;
Tags

Ekspor

( 1055 )

Ongkos Ekspor Benih Lobster Mahal Akibat Jasa Pengiriman Dimonopoli

marbis 13 Nov 2020 Harian Sinar Indonesia Baru

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus praktik monopoli pada jasa pengiriman logistik ekspor benih lobster. Direktur Investigasi KPPU Gopera Panggabean mengatakan, “Dari informasi yang kita peroleh, terkait dengan tarif biaya ekspor ini jadi dinilai dan dirasakan cukup mahal bagi pelaku ekspor. Karena tidak ada pilihan lain terhadap pengiriman ekspor benih lobster, semua hanya bisa lewat Bandara Soetta, sementara budidaya benih lobster ini tersebar sampai Bali, NTT, NTB,” ungkap Gopera dalam forum jurnalis KPPU secara virtual, Kamis (12/11).

Juru bicara sekaligus komisioner KPPU Guntur Saragih juga menambah, hal ini bisa membuat risiko usaha eksportir benih lobster meningkat. “Ini bisa menciptakan pasar tidak efisien. Salah satunya ini resiko yang ditanggung pengusaha baby lobster, karena ini kan barang hidup, apakah bisa tahan kalau dibawa ke Jakarta dulu baru dikirim ke target pasarnya,” kata Guntur.


Ekspor Sawit Tembus Rp 219 Triliun

Ayutyas 13 Nov 2020 Investor Daily

Dalam catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), nilai ekspor minyak sawit atau produk sawit pada September 2020 mencapai US$ 1,87 miliar atau naik 10% dibanding Agustus 2020 sebesar US$1,69 miliar. Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan, pada September 2020, ekspor sawit ke Tiongkok 645 ribu ton atau lebih tinggi dari Agustus yang 618 ribu ton, ekspor ke India tidak mengalami perubahan atau tetap 351 ribu ton. Lalu, ekspor ke Uni Eropa dan Pakistan pada September lebih rendah dari Agustus. Kenaikan ekspor terjadi dengan tujuan Brasil, Malaysia, Rusia dan Afrika.

Mukti juga mengatakan produksi minyak sawit Indonesia telah menunjukkan pemulihan, ini terlihat dari kenaikan yang konsisten dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, konsumsi sawit dalam negeri untuk pangan dalam empat bulan terakhir menunjukkan kenaikan konsisten dan pada September menacapai 667 ribu ton. Secara yoy sampai September, konsumsi sawit untuk pangan masih rendah 15,80% dari tahun lalu.

Sementara itu, Deputi II Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud sebelumnya mengatakan, tiga sektor usaha yang selalu bersaing menjadi penyumbang devisa terbesar bagi negara adalah minyak sawit, migas dan batubara, serta pariwisata melalui wisatawan mancanegara (wisman).

Sedangkan harga minyak mentah turun tajam menjadi US$ 20 perbarel, batubara yang pada 2019 masih US$ 75 per ton kini US$ 50 per ton. Selain harga rendah, perlambatan pertumbuhan ekonomi global mempengaruhi ekspor komoditas migas dan batubara.


Ekspor 40 Ton Belut ke Negeri Cina

Sajili 12 Nov 2020 Banjarmasin Post

Ekspor ikan ke luar negeri terus menunjukkan tren peningkatan. Kali ini, yang di ekspor hasil budidaya belut. “Hari ini perusahaan penghasil belut asal Tanah Laut akan mengirim sekitar dua kontainer atau 40 ton belut ke Cina,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani, Rabu (11/11).

Dia menambahkan di awal tahun 2020 kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi Kalsel sangatlah positif, yakni tumbuh hingga mencapai 5,68 persen jauh di atas rata-rata nasional. “Pertumbuhan awal yang sangat positif di awal 2020. Salah satu komoditi ekspor yang mengalami kenaikan signifikan adalah ekspor ikan,” katanya.

Namun, lanjut Birhasani, pada triwulan tiga, tepatnya bulan Mei dan April, ekspor ikan pun jatuh terkena badai corona. Bulan Juli, ekspor ikan naik lebih dari 44 persen dibanding bulan Juni. Terus bulan Agustus kembali naik 13,57 persen dari Juli. “Di Kalsel ada delapan perusahan eksportir ikan Hasil laut dan ikan yang diekspor cukup beragam,” ucap Birhasani.


Pemerintah Bidik Ekspor Biomassa ke Jepang

Sajili 11 Nov 2020 Harian Sinar Indonesia Baru

Pemerintah membidik pemenuhan kebutuhan biomassa di Jepang karena ada peluang besar ekspor komoditas itu terutama berasal dari cangkang kelapa sawit dan pelet kayu.

