;
Tags

Ekonomi Internasional

( 635 )

Optimistis Ditengah Gejolak Ekonomi Global

KT1 30 Nov 2024 Investor Daily (H)
Kondisi global diprediksi masih menghadapi gejolak,  menyusul kebijakan Donald Trump yang diperkirakan akan menjalankan kebijakan yang akan berdampak pada tarif tinggi, perang dagang, ketegangan geopolitik, hingga disrupsi rantai pasok dagang. Namun demikian, kondisi Indonesia diyakini masih memiliki sejumlah kondisi positif. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pada tahun 2025 ada lima tantangan yang dihadapi perekonomian dunia. Pertama, yaitu terjadinya slower and  divergent growth dimana pertumbuhan ekonomi dunia menurun pada 2025 dan 2026. Kedua, yaitu kondisi reemergence of inflation pressure, dimana terjadi penurunan inflasi dunia akan melambat bahkan berisiko naik pada tahun 2026. Ketiga, yaitu terjadinya ketidakpastian suku bunga  The Fed diperkirakan akan menurun, menjadi lebih rendah tetapi yield US treasure akan naik tinggi menjadi 4,7% pada tahun 2025 dan 2026. Keempat, yaitu terjadinya penguatan mata uang dolar AS. Perry mengatakan indeks dolar Amerika menguat dari 101 ke 107. Kelima, yaitu muncul anggapan  investor asing untuk menanamkan modal di AS. Persepsi tersebut, menyebabkan  modal asing keluar dari negara berkembang dan kembali ke AS lantaran tingginya  suku  bunga dan kuatnya dolar. (Yetede)

Pasar dan Kinerja Perbankan Pasca Kemenangan Trump

HR1 28 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang berlangsung pada awal November 2024 menunjukkan kemenangan Donald Trump dari Partai Republik yang mengungguli pesaingnya, Kamala Harris dari Partai Demokrat. Kemenangan Trump diprediksi akan membawa perubahan signifikan dalam kebijakan ekonomi AS, dengan penekanan pada prioritas ekonomi domestik, seperti peningkatan investasi dalam negeri, kenaikan bea impor, dan pemotongan pajak korporasi. Kebijakan ekonomi yang sering disebut sebagai Trump 2.0 ini, dengan fokus pada pajak dan tarif impor yang lebih tinggi, diperkirakan akan mempengaruhi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui arus dana yang keluar dan dampaknya pada suku bunga global.

Kebijakan Trump yang kemungkinan akan menahan penurunan suku bunga The Fed dapat mendorong Bank Indonesia untuk menyesuaikan suku bunga dalam rangka mempertahankan stabilitas ekonomi domestik, menghindari keluarnya modal, dan menarik arus investasi asing. Dalam konteks ini, meskipun kinerja perbankan nasional Indonesia, seperti yang terlihat pada laporan keuangan kuartal III 2024 dari bank-bank besar seperti BRI, Mandiri, BCA, dan BNI, menunjukkan pertumbuhan laba yang positif, saham-saham perbankan mengalami penurunan harga. Hal ini mencerminkan adanya arus keluar dari pasar modal Indonesia yang harus menjadi perhatian serius bagi pemangku kepentingan pasar modal di Indonesia.

Selain itu, meskipun sektor perbankan Indonesia relatif resilien terhadap gejolak global, tantangan tetap ada, seperti kenaikan harga minyak dan inflasi, yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan kinerja industri keuangan. Pemerintah Indonesia perlu melakukan langkah-langkah strategis, seperti evaluasi kebijakan suku bunga dan memastikan anggaran belanja negara difokuskan untuk kegiatan produktif yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya beli masyarakat. Peningkatan PPN yang diiringi dengan penurunan daya beli juga harus menjadi perhatian pemerintah agar tidak semakin menekan perekonomian domestik.

Secara keseluruhan, kebijakan ekonomi yang tepat dan responsif dari pemerintah Indonesia, serta kebijakan fiskal yang mendukung daya saing ekonomi domestik, akan sangat krusial dalam mengatasi tantangan ekonomi yang datang baik dari dalam negeri maupun faktor eksternal, seperti dampak dari kebijakan ekonomi Trump dan gejolak geopolitik global.


