;
Tags

Ekonomi Internasional

( 642 )

China Ingin Memperbaiki Hubungan dengan AS

KT1 08 Nov 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah China akan mengedepankan pentingnya kerja sama perdagangan yang lebih besar dengan Amerika Serikat (AS), di tengah ancaman kenaikan tarif impor  setelah terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS. "Pihak China bersedia, atas dasar saling menghormati, hidup berdampingan secara damai dan kerja sama yang saling menguntungkan, untuk meningkatkan komunikasi dengan AS, memeprluas kerja sama dan menyelesaikan perbedaan," ujar Juru Bicara Kementerian Perdagangan China He Yongqian. Dalam kesempatan itu, He juga menanggapi pertanyaan  tentang pandangan dan rencana tindakan balasan dari China, mengingat potensi kenaikan tarif AS dan pembatasan teknologi canggih.

"Bersama-sama (kita dapat) mendorong hubungan ekonomi dan perdaganagn China-AS ke arah yang stabil sehat, dan berkelanjutan, demi kepentingan kedua negara dan dunia," tambah dia. Komentar itu senada dengan yang disampaikan Presiden Xi Jinping saat menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Trump. Pada pesan tersebut, ia menyisipkan catatan penting manfaat kerja sama bilateral. "Sejarah mencatat bahwa kedua negara akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan menuai kerugian dari konfronstasi. Hubungan China-AS dengan pembangunan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan akan melayani kepentingan bersama kedua negara serta memenuhi harapan masyarakat internasional" kata Xi. (Yetede)

Kemenangan Trump Tantang Kekuatan Rupiah

HR1 08 Nov 2024 Kontan
Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024 menambah tantangan bagi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski begitu, BI masih memiliki cadangan devisa yang cukup kuat untuk mendukung stabilitas ekonomi. Pada akhir Oktober 2024, cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 151,2 miliar, naik dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, cadangan devisa ini mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas sistem keuangan.

Namun, tantangan global makin meningkat. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menjelaskan bahwa ketidakpastian global setelah kemenangan Trump memicu sentimen risk-off, yang berpotensi membatasi arus modal masuk. Selain itu, kebijakan proteksionisme Trump dapat memicu perang dagang dan perang mata uang baru, yang menyebabkan inflasi AS meningkat. Kondisi ini kemungkinan besar akan membuat Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya, meningkatkan daya tarik aset dolar AS, serta mendorong pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Saat ini, nilai tukar rupiah berada di Rp 15.840 per dolar AS, posisi terendah dalam tiga bulan terakhir.

Josua juga mencatat bahwa agenda pemotongan pajak Trump dapat memperlebar defisit fiskal AS, meningkatkan imbal hasil US Treasury, dan memperkuat dolar AS. Meski begitu, Josua optimistis BI dapat menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan pasar valas dan nilai tukar rupiah. Ia memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan berada di kisaran US$ 148 miliar–US$ 153 miliar pada akhir 2024, lebih tinggi dibandingkan akhir 2023 sebesar US$ 146,38 miliar.

Pandangan serupa diutarakan oleh Myrdal Gunarti, Global Markets Economist Maybank Indonesia, yang memprediksi cadangan devisa Indonesia dapat naik hingga US$ 3,6 miliar pada akhir tahun ini. Peningkatan tersebut didorong oleh masuknya modal asing ke pasar keuangan, tren penurunan suku bunga global, surplus neraca dagang yang konsisten, serta kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam yang lebih intensif.

Sektor Energi Terimbas Efek Trump

HR1 08 Nov 2024 Kontan
Saham sektor energi dan tambang mineral logam di sektor barang baku menghadapi tekanan signifikan, seperti tercermin dari koreksi indeks sektor energi sebesar 0,91% ke 2.681,44 dan indeks sektor barang baku yang anjlok 3,47% ke 1.340,66 pada Kamis (7/11). Penurunan ini turut membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang melemah 1,90% ke level 7.243,86. Analis menilai volatilitas ini dipengaruhi oleh sentimen global, terutama kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Miftahul Khaer, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, mencatat bahwa volatilitas saham berbasis komoditas dipengaruhi oleh perubahan harga emas dan respons pasar terhadap kebijakan Trump. Muhamad Heru Mustofa, Research Analyst Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa kemenangan Trump mendorong investor untuk beralih dari aset safe haven seperti emas ke instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi, yang menyebabkan penurunan harga emas ke level US$ 2.670 per ons troi. Produksi minyak AS yang meningkat dan stabilisasi pasokan global juga memberikan tekanan pada harga minyak dan gas. Harga batubara melandai akibat produksi China, namun berpotensi naik karena permintaan musim dingin dan kebijakan Trump yang mendukung energi berbasis fosil.