“Pemerintah Indonesia terus berusaha menjaga kualitas dan kuantitas produk biomassa agar dapat memenuhi standar yang dibutuhkan pasar di Jepang,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kick off virtual rencana kerja pasar bioenergi Jepang di Jakarta. Selasa (10/11).

Menurut dia, peluang ekspor biomassa itu terbuka lebar karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Untuk pemenuhan dalam negeri, pemerintah berupaya meningkatkan pemanfaatan biomassa sebagai alternatif membangkitkan energi listrik dan industri. Upaya itu sejalan dengan target pemerintah menurunkan emisi hingga 29 persen tahun 2030 atau 41 persen jika mendapat dukungan internasional menuju sistem energi yang lebih bersih.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud menambahkan pengembangan bio energi merupakan salah satu strategi dalam mitigasi gas rumah kaca. Selain itu, juga sekaligus mendorong kesejahteraan rakyat untuk pemanfaatan bio energi.

 la menyebutkan target penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia sebesar 23 persen tahun 2025 dan 31 persen tahun 2050. Saat ini, lanjut dia, pencapaian di Indonesia baru mencapai 9,5 persen dan Jepang tahun 2030 menargetkan 22-24 persen dari seluruh kebutuhan energinya.


Pemanfaatan Ikan Sidat Perlu Ditata

Sajili 09 Nov 2020 Kompas

Tren meningkatnya permintaan ekspor sidat membuat penangkapan ikan sidat di alam semakin masif. Pada 2019, hasil produksi sidat di Indonesia sebanyak 515,18 ton, meningkat 59 persen ketimbang tahun 2018. Indonesia tergolong 10 besar negara produsen utama sidat.

Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Machmud Sutedja, Minggu (8/11/2020), mengatakan, volume ekspor sidat cenderung meningkat, antara lain dalam bentuk sidat beku, dengan negara tujuan China.

Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi Maritim, Laode M Kamaluddin, menambahkan, permintaan yang meningkat menyebabkan eksploitasi sidat berlebihan. Tingginya eksploitasi ini memicu penurunan stok di alam sehingga perlu pengatur-an terkait lokasi, ukuran, dan alat tangkap.


Tiongkok Borong Sarang Burung Walet Indonesia

Ayutyas 06 Nov 2020 Investor Daily

Indonesia dan Tiongkok menandatangani Letter of Intent (LOI) pembelian produk sarang burung wallet senilai US$ 150 juta atau setara Rp 2,2 triliun. LOI ini di tandatangani Atase Perdagangan (Atdag) Beijing Marina Novira dan General Manager of Production Center dari Xiamen Yan Palace Seelong Food Co., Ltd, Huang Danyan.

Sementara itu, Marina menyampaikan, penandatanganan LOI ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok. Dengan penandatanganan LOI ini, dia juga nilai ekspor produk sarang burung wallet Indonesia akan meningkat dan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas nasional.

Marina menjelaskan, saat ini baru ada 23 perusahaan sarang burung wallet yang terdaftar di Bea Cukai Tiongkok dan secara resmi dapat mengekspor produknya ke Tiongkok. Selain itu, ada 13 perusahaan terdaftar yang telah diinspeksi Bea Cukai Tiongkok pada Desember 2019 terkait permohonan izin peningkatan kapasitas volume ekspor.

Udang UMKM Diekspor Ke Jepang

Sajili 05 Nov 2020 Banjarmasin Post

Udang tangkapan dan hasil budidaya dari tiga kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembudidaya udang tambak dari Kotabaru, Kalsel, resmi diekspor ke Jepang, Rabu (4/11). Pelepasan ekspor udang tersebut dilaksanakan berbarengan dengan peresmian Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor Bank Indonesia Kalsel (Pamor Baintan) secara virtual.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalsel, Amanlison Sembiring mengatakan, pihaknya melakukan kurasi produk UMKM berpotensi ekspor untuk mendapatkan perluasan akses pasar khususnya pasar ekspor.

Total produksi udang yang berhasil diekspor dari ketiga kelompok pembudidaya tersebut pada 2019 mencapai 334,9ton atau senilai Rp 26,7 miliar. Kemudian, pada 2020 sampai dengan September 2020 hasil produksi udang mencapai 189 ton atau Rp 15,1 miliar. Kendati demikian, 90 persen dari nilai. 

Berdasarkan data ekspor udang dari Kalsel pada 2019, tercatat mencapai 14,74 juta US Dollar atau 1,06 persen dari ekspor udang nasional dan di 2020 sampai dengan Agustus sudah mencapai 8,80 juta US Dollar atau 0,88 persen dari ekspor udang nasional.