Ruang BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menyempit Akibat Perkembangan Geopolitik dan Ekonomi Global

KT3 21 Nov 2024 Kompas

Di tengah terjaganya laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik, ruang BI memangkas suku bunga acuan justru kian menyempit akibat perkembangan geopolitik dan ekonomi global yang dinamis. Kebijakan ini berpotensi membuat beban kredit masyarakat, seperti kredit kendaraan, tidak berubah. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, dinamika global berubah cepat seiring hasil pemilu AS, fragmentasi perdagangan, dan perkembangan geopolitik. Perkembangan politik AS diperkirakan menuju ke arah strategi ekonomi berorientasi domestik dan kebijakan fiskal ekspansif. Kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan penurunan laju inflasi AS makin sulit, ditambah indeks USD terhadap seluruh mata uang menguat seiring meningkatnya imbal hasil obligasi Pemerintah AS akibat kebutuhan pembiayaan defisit fiscal yang lebih besar.

Sementara, fundamental ekonomi domestik masih terjaga, tecermin dari inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober 2024 yang tercatat 1,71 % secara tahunan atau berada dalam kisaran target 1,5-3,5 %. Di sisi lain, ekonomi nasional pada triwulan III-2024 tumbuh 4,95 % secara tahunan dan diperkirakan tumbuh 4,7-5,5 % pada 2024. ”Jadi, masih terbuka (ruang penurunan suku bunga), tetapi tentu saja akan sangat bergantung pada situasi tadi (perkembangan ekonomi global dan domestik). Ruangnya (penurunan) yang dulu agak lebar sekarang lebih terbatas,” kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI November 2024, di Jakarta, Rabu (20/11). Karena itu, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6 %, sebagai langkah memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari rambatan dampak ketidakpastian geopolitik dan perekonomian global. (Yoga)


KUNJUNGAN KERJA Presiden Siap Hadiri KTT G20 Brasil

HR1 18 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, bersiap untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung pada 18-19 November 2024 di Rio de Janeiro, Brasil. Prabowo tiba bersama rombongan di Pangkalan Militer Angkatan Udara Galeão pada 16 November dan disambut oleh sejumlah pejabat Brasil, termasuk Duta Besar Brasil untuk Indonesia, George Monteiro Prata. Setelah itu, Prabowo dan rombongan menuju Hotel Hilton Rio de Janeiro, di mana ia juga disambut oleh sejumlah pejabat Indonesia, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala BIN Muhammad Herindra. Di hotel, Prabowo disambut hangat oleh diaspora Indonesia yang tinggal di Brasil. KTT G20 dihadiri oleh delegasi dari 21 negara anggota G20 serta sejumlah negara non-anggota yang diundang, mencakup negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, India, Rusia, dan negara-negara lainnya, dengan Brasil sebagai tuan rumah acara tersebut.


China Ingin Memperbaiki Hubungan dengan AS

KT1 08 Nov 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah China akan mengedepankan pentingnya kerja sama perdagangan yang lebih besar dengan Amerika Serikat (AS), di tengah ancaman kenaikan tarif impor  setelah terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS. "Pihak China bersedia, atas dasar saling menghormati, hidup berdampingan secara damai dan kerja sama yang saling menguntungkan, untuk meningkatkan komunikasi dengan AS, memeprluas kerja sama dan menyelesaikan perbedaan," ujar Juru Bicara Kementerian Perdagangan China He Yongqian. Dalam kesempatan itu, He juga menanggapi pertanyaan  tentang pandangan dan rencana tindakan balasan dari China, mengingat potensi kenaikan tarif AS dan pembatasan teknologi canggih.

"Bersama-sama (kita dapat) mendorong hubungan ekonomi dan perdaganagn China-AS ke arah yang stabil sehat, dan berkelanjutan, demi kepentingan kedua negara dan dunia," tambah dia. Komentar itu senada dengan yang disampaikan Presiden Xi Jinping saat menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Trump. Pada pesan tersebut, ia menyisipkan catatan penting manfaat kerja sama bilateral. "Sejarah mencatat bahwa kedua negara akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan menuai kerugian dari konfronstasi. Hubungan China-AS dengan pembangunan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan akan melayani kepentingan bersama kedua negara serta memenuhi harapan masyarakat internasional" kata Xi. (Yetede)

Kemenangan Trump Tantang Kekuatan Rupiah

HR1 08 Nov 2024 Kontan
Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024 menambah tantangan bagi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski begitu, BI masih memiliki cadangan devisa yang cukup kuat untuk mendukung stabilitas ekonomi. Pada akhir Oktober 2024, cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 151,2 miliar, naik dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, cadangan devisa ini mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas sistem keuangan.

