 2024, pada 14 Februari 2024, Deni mengatakan pemesanan ORI025 melonjak signifikan. Kedua, jatuh tempo seri ORI019 yang mendorong investasi kembali para pemegang seri yang terbit pada 25 Januari 2021 itu. Sebagai gambaran, data DJPPR mencatat penawaran ORI019 kala itu mengumpulkan dana Rp26 triliun. Menariknya, dari realisasi penjualan Rp19,38 triliun untuk seri tenor 3 tahun dan Rp4,54 triliun untuk seri 6 tahun, penjualan tertinggi dikumpulkan oleh mitra distribusi kalangan perbankan. Kalangan perbankan juga berkontribusi signifikan dalam akuisisi investor.
Sejalan dengan itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan perusahaan merealisasikan penjualan Rp7 triliun dengan seri tenor pendek yang mendapatkan antusiasme investor paling tinggi. “Jumlah pemesanan di BCA telah mencapai lebih dari Rp7 triliun dengan komposisi lebih dari 70% pemesanan pada tenor 3 tahun,” ujar Hera kepada Bisnis.
Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan, masa penawaran Sukuk Ritel SR020 rencananya berlangsung mulai 1 Maret 2024 hingga 27 Maret 2024, sedangkan untuk besaran kupon akan diumumkan segera sebelum masa penawaran dimulai.
Dihubungi terpisah, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi mengatakan penawaran SBN ritel pada tahun ini secara umum bakal moncerkendati pemerintah menargetkan dana jumbo hingga Rp160 triliun. Menurutnya, perhatian investor akan tertuju kepada waktu pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS Federal Reserve atau The Fed yang berpengaruh terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI).
Waskita Raih Persetujuan Restrukturisasi dari Pemegang Obligasi
Penerbitan Obligasi Bakal Marak Setelah Pemilu
Sentimen Pemilu Membayangi Lelang SUN Pekan Ini
Indah Kiat Pulp & Paper Terbitkan Surat Utang Rp 5 Triliun
Lelang Tujuh SBSN Serap Dana Rp 12 Triliun
Memilih Obligasi Negara Ritel Tahun 2024
Pilihan Editor
-
Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN
24 Jan 2023 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









