;
Tags

Ekonomi Makro

( 699 )

Asal Efisien dan Kompetitif, Ekonomi RI Tak Terpengaruh China

KT3 18 Jan 2024 Kompas

Perekonomian China belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat. Kendati demikian, pelaku usaha optimistis kontraksi China tidak serta-merta melumpuhkan ekonomi Indonesia selama iklim usaha dan investasi dapat semakin efisien dan kompetitif untuk investor. Dalam laporan terbaru Bank Dunia bertajuk ”Prospek Ekonomi Global 2024” yang terbit Januari ini, ekonomi China sepanjang 2024 diproyeksi hanya tumbuh 4,5 %, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 5,2 %. Berdasarkan laporan itu, negara dengan perekonomian terbesar nomor dua di dunia ini tengah memasuki masa kritis dan sedang bergulat dengan perlambatan struktural yang ditandai dengan pelemahan daya beli, sulitnya warga untuk mendapatkan pekerjaan, dan terpuruknya kepercayaan investor.

Dari kacamata dunia usaha dalam negeri, perlambatan ekonomi China yang terjadi dalam satu hingga dua tahun belakangan turut memperlambat putaran roda ekonomi Indonesia. Sebab, di sektor perdagangan, China menjadi penyuplai terbesar bahan baku dan bahan penolong untuk Indonesia. Selain itu, China juga menjadi negara tujuan ekspor utama bagi Indonesia. BPS mencatat China sebagai mitra dagang utama baik dari sisi impor dengan nilai perdagangan 62,18 miliar USD (Rp 972 triliun) maupun ekspor yang mencapai 64,94 miliar USD (Rp 1.015 triliun) sepanjang 2023.

KomiteTetap Kebijakan Publik Kadin, Chandra Wahjudi, mengatakan, meski pelemahan ekonomi China dapat mengurangi volume ekspor Indonesia ke ”Negeri Tirai Bambu” tersebut, surplus neraca perdagangan tetap bisa terjaga tahun ini jika kebijakan hilirisasi industri diimplementasikan secara tepat. ”Neraca perdagangan akan tetap surplus bergantung pada implementasi kebijakan hilirisasi industri yang memberikan tambahan nilai yang lebih tinggi,” ujarnya, Rabu (17/1) di Jakarta. Selain menggelontorkan insentif untuk memacu hilirisasi industri, Chandra menilai pemerintah harus melakukan penyederhanaan regulasi dan perizinan ekspor untuk setiap produk ekspor.untuk memacu kinerja ekspor. (Yoga)

Bunga Acuan Menciut, Ekonomi Bisa Mencuat

HR1 18 Jan 2024 Kontan
Peluang berakhirnya era suku bunga tinggi semakin dekat dan berpotensi memberikan nafas lega bagi aktivitas ekonomi. Alhasil, perekonomian nasional pada 2024 diyakini tumbuh lebih kuat dibandingkan 2023. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Rabu (17/1), Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan alias BI rate di level 6%, setelah kenaikan terakhir kali sebesar 25 basis poin (bps) pada Oktober 2023. BI membuka peluang penurunan suku bunga acuan pada tahun ini. "Dengan arah-arah ke depan, tentu saja saya sampaikan ada ruang penurunan suku bunga BI rate. Namun, harus melihat beberapa kriteria," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo, kemarin. Kriteria yang dimaksud, pertama, kecepatan penguatan nilai tukar rupiah. Pasalnya, hingga 16 Januari 2024, nilai tukar rupiah masih mencatatkan pelemahan, meski tipis, yakni 1,24% dari akhir Desember 2023. Kedua, tetap terkendalinya inflasi, khususnya inflasi inti, juga pergerakan inflasi pangan. Ketiga, bagaimana bank sentral melihat dukungan kredit dalam pembiayaan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, menurut Perry, akan didukung permintaan pasar domestik. Hal tersebut sejalan adanya momentum pemilihan umum (pemilu) dan peningkatan investasi khususnya bangunan terkait kelanjutan proyek strategis nasional (PSN), termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun kinerja ekspor Indonesia belum cukup kuat karena perlambatan ekonomi dunia dan penurunan harga komoditas di pasar global. BI meyakini pertumbuhan akan menguat pada industri manufaktur, perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi, serta konstruksi, juga transportasi dan pergudangan. Secara spasial, prospek positif terjadi di seluruh wilayah, terutama Sulawesi, Maluku, Papua dan Jawa. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky menilai, pemangkasan suku bunga acuan BI akan menciutkan cost of credit sehingga menjadi stimulus ekonomi lokal. Sementara Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memprediksi, ekonomi tahun ini tumbuh di rentang 5%-5,2%.