Namun, tantangan global makin meningkat. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menjelaskan bahwa ketidakpastian global setelah kemenangan Trump memicu sentimen risk-off, yang berpotensi membatasi arus modal masuk. Selain itu, kebijakan proteksionisme Trump dapat memicu perang dagang dan perang mata uang baru, yang menyebabkan inflasi AS meningkat. Kondisi ini kemungkinan besar akan membuat Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya, meningkatkan daya tarik aset dolar AS, serta mendorong pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Saat ini, nilai tukar rupiah berada di Rp 15.840 per dolar AS, posisi terendah dalam tiga bulan terakhir.

Josua juga mencatat bahwa agenda pemotongan pajak Trump dapat memperlebar defisit fiskal AS, meningkatkan imbal hasil US Treasury, dan memperkuat dolar AS. Meski begitu, Josua optimistis BI dapat menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan pasar valas dan nilai tukar rupiah. Ia memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan berada di kisaran US$ 148 miliar–US$ 153 miliar pada akhir 2024, lebih tinggi dibandingkan akhir 2023 sebesar US$ 146,38 miliar.

Pandangan serupa diutarakan oleh Myrdal Gunarti, Global Markets Economist Maybank Indonesia, yang memprediksi cadangan devisa Indonesia dapat naik hingga US$ 3,6 miliar pada akhir tahun ini. Peningkatan tersebut didorong oleh masuknya modal asing ke pasar keuangan, tren penurunan suku bunga global, surplus neraca dagang yang konsisten, serta kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam yang lebih intensif.

Sektor Energi Terimbas Efek Trump

HR1 08 Nov 2024 Kontan
Saham sektor energi dan tambang mineral logam di sektor barang baku menghadapi tekanan signifikan, seperti tercermin dari koreksi indeks sektor energi sebesar 0,91% ke 2.681,44 dan indeks sektor barang baku yang anjlok 3,47% ke 1.340,66 pada Kamis (7/11). Penurunan ini turut membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang melemah 1,90% ke level 7.243,86. Analis menilai volatilitas ini dipengaruhi oleh sentimen global, terutama kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Miftahul Khaer, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, mencatat bahwa volatilitas saham berbasis komoditas dipengaruhi oleh perubahan harga emas dan respons pasar terhadap kebijakan Trump. Muhamad Heru Mustofa, Research Analyst Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa kemenangan Trump mendorong investor untuk beralih dari aset safe haven seperti emas ke instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi, yang menyebabkan penurunan harga emas ke level US$ 2.670 per ons troi. Produksi minyak AS yang meningkat dan stabilisasi pasokan global juga memberikan tekanan pada harga minyak dan gas. Harga batubara melandai akibat produksi China, namun berpotensi naik karena permintaan musim dingin dan kebijakan Trump yang mendukung energi berbasis fosil.

Ayu Dian dari Reliance Sekuritas menilai kebijakan Trump yang pro-energi fosil dapat menjadi katalis positif bagi sektor energi. Emil Fajrizki dari Stocknow.id menyarankan strategi trading saham dengan rekomendasi beli saham MDKA dan ADRO, sementara investor diminta untuk menunggu momentum pada saham seperti TINS. Heru Mustofa merekomendasikan buy on support untuk MDKA dan ANTM, tetapi menyarankan wait and see untuk saham INCO dan INDY. Miftahul Khaer mengusulkan trading buy untuk ANTM dan UNTR, serta wait and see untuk saham seperti MDKA dan ITMG.

Kekhawatiran Pasar Terhadap Pemilu AS

HR1 06 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 2,46% sepanjang pekan lalu, dipengaruhi oleh keluarnya dana asing yang cukup besar dari pasar saham Indonesia. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa pemodal asing mencatatkan jual bersih senilai Rp2,65 triliun antara 28 Oktober hingga 1 November 2024, yang turut memperburuk aliran dana keluar yang telah mencapai Rp12,58 triliun sepanjang bulan Oktober. Meskipun demikian, IHSG masih menunjukkan ketahanan atau resiliensi, meskipun pergerakannya fluktuatif.

