;
Tags

Ekonomi Internasional

( 642 )

Perlu Waktu, Dampak Suku Bunga The Fed

KT3 23 Dec 2024 Kompas

Penurunan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat alias The Fed diperkirakan baru berdampak positif bagi negara berkembang, seperti Indonesia, dalam jangka menengah hingga panjang. Stabilitas domestik turut menentukan arah perkembangan makroekonomi di tengah ketidakpastian global. Mengakhiri tahun 2024, The Fed memangkas suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) menjadi 4,25-4,5 persen sesuai dengan ekspektasi. Di sisi lain, arus modal portofolio investor asing keluar dari pasar ke-uangan Indonesia sehingga nilai tukar rupiah dan pasar saham dalam negeri melemah. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) MRizal Taufikurahman hari Sabtu (21/12/2024) di Jakarta menyampaikan, pemangkasan suku bunga The Fed umumnya akan memberikan peluang positif bagi negara berkembang, seperti Indonesia. Arus modal juga akan masuk ke pasar keuangan domestik karena para investor mencari imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan aset di negara maju.

Di sisi lain, terbuka ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menyesuaikan kebijakan moneternya, seperti menurunkan suku bunga acuan, demi mendorong pertumbuhan ekonomi. ”Kebijakan The Fed seharusnya dapat memperkuat nilai tukar rupiah dan meningkatkan daya tarik investasi. Namun, realitasnya menunjukkan dinamika yang lebih kompleks.Meski The Fed telah menurunkan suku bunga, nilai tukar rupiah tetap melemah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan,” katanya. Berdasarkan data transaksi 16-19 Desember 2024, arus modal investor asing tercatat keluar Rp 8,81 triliun dari pasar keuangan domestik. Alhasil, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Jumat (20/12), ditutup pada level Rp 16.270 per dollar AS. Meski sedikit menguat sebesar 0,04 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya, rupiah terdepresiasi 2,61 persen dibandingkan akhir November 2024. Sementara itu, pada periode yang sama, IHSG menguat tipis 0,09 persen ke level 6.983,86 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kendati demikian, IHSG masih mencatatkan pelemahan 4,65 persen dalam sepekan terakhir dan 11,66 persen dalam tiga bulan terakhir.

Menurut Rizal, dampak dari kebijakan moneter, baik ditingkat global maupun domestik, biasanya tidak langsung terasa karena pasar membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan membangun kepercayaan. Investor juga cenderung menunggu stabilitas dan kejelasan prospek ekonomi sebelum mengalokasikan dana secara riil. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, berpendapat, penurunan suku bunga The Fed pada Desember 2024 telah diperkirakan oleh pasar sehingga terefleksi pada kurs dollar AS. Namun, The Fed justru memberikan sinyal penurunan suku bunga pada 2025 akan lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. ”Ini di luar ekspektasi pasar dan membuat dollar AS melejit terhadap hampir seluruh mata uang di dunia, termasuk rupiah,” kata Wijayanto. Pergerakan rupiah juga dipengaruhi sentimen domestik. Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah mengambil kebijakan, seperti kenaikan upah minimum provinsi (UMP), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta outlook fiskal yang kurang menjanjikan. Dihubungi terpisah, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyampaikan, para pelaku usaha, khususnya industri manufaktur, tengah menghadapi tantangan bertubi-tubi. Tantangan itu mulai dari kenaikan UMP dan PPN, hingga harga bahan baku dan energi yang masih tinggi. Hal itu menyulitkan pelaku industri dalam membuat perencanaan (AGP). (Yoga)

Akan Mahal Pembiayaan Pemerintah dan Swasta

KT3 20 Dec 2024 Kompas (H)