Ekspor Manufaktur Tembus US$ 187 Miliar

KT1 18 Jan 2024 Investor Daily (H)
Ekspor industri manufaktur sepanjang 2023 berhasil menembus US$ 186,98 miliar atau menyumbang 72,24% dari total nilai ekspor nasional sebesar US$ 258,82 miliar. Hasil tersebut juga melampaui target ekspor sebesar US$ 186,40 miliar. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan,  ditengah kondisi dunia yang sedang tidak stabil, industri manufaktur tetap agresif  untuk memperluas pasar ekspornya. "Untuk 2024, kami menargetkan US$ 193,4 miliar. Kami optimis segera tercapai," ungkap dia. Menperin menyebutkan, beberapa sektor yang menjadi penyumbang  paling besar terhadap capaian nilai ekspor industri manufaktur nasional, antara lain industri logam dasar, industri makanan, industri bahan kimia, industri kendaraan bermotor, trailer dan semitrailer, industri komputer kertas dan barang dari kertas. (Yetede)

Pemilu 2024 dan Arah Perekonomian Kita

KT3 16 Jan 2024 Kompas (H)

Pemilu biasanya berdampak positif bagi perekonomian melalui peningkatan konsumsi masyarakat dan lembaga nonprofit rumah tangga. Namun, di sisi lain, hajatan lima tahunan itu cenderung mengakibatkan penurunan investasi sehingga mendorong perlambatan ekonomi. Semakin tinggi ketidakpastian (politik), semakin besar koreksi investasi, dan semakin dalam pula risiko perlambatan ekonomi. Pemilu 2024, khususnya pemilihan presiden, tingkat ketidakpastiannya sangat tinggi. Ditambah situasi global yang makin rumit, investasi diperkirakan akan merosot tahun ini sehingga pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berpotensi terkoreksi. BI memperkirakan pertumbuhan tahun 2024 berkisar 4,5-5,3 %. Selain punya implikasi pada siklus ekonomi jangka pendek (cyclical effect), pemilu juga punya potensi memengaruhi situasi struktural jangka panjang (structural effect).

Untuk itu, diperlukan evaluasi kebijakan pembangunan selama ini serta identifikasi perbaikan kebijakan. Pemerintahan Presiden Jokowi selama dua periode sangat fokus pada pembangunan infrastruktur. Tentu saja arah kebijakan ini harus dilanjutkan dengan beberapa perbaikan. Pembangunan infrastruktur adalah syarat perlu bagi pembangunan ekonomi dan industri (hilirisasi). Namun, itu belum cukup. Masih diperlukan pilar kebijakan lain, terutama penguatan regulasi dan institusi serta pengembangan sumber daya manusia. Ketiganya harus dilakukan secara komprehensif dengan proporsi yang tepat. Merujuk studi Bappenas,faktor paling menghambat pembangunan ekonomi di Indonesia adalah regulasi dan kelembagaan.

Siapa pun presiden terpilih nanti perlu fokus pada aspek ini. Dengan demikian, terjadi penataan menyeluruh pada aspek tata kelola, proses kerja, serta koordinasi antara kementerian dan lembaga, ataupun koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan. Melalui perbaikan regulasi dan kelembagaan, anggaran pemerintah yang terbatas bisa lebih efektif dan efisien guna mendorong produktivitas perekonomian. Dengan begitu, pemilu tidak sekadar memengaruhi dinamika perekonomian jangka pendek, tetapi juga menentukan arah pembangunan jangka panjang. Pemerintah ke depan perlu mengakui keberhasilan pembangunan selama ini, tetapi juga harus berani memperbaiki berbagai hal mendasar yang perlu perubahan (Yoga)