Tantangan selanjutnya datang dari ketidakpastian politik global, khususnya terkait dengan Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat yang semakin mendekati hasil akhirnya. Pasar cenderung merespons negatif terhadap ketidakpastian ini, terutama jika hasil pemilu memunculkan ketegangan atau kemenangan tipis antara kandidat Kamala Harris dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik. Situasi politik yang tidak stabil dapat meningkatkan volatilitas pasar saham global, termasuk di Indonesia.

Perekonomian Indonesia, meskipun dipengaruhi oleh dinamika global, harus tetap fokus pada penguatan fundamental ekonomi domestik agar dapat meningkatkan resiliensi pasar modal di dalam negeri. Meskipun ada risiko yang terkait dengan kebijakan ekonomi yang berbeda antara kedua calon presiden AS, stabilitas politik dan kebijakan ekonomi yang pro-pasar menjadi faktor yang sangat ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus memantau perkembangan ini dan memperkuat daya tahan ekonomi untuk menghadapi ketidakpastian global.


Prabowo Ingin Indonesia Gabung Blok Ekonomi BRICS

KT1 30 Oct 2024 Tempo

PRESIDEN Prabowo Subianto ingin Indonesia bergabung ke blok ekonomi BRICS. Menurut dia, langkah tersebut dapat menunjukkan Indonesia berada di semua keanggotaan dunia dan tidak condong pada blok tertentu. "Supaya kita baik di semua tempat," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Oktober 2024. BRICS adalah organisasi yang dipelopori lima negara, yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, pada 2009. Organisasi ini sering disebut sebagai aliansi negara "non-Barat". Sebab, salah satu visi aliansi ini adalah mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, dan politik di antara anggotanya untuk menghadapi dominasi negara maju di kancah global. Prabowo yakin keanggotaan Indonesia dalam BRICS bakal memperluas kemitraan secara global. Ia merujuk pada pertumbuhan ekonomi negara-negara yang sudah bergabung dengan BRICS. 

Adapun hingga saat ini sudah ada sepuluh negara yang menjadi anggota BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Data menunjukkan proporsi ekonomi negara BRICS meningkat cukup tajam. Pada 1990, proporsi ekonomi negara BRICS terhadap perekonomian global hanya 15,66 persen. Sedangkan pada 2022, proporsinya naik menjadi 32 persen. Secara akumulasi, populasi penduduk BRICS mencakup 43 persen populasi dunia. Badan Pusat Statistik mencatat ekspor nonmigas pada September 2024 terbesar adalah ke Cina dengan nilai US$ 5,35 miliar atau sekitar 25,56 persen dari total ekspor nonmigas. Selain itu, negara anggota BRICS lain yang menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah India. Pada Juli 2024, misalnya, nilai ekspor ke India mencapai US$ 1,84 miliar, setelah Cina dengan US$ 4,65 miliar dan Amerika Serikat sebesar US$ 1,97 miliar. (Yetede)

Trump VC Harris: Tidak Akan Terlalu Berdampak Signifikan pada Ekonomi Indonesia

KT1 26 Oct 2024 Investor Daily (H)

Hasil pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2024 diyakini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi geopolitik ke depan. Namun, demikian seberapa besar kondisi tersebut akan beradampak terhadap perekonomian Indonesia, itu sangat ditentukan oleh resilen.  fundamental ekonomi nasional, efisiensi dan daya saing iklim usaha nasional, serta kemampuan respons kebijakan ekonomi makro, fiskal, maupun moneter nasional. Apalagi, secara historis, pergantian Presiden AS juga dinilai tidak memberikan banyak dampak terhadap aktivitas ekonomi Indonesia dan AS. "Kalau kita lihat dalam parameter pertumbuhan ekspor Indonesia ke AS dan pertumbuhan investasi AS di Indonesia, selama ini juga tidak berubah signifikan antara era Trumph dan era Biden," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani kepada Investor Daily. Ia menyampaikan hal itu seputar dampak hasil pilpres di AS yang akan digelar 5 November mendatang, baik ketika dimenangkan oleh Donald Trumph  yang merupakan kandidat dari Partai Republik maupun  Kamala Harris yang adalah kandidat  Partai Demokrat , terhadap perekonomian Indonesia. "Keduanya (ekspor dan investasi) hanya menciptakan pertumbuhan aktivitas  ekonomi bilateral secara modest, kurang lebih 5-10% per tahun," ucap Shinta.