Proyeksi komplikasi kebijakan The Fed dan Donald Trump saat menjadi Presiden Amerika Serikat mulai Januari 2025 berisiko membuat pembiayaan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan dunia usaha dalam negeri menjadi mahal dalam jangka waktu yang lama. Nilaitukar rupiah terhadap dollar AS sebagai salah satu variabel sudah mendaki. Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, memangkas 25 basis poin (bps) suku bunga menjadi berkisar 4,25 persen-4,5 persen sebagaimana ekspektasi. Kebijakan ini diambil pada rapat di Washington DC, AS,Rabu (18/12/2024) waktu setempat atau Kamis (19/12) dini hari WIB. Namun, The Fed mengindikasikan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali sebesar 50 bps menjadi 4 persen sepanjang 2025. Ini berbeda dengan rencana awal, yakni empat kali sebesar 100 bps, menjadi 3,5 persen. Faktor Donald Trump menjadi salah satu pertimbangan. Dalam konferensi persnya, Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan, staf The Fed tengah mengkaji sejumlah skenario kebijakan tarif Trump berikut implikasinya sekalipun Trump baru mulai menjabat sebagai Presiden AS untuk periode kedua pada 20 Januari 2025. ”Masih sangat prematur untuk membuat semacam kesimpulan. Kita tidak tahu apa yang akan dikenakan tarif, dari negara mana, untuk berapa lama, dan sebesar apa. Kita tidak tahu apakah ada retaliasi tarif. Apa yang komite (The Fed) lakukan sekarang adalah mendiskusikan bagaimana mekanisme dan pemahaman penerapan tarif-tarif (oleh Trump) akan memengaruhi inflasi,” katanya. Pada September 2024, The Fed memperkirakan inflasi di AS sebesar 2,1 persen pada 2025. Terakhir, The Fed memperkirakan inflasi pada tahun pertama Trump itu adalah 2,5 persen. Jika inflasi bertahan tinggi, The Fed akan semakin enggan memangkas suku bunga acuan. (Yoga)

Suku Cadang RI Diminati Timur Tengah dan Afrika yang Mendatangkan Transaksi US$ 4,4 Juta

KT1 16 Dec 2024 Investor Daily (H)
Produk suku cadang kendaraan bermotor asal Indonesia  berhasil menarik minat pembeli dari kawasan Timur  Tengah dan Afrika. Hal itu terbukti  transaksi sebesar US$ 4,4 juta  atau sekitar Rp 70 miliar di Automchanika Dubai 2024 pada 10-12 Desember 2024. Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Widy Haryono menerangkan, keikutsertaan pada Automechanika Dubai 2024 adalah langkah stratgeis untuk membawa produk suku cadang Indonesia meramah pasar Timur Tengah dan Afrika. Apalagi, Dubai telah memposisikan diri sebagai hub perdagangan dunia. Dia menjelaskan, pameran Automechanika Dubai ini strategis dimanfaatkan para pelaku usaha  Indonesia untuk menyasar buyer. Tidak hanya di kawasan , tetapi juga buyer dari seluruh Indonesia. "Indonesia mampu menghasilkan produk suku cadang kendaraan bermotor berkualitas dan bersaing di pasar global. Hal ini terlihat dari capaian potensi transaksis sebesar USD 4,4 juta pada Automechanika Dubai 2024," ucap Widy. (Yetede)

Kemenangan Trump dan Dampaknya Pada Perekonomian Indonesia

KT1 06 Dec 2024 Tempo
DONALD Trump sudah dipastikan memenangi pemilihan Presiden Amerika Serikat. Terpilihnya kembali Trump ini sudah barang tentu akan sangat mempengaruhi ekonomi dunia ke depan. Apalagi Trump kelihatannya akan mengedepankan misi efisiensi ekonomi domestik di pemerintahannya. Kebijakan itu bakal berdampak pada perekonomian, mengingat Amerika Serikat merupakan negara dengan ekonomi terbesar di dunia, dengan produk domestik bruto (PDB) sebesar US$ 27,4 triliun dan PDB per kapita US$ 82 ribu. Sebagai perbandingan, negara raksasa ekonomi lainnya, Tiongkok, memiliki PDB sebesar US$ 17,8 triliun dengan PDB per kapita US$ 12.600. Sedangkan Indonesia baru memiliki PDB sebesar US$ 1,4 triliun dengan PDB per kapita US$ 4.900.