Selain sektor perikanan, potensi ekspor lainnya juga didorong melalui UMKM sektor kreatif, meliputi fashion, handycraft, aksesoris, dan makanan olahan.


Tiongkok, AS , dan India Pangsa Ekspor Terbesar Sumut Capai 37,57%

Sajili 05 Nov 2020 Harian Sinar Indonesia Baru

Sepanjang September 2020 negara Tiongkok, Amerika Serikat dan India merupakan bangsa ekspor terbesar Sumatera Utara, masing-masing sebesar 140,46 juta dolar AS, 83,22 juta dolar AS dan US 62,82 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,57 %.

Sementara ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara September 2020 mengalami kenaikan dibandingkan Agustus 2020, yaitu dari 683,15 juta dolar AS menjadi 762,58 juta dolar AS atau naik sebesar 11,63%.

“Bila dibandingkan dengan September 2019, ekspor Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 10,19%,” ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut Dinar Butarbutar dan Kabid Statistik Produksi BPS Sumut Dwi Pranoto saat live streaming dengan wartawan, Senin (2/11).

Disebutnya, untuk nilai ekspor periode Januari-September 2020 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, maka negara tujuan utama yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar yakni Malaysia sebesar 88,94 juta dolar AS (65,69%) diikuti Myanmar sebesar 76,87 juta dolar AS (91,05%) dan india sebesar 58,32 juta dollar AS (14,06%).

Sedangkan negara yang mengalami penurunan nilai ekspor terbesar Jepang sebesar 47,40 juta dollar AS (-13,72%), Kamboja turun sebesar 27,61 juta dolar AS(-14,30%) dan Mesir sebesar 17,81 juta dolar AS(-11,19%). Secara keseluruhan, pada periode Januari-September 2020, ekspor ke sepuluh negara tujuan utama mengalami kenaikan sebesar 3,44 % dibanding periode Januari-September 2019.


Udang UMKM Diekspor Ke Jepang

Sajili 05 Nov 2020 Tribun Banjarmasin Post

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalsel, Amanlison Sembiring mengatakan, pihaknya melakukan kurasi produk UMKM berpotensi ekspor untuk mendapatkan perluasan akses pasar khususnya pasar ekspor.

Total produksi udang yang berhasil diekspor dari ketiga kelompok pembudidaya tersebut pada 2019 mencapai 334,9ton atau senilai Rp 26,7 miliar. Kemudian, pada 2020 sampai dengan September 2020 hasil produksi udang mencapai 189ton atau Rp 15,1 miliar. Kendati demikian, 90 persen dari nilai. Kemudian, pada 2020 sampai dengan September 2020 hasil produksi udang mencapai 189 ton atau Rp 15,1 miliar.

Berdasarkan data ekspor udang dari Kalsel pada 2019, tercatat mencapai 14,74 juta US Dollar atau 1,06 persen dari ekspor udang nasional dan di 2020 sampai dengan Agustus sudah mencapai 8,80 juta US Dollar atau 0,88 persen dari ekspor udang nasional. Selain sektor perikanan, potensi ekspor lainnya juga didorong melalui UMKM sektor kreatif, meliputi fashion, handycraft, aksesoris, dan makanan olahan.


Mentan Lepas Ekspor Perdana Pakan Ternak ke 7 Negara di Asia dan Eropa

Sajili 04 Nov 2020 Harian Sinar Indonesia Baru

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk asam amino untuk pakan ternak berupa Tryptophan Granule sebanyak 327 metrik ton ke tujuh negara di Asia dan Eropa. Produk dengan nilai mencapai Rp 22,5 miliar ini berhasil menembus pasar baru di Vietnam, India, Jerman, Inggris, Polandia, Belanda, dan Prancis.

“Saya mengapresiasi pencapaian dari PT CJ indonesia, walau di masa pandemi mampu menembus pasar ekspor baru. Pencapaian yang luar biasa.” kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11).

Adapun Tryptophan Granule merupakan produk baru yang dikembangkan PT CJI guna menjawab permintaan pasar global, khususnya untuk produk asam amino pakan ternak dan hewan yang lebih kompetitif baik harga dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil yang turut mendampingi menyampaikan data dari sistem perkarantinaan, 1QFAST, sepanjang tahun 2020 PT CJI telah rutin melakukan ekspor asam amino berup Lyson sulfat. Dengan total 10.632 ribu ton senilai Rp 133,4 milyar ke 17 negara.