Ayu Dian dari Reliance Sekuritas menilai kebijakan Trump yang pro-energi fosil dapat menjadi katalis positif bagi sektor energi. Emil Fajrizki dari Stocknow.id menyarankan strategi trading saham dengan rekomendasi beli saham MDKA dan ADRO, sementara investor diminta untuk menunggu momentum pada saham seperti TINS. Heru Mustofa merekomendasikan buy on support untuk MDKA dan ANTM, tetapi menyarankan wait and see untuk saham INCO dan INDY. Miftahul Khaer mengusulkan trading buy untuk ANTM dan UNTR, serta wait and see untuk saham seperti MDKA dan ITMG.

Kekhawatiran Pasar Terhadap Pemilu AS

HR1 06 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 2,46% sepanjang pekan lalu, dipengaruhi oleh keluarnya dana asing yang cukup besar dari pasar saham Indonesia. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa pemodal asing mencatatkan jual bersih senilai Rp2,65 triliun antara 28 Oktober hingga 1 November 2024, yang turut memperburuk aliran dana keluar yang telah mencapai Rp12,58 triliun sepanjang bulan Oktober. Meskipun demikian, IHSG masih menunjukkan ketahanan atau resiliensi, meskipun pergerakannya fluktuatif.

Tantangan selanjutnya datang dari ketidakpastian politik global, khususnya terkait dengan Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat yang semakin mendekati hasil akhirnya. Pasar cenderung merespons negatif terhadap ketidakpastian ini, terutama jika hasil pemilu memunculkan ketegangan atau kemenangan tipis antara kandidat Kamala Harris dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik. Situasi politik yang tidak stabil dapat meningkatkan volatilitas pasar saham global, termasuk di Indonesia.

Perekonomian Indonesia, meskipun dipengaruhi oleh dinamika global, harus tetap fokus pada penguatan fundamental ekonomi domestik agar dapat meningkatkan resiliensi pasar modal di dalam negeri. Meskipun ada risiko yang terkait dengan kebijakan ekonomi yang berbeda antara kedua calon presiden AS, stabilitas politik dan kebijakan ekonomi yang pro-pasar menjadi faktor yang sangat ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus memantau perkembangan ini dan memperkuat daya tahan ekonomi untuk menghadapi ketidakpastian global.


Prabowo Ingin Indonesia Gabung Blok Ekonomi BRICS

KT1 30 Oct 2024 Tempo

PRESIDEN Prabowo Subianto ingin Indonesia bergabung ke blok ekonomi BRICS. Menurut dia, langkah tersebut dapat menunjukkan Indonesia berada di semua keanggotaan dunia dan tidak condong pada blok tertentu. "Supaya kita baik di semua tempat," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Oktober 2024. BRICS adalah organisasi yang dipelopori lima negara, yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, pada 2009. Organisasi ini sering disebut sebagai aliansi negara "non-Barat". Sebab, salah satu visi aliansi ini adalah mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, dan politik di antara anggotanya untuk menghadapi dominasi negara maju di kancah global. Prabowo yakin keanggotaan Indonesia dalam BRICS bakal memperluas kemitraan secara global. Ia merujuk pada pertumbuhan ekonomi negara-negara yang sudah bergabung dengan BRICS. 

Adapun hingga saat ini sudah ada sepuluh negara yang menjadi anggota BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Data menunjukkan proporsi ekonomi negara BRICS meningkat cukup tajam. Pada 1990, proporsi ekonomi negara BRICS terhadap perekonomian global hanya 15,66 persen. Sedangkan pada 2022, proporsinya naik menjadi 32 persen. Secara akumulasi, populasi penduduk BRICS mencakup 43 persen populasi dunia. Badan Pusat Statistik mencatat ekspor nonmigas pada September 2024 terbesar adalah ke Cina dengan nilai US$ 5,35 miliar atau sekitar 25,56 persen dari total ekspor nonmigas. Selain itu, negara anggota BRICS lain yang menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah India. Pada Juli 2024, misalnya, nilai ekspor ke India mencapai US$ 1,84 miliar, setelah Cina dengan US$ 4,65 miliar dan Amerika Serikat sebesar US$ 1,97 miliar. (Yetede)

Trump VC Harris: Tidak Akan Terlalu Berdampak Signifikan pada Ekonomi Indonesia

KT1 26 Oct 2024 Investor Daily (H)