Langkah efisiensi Trump ini mirip kebijakan Executive Order 12291 oleh Presiden Ronald Reagan dari Partai Republik, yang menjabat sejak 20 Januari 1981 hingga 20 Januari 1989. Dalam kebijakan ini, Reagan meminta jajarannya melengkapi setiap kebijakan dengan analisis dampak kebijakan (regulatory impact assessment). Sementara itu, Trump akan membentuk departemen khusus, yakni Departemen Efisiensi Pemerintahan (Department of Government Efficiency), untuk menjaga agar tidak ada kebijakan yang membebani aktivitas ekonomi dalam negeri. Trump menunjuk dua pendukung dekatnya, yakni pengusaha sekaligus orang terkaya di dunia, Elon Musk, dan pengusaha bioteknologi sukses Vivek Ramaswamy, untuk memimpin departemen ini menjalankan reformasi kebijakan. (Yetede)


Ketika Asean Makin Diakui Perannya dalam Lanskap Perekonomian Global

KT1 02 Dec 2024 Investor Daily
Ketika Asia Tenggara makin diakui perannya dalam lanskap perekonomian global, berbagai perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini juga makin menegaskan pengaruh yang ditanamkan oleh kawasan tersebut. Pada Agustus lalu, Indonesia dan Thailand menyampaikan minat bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangaunan (OECD). Dua bukan kemudian, empat anggota ASEAN -- Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam -- menjadi mitra BRICS, organisasi kerja sama ekonomi yang awalnya hanya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan yang kemudian menjadi akronim nama organisasi. Perkembangan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan tentang evolusi perekonomian ASEAN, perannya dalam ekonomi global, dan arah organisasi di masa depan. Sejak dibentuk pada 1067, ASEAN tekah mengalami transformasi yang menakjubkan. Dari sekedar gabungan kekuatan ekonomi yang bernilai hanya US$ 24 miliar, ASEAN telah melesat menjadi blok kerja sama ekonomi terbesar keempat di dunia tahun ini, dengan kombinasi PDB sekitar US$ 4,13 triliun --hanya kalah oleh Amerika Serikat (US$ 28 trliun), China (US$ 18,5 triliun), dan Jerman (US$ 4,5 triliun). (Yetede)

BI memperkirakan kondisi global ke depan masih diwarnai gejolak ketidakpastian

KT3 30 Nov 2024 Kompas

BI memperkirakan kondisi global ke depan masih diwarnai gejolak ketidakpastian. Karena itu, stabilitas perlu dijaga dengan terus meningkatkan permintaan domestik, produktivitas nasional, pendalaman pasar keuangan, dan digitalisasi sistem pembayaran. Hal ini mengemuka dalam acara Pertemuan Tahunan BI bertajuk ”Sinergi Memperkuat Stabilitas danTransformasi Ekonomi Nasional” di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (29/11). Acara tersebut dihadiri Presiden RI, Prabowo Subianto. Presiden Prabowo mengingatkan, kondisi geopolitik dunia sedang dalam keadaan yang penuh ketidakpastian. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia harus selalu waspada dan berhati-hati kendati secara garis besar kondisi di Indonesia tergolong cukup tenang dan kondusif. Terkait dengan itu, Presiden mengatakan, sinergi untuk memperkuat stabilitas dan transformasi nasional menjadi tema yang relevan.