Baja RI Tembus Pasar Kanada

KT1 16 Jan 2024 Investor Daily
Pada awal 2024, perusahaan baja PT Gunung Raja Paksi (GRP) melakukan pelepasan ekspor baja struktur sebanyak 1500 Metric Tons (MT) ke Kanada, dengan nilai sekitar US$ 2 juta. Selama 2023, GRP telah membukukan capaian ekspor sebesar US$ 25 miliar. Presiden Direktur GRP Fedaus menyampaikan, produk baja struktural yang diekspor GRP pada awal tahun ini untuk mendukung pembangunan proyek Yukon Bridge di Kanada. Dengan Weather Resistance Grade, produk ini mengandung penambahan nikel untuk ketahanan korosi, menjadikannya pilihan ideal untuk konstruksi jembatan dalam cuaca ekstrem," jelas Fedaus. Melalui ekspor baja struktural ini, lanjut Fedaus, GR berupaya untuk menciptakan prestasi baru dan memperkuat  posisi Indonesia di panggung global. (Yetede)

Arus Penanaman Modal Terganjal Pemilu

HR1 15 Jan 2024 Kontan

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan investasi per kapita negara-negara berkembang pada tahun 2023 dan 2024 melambat. Dalam laporan Global Economic Prospects edisi Januari 2024, Bank Dunia menghitung, rata-rata pertumbuhan investasi per kapita negara berkembang, termasuk Indonesia, pada tahun lalu dan tahun ini sebesar 3,7% year-on-year (yoy). Pertumbuhan itu hanya setengah dari performa rata-rata pertumbuhan dalam dua dekade sebelumnya. Padahal, Wakil Kepala Ekonom Bank Dunia Ayhan Kose mengungkapkan, investasi merupakan hal penting untuk digenjot oleh pemerintahan negara-negara berkembang. "Seperti, tingkat pendapatan yang akan melaju, tingkat kemiskinan bakal menurun lebih cepat dan pertumbuhan produktivitas akan meningkat empat kali lipat," terang Kose, dikutip Jumat (12/1). Selain itu, manfaat lainnya adalah penurunan inflasi, posisi fiskal dan ketahanan eksternal yang kian kuat, serta akses masyarakat terhadap internet akan tumbuh pesat. Peningkatan investasi juga memiliki potensi untuk mentransformasi negara berkembang dan membantu mempercepat transisi energi, termasuk mencapai berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Untuk menggenjot investasi, Kose mengimbau negara berkembang menempuh beberapa hal. Misalnya, meningkatkan kerangka fiskal dan moneter secara komprehensif, memperluas perdagangan lintas negara dan arus keuangan, memperbaiki iklim investasi, serta memperkuat kualitas kelembagaan. Mengacu data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diunduh kemarin (nswi.bkpm.go.id), nilai investasi langsung dari luar negeri (FDI) yang masuk Indonesia pada 2023 mencapai US$ 37,81 miliar. Angka ini turun 17% dibandingkan 2022 senilai US$ 45,60 miliar. Namun dalam lima tahun terakhir, investasi asing tahun lalu sudah tumbuh 34%. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, tahun 2024 menjadi tahun menantang bagi prospek pertumbuhan investasi di Indonesia. "Tantangan terutama karena ketidakpastian berlanjut, yang bersumber dari era suku bunga tinggi," terang dia, Sabtu (13/1). Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menambahkan, masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah Indonesia terkait investasi. Dia menilai adanya investasi asing yang masuk belum mendorong penciptaan nilai tambah. "Investor cenderung wait and see, setidaknya sampai pemimpin baru sudah menjabat dan kebijakan berjalan," kata dia.

