Ekspor Sawit Tembus Rp 219 Triliun
Dalam catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia
(Gapki), nilai ekspor minyak sawit atau produk sawit pada September 2020
mencapai US$ 1,87 miliar atau naik 10% dibanding Agustus 2020 sebesar US$1,69
miliar. Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan, pada September
2020, ekspor sawit ke Tiongkok 645 ribu ton atau lebih tinggi dari Agustus yang
618 ribu ton, ekspor ke India tidak mengalami perubahan atau tetap 351 ribu
ton. Lalu, ekspor ke Uni Eropa dan Pakistan pada September lebih rendah dari
Agustus. Kenaikan ekspor terjadi dengan tujuan Brasil, Malaysia, Rusia dan
Afrika.
Mukti juga mengatakan produksi minyak sawit Indonesia telah menunjukkan pemulihan, ini terlihat dari kenaikan yang konsisten dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, konsumsi sawit dalam negeri untuk pangan dalam empat bulan terakhir menunjukkan kenaikan konsisten dan pada September menacapai 667 ribu ton. Secara yoy sampai September, konsumsi sawit untuk pangan masih rendah 15,80% dari tahun lalu.
Sementara itu, Deputi II Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud sebelumnya mengatakan, tiga sektor usaha yang selalu bersaing menjadi penyumbang devisa terbesar bagi negara adalah minyak sawit, migas dan batubara, serta pariwisata melalui wisatawan mancanegara (wisman).
Sedangkan harga minyak mentah turun tajam menjadi US$ 20 perbarel, batubara yang pada 2019 masih US$ 75 per ton kini US$ 50 per ton. Selain harga rendah, perlambatan pertumbuhan ekonomi global mempengaruhi ekspor komoditas migas dan batubara.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023