Prabowo teringat, seorang pemimpin politik berkata, untuk menghancurkan suatu negara, hancurkanlah mata uangnya. ”Jadi, Saudara-saudara, Gubernur BI, Menkeu, Ketua OJK, semua pelaku keuangan, tugas dan tanggung jawab Saudara tidak ringan. Kalau pakai ilmu tentara, Saudara-saudara adalah jenderal-jenderal bintang 4,” katanya. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS membuat gejolak global berpotensi berlanjut. Hal ini akan mengakibatkan perubahan lanskap geopolitik dan perekonomian dunia sehingga prospek ekonomi global akan meredup pada 2025 dan 2026. Semakin tingginya ketidakpastian global itu terciri dalam lima karakteristik, yakni pertumbuhan global yang akan menurun pada tahun 2025 dan 2026, penurunan inflasi dunia yang akan melambat, serta tingginya suku bunga AS. Selain itu, ketidakpastian global juga tampak dari penguatan kurs USD terhadap seluruh mata uang dan peralihan modal asing dari negara berkembang ke AS. (Yoga)


Optimistis Ditengah Gejolak Ekonomi Global

KT1 30 Nov 2024 Investor Daily (H)
Kondisi global diprediksi masih menghadapi gejolak,  menyusul kebijakan Donald Trump yang diperkirakan akan menjalankan kebijakan yang akan berdampak pada tarif tinggi, perang dagang, ketegangan geopolitik, hingga disrupsi rantai pasok dagang. Namun demikian, kondisi Indonesia diyakini masih memiliki sejumlah kondisi positif. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pada tahun 2025 ada lima tantangan yang dihadapi perekonomian dunia. Pertama, yaitu terjadinya slower and  divergent growth dimana pertumbuhan ekonomi dunia menurun pada 2025 dan 2026. Kedua, yaitu kondisi reemergence of inflation pressure, dimana terjadi penurunan inflasi dunia akan melambat bahkan berisiko naik pada tahun 2026. Ketiga, yaitu terjadinya ketidakpastian suku bunga  The Fed diperkirakan akan menurun, menjadi lebih rendah tetapi yield US treasure akan naik tinggi menjadi 4,7% pada tahun 2025 dan 2026. Keempat, yaitu terjadinya penguatan mata uang dolar AS. Perry mengatakan indeks dolar Amerika menguat dari 101 ke 107. Kelima, yaitu muncul anggapan  investor asing untuk menanamkan modal di AS. Persepsi tersebut, menyebabkan  modal asing keluar dari negara berkembang dan kembali ke AS lantaran tingginya  suku  bunga dan kuatnya dolar. (Yetede)

Pasar dan Kinerja Perbankan Pasca Kemenangan Trump

HR1 28 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang berlangsung pada awal November 2024 menunjukkan kemenangan Donald Trump dari Partai Republik yang mengungguli pesaingnya, Kamala Harris dari Partai Demokrat. Kemenangan Trump diprediksi akan membawa perubahan signifikan dalam kebijakan ekonomi AS, dengan penekanan pada prioritas ekonomi domestik, seperti peningkatan investasi dalam negeri, kenaikan bea impor, dan pemotongan pajak korporasi. Kebijakan ekonomi yang sering disebut sebagai Trump 2.0 ini, dengan fokus pada pajak dan tarif impor yang lebih tinggi, diperkirakan akan mempengaruhi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui arus dana yang keluar dan dampaknya pada suku bunga global.

Kebijakan Trump yang kemungkinan akan menahan penurunan suku bunga The Fed dapat mendorong Bank Indonesia untuk menyesuaikan suku bunga dalam rangka mempertahankan stabilitas ekonomi domestik, menghindari keluarnya modal, dan menarik arus investasi asing. Dalam konteks ini, meskipun kinerja perbankan nasional Indonesia, seperti yang terlihat pada laporan keuangan kuartal III 2024 dari bank-bank besar seperti BRI, Mandiri, BCA, dan BNI, menunjukkan pertumbuhan laba yang positif, saham-saham perbankan mengalami penurunan harga. Hal ini mencerminkan adanya arus keluar dari pasar modal Indonesia yang harus menjadi perhatian serius bagi pemangku kepentingan pasar modal di Indonesia.