Hasil pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2024 diyakini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi geopolitik ke depan. Namun, demikian seberapa besar kondisi tersebut akan beradampak terhadap perekonomian Indonesia, itu sangat ditentukan oleh resilen.  fundamental ekonomi nasional, efisiensi dan daya saing iklim usaha nasional, serta kemampuan respons kebijakan ekonomi makro, fiskal, maupun moneter nasional. Apalagi, secara historis, pergantian Presiden AS juga dinilai tidak memberikan banyak dampak terhadap aktivitas ekonomi Indonesia dan AS. "Kalau kita lihat dalam parameter pertumbuhan ekspor Indonesia ke AS dan pertumbuhan investasi AS di Indonesia, selama ini juga tidak berubah signifikan antara era Trumph dan era Biden," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani kepada Investor Daily. Ia menyampaikan hal itu seputar dampak hasil pilpres di AS yang akan digelar 5 November mendatang, baik ketika dimenangkan oleh Donald Trumph  yang merupakan kandidat dari Partai Republik maupun  Kamala Harris yang adalah kandidat  Partai Demokrat , terhadap perekonomian Indonesia. "Keduanya (ekspor dan investasi) hanya menciptakan pertumbuhan aktivitas  ekonomi bilateral secara modest, kurang lebih 5-10% per tahun," ucap Shinta. 

Pertumbuhan Rendah dan Utang Menumpuk Bebani EKonomi Global

KT1 19 Oct 2024 Investor Daily

Direktur pelaksana Dana  Moneter  Internasional atau IMF Kristalina Georgieva mengingatkan bahwa pertumbuhan yang rendah dan utang yang menumpuk masih menjadi hambatan utama bagi perekonomian global. Meskipun ada kemajuan cukup siginfikan dalam pemulihan eknomi global, tapi pemerintah  dibanyak negara telah menjadi terlalu terbiasa untuk berhutang. Hal tersebut diperparah dengan pertumbuhan rendah hingga beban pembayaran utang menjadi semakin berat. "Belum waktunya untuk merayakannya (kemajuan dalam pemulihan ekonomi global). Ketika kita melihat tantangan-tantangannya yang ada di depan kita, tantangan terbesar adalah pertumbuhan yang rendah dan utang yang tinggi. 

Di sinilah kita bisa dan harus melakukan yang lebih baik," ujar Georgieva. Terlepas pujian Georgieva terhadap kinerja bank-bank sentral utama dalam  meredam inflasi, ia mencatat bahwa pencapaian-pencapaian tersebut belum bersifat universal. Karena beberapa negara masih terus dengan kenaikan harga-harga. Termasuk perjuangannya untuk mengatasi dampaknya dalam kehidupan sosial maupun politik maing-masing. "Negara-negara ekonomi besar telah berhasil dengan sangat baik tapi ada beberapa negara di dunia yang tingkat inflasinya masih menjadi masalah. Dampak dari kenaikan harga-harga masih ada dan ini membuat orang di banyak negara  itu merasa keadaan  lebih buruk dan marah," kata dia. (Yetede)

Menekan Ketimpangan dan Kebocoran

KT3 12 Oct 2024 Kompas
Sistem ekonomi dibenahi untuk menekan ketimpangan dan kebocoran. Ketimpangan bukan hanya soal pendapatan, melainkan juga akses informasi dan layanan. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin digambarkan dalam film Parasite yang disutradarai Bong Joon-ho. Di film peraih Piala Oscar untuk kategori Film Terbaik dalam ajang Academy Awards 2020 itu, kehidupan keluarga kaya di Korea Selatan yang sangat nyaman disandingkan dengan keluarga miskin yang berjuang keras, tetapi juga manipulatif. Dalam jurnalnya, ekonom Lucas Chancel dan Thomas Piketty menyebutkan, ketimpangan pendapatan global selalu sangat besar. Hal ini merefleksikan sistem ekonomi dunia yang hierarkis berlangsung terus-menerus. Di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, 10 persen masyarakat ekonomi teratas menguasai 41 persen total pendapatan pada 2020. Sebaliknya, 50 persen masyarakat ekonomi terbawah hanya menguasai 16 persen total pendapatan.

Joseph E Stiglitz, penerima penghargaan Nobel Ekonomi, berpendapat, teori trickle-down economics atau ekonomi yang menetes ke bawah, yakni pemberian insentif yang menguntungkan kelompok ekonomi atas akan mengalir ke masyarakat ekonomi bawah, sudah kuno dan tidak relevan. Ia justru menyarankan trickle-up economics atau mengalir ke atas dengan cara memberi bantuan masyarakat bawah sehingga semua akan mendapat manfaatnya. Kebijakan serupa adalah membantu kelompok masyarakat menengah, yang manfaatnya akan dirasakan kelompok di atas dan di bawahnya. Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan mengurangi ketimpangan, diperlukan sistem dan kebijakan ekonomi dalam skala luas Presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan akan membenahi sistem ekonomi yang selama ini memicu ketimpangan dan kebocoran ekonomi di Indonesia (Kompas.id,10/10/2024).

