;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1143 )

Ekonomi Kreatif, Industri Gim Bakal Moncer Tahun Ini

tuankacan 28 Mar 2019 Bisnis Indonesia

Kinerja industri gim Tanah Air diyakini tumbuh positif tahun ini kendati dibayangi polemik permainan berkonten kekerasan yang akan diperketat pengawasannya. Ketua Harian Asosiasi Game Indonesia Jan Faris Majd menyatakan, rerata pertumbuhan industri gim nasional berkisar 20%-30% per tahun. Pada 2017, omzet industri gim mencapai US$800 juta, dan tumbuh menjadi US$1,3 miliar pada 2018. Pertumbuhan industri gim tahun ini lebih ditopang oleh tingkat adopsi penggunaan ponsel pintar yang pesat sehingga mendorong perkembangan industri gim mobile. Data yang dipublikasikan Hootsuite pada Januari 2019 menyebutkan jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia mencapai 355,5 juta atau 133% dari populasi sebesar 268,2 juta.

Era Ekonomi Digital, Batas PTKP Diusulkan Naik

tuankacan 27 Mar 2019 Bisnis Indonesia

Pemerintah disarankan untuk menaikkan batas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) seiring dengan masifnya perkembangan ekonomi digital. Ekonom senior Indef Aviliani mengungkapkan, perkembangan teknologi memungkinakn lahirnya berbagai profesi baru dari sektor informal baru pada era digital. Pekerja informal tersebut sangat mungkin membukukan pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja formal. Porsi pendapatan kena pajak semestinya lebih besar dalam menghadapi era industri 4.0. Penyesuaian PTKP tersebut dapat mendorong kenaikan penerimaan dari pajak penghasilan orang pribadi. Terlebih, kontribusi penerimaan pajak penghasilan orang pribadi dari masyarakat kelas menengah masih terbilang cukup rendah. Di pihak lain, Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hastuti menuturkan, pembenahan sistem administrasi perpajakan harus diprioritaskan terlebih dahulu sebelum melakukan pemangkasan atau revisi aturan PPh. Pembahasan Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) harus dilakukan karena itu yang menjadi dasar bagi wajib pajak membayar pajaknya di rate berapa dan apa sudah berkeadilan atau belum.

2021, Fintech Wajib Terapkan Program APU-PPT

leoputra 25 Mar 2019 Investor Daily

OJK mengimbau agar industri fintech bersiap untuk menerapkan program anti pencucian uang dan anti pendanaan terorisme (APU-PPT) yang diwajibkan pada tahun 2021. Hal ini dilakukan karena perkembangan industri fintech di Indonesia membuka potensi terjadinya kriminalisasi finansial, diantaranya kasus pencucian uang, pendanaan terorisme, pencurian dan sebagainya. Ada sanksi penghapusan aplikasi dan pencabutan izin dari OJK jika fintech tidak mematuhi program APU-PPT.

Grab Jalin Kerja Sama dengan Gtech

leoputra 22 Mar 2019 Investor Daily

Grab menjalin kerja sama dengan Gtech yang merupakan perusahaan dengan bisnis di bidang penciptaan ekosistem digital berbasis data dalam sektor ritel, layanan keuangan, otomotif, manufaktur dan properti. MoU ditandatangani di sela-sela acara TechTalk yang diselenggarakan kampus UID Creative Campus Three Mountains, Kura Kura Bali. Melalui kerjasama ini GrabExpress akan menyediakan solusi layanan logistik dan memberikan kemudahan bagi karyawan GTech dan mitra usahanya.

OVO Perluas Layanan Keuangan

leoputra 20 Mar 2019 Investor Daily

OVO, platform pembayaran digital, menjalin kemitraan strategis dengan Bareksa, marketplace reksa dana perdagangan di jaringan (online) terintegrasi pertama di Indonesia. Selain itu, OVO menjalin kerja sama dengan penyedia layanan pinjaman Do-It dan Taralite. Hal ini dilakukan untuk memperluas cakupan layanan OVO di luar pembayaran. Sebelumnya, pada akhir Februari lalu, OVO telah meresmikan kerja sama strategisnya dengan PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) untuk penetrasi transaksi keuangan non tunai dengan QR Code khusunya bagi segmen UMKM di Bali.

Mengakselerasi Penetrasi Fintech Pembayaran

leoputra 14 Mar 2019 Investor Daily
Pemberitaan terkait LinkAja sebagai aplikasi super financial technology (fintech) terbilang sukses menyedot perhatian publik akhir-akhir ini. Platform LinkAja digadang-gadang akan menjadi penantang GoPay dan Ovo yang selama ini digdaya. Bloomberg melaporkan bahwa total transaksi Go-Pay selama tahun 2018 mencapai RP 89 Triliun, nilai ini jauh lebih tinggi ketimbang bank-bank kelas kakap seperti Mandiri (Rp 13,35 T), BCA (Rp 4,04 T) dan BNI (Rp 880 Miliar). Selain itu menurut kajian Morgan Stanley, proyeksi pasar pembayaran digital Indonesia akan menembus US$ 50 miliar atau setara Rp 700 Triliun pada tahun 2027. Meskipun demikian, tingkat penetrasi fintech pembayaran, porsiya hanya 7,3% di tahun 2018 dari total jumlah transaksi yang terjadi di Indonesia. Akan tetapi, permasalah yang terjadi adalah bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih menykai transaksi menggunakan cash daripada cashless, menurut Paypal 73% masyarakat Indonesia masih menyukai transaksi tunai. Tentunya masih banyak ekosistem yang perlu dibangun agar Indonesia dapat mengakselerasi fintech dan mewujudkan cashless country.