Selain itu, meskipun sektor perbankan Indonesia relatif resilien terhadap gejolak global, tantangan tetap ada, seperti kenaikan harga minyak dan inflasi, yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan kinerja industri keuangan. Pemerintah Indonesia perlu melakukan langkah-langkah strategis, seperti evaluasi kebijakan suku bunga dan memastikan anggaran belanja negara difokuskan untuk kegiatan produktif yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya beli masyarakat. Peningkatan PPN yang diiringi dengan penurunan daya beli juga harus menjadi perhatian pemerintah agar tidak semakin menekan perekonomian domestik.

Secara keseluruhan, kebijakan ekonomi yang tepat dan responsif dari pemerintah Indonesia, serta kebijakan fiskal yang mendukung daya saing ekonomi domestik, akan sangat krusial dalam mengatasi tantangan ekonomi yang datang baik dari dalam negeri maupun faktor eksternal, seperti dampak dari kebijakan ekonomi Trump dan gejolak geopolitik global.


Ruang BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menyempit Akibat Perkembangan Geopolitik dan Ekonomi Global

KT3 21 Nov 2024 Kompas

Di tengah terjaganya laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik, ruang BI memangkas suku bunga acuan justru kian menyempit akibat perkembangan geopolitik dan ekonomi global yang dinamis. Kebijakan ini berpotensi membuat beban kredit masyarakat, seperti kredit kendaraan, tidak berubah. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, dinamika global berubah cepat seiring hasil pemilu AS, fragmentasi perdagangan, dan perkembangan geopolitik. Perkembangan politik AS diperkirakan menuju ke arah strategi ekonomi berorientasi domestik dan kebijakan fiskal ekspansif. Kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan penurunan laju inflasi AS makin sulit, ditambah indeks USD terhadap seluruh mata uang menguat seiring meningkatnya imbal hasil obligasi Pemerintah AS akibat kebutuhan pembiayaan defisit fiscal yang lebih besar.

Sementara, fundamental ekonomi domestik masih terjaga, tecermin dari inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober 2024 yang tercatat 1,71 % secara tahunan atau berada dalam kisaran target 1,5-3,5 %. Di sisi lain, ekonomi nasional pada triwulan III-2024 tumbuh 4,95 % secara tahunan dan diperkirakan tumbuh 4,7-5,5 % pada 2024. ”Jadi, masih terbuka (ruang penurunan suku bunga), tetapi tentu saja akan sangat bergantung pada situasi tadi (perkembangan ekonomi global dan domestik). Ruangnya (penurunan) yang dulu agak lebar sekarang lebih terbatas,” kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI November 2024, di Jakarta, Rabu (20/11). Karena itu, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6 %, sebagai langkah memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari rambatan dampak ketidakpastian geopolitik dan perekonomian global. (Yoga)


KUNJUNGAN KERJA Presiden Siap Hadiri KTT G20 Brasil

HR1 18 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, bersiap untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung pada 18-19 November 2024 di Rio de Janeiro, Brasil. Prabowo tiba bersama rombongan di Pangkalan Militer Angkatan Udara Galeão pada 16 November dan disambut oleh sejumlah pejabat Brasil, termasuk Duta Besar Brasil untuk Indonesia, George Monteiro Prata. Setelah itu, Prabowo dan rombongan menuju Hotel Hilton Rio de Janeiro, di mana ia juga disambut oleh sejumlah pejabat Indonesia, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala BIN Muhammad Herindra. Di hotel, Prabowo disambut hangat oleh diaspora Indonesia yang tinggal di Brasil. KTT G20 dihadiri oleh delegasi dari 21 negara anggota G20 serta sejumlah negara non-anggota yang diundang, mencakup negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, India, Rusia, dan negara-negara lainnya, dengan Brasil sebagai tuan rumah acara tersebut.