Langkah yang direncanakan antara lain menyalurkan subsidi secara tepat sasaran, yakni langsung ketangan orang yang membutuhkan. Kebocoran ekonomi akan ditangani, di antaranya, dengan memperbaiki sistem ekonomi, peradilan, hingga pendidikan secara menyeluruh. Subsidi semestinya diberikan kepada yang memerlukan bantuan. Saat ini masih ada subsidi yang sebenarnya untuk masyarakat miskin, tetapi dinikmati masyarakat yang tak layak dibantu, seperti elpiji dalam tabung ukuran 3 kilogram. Data yang tepat dan niat baik merupakan kunci pemberian subsidi tepat sasaran. Data diperbarui setiap saat agar sesuai dengan kondisi terkini. Adapun niat baik berupa kesadaran untuk tidak mengambil bantuan yang bukan haknya. Seiring dengan itu, kebocoran penerimaan segera ditambal. Celah sekecil apa pun harus disumbat. Perbaiki sistem agar lebih transparan dan meniadakan transaksi di bawah meja. Setiap biaya mesti dapat dipertanggungjawabkan. Sistem yang transparan akan mendorong biaya lebih efisien. Bagi perusahaan, efisiensi akan menopang perbaikan kinerja sehingga pekerja bisa lebih sejahtera. (Yoga)

Upaya Meningkatkan Perdagangan di Tengah Tantangan Global

HR1 10 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Kinerja perdagangan Indonesia menghadapi tantangan besar akibat perang dagang dan restriksi impor dari 19 negara, yang membuat volume perdagangan global menyusut. Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Mardyana Listyowati, menyatakan bahwa pemerintah berupaya memperluas pasar melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA) untuk menurunkan hambatan tarif dan nontarif serta meningkatkan daya saing produk Indonesia. Mardyana optimis kinerja ekspor Indonesia bisa tetap positif dengan upaya FTA dan pengakuan standar bersama (MRA).

Presiden Joko Widodo juga optimis bahwa meski banyak negara melakukan restriksi dan inflasi global tinggi, Indonesia tetap memiliki peluang meningkatkan ekspor. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendukung optimisme ini, mencatat bahwa ajang seperti Trade Expo Indonesia (TEI) telah berhasil meningkatkan transaksi perdagangan hingga USD 30,5 miliar pada 2023, dibandingkan dengan USD 1,42 miliar pada 2014.

Ajib Hamdani dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti pentingnya dua langkah utama: meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor melalui hilirisasi dan memperluas pasar melalui diplomasi ekonomi. Yusuf Rendy Manilet dari Center of Reform on Economic (Core) menyarankan pengembangan pasar di Afrika Utara dan Pakistan, mengingat potensi demografis dan prospek ekonomi di negara-negara ini. Namun, Yusuf juga mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam perjanjian perdagangan dengan China, yang tidak selalu memberikan keuntungan bagi Indonesia.

India dan Indonesia Perkuat Kerja Sama di KEK Kesehatan

HR1 09 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam menjadi landasan baru kolaborasi investasi antara Indonesia dan India, terutama melalui penanaman modal oleh Apollo Hospitals India dan Mayapada Group. Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan rumah sakit internasional di kawasan tersebut dan berharap lebih banyak investor India berpartisipasi di Batam. Plh. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purwiyanto, mengonfirmasi bahwa diskusi mencakup rencana kerja sama di bidang pendidikan, tenaga medis, dan pembangunan fasilitas olahraga seperti lapangan kriket.

Presiden Joko Widodo menetapkan KEK ini melalui PP No. 39/2024, dengan luas 47,17 hektare di Sekupang dan Nongsa. KEK ini menargetkan investasi sebesar Rp6,91 triliun hingga 2032 dan diharapkan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja. Irfan Syakir Widiasa dari BP Batam optimis target ini dapat tercapai, terutama karena lahan telah tersedia untuk pengembangan. President Commissioner Mayapada Healthcare, Johanes Tahir, menegaskan komitmen Mayapada untuk melanjutkan proyek rumah sakit internasional berstandar tinggi yang dapat menarik wisatawan, dengan target awal investasi Rp3,3 triliun dan penciptaan hampir 20.000 lapangan pekerjaan dalam lima tahun pertama.