;

Menekan Ketimpangan dan Kebocoran

Ekonomi Yoga 12 Oct 2024 Kompas
Menekan Ketimpangan dan Kebocoran
Sistem ekonomi dibenahi untuk menekan ketimpangan dan kebocoran. Ketimpangan bukan hanya soal pendapatan, melainkan juga akses informasi dan layanan. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin digambarkan dalam film Parasite yang disutradarai Bong Joon-ho. Di film peraih Piala Oscar untuk kategori Film Terbaik dalam ajang Academy Awards 2020 itu, kehidupan keluarga kaya di Korea Selatan yang sangat nyaman disandingkan dengan keluarga miskin yang berjuang keras, tetapi juga manipulatif. Dalam jurnalnya, ekonom Lucas Chancel dan Thomas Piketty menyebutkan, ketimpangan pendapatan global selalu sangat besar. Hal ini merefleksikan sistem ekonomi dunia yang hierarkis berlangsung terus-menerus. Di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, 10 persen masyarakat ekonomi teratas menguasai 41 persen total pendapatan pada 2020. Sebaliknya, 50 persen masyarakat ekonomi terbawah hanya menguasai 16 persen total pendapatan.

Joseph E Stiglitz, penerima penghargaan Nobel Ekonomi, berpendapat, teori trickle-down economics atau ekonomi yang menetes ke bawah, yakni pemberian insentif yang menguntungkan kelompok ekonomi atas akan mengalir ke masyarakat ekonomi bawah, sudah kuno dan tidak relevan. Ia justru menyarankan trickle-up economics atau mengalir ke atas dengan cara memberi bantuan masyarakat bawah sehingga semua akan mendapat manfaatnya. Kebijakan serupa adalah membantu kelompok masyarakat menengah, yang manfaatnya akan dirasakan kelompok di atas dan di bawahnya. Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan mengurangi ketimpangan, diperlukan sistem dan kebijakan ekonomi dalam skala luas Presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan akan membenahi sistem ekonomi yang selama ini memicu ketimpangan dan kebocoran ekonomi di Indonesia (Kompas.id,10/10/2024).

Langkah yang direncanakan antara lain menyalurkan subsidi secara tepat sasaran, yakni langsung ketangan orang yang membutuhkan. Kebocoran ekonomi akan ditangani, di antaranya, dengan memperbaiki sistem ekonomi, peradilan, hingga pendidikan secara menyeluruh. Subsidi semestinya diberikan kepada yang memerlukan bantuan. Saat ini masih ada subsidi yang sebenarnya untuk masyarakat miskin, tetapi dinikmati masyarakat yang tak layak dibantu, seperti elpiji dalam tabung ukuran 3 kilogram. Data yang tepat dan niat baik merupakan kunci pemberian subsidi tepat sasaran. Data diperbarui setiap saat agar sesuai dengan kondisi terkini. Adapun niat baik berupa kesadaran untuk tidak mengambil bantuan yang bukan haknya. Seiring dengan itu, kebocoran penerimaan segera ditambal. Celah sekecil apa pun harus disumbat. Perbaiki sistem agar lebih transparan dan meniadakan transaksi di bawah meja. Setiap biaya mesti dapat dipertanggungjawabkan. Sistem yang transparan akan mendorong biaya lebih efisien. Bagi perusahaan, efisiensi akan menopang perbaikan kinerja sehingga pekerja bisa lebih sejahtera. (Yoga)
Download Aplikasi Labirin :