Ngerem Ekspansi di Tahun Politik

HR1 15 Jan 2024 Kontan
Tahun politik menjadi salah satu sentimen yang bisa mempengaruhi bisnis. Para emiten bakal selektif menggelontorkan belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini. Kenji Putera Tjahaja, Head of Business Development FAC Sekuritas Indonesia menilai, tahun politik menjadi salah satu faktor utama emiten dalam menentukan strategi dan kebijakan bisnis. Khususnya emiten yang  sensitif terhadap kebijakan pemerintah. Misalnya properti dan infrastruktur. "Wajar, emiten sektor ini tidak terlalu besar anggarkan capex tahun ini," kata Kenji kepada KONTAN, Minggu (14/1). Tercatat ada emiten menurunkan belanja modal. PT United Tractors Tbk (UNTR) misalnya. Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis menyatakan capex tahun ini turun sedikit menjadi sekitar US$ 1 miliar dari sebelumnya US$ 1,2 miliar di 2023. Sedangkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyiapkan belanja modal tahun ini sama dengan tahun lalu sebesar US$ 80 juta. Belanja modal akan didanai kas internal anak perusahaan BUMI. Tahun ini, BUMI berencana memproduksi 80 juta ton batubara. Adapun anggaran belanja modal PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni Rp 400 miliar. AKRA akan menggunakan belanja modal  untuk keperluan tangki penyimpanan, armada kapal dan truk, hingga ekspansi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) BP AKR. Direktur dan Sekretaris Perusahaan AKRA, Suresh Vembu menyebut, BP AKR berencana membuka 50 SPBU baru tahun ini.  Maka, AKRA membidik pertumbuhan laba bersih 12% hingga 15% tahun ini. Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri, Suryandi mengatakan, mayoritas dari capex yang mencapai US$ 300 juta untuk pembangunan pabrik chlor-alkali dan ethylene dichloride (pabrik CA-EDC) terintegrasi. Saat pabrik ini rampung diharapkan bisa berkontribusi positif terhadap margin TPIA.

Harapan Ekonomi 2024

KT3 04 Jan 2024 Kompas

Ditengah tahun politik yang memunculkan kegamangan, sentimen pasar modal Indonesia justru sangat positif, dengan prospek kinerja bursa di 2024 diprediksi terus membaik. Wapres Ma’ruf Amin saat pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2024, Selasa (2/1/2024), mengungkapkan optimismenya terhadap prospek pasar saham di Indonesia di 2024. Membaiknya stabilitas perekonomian di tingkat global ikut memicu optimisme tersebut. Optimisme di 2024 melanjutkan kinerja cemerlang di 2023. Pasar modal Indonesia mencatat rekor dalam penghimpunan dana, kapitalisasi pasar, dan penawaran umum perdana. Menjadikannya salah satu bursa dengan kinerja terbaik di dunia (Kompas, 3/1/2024). Apa yang terjadi di bursa pada dasarnya cerminan kondisi ekonomi secara keseluruhan. Resiliensi bursa di tengah krisis ekonomi global tiga tahun terakhir juga terjadi pada perekonomian.

Pemerintah dan BI meyakini, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh di atas 5 % di 2024 kendati Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat, sejalan dengan potensi perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas dunia. Pemilu diyakini akan menggenjot perekonomian. Pencairan subsidi sosial masif selama pemilu diharap membantu memulihkan daya beli masyarakat bawah. Kita diingatkan untuk tetap waspada mengingat masih tingginya ketidakpastian.

Krisis global belum sepenuhnya berlalu. Walau tekanan inflasi global mulai terkendali dan era suku bunga tinggi segera berakhir. Penyebab disrupsi rantai pasok global yang memicu krisis energi dan pangan serta melambungkan inflasi dunia juga sudah mereda. Surplus neraca perdagangan dua tahun terakhir terbukti menjadi penopang penting ketahanan eksternal perekonomian kita. Namun, dengan melambatnya ekonomi dunia yang berakibat pada penurunan harga komoditas dan pelemahan ekspor, ekonomi kita juga tertekan. Semua itu harus diantisipasi guna meminimalkan potensi dampak di dalam negeri. (Yoga)

Euforia Menyambut Tahun Baru Geliatkan Ekonomi

KT3 30 Dec 2023 Kompas (H)

Semarak masyarakat menyambut pergantian tahun menunjukkan geliat perekonomian di Tanah Air. Pemerintah pun menyiapkan sejumlah langkah untuk melancarkan perayaan Tahun Baru 2024. Tingginya antusiasme publik, terekam di kawasan Monas, DKI Jakarta, Jumat (29/12). Di sana, sejumlah warga menyaksikan 11 pikap yang dihias beragam karakter kekayaan intelektual karya anak bangsa. Misalnya, karakter Sayuti Koboi Betawi, maskot Jakarta-JeKaTe, Si Juki, Si Unyil, dan Sri Asih. Mobil itu bakal ditampilkan dalam parade bertajuk ”Jakarnaval” saat malam pergantian tahun, Minggu (31/12). Parade itu bagian dari Malam Muda Mudi, Jakarta Kota Global.