Halodoc Raih Pendanaan US$65 Juta

leoputra 11 Mar 2019 Investor Daily
Halodoc, usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) kesehatan asal Indonesia, mengumumkan keberhasilan meraih pendanaan saham terbari seri B sebesar US$ 65 juta yang dipimpin oleh UOB Venture Management. Beberapa investor baru lainnya yang tergabung di dalamnya, yakni Singtel Innov8, Korea Investment Partners, dan WuXi AppTech, serta beberapa investor Halodoc terdahulu. Halodoc merupakan platform layanan kesehatan digital melalui aplikasi pada telepon genggam dan situs internet. Hal ini memungkinkan penggunaanya untuk dapat melakukan komunikasi langsung ke lebih dari 20 ribu dokter berlisensi di Indonesia kapan pun dan dimanapun. Melansir dari Frost dan Sulivan, Nilai industri kesehatan di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 21 triliun pada tahun 2019.

Grab Inc Raih Suntikan Dana US$ 1,46 Miliar

tuankacan 08 Mar 2019 Kontan
Grab Holding Inc Telah mendapatkan pendanaan baru sebesar US$1,46 miliar atau sekitar Rp20,65 triliun dari SoftBank Vision Fund. Dengan putaran pendanaan tersebut, kini Grab telah mengumpulkan total pendanaan lebih dari US$4,5 miliar. Pendanaan tersebut menobatkan Grab sebagai Decacorn dengan nilai valuasi mencapai US$ 14 miliar. Grab berencana menggunakan dana tersebut untuk membangun lebih banyak layanan yang kemudian diintegrasikan melalui platform Grab. Secara khusus, Grab berencana untuk menginvestasikan sebagian besar dana investasi itu di Indonesia. Grab mengklaim menjadi pemimpin dalam layanan transportasi on-demand yang menguasai 60% pangsa pasar roda dua dan menguasai 70% pangsa pasar roda empat di Indonesia. Bisnis Grab di Indonesia berkembang pesat, dengan pendapatan dua kali lipat di tahun 2018.

Serangan Dompet Digital Mengadang Kartu Kredit

tuankacan 06 Mar 2019 Kontan
Persaingan layanan transaksi pembayaran lewat aplikasi kian sengit. Tawaran cashback dan diskon pada satu merchant dari dua aplikasi berbeda semakin mudah ditemukan. Aplikasi pembayaran yang mendominasi adalah PT Visionet Internasional lewat brand OVO dan Go-Pay milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Potensi bisnis transaksi pembayaran elektronik masih besar. BUMN juga tak mau kalah dan siap mengadang OVO dan Go-Pay dengan LinkAja.
Tren masyarakat menggunakan transaksi non tunai diyakini belum mengganggu bisnis berbasis kartu perbankan seperti kartu kredit. Kehadiran tekfin justru jadi peluang bagi perbankan berkolaborasi dan berkompetisi secara sehat. Aplikasi pembayaran OVO dan Go-Pay didominasi transaksi nilai kecil. Jadi aplikasi pembayaran itu lebih mengarah ke pengganti uang tunai.

Emiten Transportasi Darat, Berebut Kue Logistik <em>e-Commerce</em>

tuankacan 05 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Transaksi dagang secara elektronik di Indonesia ditaksir berpotensi meningkat dari US$12,2 miliar pada 2018 menjadi US$53 miliar pada 2025. Ekonomi digital yang terus berkembang ikut memikat perusahaan logistik untuk mencicipi kue e-Commerce. Merujuk riset Google Temasek, jaringan logistik menjadi salah satu ujung tombak untuk menangani peningkatan pengiriman barang yang dibeli lewat e-Commerce. Dalam 3 tahun saja, volume pengiriman barang e-Commerce di Asia Tenggara diestimasi meningkat dari 800.000 paket per hari pada 2015 menjadi 3 juta paket per hari pada tahun 2018. Sejumlah emiten transportasi dan logistik pun menyiapkan strategi untuk menangkap peluang dari melesatnya frekuensi kirim-mengirim barang yang dibeli secara digital. Mereka ialah PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX), PT Dewata Freight International Tbk. (DEAL), dan PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA). Kehadiran dagang-el memberikan keuntungan bisnis bagi penyedia dagang-el dan penyedia jasa logistik. Prospek bisnis logistik pada tahun ini diprediksi akan sangat baik seiring dengan berkembangnya bisnis dagang-el.

Pilihan Editor