Selain pengunjung, pedagang di sekitar Monas juga antusias menyambut pergantian tahun, Umairoh (35), pedagang di Lenggang Jakarta, misalnya, mengaku bisa meraup uang Rp 1 juta dari hasil berjualan telur gulung di Monas. ”Alhamdulillah beberapa minggu ini pembelinya banyak. Monas sedang ramai pengunjung selama masa liburan,” ucap perantau asal Madura, Jatim, ini. Geliat ekonomi menjelang pergantian tahun juga tampak dalam Big Bang Festival di Jakarta International Expo Kemayoran. Ajang cuci gudang aneka produk dengan harga murah ini berlangsung sejak 22 Desember 2023 hingga Senin (1/1). Okta Wibisono (26), pendiri Baper Store (salah satu tenant yang berpartisipasi), mengaku bisa menjual 400-500 pasang sepatu setiap hari. ”(Omzet) hampir tembus Rp 150 juta sehari. Kalau biasa paling satu hari Rp 10 juta-Rp 15 juta digabung dari dua toko,” ujarnya.

Tri Septiadi (28), kepala toko mainan milik PT Agata Promar yang juga terlibat di festival itu, menyebut pendapatannya mencapai Rp 50 juta sehari. Ia menargetkan selama 11 hari cuci gudang bisa meraup Rp 1 miliar. Kemeriahan pergantian tahun juga terlihat di sejumlah hotel di Jakarta. Director of Marketing Services The Langham Jakarta Malinda Yasmin mengatakan, pemesanan kamar di hotelnya mendekati 90 %. Ia optimistis okupansi hotel saat malam Tahun Baru menyentuh 100 %. Tingginya okupansi hotel juga dirasakan Raffles Hotel. ”Untuk tingkat hunian hotel selama 31 Desember 2023-1 Januari 2024 sudah 91 %,” kata Mirah Marhaendra, Director of Marketing Communications Raffles Jakarta. (Yoga)

Sektor Riil Jadi Daya Ungkit

KT3 29 Dec 2023 Kompas

Kebijakan tepat untuk menggerakkan sektor riil pada 2024 menjadi kunci menggairahkan konsumsi masyarakat yang tahun ini melemah. Pemerintahan dituntut untuk dapat merespons dengan cepat berbagai siklus krisis global dan domestik yang diprediksi masih akan terjadi beberapa tahun ke depan. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani berharap di tahun 2024 transisi pemerintahan dapat berjalan mulus. Pasalnya, kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun kedepan diharapkan bisa adaptif untuk mengakomodasi dinamika perekonomian ke depan. Tahun ini berbagai dinamika dan krisis, baik di sektor ekonomi maupun politik global, telah berdampak terhadap pelemahan aktivitas konsumsi dan sektor riil, yang imbasnya turut menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai krisis, lanjut Aviliani, masih akan terjadi di tahun 2024 dan 2025.

”Untuk merespons berbagai krisis ke depan seharusnya tak perlu menunggu undang-undang. Karena siklus krisis ke  depannya akan semakin pendek dan dinamis. Regulator harus membuat kebijakan lebih cepat dan fleksibel,” ujarnya dalam ”Diskusi Ekonom Perempuan Indef” yang berlangsung secara daring, Kamis (28/12). Geliat sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja menjadi syarat utama pertumbuhan konsumsi masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan moneter, fiskal, dan perbankan harus berjalan bersama-sama untuk menopang setiap aktivitas di sektor riil. Berbagai insentif fiskal perlu diarahkan dan dipertajam sesuai sasaran kebutuhan sektor riil. Di sisi lain, kebijakan moneter dan perbankan diharapkan bisa bergerak secara fleksibel untuk meningkatkan akses keuangan dari sektor-sektor penyerap tenaga kerja. (Yoga)